
"Kamu..."
"Badak besi..."
"Serigala Putih..."
Entah mengapa ketika Pandu dan Li gendut tiba tiba langsung menjaga jarak dan langsung masuk ke mode patarung.
"Kali ini aku yang akan menang Serigala putih"
"Ooh aku menantikan kemenanganmu" ucap Pandu.
Kemudian tubuh mereka langsung di selimuti dengan aura sihir mereka.
Sementara itu diseluruh kantin yang semula tenang tiba tiba ricuh dan banyak siswa pada berbondong bodong pergi ke tempat dimana Pandu dan si gendut Li akan bertarung.
Di meja Yuha dan teman temannya mulai penasaran karena semua murid yang ada di kantin tiba tiba pergi ke arah toilet kantin.
"Hey teman sebenarnya ada apa ini kenapa semua orang pergi kesana" tanya Alfin kepada salah salah murid.
"Oh apa kamu belum tau kalau di depan sana ada orang yang berkelahi"
"Hah siapa yang berani berkelahi di lingkungan sekolah"
"Aku tidak tau yang jelas salah satu orang yang akan berkelahi adalah murid tetap kelas petarung Bouli, ah sudahlah aku mau pergi melihat perkelahiannya" siswa tersebut langsung pergi.
"Bouli siapa dia?" tanya Yuha.
"Bouli itu salah satu murid jenius dari kelas petarung C, dia baru 3 bulan masuk sekolah ini dan dia sudah di promosikan menjadi murid tetap" Rehan.
"Dan tak hanya itu aku dengar dia itu memiliki kemampuan bertarung yang sangat hebat dan dia juga sering membulli siswa yang lebih lemah terutama siswa lepas seperti kamu dan Pandu~ Eh..." ucap Alfin yang tiba tiba ia terdiam.
"Hem ada apa denganmu Al?" tanya Anisa.
"Apa kalian tidak menyadari kalau mereka pergi ke arah dimana Pandu berada"
"Aaiyah kau benar, jangan jangan itu anak yang berkelahi dengan si Bouli" Luna yang baru saja ingat akan Pandu yang tadi ijin ke toilet.
"Hah baru juga mulai sekolah dah cari gara gara" Rehan dan Yuha hanya bisa pasrah akan kelakuan teman mereka itu.
Kemudian mereka memutuskan untuk pergi menyaksikan perkelahian tersebut.
Dan benar saja sesampainya mereka disana mereka melihat Pandu dan Bouli saling melepas aura mereka.
Kembali ke Mc.
"Gendut hari ini aku ingin melihat seberapa kuat dirimu setelah sekian lama kita tidak bertemu"
"Mm baiklah akan aku tunjukan semua usaha ku kali ini, jadi tahanlah sebisa mungkin Putih"
"HIYAAA...."
Kemudian Pandu dan Bouli langsung mengeluarkan serangan andalan mereka.
"PUKULAN AMUKAN BADAK BESI..."
"TERKAMAN SERIGALA ES..."
Kedua serangan tersebut terlihat memiliki bentuk seekor serigala dan seekor badak bertantuk 3.
Kemudian kedua serangan tersebut saling berbenturan yang mengakibatkan terciptanya gelombang energi yang sangat kuat hingga membuat semua siswa yang melihat pertarungan mereka pingsan atau terpental/terhempas ke belakang
"Ugh... apa apaan ini semua"
"Kekuatan mereka sangat mengerikan"
Semua siswa merasakan kengerian kekuatan kedua orang tersebut.
Sementara itu dari hasil benturan kedua menciptakan kabut asap dan tiba tiba sesuatu keluar dari asap tersebut hingga menabrak dinding hingga retak.
BOOM!!
"Gahk... Sial aku kalah lagi" ucap Bouli ketika dirinya membentur dinding.
"Hahaha gendut ini sudah menjadi kekalahan mu yang ke 76 kemenangan 23 dan ini kemenanganku yang ke 76 kekalahan 23"
__ADS_1
"Cih itu tadi karena aku masih belum serius tau"
"Oke oke" ucapnya sembari membantu Bouli berdiri.
