Pengamen Terkuat Di Kota

Pengamen Terkuat Di Kota
Episode 24. Five Killer Crows & Kemunculan Flien Demon 1.1


__ADS_3

# Ruang Pesta


Saat ini acara pesta ulangtahun telah dimulai dan sekarang banyak orang dari kalangan orang orang terpandang mulai memberikan hadiah kepada Serena bukan karena semata melainkan mereka melakukan hal tersebut untuk mencari muka di hadapan Satya.


"Selamat ulangtahun Serena ini hadiah dari aku dan Yuha" ucap Rehan memberikan kado kepada Serena.


"Ah terimakasih, tapi dimana Pandu dari tadi aku tidak melihatnya" tanya serena.


"Ah mungkin itu anak terlambat kayak biasanya" ujar Yuha yang tau persis sifat dan kelakuan Pandu.


"Ya mungkin saja"


.....


Tak lama kemudian dari arah pintu masuk tiba tiba datang seorang gadis yang duduk diatas kursi roda ditemani oleh Maid nya dan seorang pemuda berpakaian kimono.


Semua orang tampak tak mempedulikan si pemuda dan lebih berfokus pada si gadis berkursi roda.


"Hey bukan kah itu putri pertama tuan Satya"


"Ya kau benar itu putri pertamanya kakak dari Serena, aku dengar dia itu mengalami kelumpuhan dan buta karena sebuah kutukan"


"Ah ya aku juga pernah dengar rumor itu, katanya karena banyaknya penyaing bisnis pelelangan ini yang membuat mereka mencoba mencelakai putri pertama"


Banyak orang yang mendesas desuskan sebuah rumor negatif tentang keadaan Sabrina.


Sedangkan disisi Sabrina sendiri ia tampak tak mempedulikan apa yang iya dengar walaupun dalam hati kecilnya ia serasa ingin menangis.


Pandu yang mendengar gosip gosip hoax tersebut mulai jengkel.


"Hadeh kalian ini bisa diam tidak dan berhentilah membicarakan gosip yang gak tentu jelas buktinya" ucap Pandu marah.


"Hey siapa lo berani beraninya memerintah kita"


"Hah aku siapa itu tidak penting, dan karena kalian telah mengumbar hoax yang tidak tidak sekarang aku ingin kalian meminta maaf kepada Sabrina"


"Pandu sudahlah biarkan saja aku tidak papa kok" Sabrina berusaha menghentikan Pandu.


"Tidak bisa begitu, ini namanya menginjak harga diri mereka telah menyebarkan isu yang tidak tidak tentangmu Sabrina, aku sebagai seorang teman tidak bisa menerima hal ini" namun Pandu tetap kekeh untuk mempertahankan harga diri Sabrina.


"Teman!..." ucapnya merasa tersentuh, karena selama ini orang yang selalu ada di dekatnya hanyalah keluarga dan maid Memei selama ini jadi ia tidak pernah mempunyai seorang teman semenjak ia mengalami kutukan tersebut.


"Ha meminta maaf kau fikir kamu siapa, kamu ini cuma orang aneh dengan pakaian yang tidak jelas berani menyuruh kami, cari mati ya kamu" ucap seorang pemuda dengan gaya orang orang bangsawan yang bermartabat tinggi.


"Jangan sok jagoan deh, kamu itu cuma anak mami yang selalu dimanja lebih baik diam oke anak kecil. Oh apa aku perlu membawakan boneka beruang merah muda mu kesini" ucap Pandu.


Pemuda tersebut dibuat terkejut ketika Pandu menyebutkan tentang boneka pink miliknya.


'Apa, bagaimana bisa dai tau tentang pingki bear ku'


"Ha ha mana ada a-aku memiliki boneka seperti itu haha itu pasti lelucon mu saja" ucapnya sedikit canggung.


"Oh benarkah, kalau begitu bagaimana kalau aku memberitahu tentang saat kamu mengintip salah satu pelayanmu satu minggu yang lalu dan kamu terpergok oleh ayah mu dan menerima hukuman hingga kamu babak belur" ucap Pandu dengan tatapan licik setelah ia menggunakan kemampuan membaca pikiran pemuda tesebut.


Sekali lagi pemuda tersebut dibuat tak berdaya, pasalnya semua yang di ucapkan oleh Pandu adalah kebenaran.


"Apa itu benar Geriy, jadi waktu kamu bonyok itu karena kamu dihukum ayah kamu bukan karena kamu bertarung melawan monster" ucap temannya.


"Te-tentu saja tidak... Jangan percaya ucapan orang aneh ini dia hanya pembohong" ucapnya menunjuk kearah Pandu.


Pandu yang terus ditunjuk tunjuk merasa kesal kemudian ia mendekati pemuda tersebut dan langsung mencengkeram jari telunjuknya.

__ADS_1


"Ada beberapa hal yang tidak aku suka di dunia ini, dan kau baru saja melakukan salah satunya yaitu menunjuk kearahku" ucap Pandu memberitatapan pembunuh.


KRAAK!!


