Pengamen Terkuat Di Kota

Pengamen Terkuat Di Kota
Episode 53. Pertandingan Babak Ke 2


__ADS_3

Hari ini adalah hari ke-2 dilaksanakannya turnamen babak kedua. Dan di babak kedua ini koloseum tampak lebih ramai dari kemaren dan jumlah bintang tamu dari kalangan Hunter/Player dan beberapa Kultivator penting di undang dalam acara turnamen ini untuk menyaksikan kehebatan generasi muda saat ini.


# Ruang Tunggu Peserta


"Oke semuanya ingat kita harus membanggakan sekolah kita jangan sampai kalah dengan sekolah lain dan selalu ingat semua apa yang sudah pernah aku ajarkan" ucap Pandu.


"Ya kami tau itu, tapi kenapa kau malah tampak santai gitu" ucap Rehan yang sedikit jengkel dengan kelakuan Pandu.


Gak marah gimana perisai yang seharusnya digunakan untuk bertarung nanti malah ia jadikan sebagai alat masak sosis dan daging.


"Hehe maaf leper, mau... beli"


"Mati aja loh anjir"


...


# Pertandingan Babak 2


Saat ini tengah berlangsung pertandingan antara Bouli melawan Nami dari akademi Skybird.


Seperti pertandingan sebelumnya Nami akan mengeluarkan sihir angin badai yang mengelilingi Bouli. Badai itu bertujuan untuk mengecoh pandangan Bouli ditambah Nami juga menggunakan sihir ilusi yang membuat Bouli seakan akan tengah bertarung di sebuah padang pasir dengan melawan sekelompok monster.


"Haha rasakan ilusi ku itu dan bertarunglah hingga kau lelah" ucap Nami.


Namun suatu hal yang diluar dugaannya terjadi Bouli berhasil melepaskan dirinya dari ilusi tersebut.


"Gha... sial itu tadi ilusi yang begitu kuat syukurlah aku sempat berlatih dibawa tekanan ilusi dari Pandu kemarin" ucap Bouli yang bersyukur karena kemarin setelah turnamen babak pertama selesai ia dan teman lainnya diajak Pandu masuk ke dungeon pribadinya dan dilatih cara menghadapi sihir ilusi.


"Apa bagaiman kau bisa terlepas dari sihir ilusiku" Nami tampak terkejut ketika tau bahwa Bouli dapat keluar dari sihir ilusi miliknya.


"Itu mudah karena aku sudah pernah menghadapi sihir ilusi yang lebih kuat dari sihirmu ini, sekarang terima seranganku" Ucap Bouli yang langsung melancarkan serangannya berupa gundukan tanah yang langsung menghempaskan Nami hingga keluar arena.


"Kyaaa..." terlempar dan jatuh diluar arena.


"Kau jahat beraninya kau menyakiti perempuan" ucap Nami marah.


"Jahat! Maaf saja ya, didalam pertarungan hanya ada dua hal menang atau kalah itu yang diajarkan temanku. Selama kau berada di medan pertarungan kau tidak perlu memandang dia laki laki atau perempuan karena itu bisa mempengaruhi hasil mu" ujar Bouli kemudian ia turun dari arena.


"Wow itu kalimat yang bagus Bouli"


"Hehe itu kan seperti yang kau ajarkan Pan"


"Emang aku bilang begitu ya" ucapnya sambil mikir/mengingat.

__ADS_1


"Itu tadi pertandingan yang keren senior Li" puji para anak gadis.


"Hehe terimakasih, itu semua karena aku kuat" ucap Bouli dengan sombong memamerkan kemenangannya.


"Cih baru segitu aja sombong" ujar Alvin yang iri karena di ronde sebelumnya ia kalah dengan murid dari Akademi Golden Bone.


"Sudah sudah jangan ribut, lebih baik kita lihat dan amati siswa akademi lain, siapa tau itu akan bermanfaat buat kita kedepannya" ujar Silvia yang menjadi manajer perwakilan tahun ini.


....


Setelah pertandingan tadi kini tiba saatnya pertandingan antara akademi Golden Bone melawan Angry Bull.


Dari Akademi Golden Bone diwakili oleh murid bernama Heru orang yang berhasil mengalahkan Alvin di babak sebelumnya. Dan dari Akademi Angry Bull diwakili oleh Roni.


"..Pertandingan di MULAI..."


"Akhirnya aku bisa melawan salah satu murid berbakat dari Akademi Angry Bull, Akan aku hancurkan kau hingga berkeping keping" ujar Heru dengan wajah sombong.


Roni tak menghiraukan ucapan orang tersebut ia langsung menyiapkan posisi menembak serangannya berupa pukulan keras dari sebuah buku seni bela diri yang dulu pernah ia pelajari dengan Pandu.


"Gerakan aneh apa itu" Heru tampak bingung dengan Roni karena ia mempraktikkan gerakan aneh.


"Ah dia ingin menggunakannya ya" ucap Pandu yang tau gerakan aneh apa itu.


"Pan kau tau gerakan apa itu" tanya Alvin.


"Hey nak apa yang kau lakukan" Pandu langsung ditegur oleh penjaga/pengawas pertandingan.


