Pengamen Terkuat Di Kota

Pengamen Terkuat Di Kota
Episode 29, 1. Ujian Kelas Beta 1.1


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu semenjak Pandu memulai sekolahnya dan saat ini ia akan mengikuti tes kenaikan menjadi murid tetap.


Saat ini di lapangan pengujian telah ramai para siswa yang sangat antusias mengikuti tes tersebut.


Di tes ini setiap murid hanya dapat memilih satu jurusan kelas dari kelas Petarung, Penyihir, Alkemis dan Blacksmith.


Dalam tes penerimaan akan memberikan tiga ujian yang pertama jumlah mana/kekuatan sihir yang dimiliki. Dan biasanya setiap orang hanya memiliki 1000 kapasitas mana namun jika itu seorang penyihir kapasitas mana mereka bisa lebih besar.


Yang kedua adalah kecocokan atribut. Maksudnya disini semua siswa akan di tes mereka memiliki atribut element atau tidak. Contoh elemen yang umum Api, Angin, Tanah dan Es/Air adalah atribut yang sering ditemukan. Namun ada juga beberapa atribut elemen yang sulit di temukan yaitu atribut elemen Emas, Cahaya dan Kegelapan. Tak hanya itu masih ada beberapa atribut elemen yang belum pernah di jumpai seperti atribut Petir.


Ujian yang ketiga adalah teknik serangan/skill. Di ujian ketiga ini setiap murid di haruskan menunjukkan skill mereka untuk melawan target yang di tentukan.


"Ehem.. Baiklah semuanya mohon tenang. Hari ini Akademi Leon King akan mengadakan seleksi pemilihan murid tetap, dan aku Warelius dari definisi beta warrior akan menjadi pembawa acara kali ini"


"Tak perlu lama lama mari kita mulai ujiannya. Di sini kalian akan melakukan tiga macam ujian pertama pengukuran kapasaitas mana, kedua jenis atribut elemen, dan yang terakhir Skill/Kertampilan kalian. Jika kalian mendapatkan nilai yang di tetapkan oleh akademi maka kalian dapat memasuki kelas Beta sesuai keinginan kalian, maka dari itu berusahalah"


Setelah itu semua murid mulai melakukan tes ujian.


Ya walaupun tak semua murid dapat melewati semua tes yang diberikan namun tetap masih ada beberapa murid jenius yang berhasil melewati semua tes yang ada.


Kali ini tiba saat Yuha untuk melakukan tes.


"Yuh apa kamu sudah berhasil melakukan apa yang aku suruh kemarin" tanya Pandu.


"Ya aku sudah melakukan apa yang kamu bilang"


"Bagus, semoga sukses"


"Oke"


Kemudian Yuha pergi ke mimbar dan sekarang ia akan melakukan tes pengukuran kapasitas mana.


"Baik, Yuha ya nama mu"


"Iya pak"


"Kalau begitu kamu langsung saja meletakkan tanganmu di bola kristal tersebut, bola itu akan menunjukan jumlah kapasitas sihir yang kau miliki dan untuk maju ke babak selanjutnya kamu minimal harus memiliki 800 energi mana"


"Baik" kemudian Yuha langsung menempelkan telapak tangannya ke permukaan bola kristal tersebut hingga bola kristal tersebut langsung memancarakan sinar.


Juri yang berada di samping nya dibuat terkejut ketika melihat angka yang tertera di bola kristal tersebut.


"A-apa 2300 kapasitas mana" ucap nya yang langsung membuat heboh seluruh siswa.


Mau bagaimana pun dari tadi semua murid yang dianggap jenius hanya memiliki kapasitas mana sebesar 1000 dan yang tertinggi itu 1400, sedangkan Yuha ia memiliki jumlah kapasitas sihir yang lebih banyak dari yang lainnya. Ya bisa di bilang jenius di antara para jenius.


Sementara itu di kolom para guru.


"Haha tak kusangka tahun ini kita memiliki murid super jenius, aku jadi ingin merekrut nya untuk bergabung ke kelas petarung" ucap salah satu guru dari kelas Petarung.


"Tidak dia harus menjadi murid kelas penyihir kami, jika dia di kelas petarungmu dia tidak akan dapat mengembangkan bakatnya" ujar seorang guru dari kelas penyihir.


"Hah apa katamu😡 dasar pela€ur sialan"

__ADS_1


"Sabar guru tolong jangan terpancing dengan ucapannya" ucap murid si guru kelas petarung.


"Huh dasar tua bangka masih saja dibantu sama murid"


"Diam kau lacur sialan"


"Kalian berdua diam, biarkan murid itu yang memilih kelas mana dia akan masuk" ucap Dekan Felix.


"Baik dekan"


Kembali ke area ujian.


Saat ini Yuha akan melakukan tes atribut sihir. Ya meskipun ia sudah tau apa atribut yang ia miliki.


"Baiklah di tes kedua ini kau hanya perlu meletakan tanganmu di batu panca warna ini" Sang juri memberikan arahan kepada Yuha untuk menyentuh sebuah batu besar 40×30 meter di hadapannya.