Karena dinding yang di tabrak Bouli mengalami kerusakan dan apabila itu ketahuan oleh guru karena merusak fasilitas sekolah maka mereka akan di kenakan denda dan akan menerima sangsi maka dari itu untuk mencegahnya Pandu langsung menggunakan sihir perbaikan.
.....
"Boss apa kau baik baik saja" kedua bawahan Bouli berlari menghampiri mereka berdua.
"Ah ya aku baik baik saja" ucap Bayu si rambut duri kuning.
"Hey kau berani kau melukai bos kami" Koman si kepala hijau afron.
"Iya apa kamu ingin mati hah"
"???" Pandu memiringkan kepala.
BANG!! BANG!!
"Bodoh berani kalian macam macam dengan Saudaraku" Bouli langsung memberi pelajaran kepada kedua bawahannya.
"Pandu huhf huhf ... apa kau baik saja" ucap Yuha dan Rehan.
"Dan kau si Bouli dari kelas petarung apa yang kau lakukan hingga kau memukul Pandu" ucap Anisa.
"Memukul? Woy woy woy mana ada aku memukul nya yang ada malah kebalikannya dan jangan asal tuduh kalau kami tadi berkelahi" ucap Bouli yang tidak terima.
"Hah? Maksudnya?"
"Maksudnya tuh begini, sebenarnya kami tadi bukan berkelahi melainkan kami sedang mengetes kekuatan kami dengan cara berduel itu tradisi di desa kami"
"Ooh seperti itu.." Semua
"Tunggu desa! jadi maksudnya.." Rehan berusaha menduga..
"Ya aku dan Bouli berasal dari desa yang sama tapi karena suatu alasan keluarganya meninggalkan desa" jelas Pandu.
"Itu benar apa yang di ucapkan Pandu kami lahir di tanah yang sama. Tapi sekarang desa kami sudah tidak ada"
"Baiklah, kalau begitu sekalian biar aku traktir gimana"
"Wih banyak duit kau, kalau begitu semuanya ayo kita makan sepuasnya"
30 menit kemudian.
Di meja makan terlihat ada lima tumpuk menara piring yang masing masing menara berjumlah 100 piring dan semua itu adalah piring bekas Pandu.
"Ugk ah enak nya kenyang aku sekarang" ucap Pandu setelah memakan 501 porsi.
Sementara teman teman nya yang melihat tumpukan menara piring hanya bisa ternganga melihat teman mereka yang mampu menghabiskan semua makanan tersebut hanya dalam beberapa menit.
"Gya habis sudah uang tabunganku 😢" Bouli yang merasa menyesal karena ia mentraktir makan yang membuat semua uang tabungannya terkuras habis.
"Apa dia masih Pandu yang ku kenal" gumam Rehan.
"Ini orang masih manusia kan" Pikir Anisa dan Luna.
"Itu perut apa tong kok muat?" ucap Alfin
"Haha bagus dengan konten ini aku bisa mendapat banyak subscriber" Yuha yang tengah Life streaming mukbang Pandu.
Karena jam istirahat telah selesai mereka segera kembali ke kelas masing masing untuk mengikuti pelajaran.
.....
# Ruang Dekan
Sementara itu Pandu saat ini tengah dihadapkan dengan situasi dimana ia di panggil oleh dekan sekolah/kepala sekolah.
'Sial apa ini gara gara petarungan tadi di kantin, tapi kan aku sudah memperbaiki semua yang rusak' Pikir Pandu yang berkeringat dingin di sekujur tubuhnya.
"Hem jadi kamu yang namanya Pandu" ucap dekan yang memiliki tampilan seperti seorang artis berkulit putih tampan rambut hitam berkilau dan memiliki aura karisma yang begitu kuat. Dekan tersebut bernama Felix.
"Iy-iya Pak"
__ADS_1
"Terimakasih" ucap Dekan.
"??? Maaf dekan berterimakasih untuk apa ya?"
