
Saat ini di acara pesta ulangtahun Serena yang berlangsung di Biro Pelelangan tengah mengalami insiden dimana Serena saat ini tengah disandera oleh lima orang misterius dengan jubah hitam serta menggunakan topeng berbentuk gagak dan di setiap topeng memiliki angka, mereka disebut Five Killer Crows salah satu angota organisasi pembunuh bayaran terkemuka di dunia bawah Indonesia.
"Kih kih kih maaf mrs. Satriya karena telah menggangu acaranya" ucap pria dengan angka 1 di topeng nya.
Semua orang yang melihat mereka berlima dibuat terkejut.
"FIVE KILLER CROWS!!..."
"Kenapa mereka ada disini?"
"Untuk apa kamu peduli dengan mereka lebih baik kita selamatkan diri!!"
Semua orang yang hadir di pesta mulai berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Kemudian semua penjaga mulai mempersiapkan diri untuk menyerang.
"Five Killer Crows apa yang kalian lakukan disini? Dan cepat lepaskan putriku" ucap Satria yang telah dalam mode petarung dengan senjata tombak miliknya.
"Kikiki... Tentu saja kami datang untuk mengikuti pesta ini Mrs. Satriya dan kami juga ingin meminjam putrimu ini sebagai sandra Mrs. Satriya kikiki.." ucap no 2 mengelus kepala Serena yang tengah di bawa oleh no 4 yang merupakan salah satu anggota gagak pembunuh yang memiliki badan paling besar.
"Yare Yare.. aku tidak menyangka akan mendapatkan burung jade hijau seperti ini di tempat ini hahaha... Ini seperti lempar satu dapat dua" ucap no 5 yang ternyata ia telah berhasil merebut Rui dari pundak Pandu.
"Rui!!... Lepaskan Rui dan Serena sekarang juga" teriak Pandu.
"Oh jadi nama burung kecil ini Rui bagus juga, tapi sayang apa yang sudah aku dapatkan tidak akan pernah aku kembalikan huhuhu..." ucapnya sambil tertawa kecil.
"Piiiy piiyk..." Rui berusaha melepaskan diri hingga ia mematuk tangan no 5.
"Aww... Dasar burung sialan" ia langsung melempar Rui ke tembok hingga pingsan.
Pandu yang melihat itu langsung berteriak.
"RUUIII..."
"Yare Yare... Aduh maaf ya aku ta-..." ucapnya terhenti ketika sesosok pemuda dengan mata biru menyala muncul tepat di hadapannya.
........
Pandu yang melihat Rui di luka'i tak dapat menahan amarahnya, hingģa ia langsung masuk ke mode Azuri yaitu saat saat dimana Pandu akan memanfaatkan kekuatan darah yang telah ia murnikan. Dan kali ini Pandu menggunakan Mode Serigala Salju Suci.
Pandu mulai menunjukkan perubahan ketika ia menggunakan mode Azuri yaitu mata yang semula coklat berubah menjadi biru es serta rambut hitam kini berubah menjadi putih silver panjang. Pandu langsung melakukan serangan ia dalam sekejab sudah berada tepat di hadapan no 5 dan Pandu langsung menghantamkan pukulannya kearah no 5 hingga ia terpental ke dinding kiri.
BOOM!!
BOOM!!
No 5 yang tadi menerima serangan dari Pandu langsung terpental hingga menembus ke ruangan sebelah.
"Ugh... a-aku tak.. mung-kin kalah.." Karena ia menerima serangan yang begitu kuat alhasil ia pun mengalami luka yang sangat parah hingga ia mati.
Semua orang yang menyaksikan kejadian yang terjadi begitu singkat merasa bingung dengan apa yang terjadi, terutama angota gagak pembunuh yang melihat adik ke 5 mereka tewas begitu saja.
"Aapa.. Siapa yang melakukan ini" teriak no 1 yang langsung mengeluarkan tekanan aura pembunuh yang kuat sampai sampai membuat beberapa penjaga pingsan.