"Batu ini akan menentukan atribut mu sesuai warna yang di pancarkan dari batu tersebut. Merah untuk Api, Biru muda untuk Es, Biru tua untuk Air, Hijau untuk Angin, Coklat untuk Tanah, Ungu untuk Petir, Hitam untuk Kegelapan , Kuning untuk cahaya.


Apa kamu sudah mengerti"


"Ya pak"


"Bagus, sekrang cobalah"


Kemudia Yuha langsung menyentuh batu tersebut dan dari batu tersebut mengeluarkan warna hijau yang menandakan ia memiliki atribut sihir angin.


Kemudian Yuha langsung menuju ke area tes terakhir dimana dia harus menunjukan salah satu kemampuan miliknya.


"Selamat karena kamu berhasil sampai disini, tak usah lama lama kamu langsung saja tunjukan kemampuanmu" ucap pengawas menyuruh Yuha untuk menunjukkan kemampuannya dengan cara menghancurkan sebuah target berupa boneka kayu. Untuk penyihir akan di berikan target dengan jarak 100 meter.


Yuha yang sudah bersiap dengan mengumpulkan sebuah pusaran angin di tangannya yang berbentuk seperti tombak bersiap untuk melempar.


"Sharp Wind Spear..."


Tombak angin miliknya langsung melesat tepat di titik yang di tentukan bahkan hingga membuat lubang besar di tubuh boneka kayu tersebut.


"Woow" semua orang bersorak kagum.


"What sejak kapan Yuha jadi sekuat itu" ucap Rehan terkejut sebelum ia melirik Pandu yang tengah menambang emas.


"Apa"


"Apa kau juga mengajari teknik itu pada Yuha"


"Ya, tapi yang aku berikan itu sedikit berbeda karena dia itu memiliki atribut angin sementara kau kan atribut tanah"


"Ooh pantes"


.......


"Wah selamat nak kamu mendapat nilai yang sangat fantastis, dengan nilai mu ini kamu dapat memilih kelas beta sesuai minat bakatmu"


"Benarkah, kalau begitu aku akan memilih masuk ke kelas Penyir" Yuha tanpan pikir panjang ia memilih masuk ke kelas Penyihir.

__ADS_1


"Yey lihat itu pak tua dia memilih masuk ke kelas penyihir hahaha"


"Cih kau beruntung untuk saat ini lihat saja nanti aku pasti juga akan mendapat kan seorang jenius di kelas petarungku"


"Hooh benarkah, kalau begitu biar aku lihat nanti"


'Dasar wanita jala'ng lihat saja nanti'


.....


Setelah Yuha mengikuti tes dan memilih Kelas Beta yang ia inginkan sekarang giliran Rehan yang maju.


Di ujian pertama Rehan memecahkan rekor jumlah kapasitas mana nya lebih banyak dari milik Yuha yaitu 2.420 kapasitas mana.


Dan untuk tes kedua seperti yang kita tau bahwa Rehan memiliki atribut tanah.


Dan saat ini ia sudah memasuki area tes terakhir.


"Baik nak sekarang kamu silahkan lawan boneka kayu itu dengan teknik yang kamu kuasai"


"Baik"


"Transformasi manusia golem tahap awal ~ Lengan Golem...." Rehan langsung menggunakan sebuah teknik transformasi yang ia pelajari dari Pandu dimana sebagian tubuhnya berubah menjadi lengan golem tanah yang sangat keras.


Setelah bertransformasi ke bentuk golem Rehan langsung berlari ke arah boneka kayu. Meskipun lengan golem terlihat sangat berat namun kenyataannya lengan tersebut malah ringan seperti lengan biasa namun bedanya adalah bentuk dan komponen golem nya.


Rehan yang berada kurang lebih satu meter dari boneka kayu yang berniat menyerangnya Rehan langsung melompat dan langsung memberikan pukulan telak.


"Hantaman Golem..."


Boom!!


Boneka kayu yang digunakan untuk ujian dalam seketika berubah menjadi serpihan kayu.


Semua orang tampak kagum atas penampilan Rehan bahkan para guru juga tampak meributkan Rehan untuk di jadikan anak didik di kelas beta mereka.


Namun perebutan murid tersebut di menangkan oleh kelas beta petarung dengan keputusan pribadi Rehan sendiri.


"Aku ingin bergabung di kelas petarung"


.........


"Baiklah untuk peserta selanjutnya Pandu tolong maju kedepan untuk melakukan tes nya" ucap si pengawas.


Kini tiba saatnya si mc kita untuk melakukan tes ujiannya.


"Baik nak, seperti yang kamu lihat dari peserta peserta sebelumnya kamu cukup meletakkan tangan mu di bola kristal ini"


"Baik" kemudian Pandu menyentuh bola kristal tersebut hingga bola kristal itu memancarkan cahaya yang lebih terang dari cahaya sebelumnya.


Juri yang berada di sampingnya bahkan harus menutup mata.


"Wah silau sekali, eh itu..." Si penjaga tampak samar samar melihat angka yang tertera di bola kristal tersebut namun terhalang dengan silaunya cahaya yang di pancarkan.

__ADS_1


Setelah cahaya nya mereda si pengawas langsung dibuat terkejut degan jumlah kapasitas mana miliknya.


"Apa apaa ini, jumlah kapasitas mana nya...."


__ADS_2