"Hanya untuk jaga jaga saja pak" ucap Pandu.


Dan benar saja di arena Roni telah melepaskan pukulan Iron Bull yang menciptakan bentuk banteng mengamuk yang langsung melesat kearah Heru.


Dari wajah Heru ia tampak pucat melihat sesosok banteng menuju kearahnya, meski ia sudah menggunakan sihir pengerasan dan pertahanan emas ia tetap tidak bisa menahan banteng tersebut. Alhasil ia terdorong kebelakang kearah barrel dengan kuat hingga membuat barrel pertahanan arena sedikit mengalami retakan.


"Waw waw itu adalah serangan yang amat kuat dan mengesankan yang pernah aku lihat. Apa itu semacam teknik bela diri atau teknik yang di ajarkan oleh akademi Angry Bull..." si pembawa acara terus berbicara yang aneh aneh tentang teknik barusan Roni keluarkan.


Sementara itu Pandu yang sempat akan dibawa keruang penghukuman dibatalkan karena kontribusinya dalam melindungi orang orang dari serangan yang Roni keluarkan.


...


"Ron Ron gak kusangka kau bakalan menggunakan teknik itu untuk melawan orang lemah kaya dia, tapi kau hebat loh kau sudah bisa mempelajari teknik itu hingga setingkat ini" ucap Pandu.


"Tentu saja, tapi aku masih belum bisa menguasai teknik ini sepenuhnya entah mengapa itu"

__ADS_1


"Alasannya sederhana yaitu karena kau menggunakan mana bukan Qi. Jadi gini di dunia kultivator seni bela diri itu lebih cocok menggunakan energi murni dari alam yang disebut Qi, tapi beda kasus nya denganmu yang merupakan seorang hunter/player yang mengalami kebangkitan karena radiasi dari energi dungeon yang membuatmu dapat menggunakan energi sihir/Mana..."


"...Mana sendiri merupakan energi mutasi yang hanya didapat dari gelombang energi dungeon dan kemurniannya berbeda dengan Qi. Dan tak hanya itu perbandingan Energi Qi dan Energi Mana itu 1/2 lah kalau aku yang mengibaratkan nya"


"Oh jadi itu masalahnya, aku baru tau akan hal itu"


"Ya, tapi kau sudah termasuk hebat loh walaupun kau menggunakan Mana kau dapat mencapai tingkat ini dalam seni beladiri"


...


Sementara itu di bangku PVIP sang master kultivator yang di undang untuk menyaksikan turnamen ini dibuat terkejut karena teknik yang Roni tunjukan barusan.


"Itu tadi teknik seni bela dirikan tapi kenapa anak itu dapat menguasai teknik bela diri meski ia tidak memiliki energi Qi di tubuhnya" pikir Master kultivator tersebut.


Kemudian ia mencoba mengamati Roni yang saat ini tengah bersama dengan Pandu dengan kemampuan penerawangan spiritual miliknya. Namun ketika ia hendak menerawang Roni Pandu yang duduk di sampingnya langsung menepis kekuatan penerawangan master tersebut.


Akibatnya mata master tersebut dibuat buta sementara.


"Aakh..." memegang mata yang sakit.


"Master apa kau baik baik saja" tanya muridnya.


"Aku baik baik saja, aku rasa disini ada naga yang sedang bersembunyi sebaiknya kita jangan mencari masalah dengannya" ucap Master tersebut yang membuat muridnya bingung dengan apa yang barusan ia katakan.


'Siapa anak itu kenapa ia memiliki kemampuan yang bahkan aku seorang kultivator Rana Master terakhir tidak dapat menahan tekanan kekuatannya. Apa latar belakang anak itu sebenarnya' pikir Master tersebut sambil memandang Pandu.


...


Setelah itu pertandingan terus dilanjutkan hingga siang.


"Baiklah semua saatnya kita menyaksikan pertandingan terakhir dari deretan ronde ke 2, tak perlu lama lama kita sambut murid dari akademi Sword of Justice - Murid Wendi..." ucap pembawa acara.


Kemudian murid dari akademi Sword of Justice maju kedalam arena dengan bergaya dan banyak penonton wanita yang menyoraki dirinya karena ia memiliki wajah tampan seperti artis.


"Wow tampaknya murid Wendi sangat populer dikalangan para gadis ya, oke kalau begitu kita panggil kontestan terakhir kita Pandu dari Akademi Lion King..."


5 menit kemudian...


"Loh mana peserta Pandu?" tanya pembawa acara.


Sementara itu deretan murid dari Akadwmi lion king dibuat sibuk mencari Pandu.


"Oi kalian lihat Pandu gak dimana" tanya Rehan.

__ADS_1


"Oh Pandu, itu dia sedang tidur" ucap Ceriy menunjuk kearah belakang dimana saat ini Pandu tengah asik tidur diatas pangkuan Serlina dan dikipasi oleh Erin.


"Dasar teman penghianat malah enak enakan tidur" umpat Rehan, Alvin dan Bouli yang kesal kerena melihat Pandu dikelilingi para wanita terutama Rehan yang amat kesal karena pacarnya (Erin) mau mengipasi Pandu bukan dia.


__ADS_2