Pengamen Terkuat Di Kota

Pengamen Terkuat Di Kota
Episode 35. Sesama Manusia Harus...


__ADS_3

Setelah melakukan tes raid dungeon E-Rang di lembah monster kini di Guild pusat tengah diramaikan karena beredarnya rumor yang mengatakan adanya seorang Hunter pemula yang dapat menyelesaikan dongeon E-Rang dengan sekali tebasan dan memiliki nilai power kekuatan yang setara dengan C-Rang.


Karena itu semua pihak guild dari berbagai organisasi mulai berlomba lomba mendapatkan kontrak anggota dari orang tersebut yang tak lain adalah Silver.


Sementara di lobby guild tengah terjadi keramaian akibat munculnya hunter C-Rang.


Di dalam ruangan Guild Master saat ini Silver dan Asgard tengah membicarakan sesuatu yang sangat penting di ruangan nya.


Asgard yang memijat pelis keningnya karena pusing dengan semua kejadian yang terus terjadi yang di akibatkan oleh pria bertopeng silver di hadapannya ini.


"Hah entah mengapa masalah ini selalu terjadi setelah kau masuk ke guild ini. Yang pertama kau telah mencari masalah dengan Hunter B-Rang dan sekarang kau membuat kehebohan dengan kekuatanmu ini ke public.. hadeh entah apa mau mu dari semua kekacauan yang kau sebab kan" ucap Asgard yang makin dibuat pusing mengingat semua hal yang di lakukan Silver.


"Aku cuma ingin segera naik Rang saja dan jangan salahkan aku karena semua ini terjadi"


"Hah kenapa bisa begitu"


"Ya mau bagaimana pun ketika aku mendaftar di guild ini aku tidak mendapatkan akses pengukuran kekuatan sama sekali dan akses pengukuran hanya dapat di lakukan apa bila sudah mencapai F-Rang dan juga harga untuk melakukan tes pengukuran terlalu mahal 20 juta hanya untuk satu kali tes, itu gak ngot4k tau. Kau ini ingin mencari hunter berbakat masa depan atau merampok anjing" ujar Silver dengan kata kata yang sangat menusuk di hati Asgard hingga membuat ia muntah darah.


"Dah lah muak aku disini" Silver langsung meninggalkan ruangan guild master dengan sihir teleportasi yang langsung membawa Silver kembali ke tubuh utama (Tubuh Pandu).


"Agkh, tak kusangka dia akan mengatakan kata kata sekasar itu kepada pria tua sepertiku, tapi apa yang ia katakan memang tidak salah, jika aku ingin meningkatkan fondasi Guild ini maka aku memang harus melakukan nya meskipun akan ada resiko yang sangat besar" Asgard telah memutuskan apa yang akan ia lakukan demi meningkatkan kualitas Guild Pusat miliknya.


Dan sehari setelahnya Asgard telah memberlakukan pengetesan bakat secara gratis dengan syarat mereka yang ingin melakukan tes harus menandatangani kontrak angota.


........


# Di Taman Kota


Seperti biasa Pandu yang merupakan seorang musisi jalanan menjalankan aktifitasnya yang berprofesi sebagai pengamen.


Seperti yang biasa ia lakukan, ia akan duduk di bangku taman bagian tengah yang biasanya sering dilalui oleh orang orang.


Ia mulai menyetel senar gitar miliknya agar sesuai dengan nada melodi yang akan ia mainkan dan kali ini ia tidak hanya membawa satu gitar saja melainkan ia juga membawa 1 set alat musik reflix pemberian dari teman tercinta.


Jezz... Breng... Jreng....


"Kayaknya kali ini aku akan menyanyikan lagu Dhyo Haw - Tetap Tersenyum Kawan "


Kemudian pandu mengeluarkan sebuah kertas taliaman yang man kertas tersebut telah di osikan dengan suara musik yang akan menjadi pendamping lagu yang akan di bawakannya.


《~Kenangan terakhir buatku tak bisa lupakan


Wajahmuuu


Saat kt bersama berbagi rasa habiskan


Wktuuuu


Samua yg sering kau lakukan tapi kini tak


Akan lagi bisa ku dengarr~


~Cahaya mentari. tak bersinar terang


Seakan kecewa

__ADS_1


Krna kau tak ada


Buat kutertawa lagi


Buat ku tak sepi lg


Rindu kami bertumpuk disini


Hidup ini adalah pilihan yang harus kamu


Pilih yg terbaik tuk jalan sendiri


Sekarang yg kau memilih jalanmu sendiri


Jadi kini kau yg harus jalani


Hoo~


~Tetap tersenyum kawan tatap mataku


Kami disini kawan tetap menunggumu


Bersama sama lagi


Tetap tersenyum kawan tatap mataku


Kami disini kawan tetap menunggumu


Bersama sama lagi


Tetap tersenyum kawan tatap mataku


Kami disini kawan tetap menunggumu


Bersama sama lagi~》


Dengan lagu yang baru san ia nyanyikan para pejalan kaki yang mendengarkan Pandu bernyanyi bersorak bahagia dan mulai memberikan uang kedalam wadah yg sudah di siapkan.


.....


Tak terasa Pandu telah mengamen lebih dari 5 jam dan kini ia memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil menghitung uang yang ia peroleh meskipun ia sebenarnya masih memiliki uang ratusan juta di rekening nya.


