
Setelah berhasil mengalahkan Orc King dan mengakhiri Otbreak dungeon Pandu bergegas kembali ke warteg bu Eni sambil membawa pisau daging yang sudah hancur hanya menyisakan sebagian bentuk pisau nya saja akibat pertarungan tadi.
Ketika dia hendak memasuki warteg ia dikejutkan karena ada beberapa orang didalam yang terlihat seperti para Hunter player dan ada seorang Princss yg tengah mengobati Rehan.
Ketika Pandu memasuki warteg ia menjadi sorotan para Player kerena saat ini penampilan Pandu tampak berantakan dengan baju yang sedikit robek" dan membawa sebuah pisau daging patah berlumur darah.
Pandu tidak menghiraukan pandangan mereka ia terus berjalan mendekati Rehan dan Yuha hingga seorang player menghentikannya.
"Hey nak berhenti kamu" ucap seorang Hunter dengan perlengkapan zirah dan membawa sebuah tombak.
"Apa yang terjadi denganmu hingga kamu seperti ini? Apa kamu pergi melawan para monster tadi" tanya pria hunter tersebut.
"Hah paman apa menurutmu aku bisa melawan para monster dengan tubuh ku ini, aku ini cuma manusia biasa yang kerjanya cuma pengamen jadi mana mungkin aku pergi bertarung melawan monster" ucap Pandu mengelak pertanyaan Hunter tersebut.
"Jangan berbohong kamu nak, dilihat dari mana pun penampilanmu serta pisau patah yang kamu bawa sudah jelas kalau kamu ini habis bertarung, benarkan" ucapnya dengan memberikan tekanan aura kepada Pandu untuk membuat nya ketakutan. Namun saya aura yang ia berikan tidak berpengaruh sama sekali bagi Pandu.
'Apa kenapa bocah ini masih terlihat tenang... Apa dia tidak terpengaruh oleh auraku ini..'
"Oh itu, kalau soal baju aku hanya punya baju kayak gini karena blm ada uang buat beli baju dan untuk pisau ini sendiri aku... Aku.. Aku habis memotong ayam jadi pisau nya berlumuran darah deh hehehe..." ucap Pandu yang agak canggung.
'Sial aku lupa dengan kedua pisau daging ini'
"Memotong ayam?..." ucapnya sebelum iya mengacungkan tombak nya kearah Pandu.
"... Kau mencoba membohongiku, mana mungkin bisa pisau daging yang keras dapat hancur seperti itu kau pasti habis bertarung, jawab dengan jujur nak" ucapnya dengan aura yang lebih kuat lagi.
Pandu disini ia hanya diam tak bergeming sama sekali, ia terlihat tidak takut akan ancaman hunter tersebut.
"Him apa kamu tidak malu mengarahkan senjata kepada seorang anak berusia 15 tahun dengan senjata berbahaya seperti ini dengan aura mu itu... Sebenarnya aku tadi ingin bersikap tak tahu apa pun tentang kejadian ini, Tapi aku berubah pikiran ketika ada seseorang yang mengacungkan senjata di hadapan ku" Ucap Pandu yang langsung memegang batang tombak hunter tersebut dan langsung menariknya.
Ketika Pandu menatik tombak tersebut hunter itu juga ikut tertarik kedepan dan secara bersamaan kaki kanan Pandu dinaikan yang membuat kaki nya menendang kedua bola junior milik hunter tersebut.
"Uggh..." (Tersakiti)
Tak sampai di situ Pandu langsung menendang wajah hunter tersebut dengan lututnya hingga melayang dan ia juga langsung melancarkan tendangan sabit kanan yang membuat hunter tersebut terlempar ke kiri menabrak meja dan dinding warteg.
Semua orang yang berada di dalam warteg melihat kejadian tersebut dibuat ternganga terkejut.
"Apa Rudiy dikalahkan oleh bocah itu"
"Itu mustahil bocah itu bisa mengalahkan player Rang +B dalam sekejab"
Ucap rekan tim nya.
Kemudian gadis Princss yang tadi menyembuhkan berlari menghampiri Hunter yang dihajar Pandu.
"Aah Rudiy apa kamu baik baik saja" ucapnya dengan khawatir.
