Pengamen Terkuat Di Kota

Pengamen Terkuat Di Kota
Episode 39.1 Melawan Boss Mafia


__ADS_3

Setelah berhasil mengalahkan para ******* di sisi timur kini Pandu tengah menyelinap kedalam sekolah bersama Mokuro, Shadow, Cattboll dan Rui sedangkan Shino dan lainnya tengah menuju ke aula sekolah untuk membebaskan para murid dan guru disana.


Di dalam ruang uks Pandu tampak tengah mencari bahan berupa kalium nitrat yang mana akan ia gunakan untuk membuat bom asap.


Setelah mendapatkan kalium nitrat Pandu langsung mengeluarkan beberapa tabung pipa sederhana dan gula bubuk. Kemudian Pandu mencampurkan kalium nitrat dengan gula bubuk kemudian dimasukkan kedalam tabung yang sudah dirancang sedemikian rupa serta sebuah sumbu untuk menyalakannya.


Setelah jadi Pandu juga mengambil beberapa botol zat asam. kemudian ia keluar dan dengan bantuan mata langit ia dapat melihat ******* ******* yang ada di sekitarnya dan disaat ia menggunakan mata langit ia mendapati adanya ******* di ruang sebelah dan itu hanya satu orang dan ada juga bayangan seorang yang tengah terikat di belakang meja dimana ******* tersebut tampak melakukan gerakan aneh.


[Catatan: kemampuan mata langit hanya dapat melihat tembus pandang secara samar samar jadi ketika Pandu menggunakan mata langit ia hanya dapat melihat berupa bayangan seseorang dari balik dinding.]


Kemudian Pandu membuka pintu kelas tersebut dan ia mendapati seorang ******* dan seorang gadis yang hampir telanjang tengah berduaan.


SREK!!


"Ooh sedang pacaran ya, maaf mengganggu" ucapnya langsung berniat menutup pintu.


"To-tolong aku..." ucap gadis tersebut.


"Diam kau" membungkam mulut gadis tersebut.


"Hey kau, bagaimana bisa kau berkeliaran disini apa kau mencoba melarikan diri" ucapnya sambil mengarahkan pedangnya ke arah Pandu.


"Hooh mengarahkan pedang padaku, Shadow gunakan ilusi Mokuro Rui kalian serang dia dengan slashing wind dan Cat kau tenangkan gadis itu" Pandu langsung memberi instruksi kepada mereka apa yang harus mereka lakukan.


Shadow langsung mengeluarkan kemampuan nya yaitu dapat membuat kabut ilusi yang dapat membingungkan korban, sementara Mokuro dan Rui mereka berdua menyerang si mafia dengan slashing wind. Dan untuk Catton ia bertugas untuk memberikan perasaan nyaman, aman dan kehangatan karena itu merupakan kemampuan yang dimiliki oleh kucing bola bulu.


"Ghak... ampun, tolong ja-jangan bunuh aku ghuak..." ucapnya sebelum kepalanya meledak akibat ilusi yang di sebabkan oleh Shadow.


"Kerja bagus anak anak"


Setelah masalah ******* tersebut telah selesai pandu menghampiri gadis tadi yang saat ini tengah tersenyum bahagia seolah olah ia telah melupakan kejadian yang barusan menimpanya.


"Kyaahaha kau lembut dan hangat sekali aku suka mm"


"Ehem"


"Ehh..Ah iya maaf kamu harus melihat tingkah ku yang kurang sopan"


'Sial kenapa wajahnya mirip dengan istriku di dunia sebelumnya!! Ah gak mungkin, cuman wajah aja yang mirip mungkin nama nya beda ' batin Pandu setelah melihat wajah gadis di depannya yang mirip sama istrinya di kehidupan sebelumnya.


"Tidak masalah, tapi kenapa kau ada di sini dan dimana teman mu yang lain"


"Aku tadi dipaksa oleh baj*ngan busuk itu kesini tapi untungnya kamu datang menyelamatkanku, dan untuk teman temanku mereka ada di lantai dua"


"Oh baiklah, kalau begitu kau tunggu sini jangan kemana mana aku akan segera kembali"


"Aah tunggu... Siapa namamu" tanya gadis tersebut.


"Namaku Pandu murid tahun 1 kelas Alkemis dan Blacksmith"


"Pandu!! Aku Serlina murid tahun 1 kelas Penyihir, dan aku mau ngucapin terimakasih atas pertolongan mu barusan"


'Gah namanya kok sama'


"Heh ehem, ya sudah kalau begitu aku harus pergi Cat kau temani dia"


Nyaanyaa!


Kemudian Pandu meninggalkan Serlina bersama Cattonboll dan langsung pergi ke area kelas atas bersama Rui, Mokuro dan Shadow.


Ketika mereka akan menaiki anak tangga Pandu mendeteksi bahwa ada beberapa ******* yang sudah bersiap untuk mengepungnya ketika ia menaiki tangga.


Melihat hal tersebut Pandu langsung menyalakan dua botol bom asap rakitan yang tadi ia buat dan melemparkannya keatas anak tangga.