"Aku berterimakasih karena kamu sudah menyelamatkan kedua keponakanku dan menyembuhkan penyakit salah satu keponakanku Sabrina"
"Ooh.. Eeh... Jadi anda adalah Pamannya Serena" ucap Pandu terkejut mengetahui bahwa dekan sekolah nya adalah paman dari Serena dan Sabrina.
"Iya itu benar aku paman nya Serena, dan aku juga sudah mendengar tentang kekuatan yang kamu miliki di usiamu yang masih muda"
"Ngomong ngomong kapan kamu mulai membangkitkan kekuatanmu menjadi seorang Player?" tanya dekan Felix.
"Oh yang ada maksud itu tentang kebangkitan, saya tidak mengalami kebangkitan sama sekali tuh" jawab Pandu.
Felix yang mendengar nya hanya terdiam.
"Jadi kamu tidak mengalami kebangkitan begitu. Lalu dari mana kamu memiliki kekuatan tersebut" tanya Felix.
"Oh itu karena saya berlatih, dulu di desa saya selalu di suruh mempelajari semua sihir dari nenek saya"
"Hem baiklah aku tidak akan mempertanyakan asal kekuatanmu. Ngomong ngomong aku memiliki sebuah tawaran untukmu"
"Tawaran apa itu?"
"Aku akan mempromosikan dirimu menjadi murid tetap bagaimana, lagi pula dengan kekuatanmu kamu bisa diterima di kelas tetap dengan mudah"
"Em maaf tapi aku harus menolak, karena aku tidak ingin mendapatkan sesuatu tanpa usaha ku sendiri. Oh ya ngomong ngomong mengapa mereka berdiri di pojokan" ucap Pandu menunjuk ke pojok ruangan yang terlihat kosong tidak ada siapa pun disitu.
'Apa dia mengetahui keberadaan kita kak'
'Mana kakak tau, tapi kelihatannya dia melihat kita ada disini'
'Tapi bagaimana bisa kita telah mengaktifkan kemampuan invisible kita'
Sementara itu Felix yang mendengar Pandu mengetahui kedua orang yang ada di belakangnya di buat terkejut.
"Hahaha jadi kamu sudah tau keberadaan mereka, Key Rura keluarlah" ucap Felix.
Kemudian dua orang asassin kakak beradik muncul.
"Ah jadi itu kalian" ucap Pandu.
"Oh jadi kamu sudah pernah ketemu"
"Iya mereka itu adalah Hunter yang gak guna, payah, tidak bertanggung jawab. masa waktu aku bertarung melawan sekumpulan Orc mereka enak enak nya nonton, tolol banget kan bukanya bantuin malah asih nonton" ucap Pandu dengan mulut pedas dengan ejekan dan hinaan yang membuat kakak beradik itu merasa seperti tertusuk duri di jantung mereka.
"Hahaha aku gak tau apa masalahnya tapi itu terdengar sangat lucu, sudahlah, Pandu perkenalkan mereka adalah KEY dan RURA mereka adalah Assassin rang B yang aku sewa beberapa hari lalu"
"Ooh jadi mereka itu seorang tentara bayaran"
"Ya begitulah, mereka bertugas untuk~" ucapnya terhenti ketika telepon nya berbunyi.
Kring Kring
"Ya halo kak... Oh oke aku akan segera kesana"
"Hah maaf ya karena aku harus segera pergi jadi kamu boleh kembali lagi ke kelas dan jika kamu berubah pikiran untuk masuk ke kelas tetap itu masih berlaku"
"Hem baiklah"
Kemudia Pandu langsung kembali ke kelas mengikuti kembali pelajaran.
.....
Tak berselang lama waktu pulang sekolah pun tiba.
Saat ini di depan gerbang sekolah tampak Pandu dan lainnya tengah asik mengobrol.
"Hey Pan sebenarnya apa yang kamu lakukan tadi di ruang dekan" tanya Yuha.
"Hanya sekedar berbincang sederhana dengan dekan"
"Hem gak meyakinkan gitu"
"Terserah kalau gak percaya"
__ADS_1