"Tenang saja dia tidak akan mati dia cuma pingsan saja" ucap Pandu sambil memutar tombak hunter tadi.
"Kenapa kenapa kamu melakukan ini terhadapnya apa kamu-"
"Sstt diam ya kakak cantik, dari perkataan mu tadi kamu serasa tengah menuduhku bahwa aku lah yang memulai nya bukannya kamu juga dari tadi melihat bahwa paman itu dulu yang memulainya dengan mengacungkan senjata dan mengancamku yang masih seorang bocah berumur 15 tahun..."
"... Apakah orang seperti dia layak dianggap sebagai seorang hunter" ucap Pandu yang langsung membuat wanita beserta rekan rekannya terdiam menunduk.
"Huh karena aku tidak ingin memperpanjang ini masalah dan terimakasih sudah menyembuhkan saudaraku.." ucapnya.
Kemudia Pandu meletakan pisau daging yang hancur di atas meja menu.
__ADS_1
"Bu pisaunya rusak besok aku ganti ya, tapi utang dulu" teriaknya, namun tidak ada jawaban dari bu Eni karena saat ini bu Eni tengah dirawat di rumah sakit karena syok ketika wartegnya diserang monster tadi.
Setelah itu ia menghampiri Rehan dan Yuha.
"Apa kalian baik baik saja"
"Ya kami baik baik saja"
"Baguslah, tapi lebih baik sekarang kita tinggalkan tempat ini biarkan para Hunter guild yang menangani kekacauan ini"
Kemudian Pandu, Rehan dan Yuha pergi meninggalkan warteg beserta para hunter di dalamnya.
"Siapa bocah itu tadi? Bagaimana dia bisa sehebat itu?"
"Entah lah yang jelas kita harus melaporkan kejadian ini kepada Master Guild, jika bisa kita harus merekrut nya menjadi anggota guild kita"
"Ya aku setuju dengan ucapanmu itu, tapi sebelum itu kita sembuhkan dulu Rudiy"
...........
# Beberapa Hari Kemudian
Sudah tiga hari semenjak kejadian Ridbreak terjadi dan seluruh taman bagian timur yang rusak tampak sudah di perbaiki seperti semula.
Hari ini seperti biasa Pandu akan pergi ketaman namun kali ini ia tidak pergi untuk mengamen melainkan ia akan melakukan sebuah aktifitas sosial di sebuah Panti Asuhan di Kompleks C bersama Yuha dan Rehan beserta teman maupun keluarga mereka yang ingin ikut pergi.
Tak berselang lama Yuha beserta keluarganya datang dan disusul oleh Rehan bersama kakaknya Yuria.
"Akhirnya kalian datang juga" ucap Pandu.
"Tentu saja, kami kan juga ingin membantu melakukan kegiatan sosial ini" ujar Rehan.
"Emm Maria nanti mau main sama anak anak disana kakak" ucap Maria dengan keimutannya.
"Iya iya nanti Maria main sama temen temen disanaya"
"Oke kak"
"Oh ya Han apa semua yang aku minta kemarin sudah kamu bawa"
"Sudah, semua barangnya dibawa kak Yuria di tas penyimpanan miliknya"
"Oh bagus, mohon bantuannya ya kak Yuria"
"Iya, tak perlu kamu sesungkan itu apalagi kamu sudah membantu keluargaku"
"Hehe, kalau begitu sekarang kita berangkat"
Mereka pun berangkat menggunakan mobil kak Yuria.
Beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di sebuah panti asuhan. Bangunan panti asuhan itu sendiri sudah tampak tua dengan warna dinding yang luntur, retakan pada dinding dan genteng bocor serta.
Di saat mereka memasuki halaman Panti Asuhan yang bernama Panti Asuhan Kenangan mereka menjumpai beberapa anak anak yang tengah duduk di tangga pintu masuk. Dapat dilihat dari raut wajah mereka dan pakaian mereka yang tampak kusam.
Salah satu anak yang menyadari adanya rombongan Pandu dan lainnya langsung berlari masuk dan memberitahu kepada ibu pengurus panti.
Tak berselang lama seorang wanita keluar dari panti tersebut bersama seorang gadis yang seumuran dengan Pandu.
