Pengamen Terkuat Di Kota

Pengamen Terkuat Di Kota
Episode 39.2 Melawan Boss Mafia


__ADS_3

[😎: Hai, disini athor ingin memberi sedikit informasi perubahan rana kultivasi bosque.


Nah disini kita akan membandingkan Rana kultivasi dunia Peri yang Pandu pelajari dengan rana kultivasi di dunia (bumi).


Yaitu:


# Alam Fana (Bumi)


- Rana Pembentukan Tubuh Nyata


- Rana Pembentukan Roh


- Rana Pembentukan Inti


- Rana Pembentukan Inti Qi


- Rana Kultivator Dalam


- Rana Master


- Rana Gren Master


- Rana Raja


- Rana Kaisar


# Alam Vana (Dunia Peri)


● ALAM KELAHIRAN I


● ALAM KELAHIRAN II


● ALAM PEMBENTUKAN


● ALAM PEMURNIAN


● ALAM PEMADATAN


● ALAM PENDEKAR


● ALAM MASTER


● ALAM GURU


● TINGKAT RAJA


● TINGKAT KAISAR


● TINGKAT SAINTS


● TINGKAT ALAM COBAAN


● TINGKAT DEWA MUDA


Dan seperti halnya setiap rana dibagi 9 tahap pondasi.


Namun kerena perbedaan aura yang terkandung di bumi maka Rana dari Dunia Peri memiliki keunggulan 2 rana dari rana di bumi.


Contoh:


Pandu yang saat ini berada di tahap Pemurnian tahap akhir maka ia setara dengan kultivasi rana di bumi yaitu Alam Master.


Dan apa bila Pandu berkultvasi hingga tingkat Alam Master rana dunia Peri maka ia akan di kirim memasuki dunia peri lapisan pertama dari sembilan lapisan dunia alam peri.]


.......


"Mau sampai kapan kau diatas sana" ucap Pandu melirik keatas langit.

__ADS_1


Kemudian 7 orang termasuk pemimpin ******* turun. Dengan aura seorang kultivator rana Pembentukan Roh menengah dan rana Pembentukan Inti awal.


"Hoho tak kusangka bocah seperti mu dapat mengetahui keberadaan kami yang berada jauh di atas langit" ucap si pemimpin ******* dengan tubuh seperti seorang anggota militer yang sangat terlatih.


"Ya jelas lah tau orang tadi aku nyium bau bau kentut dari atas" ucap Pandu.


"Ooh jadi tadi bukan perasaanku saja kalau aku mencium bau busuk di atas, siapa yang kentut tadi" ucap si boss *******.


Kemudian salah satu bawahannya mengangkat tangan.


"Sa-saya boss"


"Oh jadi kamu, kamu ini mempermalukan nama baik organisasi kita saja. Terus kenapa kamu gak bilang tadi kalau mau kentut"


"Kan boss tadi nyuruh diem jangan bersuara"


"Bener juga sih, ah ya sudahlah lupakan saja masalah kentut mu. Kita bahas apa yang ingin aku katakan tadi"


"Ehem, jadi kau bocah berani kau membuat masalah dengan anak buah ku. Apa kau tidak tau siapa aku ini di dunia bawah"


"Tidak"*menggelengkan kepala.


"Aku adalah Si tangan iblis Kaser, aku tak seperti seperti orang orang yang disebut hunter/player karena aku adalah seorang kultivator, manusia terkuat di dunia hahah" ucapnya dengan lantang.


"... Terus apa urusannya jika kau jika kau seorang kultivator tapi kau berada di jalan iblis bukan murim"


"Apa bagaiman kau tau, apa mungkin kau juga seorang kultivator"


"Emm bisa iya bisa tidak"


"😡 Kau bocah sialan, kalau begitu akan aku tes dengan ini" Kaser mengeluarkan sebuah bendera bergambar tengkorak dan dari bendera tersebut memancarkan aura gelap yang pekat. Bendera itu merupakan sebuah senjata spiritual master tingkat 3, bendera hantu.


Kaser mengalirkan Qi miliknya ke bendera tersebut kemudian dari bendera itu keluar sesosok roh hantu wanita berbaju putih rambut panjang ya kayak mbak kunti gitulah.


"Kekkey..."


"Haha kau fikir cuma kamu yang punya lihat punya ku dia adalah salah satu jendral terkuat di dinasti Hauras" ucap Pandu memperkenalkan sesosok roh yang ia keluarkan yaitu mantan jendral pasukan di dunia peri tempat ia tinggali dulu.


"APA!! Bagaiman mungkin anak sekecil kamu sudah bisa mengendalikan roh seperti itu" teriaknya terkejut.


Kemudian roh jendral langsung menyerang roh wanita milik Kaser dengan tombak miliknya.


"Kkekey..." Hantu wanita itu langsung lenyap dan langsung terserap kedalam guci cawan suci.


Merasa kesal Kaser memerintahkan anak buahnya untuk menyerang Pandu.


"Kalian serang dia"


Ketika mereka hendak menyerang tiba tiba sebuah pedang melesat dengan cepat membunuh salah satu anak buah Kaser.


