
4 hari kemudiaan
Sudah empat hari berlalu sejak terjadinya insiden penyerangan di Biro Pelelangan Raya dan menyembuhkan putri pertama Keluarga Satria Sabrina dari racun misterius.
# Pagi Hari
Hari ini adalah hari yang sangat penting buat Pandu karena ia akan pergi ke sebuah tempat yang belum pernah ia datangi.
Saat ia sudah bangun ia langsung mandi setelah itu ia menggunakan sebuah pakaian seragam Sekolah. Yap hari ini adalah hari pertama Pandu untuk sekolah.
"Pandu nih aku bawain makanan buatan ibu buat kamu" ucap Yuha yang nyelonong masuk tampa permisi bersama Rehan.
Mereka berdua juga menggunakan seragam yang sama seperti Pandu bedanya Rehan adalah murid tetap sedangkan Pandu dan Yuha adalah murid Pindahan.
# Sebelumnya
Empat hari sebelumnya ketika Pandu berhasil menyembuhkan Sabrina ia mendapatkan sebuah 1 permintaan dari ibu Serena.
"Nak Pandu sekarang aku akan memberi kamu satu permintaan"
"Emm kalau begitu aku ingin ber sekolah" ucapnya yang langsung membuat mereka terkejut.
"Hah sekolah?"
"Iya, apa tidak boleh?"
"Ah tentu saja boleh, tapi kenapa harus sekolah apa kamu belum pernah makan bangku sekolah lagi"
"Gak, gak enak soalnya makan bangku sekolah keras" ucap Pandu.
"Bukan makan itu maksudnya..." ucap Satria marah.
"Haha kamu lucu ya, baiklah kalau itu mau mu ibu akan mengabulkannya. Kebetulan adik tante adalah seorang dekan (Kepala sekolah) di salah satu akademi terbaik di kota ini"
"Terimakasih tapi boleh tidak kalau salah satu temanku juga ikut di daftarkan di sekolah itu"
"Ya itu tidak masalah, lagi pun itu masih tidak sepadan dengan nyawa anakku"
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
# Di Akademi Leon King
Saat ini Pandu dan Yuha tengah diajak berkeliling oleh Rehan yang mana dia bertugas memandu mereka berdua untuk berkeliling di akademi leon king. Ya mau bagaimana lagi ia adalah murid taun ini dan tentu nya dia sudah mengenal seluk beluk sekolah tersebut.
Mereka bertiga berkeliling di akademi dari Asrama murid, taman sekolah, klub" sekolah, ruang latihan dan saat ini mereka tiba di kantin sekolah dimana surganya perut bagi siswa.
Kantin sekolah tersebut cukup luas dan bersih, makanan yang disajikan juga bervariasi bahkan ada kantin bagian elit dimana kebanyakan yang makan adalah anak orang orang kaya atau yang memiliki status keluarga yang tinggi.
Namun karena sekarang masih pagi jadi belum ada siswa yang ke kantin.
"Nah ini kantin sekolah kita, makanan disini enak enak loh tapi ya harganya kurang ramah di kantong"
"Ngutang boleh gak" ucap Pandu dengan polosnya.
"Ngutang matamu! ya gak boleh lah" ucap Rehan sembari menepok jidat nya.
"Hah... Oh sekarang sudah waktunya kalian masuk kelas" ucap Rehan.
[Oh iya disini Pandu dan Yuha masih terdaftar menjadi murid kelas umum yang mana mereka harus mengikuti pelajaran selama 4 bulan dan kemudian mereka akan di pindah kelas kan berdasarkan kemampuan mereka ke kelas tetap. Contoh kelas tetap seperti kelas Petarung dimana kelas tersebut mengajarkan semua teknik petarung, atau kelas penyihir yang mengajarkan semua sihir pada muridnya dan masih ada beberapa kelas tetap lainnya seperti Alkemis/apoteker, Blacksmith.]
Kemudian mereka pergi menuju kelas mereka namun disini Rehan tidak berada di kelas yang sama dengan Pandu dan Yuha karena dia berada di kelas B sementara Pandu dan Yuha ada di kelas C ya sebelahan sih.