"Aku yang melakukannya" ucap Pandu yang berada di sampingnya sambil membawa Serena dan Rui.
'Se-sejak kapan dia berdiri di sini, aku sama sekali tidak merasakan hawa keberadaannya sama sekali ' pikirnya terkejut, kemudian ia langsung melancarkan serangannya ke arah Pandu dengan pisau belati beracun miliknya.
"Mati kau- E-eh dimana dia" ucapnya karena saat serangannya hanya tinggal bebe4apa cm dari leher Pandu Pandu tiba tiba menghilang dan berada di bawah menyerahkan Serena dan Rui kepada Yuha dan Rehan.
"Aku serahkan mereka berdua kepada kalian"
"Baik" mereka pun pergi keluar meninggalkan ruangan bersama Ibu serena & Sabrina, sementara ayah Serena ingin ikut bertarung.
..........
Saat ini orang orang yang berada di dalam ruangan hanya beberapa penjaga, Satria, Pandu dan 4 gagak pembunuh.
"Kekeke... Hebat juga kau anak muda kau bisa menghindari serangan ku barusan, dengan bakat mu yang seperti itu maukah kamu bergabung dalam aliansi kami. Dan tentu saja semua masalah yang terjadi hari ini akan kami lupakan" ucap nya mengajak Pandu untuk bergabung di aliansi Gagak Pembunuh.
"Hem bergabung ya! Kedengarannya bagus.."
__ADS_1
"APA! Apa yang kamu maksud bagus idiot" bentak Satria.
"Kekeke... Tentu saja, jika kamu bergabung dalam aliansi kami kamu akan mendapatkan segalanya Uang,Emas, Wanita dan Kehormatan. Jadi ki-"
"Maaf tapi aku menolak" sela Pandu.
"Apa! Bukan kah kamu tadi bilang ingin bergabung dalam aliansi kami"
"Eh sejak kapan aku bilang ingin bergabung dengan aliansi kalian! aku kan tadi cuma bilang bagus bukan mau, dasar orang orang bodoh"
Merasa dipermainkan no 1 langsung melepaskan tekanan auranya sekali lagi namun kali ini lebih kuat.
"KAU! BERANI KAU MEMPERMAINKAN KU" ucapnya marah.
Semua penjaga yang merasakan aura tersebut mulai tumbang bahkan ada yang sampai berbusa mulutnya. Sementara Satriya juga merasakan tekanan tersebut yang membuat dirinya sedikit goyah, namun berbeda dengan Pandu ia tidak goyah sama sekali oleh tekanan tersebut.
"Hem kurasa cukup sampai disini main mainnya" ucap Pandu yang langsung mengeluarkan tekanan Aura dingin yang langsung menyelimuti seluruh ruangan.
Perlahan lahan seluruh ruangan mulai diselimuti oleh es dan apa pun yang tersentuh oleh es tersebut akan membeku termasuk para penjaga, namun es tersebut tidak membunuh mereka melainkan melindungi mereka.
"Hati hati jangan sampainkalian menginjak es tersebut" Para gagak pembunuh langsung berlompatan menghindari es yang menjalar di lantai.
"Sialan kau bocah akan aku bunuh kau" ucap no 4 Jaki karena kaki kirinya berubah menjadi es.
Kemudian ia mengeluarkan kemampuannya yaitu blood muscle dimana seluruh otot dan darahnya mengalami pengerasan dan penguatan serta daya serang yang dimilikinya akan 2× lebih kuat dari biasanya. No 4 melompat menyerang Pandu dengan pukulannya.
"Terima ini bocah busuk.."
BooM!
Serangan yang ia lancarkan ternyata tidak berdampak apa apa terhadap Pandu karena ia dilindungi oleh sebuah dinding es yang terlihat tipis namun sangat kokoh.
"Ice Wolf Minion..." Pandu langsung mengeluarkan jurus Area berupa antek antek serigala es.