"Ghkk..."


"A-apa yang terjadi.."


Kemudian muncul sekelompok hunter yang di pimpin oleh Felix.


"Kau sudah berusaha dengan keras nak biar kami yang urus sisanya"


"Kalian tangkap mereka"


Dan setelah itu Si Kaser dan anak buahnya langsung berhadapan dengan Party Felix dan berakhir dengan tertangkapnya mereka.


Sedangkan untuk Pandu ia langsung di bawa ketempat perawatan kerena tiba tiba ia pingsan karena terlalu banyak mengeluarkan kekuatan + ia juga tidak ingin menerima banyak pertanyaan dari Felix.


# Di Ruang Penanganan


Setelah insiden yang terjadi di akademi semua murid maupun guru yang terluka langsung menerima perawatan medis. Dan untuk Pandu sendiri ia malah asik tidur di ranjang bersama Mokuro, Rui dan Shadow sedangkan beast yang lain tengah bersama murid lain.

__ADS_1


Kemudian Yuha, Rehan, Serena, Bouli dan yang lainya datang ke tempat Pandu.


"Pan apa kamu baik baik saj- oh kurasa dia baik baik saja" ucap Yuha yang baru masuk dan ingin menanyakan keadaan Pandu namun karena mendapati Pandu yang dengan nyamannya tertidur membuat Yuha merasa salah jika mengkhawatirkan Pandu.


"Dia tidur dan mengapa banyak binatang yang tidur dengannya" tanya Bouli yang hanya tau tentang Rui saja.


"Entah lah, tapi kalau dilihat lihat mereka cukup menggemaskan ya"


"Iya aku jadi pengen satu"


"Kalau aku imut gak" ucap Yuha yang ingin mencari perhatian.


"Gak kamu itu jelek"


'Ugk sungguh jawabannya menyakitkan" Yuha yang merasa sakit di hatinya.


Karena mereka terlalu berisik membuat Pandu dan Beast bangun.


"Hoam... eh kok kalian ada disini"


"Iya sebetulnya kami ingin melihat keadaan kamu, apa kamu terluka" tanya Alvian.


"Alhamdulilah aku baik baik saja"


"Oh syukurlah, ngomong ngomong bagai mana kamu bisa bebas dari para ter*ris itu"


Kemudian Pandu menceritakan semua kronologis nya meski dengan sedikit bumbu kebohongan di dalam ceritanya.


# Tenda Letnan Lin


"Bagaimana apa kalian sudah mengamankan para ter*ris ter*ris itu" tanya Letnan Lin.


"Ya letnan, dan dari data yang kita terima jumlah anggota ter*ris yang mati sekitar 56 orang dan 21 orang hidup. Namun dari semua itu kita memiliki kejanggalan..."


"Kejanggalan seperti apa yang kamu maksud??"


"Ya, ketika kami memeriksa mayat mayat para ter*ris kami mendapati semua kekuatan yang mereka miliki telah menghilang"


"Menghilang!! Bukannya memang sewajarnya kekuatan hunter akan menghilang jika mereka sudah mati"


"Tidak, umumnya kekuatan seorang hunter akan tetap ada selama setengah hari setelah hunter mati, namun ini berbeda kekuatan mereka menghilang seperti ada sesuatu yang mengambilnya karena kami menemukan bekas pelepasan mana/sihir aneh di tubuh mereka"


"Hmm begitu ya, baiklah coba kalian selidiki. Dan bagaimana dengan monster monster tadi apa sudah di tangani"


"Ya pak kita sudah membius mereka tapi ada seorang anak yang mengaku mereka adalah peliharaannya" ucap wakil letnan.


"Hem baiklah mari kita temui anak itu"


# Di Tempat Penangkaran Beast


"Ayolah om itu binatang peliharaan saya jangan di ambil"


"Maaf nak mereka itu binatang berbahaya dan aku gak mungkin percaya kalau kamu sudah bisa men tammer mereka semua di usiamu sekarang"


"Usia gak ngaruh sama tamer lihat ini aku bahkan masih membawa keempat binatang ku yang aku jinakkan buat bukti"


"Oh masih ada monster lagi, kalau begitu cepat serahkan monster itu nak, mereka sangat berbahaya"


"Berbahaya matamu, jelas jelas aku kesini bawa bukti kalau binatang peliharaan ku kalian tangkap tapi kalian malah ingin mengambil semua binatangku mau mati hah" ucap Pandu yang emosi.


"Kau! dasar bocah kurang aja, sini biar aku kasih hukuman kamu..." tentara itu hendak memukul Pandu namun terhenti ketika mendengar suara seseorang yang merupakan letnan Lin.


"Berhenti, apa yang kamu lakukan kamu ingin mencoreng nama baik kemiliteran dengan cara membully anak sekolah pergi san terima hukuman mu...." Prajurit tadi langsung pergi meninggalkan mereka.


"Lama tak berjumpa ya Pandu" ucap Letnan Lin.


"Ah Paman Wang" Pandu langsung berlari kepelukan Letnan Lin dan Felix beserta pasukan militer disana dibuat bingung.

__ADS_1


__ADS_2