Namun disini Pandu dan Yuha tidak langsung masuk ke dalam kelas setelah Rehan pergi.
"Yuh kamu masuk duluan"
"Lo aja Pan yang masuk duluan gua malu"
__ADS_1
"Dih apalagi aku aku kan belum pernah sekolah jadi aku gak tau cara nyapa mereka nanti"
Di saat mereka tengah berdebat tiba tiba seorang guru cantik tinggi mulus putih datang menghampiri mereka.
"Permisi anak anak, sedang apa kalian didepan pintu! kenapa tidak masuk kedalam kelas!" tanya guru cantik tersebut.
"Ah itu... ehem, salam bu guru saya dan teman saya ini adalah murid baru di kelas ini" jawab Pandu yang sedikit grogi.
"Oh murid baru ya, perkenalkan nama ibu adalah ibu Jihan atau biasa dipanggil bu guru Jihan" ucapnya memperkenalkan diri.
"Nama saya Pandu bu dan ini sahabat saya Yuha"
"Salam bu guru" Yuha menyapa.
"Ya, kalau begitu ayo masuk"
"Ba-baik..."
# Di Dalam Kelas
"Semuanya tolong diam. Baiklah semuanya hari ini kita kedatangan murid baru disini, kalian berdua silahkan memperkenalkan diri" ucap bu guru Jihan.
"Baik"
"Perkenalkan namaku Yuha aku seorang YuoCupber dan aku memiliki atribut elemen angin. Salam kenal semua" ucap Yuha memperkenalkan diri dan ia tampak disambut baik oleh murid lainnya.
Kini tiba saatnya Pandu memperkenalkan diri.
"Em perkenalkan Pandu, aku adalah seorang pengamen jalanan. Salam kenal semuanya" ucap Pandu namun ia tampak tidak terlalu di sambut baik oleh mereka terutama anak putra.
"Hah apa kalian dengar barusan, ada pengamen di kelas kita hahaha..."
"Maaf bung aku gak punya uang receh buat bayar haha..."
"Haha... Seorang pengamen mendaftar sekolah disini apa orang tuamu mampu membayarnya paling juga orang tuamu itu cuman tukang samp-..."
Disaat salah satu anak menghina nya dan itu menyangkut orang tua nya Pandu tidak tinggal diam ia dengan cepat muncul di hadapan anak itu dan langsung mencekik lehernya mengangkat keatas.
"Mungkin aku dapat menerima penghinaan tentang diriku, namun jika itu menyangkut orang tua ku maka aku tak segan segan meng hajar mu" ucap Pandu dengan tatapan tajam yang membuat anak tersebut merinding seakan akan ia melihat sesosok monster yang dapat membunuhnya dalam satu tarikan nafas.
Semua orang di kelas tersebut masih terdiam seperti mereka tidak mengetahui situasi apa yang terjadi di sini. Apalagi adegan tersebut terjadi sangat cepat, hingga
"Aaapa yang terjadi, Pandu cepat kamu lepaskan Beben sekarang juga atau nanti kamu ibu laporkan ke dekan sekolah atas tindakan mu ini" ucap bu guru Jihan
"Hah, baik akan melepaskannya guru" ucapnya sambil tersenyum manis yang langsung membuat semua anak perempuan berteriak.
"Ehem, baiklah sekarang kalian berdua silahkan duduk di bangku kosong di belakang"
'Anak ini sangat misterius, bagaimana dia bisa berada di hadapan Beben tadi! seberapa kuat anak ini? '
"Huh baiklah mari kita mulai pelajaran hari ini dan untuk kalian berdua kalian bisa gabung dengan teman di samping kalian"
Kemudian pembelajaran pertama di hari pertama Pandu dimulai. Saat ini ia tengah belajar bersama teman baru dia seorang gadis berambut pink dan sangat ramah ia bernama Anisa sedangkan untuk Yuha ia belajar dengan seorang murid bernama Jafar.
Meski pelajarannya tampak mudah untuk rata rata siswa di kelas namun beda halnya dengan Pandu ia merasa pusing dengan materi yang di jelaskan oleh guru Jihan.
"Aaah... aku sama sekali gak faham sama apa yang dijelaskan ini" ucap Pandu pasrah.