Setiap kali Pandu menggunakan skill area tersebut ia dapat memanggil 7 serigala es dan ia dapat memanggil lagi setelah 30 menit dan semakin banyak serigala yang di panggil maka kekuatan mereka akan menjadi 2× lipat.
Para serigala langsung menyerang si no 4.
"Aarrgk... Hentikan hentikan anjing bodoh" ia kemudian memukul salah satu serigala hingga mati berubah menjadi es kembali.
"Grrgggr..." Para serigala yang melihat salah satu teman mereka mati mulai marah. Mereka langsung menyerang no 4 tampa ampun.
Sementara saat ini Pandu tengah berhadapan dengan si no 1 Marus.
"Kekeke... Bocah kali ini aku akan menunjukan kekuatan anggota gagak pembunuh sebenarnya, Hiyaaa..." si Marus langsung mengerahkan seluruh kekuatannya, tubuhnya perlahan berubah menjadi manusia setengah gagak hitam.
"Geok... kikiki saksikan lah kekuatan mahadasyat dari tubuh iblis gagak pembunuh ku ini" ucapnya.
Kemudian ia terbang dengan cepat mengelilingi seluruh sudut ruangan secara acak dan cepat.
"Eh dia berubah jadi burung camar hitam ya" ucap Pandu yang sepontan membuat Marus menabrak dinding ketika mendengar ucapan Pandu tentang perubahannya itu.
"Bukan gob*ok jelas jelas aku ini seekor gagak hitam darimana nya burung camar" ucapnya marah namun ternyata.
"Hehe kesempatan" ternyata tadi itu merupakan pengalihan yang membuat si marus terkecoh dan membuat ia lengah. Pandu yang melihat ada kesempatan langsung berlari kearah Marus dalam bentuk Gen Serigala nya.
Pandu langsung melancarkan serangan berupa sabetan cakar serigala es nya dan langsung memotong kedua tangan (Sayap) Marus.
"Aaarrg... tangan ku... dasar bocah busu-gaah..." ucapnya namun terhenti ketika tangan Pandu telah menembus tubuhnya dan menggenggam jantung nya yang kemudian langsung di hancurkan.
"Aku Pandu tidak akan pernah memberi maaf kepada orang orang yang mengancam orang orang terdekatku dan terutama Para Filen sepertimu" ucap Pandu sambil menjilat darah di tangannya dengan tatapan buas.
[Filen disini itu artinya seperti seseorang yang mendapat kekuatan dari Ras Iblis yang melakukan ritual atau kontrak untuk menjadi kuat]
..............
Sementara itu
Di sisi Satria ia tengah melawan ahli tombak ganda dari aliansi Five Killer Crows no 2 Mantis.
__ADS_1
TRANG!! TRANG!! TRING!!
Bufs!
"Hehe... Jadi ini rasa nya kekuatan dari pemimpin biro Pelelangan Raya ini tuan Satria"
"Huff ini masih belum seberapa, akan ku tunjukan kekuatan ku yang sesungguhnya. Hyaaa..." Satria langsung mengerahkan seluruh kemampuannya hingga tubuhnya di selimuti aura kuning keemasan yang tampak berubah menjadi sebuah zira.
Tak mau kalah Mantis pun juga mulai mengeluarkan seluruh kemampuannya, tubuhnya langsung di selimuti oleh aura merah kehitam membentuk ilusi dua tangan pisau belalang sembah.
Setelah itu mereka langsung bersiap siap untuk menyerang.
"TERIMA INI..." kedua lansung melesat sambil melancarkan serangan Skill terkuat mereka.
"Spear Of the Golden Knight ..." ucap Satria.
"Bloody Praying Mantis ..." ucap si Mantis.
Kedua serangan tersebut tampak berwujud seperti sesosok kesatria tombak melawan seekor belalang sembah dengan sengit.
BANG!!