"Ah selamat datang di Panti Asuhan Kenangan, saya Ema pengurus panti asuhan ini dan ada apa gerangan sekalian datang kemari" ucapnya dengan sopan.
__ADS_1
"Kami datang kemari dengan tujuan untuk melakukan kegiatan sosial dan membantu panti asuhan ini agar menjadi tempat yang lebih layak dari sebelumnya. Apakah kami boleh?" tanya Yuria.
"Ah, tentu saja silahkan silahkan masuk" ucap ibu panti.
Kemudian mereka memasuki bangunan panti. Mereka diajak berkeliling panti untuk melihat keadaan sekitar. Setelah selesai melihat lihat mereka pun mulai bersiap.
"Kak Yuria tolong keluarkan semua nya" pinta Pandu ke Kak Yuria untuk mengeluarkan semua yang akan mereka gunakan.
"Baik" kemudian Yuria mengeluarkan semua barang dari tas penyimpanannya berupa alat Cat, alat masak + bahan masakan, mainan untuk anak anak panti, baju baru, kasur dan beberapa prabotan lainnya, itu semua pandu yang membelikannya dengan uang dari 2 orang misterius 3 hari lalu.
Mereka pun memulai tugas mereka masing masing Yuha dan Rehan mengurus masalah di dalam, Pandu dan Satya bertugas mengecat dan melakukan perbaikan sementara ibu dan Yuria mereka bertugas untuk memasak dibantu oleh cucuk ibu panti bernama Erin. Dan untuk Maria ia asik bermain main dengan anak anak panti sebayanya.
Mereka melakukan semuanya dengan baik dan hati hati dan tak jarang orang orang yang tinggal di sekitar panti melihat kegiatan mereka dan menggerakan hati mereka untuk membantu.
Karena banyak orang yang membantu pekerjaan tersebut menjadi terasa ringan dan cepat selesai.
Setelah selesai merekapun istirahat dan makan masakan yang sudah disiapkan. Semua orang tampak antusias dalam kegiatan sosial tersebut tak hanya itu saja beberapa warga juga memberikan sumbangan kepada panti asuhan kenangan.
"Am nyam nyam... Oh iya pwan bewsowk uhuk uhuk..." ucap Rehan tersedak.
"Sukurin makanya kalau makan mulut penuh jangan banyak bicara batuk kan jadinya" ejek Pandu.
Kemudian Erin yang melihat Rehan tersedak langsung memberikan air minum.
"Ini minumlah" ucap Erin sambil tersenyum bak bidadari di mata Rehan.
"Te-terimakasih..." ucapnya tersipu malu.
"Cie cie ada yang hatinya berbunga bunganih"
"Wah sang pangeran kodok telah menemukan sang putri"
Ejek mereka berdua.
"Diam kalian dan gua bukan pangeran kodok tapi pangeran kadal... eh, ah lupakan" ucapnya yang tak sengaja mengucapkan hinaan untuk dirinya sendiri.
"Hahahaha..." Pertikaan antara ketiga orang sahabat itu membuat semua orang ikut tertawa terbawa suasana.
Karena hari sudah mulai gelap akhirnya mereka berpamitan dengan semua orang di panti. Dan seperti yang Pandu dan Yuha duga bahwa teman mereka Rehan tengah berpamitan dengan Erin dengan wajah merah semerah tomat matang.
"Em anu... aku aku mau pamit dulu ya E-erin" ucap nya malu malu.
"Iya, terimakasih ya buat semuanya Rehan-san" ucap nya memegang tangan Rehan sambil tersenyum.
BLUS!!
"Hehehe iya sama sama Erin.." ucap nya dengan wajah yang lebih memerah bahkan kepalanya mengeluarkan asap.
"Wah tampaknya kepalanya mulai konslet tuh anak Yuh"
"Udah tenang aja nanti kita reparasi itu kepalanya" ucap mereka yang mengintip di balik tembok, hingga..
"Kakak sedang apa disini" Maria datang tiba tiba sontak membuat mereka berdua terkejut.
"Astaga Maria ngagetin kakak saja"
"Hehehe, kak sudah ditunggu sama ayah ibu di mobil"
"Oh oke... Rehan pacarannya besok lagi sekarang balik" teriak Pandu mengacaukan suasana bahagia Rehan.
__ADS_1
'Dasar si kampret...'