"Pandu kenapa kamu seperti orang yang baru pertama kali belajar aja hihi"
"Emang bener ini adalah sekolah pertama ku kok kamu tau Nis"
"Hah jadi ini sekolah pertama kamu"
"Iya, dari dulu aku gak pernah sekolah paling paling belajar cuma membaca koran atau majalah ya kadang kadang baca buku sejarah sih. Dan untuk sihir atau petarung aku lebih suka praktek daripada penjelasan kaya gini huh..." ucapnya menghela nafas panjang.
3 jam kemudian
__ADS_1
Pelajaran untuk sesi pertama telah selesai sekarang adalah saat saat yang selalu dinanti oleh semua siswa yaitu waktu istirahat. Seluruh siswa akan berbondong bondong pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka atau sekedar nongkrong saja.
Saat ini Pandu, Yuha, Rehan, dan tiga teman baru mereka Anisa, Alfin, Luna dan Rika tengah menikmati makan bersama di kantin.
"Puah makanannya enak juga ya gak kalah sama masakannya bu Eni nyam.. nyam.." ucap Pandu dengan lahapnya makan.
"Makannya pelan pelan Pandu nanti kamu tersedak" ucap Anisa.
Dan benar saja Pandu langsung tersedak.
"Uhuk... uhuk..."
"Ah minum ini" Anisa memberikan air minum.
"Gleg gleg ah makasih Anisa"
"Iya sama sama"
"Woy Pan lain kali kalau batuk jangan kearaku napa" ucap Yuha, ya pasalnya ketika Pandu batuk tadi ia mengarahkan kearah Yuha alhasil seluruh muka Yuha terkena semburan sisa sisa makanan Pandu.
"Hehe maaf" ucapnya kemudian ia menyendok kembali makanan nya namun karena tidak memperhatikan apa yang ia sendok alhasil.
"Hap... Fuaaaa PEDASSS... Air air..." Pandu berteriak karena kepedasan setelah memakan sambal.
"Hah hah hah sialan siapa yang meletakkan sambal disini hah hah"
"Dih dari tadi kan emang disini elo aja yang ceroboh" ucap Rehan.
"Hahaha kalian ini benar benar lucu ya haha" ucap Alfin melihat kekocakan mereka bertiga.
"Itu benar, kalian itu serasa seperti saudara saja"
"Ya itu memang benar kalau kami ini saudara ya walaupun kita tidak memiliki darah yang sama" ucap Rehan.
"Yoi karena kami sudah membuat sumpah saudara" ujar Yuha.
"Oh seperti itu" mereka.
"Ya karena it- aduh..." ucap pandu terhenti ketika tiba tiba perutnya terasa sakit.
"Aduh aku mau ke kamar mandi dulu panggilan alam (turt)" ucap nya sambil mengeluarkan gas kentut.
"Uwek... Bau banget"
...........
Sementara itu di sebuah lorong kecil sebelah kantin terlihat ada 3 orang anak yang tengah membuliy seseorang.
BUNG!!
BANG!!
"Ugehk..." anak yang di bulliy mengeluarkan darah dari mulutnya setelah di tendang perutnya.
"Cih cuma segini saja kemampuan mu berani mencari masalah pada boss Li" ucap anak berambut hijau sambil menginjak tangan anak yang pingsan tersebut.
"Hah sudahlah kita tinggalkan dia saja, ayo kita kekantin aku sudah lapar ini" ucap si boss yang memiliki tubuh lumayan gemuk namun kuat.
"Oke bos"
Kemudian mereka segera menuju kantin dan meninggalkan siswa tadi begitu saja di lorong.
Dan disaat mereka tengah berjalan menuju kantin dan mereka berjalan di dekat toilet kantin tiba tiba pintu toilet terbuka dengan kencang yang langsung membentur wajah si Boss Li tersebut.
BANG!!
"Ah lega... Eh kayaknya ada orang" ucap Pandu yang baru saja keluar setelah mengalami panggilan alam (E'ek).
__ADS_1
"Aduh sialan siapa yang melakukannya pada ku.."
"E-eh kamu..." ucap si boss li dan Pandu.