Kedua serangan saling bertubrukkan. Satria dan Mantis tampak tengah berdiri berlawanan dengan mempertahankan posisi menyerang hingga Satria memuntahkan darah.
"Ugh..." Satria membutakan setegug darah.
Sementara si Mantis tampak berdiri sehat sehat saja namun.
"Haha tampanya kali ini aku... Ka-lah..." ia tumbang setelah menerima serangan dari Satria yang membuat seluruh organ dalamnya mengalami luka serta tulang rusuk nya patah.
Bug!!
"Hah hah aku serasa kembali seperti dulu" ucapnya sambil beristirahat dan melihat sekitar.
"Hah? Tampaknya bocah itu telah berhasil mengalahkan si Marus dan serigalanya juga tampak sudah berhasil menghabisi si no 4" ucap nya ketika melihat Pandu yang telah berhasil membunuh si marus dan para serigala es yang berhasil mencabik cabik tubuh si no 4 Jaki.
Dan saat ini pertarungan terakhir hanya tersisa antara Tiger melawan Sara si no 3.
Sara adalah seorang penyihir tipe ilusi yang dapat membuat lawannya bingung tak berdaya didalam sihir ilusi nya. Apa lagi saat ini ia tengah menghadapi sang Tiger yang merupakan seorang Monk dengan tambahan atribut api.
Saat ini Tiger tengah terjebak di dalam ilusi milik Sara berupa sebuah sihir ilusi badai kelopak bunga.
"Sial apa apaan ini semua!!.. Bagaimana caranya aku bisa bebas dari ilusi ini" ucapnya yang saat ini tengah terperangkap didalam sihir ilusi Sara.
"Yu hu hu... apakah hanya segini kemampuan dari seorang Hunter Rang +A Tiger si Tinju Berapi, hu hu hu..." ucap Sara yang berbaur dengan sihir badai kelopak bunga.
"Brisik!! Jika kau berani sini hadapi aku dasar Jal*ng"
"Hu hu hu mulut mu busuk juga rupanya, baiklah kalau begitu terima saja ini" ucapnya, kemudia di sekitar Tiger tercipta tiga sesosok yang terbuat dari kelopak bunga yang mana mereka langsung melancarkan serangan mereka ke arah tiger.
Tiger yang melihat mereka melancarkan serangan ia tak tinggal diam, ia langsung menghajar mereka satu persatu hingga hancur. Namun aneh nya setiap kali ia telah berhasil menghancurkan manusia kelopak bunga mereka akan kembali utuh kembali dan akan muncul manusia kelopak bunga lain setiap kali di bunuh hingga jumlah mereka banyak.
"Apa apaan ini, kenapa mereka tidak ada habis habisnya" ucapnya ketika ia harus terus menerus menghajar
"Hu hu hu kau fikir sihir ilusi ku ini mudah untuk di hancurkan. Tak semudah itu Ferguzo"
"Sial dasar jal@ng, akan ku habisi kau nanti"
Karena jumlah manusia kelopak bunga makin lama makin banyak Tiger tampak kewalahan hingga kertas talisman yang sempat diberikan oleh Pandu muncul dan dari talisman tersebut memancarkan cahaya yang dalam sekejap memusnahkan sihir ilusi si Sara.
Swingg!!
"Aah... Ap! Apa yang terjadi barusan kenapa sihir ilusi ku dapat di patahkan" ucapnya terduduk lemas karena ia sudah terlalu banyak menggunakan mana nya dan ditambah ia menerima luka akibat sihir ilusi nya di hancurkan.
Kemudia dari belakang ia merasakan hawa panas nan mencekam hingga ketika ia menoleh ke belakang ia mendapati Tiger yang udah siap menghajar si Sara.
"Jal*ng akhirnya aku bisa menghajar mu" ucapnya yang langsung melancarkan tinju berapi andalannya.
"Ti-tidakk..."
__ADS_1
BOOM!!
Al hasil si Sara pingsan dalam keadaan babagbelur dan gosong.