"56.000... 57.000... 71.000... Wah lumayan dapat 71k, mencari uang dengan usaha sendiri memang beda rasanya biasanya di dunia lama aku paling punya uang paling banyak 30k"


"Kalau begitu sekarang aku mau pergi beli nasi padang paket komplit aah.." Pandu langsung bergegas menuju sebuah restoran/warteg Rumah Makan Padang favoritnya.


Namun ketika ia menuju warteg ia melihat seorang kakek kakek di sebuah gang kecil tengah mengais-ngais (mencari) sampah sisa makanan. Melihat kakek tersebut Pandu langsung mempercepat langkahnya menuju warteg.


"Uda nasi padang komplit 5, gpl ya!!"


"Siap.." Uda penjual dengan cekatan membungkus nasi pesanan pandu dengan cepat.


"Ini 5 nasi padang komplit + air mineral"


"Terimakasih uda, ini uangnya ambil aja kembaliannya"

__ADS_1


[Uda\=Kakak laki-liki dalam panggilan orang padang]


Setelah membeli nasi Pandu bergegas menemui kakek tadi dan sesampainya di sana ia menjumpai kakek tersebut baru saja menemukan sebuah kotak nasi basi yang akan ia makan.


Melihat hal tersebut Pandu dengan tidak sopannya ia melempar sendalnya ke arak nasi kotak yang akan di makan oleh kakek tersebut.


"Kek jangan.."


"Aah nasi ku, hey nak apa yang kau lakukan kenapa kau menumpahkan nasi yang akan aku makan" ucap kakek tersebut marah, karena ia berfikir bahwa Pandu sengaja melakukan hal tersebut terutama ia merupakan seorang gelandangan yang biasanya selalu di pandang buruk di mata orang.


[Mohon maaf jika athor harus menggunakan bahasa yang kurang berkenan seperti ini, tolong jangan di simpan di hati]


"Maaf kek, sebenarnya aku tak bermaksud melakukannya aku hanya tidak mau kakek memakan makanan basi seperti itu. Dan sebagai tanda maaf ku tadi aku sudah membeli nasi padang buat kakek makan"


"Wah benarkah itu"


"Iya kek, mari kita makan bersama"


Kemudian mereka berdua mulai makan bersama di dalam gang tersebut meskipun tempat tersebut sangat kotor penuh dengan sampah rumah tangga mereka tetap menikmati makan mereka tanpa mengkhawatirkan bau menyengat dari sampah di sekitar karena Pandu diam-diam membuat sebuah barrel pelindung transparan.


"Aah enak nya, sudah lama aku tidak makan seenak ini. Terimakasih ya anak muda karena telah memberi kakek tua ini makanan seenak ini" ucap nya bahagia.


"Sama sama kek, lagi pun kita ini masih sama sama manusia jadi kita wajib saling tolong menolong dengan sesama manusia maupun makhluk hidup lainnya"


"Sungguh ucapan yang sangat mulia, andai saja semua manusia memiliki hati sebaik kamu, maka tak akan ada lagi orang yang akan menderita seperti kakek"


"Hus jangan bilang seperti itu, semua yang di dunia ini sudah ada yang ngatur oleh yang di atas (Tuhan)" ucap Pandu yang alim.


"Ya kau benar, dan ngomong ngomong siapa nama mu nak?" tanya si kakek.


"Nama saya Pandu kek"


"Ah nak Pandu sebelumnya kakek mohon maaf jika kakek telah merepotkan kamu"


"Tidak kek, ini sudah kewajiban Pandu menolong sesama"


"(tersenyum)... Sebagai tanda terimakasih kakek hanya bisa memberikan ini pada mu, ini satu satunya harta yang kakek miliki yang sudah diwariskan turun temurun sejak dulu.." ucap kakek tersebut yang ingin memberikan Pandu sebuah pedang belati yang sudah berkarat.


"Tidak usah kek, saya ikhlas membantu kakek"


"Tidak apa lah nak, anggap saja ini sebagai hadiah, lagi pun kakek juga sudah tidak memiliki siapa siapa di dunia ini dan dari pada harta kakek ini terbuang percuma jadi lebih baik kakek serahkan kepadamu"


"Em baiklah kek aku akan menerima belati pemberian kakek ini, tapi apa kakek yakin untu-.." sebelum menyelesaikan ucapannya kakek dengan cepat menjawab.


"100% Yakin"


"Em baiklah, kek maaf saya tidak bisa berlama lama disini jadi kakek bawa ini dan ini ada sedikit uang buat kakek" Pandu memberikan sisa nasi padang sejumlah uang (5Jt) kepada si kakek dan ia segera meninggalkan gang tersebut.


(Tersenyum)"Dunia yang akan kau jalani akan lebih sulit, berjuanglah dan lindungi semua yang engkau sayangi" ucap kakek tersebut dengan halus.


Ketika Pandu mendengar ucapan tersebut ia langsung menoleh kebelakang dan yg membuat ia terkejut ialah kakek tadi sudah tidak ada di tempat tersebut.


"Loh kok kakek ilang hem paling ia sudah pergi"


●~Note Pesan Moral: Kita sebagai sesama manusia harus saling mengjaga, menghormati, mengasihi sesama makhluk hidup di dunia ini...●

__ADS_1


[Siapa kakek tersebut??]


__ADS_2