Pandu langsung mematahkan jari pemuda tersebut.


"Gkkhaaaa... jari ku..."


"Itu akibatnya bila kamu berani menyinggung ku dan teman ku, Sabrina ayo kita pergi"


Kemudian Pandu dan Sabrina meninggal kan pemuda tersebut dan menemui Serena.


"Yo Serena selamat ulangtahun"


"Emm.. kamu dari mana aja tadi dan bagaimana kamu bisa datang bersama kakak ku"


"Oh itu aku tadi nyasar di- eh bentar Kakak! Siapa kakak mu?" tanya Pandu.


"Tentu saja ini kakak aku tersayang" ucap nya sambil memeluk Sabrina.


"Eeh.. Jadi kalian berdua saudara, lalu mengapa tadi ketika mereka membicarakan sesuatu hal buruk tentang Sabrina kalian diam saja"


"Ya karena kami percaya kalau kamu pasti akan melindungi anak kami" ucap Satriya dari belakang Pandu bersama istrinya.


"Hah ya mau bagaimanapun Sabrina juga temanku jadi aku akan melindunginya apa pun yang terjadi"


"Piiyk..." Rui yang berada di pelukan Pandu mulai sadar dari pingsannya.


"Ih lucu banget burungnya" ucap Serena yang langsung mengambil Rui dari pelukan Pandu dan langsung memeluknya dengan erat.


"Hey hati hati kasihan Rui"


"Oh jadi namanya Rui"


"Ya itu memang burung jade hijau, memangnya kenapa"


"Apa jadi ini benar benar burung jade hijau, kau tau tidak burung jenis ini sangat langka dan ini merupakan bahan membuat Elexsir tingkat rendah" ucap Satriya menjelaskan betapa berharganya burung jenis Rui tersebut.


"Heh selangkah itukah, tapi dulu di desa burung seperti ini banyak bertebaran"


"Apa benarkah itu! Lalu dimana letak desa mu itu?" tanya Satriya antusias.


"Maaf itu rahasia" tolak pandu.


"Oh iya karena hari ini adalah hari ulangtahun mu jadi kali ini aku akan menyanyikan lagu khusus untuk mu"


"Benarkah"


"Iya"


Kemudian Serena beserta keluarganya turun dari panggung. Lampu mulai diredupkan kecuali lampu panggung.


"Eh ada apa ini kenapa lampunya redup"


"Entahlah tapi lihat di panggung"


Semua orang melihat bayangan seseorang yang memegang gitar.


JREENG!! TREEENG!! JREENG!!


"Hari ini hari yang kau tunggu

__ADS_1


Bertambah satu tahun usiamu, bahagialah kamu


Yang kuberi bukan jam dan cincin


Bukan seikat bunga, atau puisi, juga kalung hati


Maaf, bukannya pelit


Atau nggak mau ngemodal dikit


Yang ingin aku beri padamu doa s'tulus hati


S'moga Tuhan melindungi kamu


Serta tercapai semua angan dan cita-citamu


Mudah-mudahan dib'ri umur panjang


Sehat selama-lamanya


S'moga Tuhan melindungi kamu


Serta tercapai semua angan dan cita-citamu


Mudah-mudahan dib'ri umur panjang


Sehat selama-lamanya


Mudah-mudahan dib'ri umur panjang


Sehat selama-lamanya


S'lamat ulang tahun


S'lamat ulang tahun"


"Selamat ulangtahun untukmu Serena yang ke 15, semoga kamu selalu bahagia... Ini hadiah dariku" Pandu memberikan Serena sebuah telur berwarna biru dan mengandung unsur elemen es.


"Wah terimakasih Pangu, tapi telur apa ini?" tanya Serena.


" itu adalah telur Ice Fox, tapi kamu harus membuat kontrak dengannya dengan cara meneteskan darah mu" ucap Pandu.


"Apa aku harus melakukannya"


"Ya, jika kamu ingin rubah es tersebut mengakui mu sebagai master-nya"


Kemudian Serena menggigit jarinya hingga terluka dan meneteskan darahnya di atas permukaan telur. Kemudian Pandu membantu proses pembuatan kontrak tersebut.


"Oke selesai, kamu tinggal tunggu dia menetas"


"Akhirnya aku bakalan punya Pets ku sendiri, tapi Pandu mengapa rubah ini bertelur bulannya mereka itu melahirkan" tanya serena.


"Ee ya mana aku tau, itu aja juga masih jadi misteri pikiranku selama ini"


"Benarkah kalau-.." Sebelum menyelesaikan perkataannya tiba tiba seluruh lampu mati secara tiba tiba.


"Kyaa..." jerit Serena.


Setelah mendengar suara teriakan tadi lampu mulai menyala dan diatas ruangan lantai kedua terlihat ada lima orang misterius mengenakan jubah hitam dan mengenakan sebuah topeng berbentuk burung gagak. Dan salah satu dari mereka tampak membawa Serena.


"Serena..." semua orang.

__ADS_1


"Kih kih kih maaf menggangu pestanya Tuan Satria"


__ADS_2