Buffss!!


Seketika asap tebal menutupi pandangan para *******.


"Uhuk darimana datangnya asap tebal ini aku tidak bisa melihat uhuk"


"Aku juga tidak tau guhk..." (mati tertikam oleh Pandu)


"Hey cey ada apa dengan-mu" mendekat bayangan temannya dari balik asap.. Namun tiba tiba


"Halo" Pandu keluar dari balik asap dan langsung menusukkan belatinya ke leher ******* tersebut.

__ADS_1


.........


Setelah beberapa saat asap pun menghilang dan hanya menyisakan para ******* yang sudah bersimpah darah mati oleh serangan diam diam Pandu.


# Aula Sekolah


Saat ini di aula sekolah tengah terjadi keributan dimana ada 4 monster/Magical beast menyerang aula dari keempat mata angin.


Meski mereka terlihat buas mereka hanya menargetkan para mafia saja.


Grooar!!


Boom!!


"Ghuk dari mana datangnya monster monster +AA ini" ucap salah ******* yang baru saja terkena tembakan kristal es dari Shino.


"Apa ada dungeon break yang aktif disini" ucap yg lain.


"Tapi anehnya mengapa mereka hanya mengincar kita saja, seakan akan ada yg memerintahkan mereka"


Sekuat apa pun mereka menyerang monster/magical beast Pandu itu tak akan dapat melukai mereka karena mereka telah di beri buff pertahanan tubuh + penguat tubuh oleh Rui sebelumnya.


Tak perlu waktu lama semua ******* telah dikalahkan dan semua orang merasa senang namun tetap saja mereka makin takut dengan monster di hadapan mereka ini yang memiliki kekuatan yang lebih mengerikan dari pada para ******* tadi.


"Aku senang kalau kita sudah bebas dari para ******* tadi tapi aku lebih takut dengan monster monster ini"


"Hiks aku lebih baik kehilangan keperawanan ku di tangan ******* daripada mati dimakan monster"


"Guru bagaimana ini, apa kita akan tetap disini berdiam diri atau melawan monster monster ini" tanya salah seorang murid.


"Tenang tenang bapak sedang memikirkan cara agar kalian bisa bebas dari para monster ini"


"Bagai mana caranya"


"Emm gak tau"


"Duh gak bisa diharapkan..." gumamnya, kemudian tiba tiba salah satu murid wanita berteriak.


"Kyaaa..." gadis itu berteriak karena ia di jilat oleh Shino yang mana Shino berniat mengobati luka di kaki gadis tersebut.


"Wah lukaku sembuh" ucap gadis tersebut yang melihat luka di lengannya sudah di sembuhkan.


Tak hanya Shino saja Cloder juga membantu semua orang dengan membawakan buah buahan yang ia ambil dari kebun buah sekolah.


"Em guru apa menurutmu mereka adalah monster baik"


"Aku rasa begitu, mungkin ada seorang summoner yang mengirim mereka"


"Tapi aku tak pernah mendengar adanya summoner yang menjinakan 4 monster +AA sekaligus"


Disaat mereka tengah berbincang monfire datang mendekati mereka dan memberikan buah buahan kepada mereka.


Jadi misi penyelamatan di aula sekolah telah berhasil di tangani sisanya hanya para murid yang disandra di gedung sekolah dan si boss mafia.


# Di Gedung Sekolah


"Fiuh... aku gak tau sudah berapa banyak ******* yang aku bunuh dari tadi" ucap Pandu yang baru saja membantai selusin ******* berkavaleri pasukan elit +C-Rang <-> A-Rang sendirian.


Dan kini ia sudah mendekat kearah Boss para mafia yang berada di balkon atas sekolah dengan puluhan pasukan bersenjata kan senjata khusus serta para sandra dari guru dan murid.


Namun ketika ia hampir mendekati tangga keatas ia tak sengaja masuk kedalam sebuah aray formasi sihir dimana ia serasa dipindahkan kesuatu tempat dimana ia berada di antara puluhan player dan filen mafia.


"Akhirnya kau datang juga anak kecil" ucap seorang pria assassin's yang memiliki aura filen tingkat alam Pendekar bintang 8.


"Loh ini dimana dan paman siapa?"


"Kau tak perlu tau karena sebentar lagi kau akan mati, serang dia" ucapnya, dan langsung menyuruh ******* lainnya untuk menyerang nya.


Para penyihir memberikan serangan jarak jauh, tank, assassin's dan warrior mereka mengambil peran sebagai penyerang. Mereka menyerang Pandu dengan sangat kompak bahkan tidak memberikan Pandu kesempatan untuk melawan.


Sedangkan pandu yang terus menahan serangan mereka dengan barrel sihir yang sudah ia lapisi tetap kesulitan.


"Sialan beraninya keroyokan ama anak kecil, rasakan ini Fire Tower" Pandu langsung mengeluarkan serangannya yang menciptakan sebuah menara api yang membuat para tank dan beberapa warrior mengalami luka bakar hingga ada yang hangus menjadi abu.


"Aghkk..."

__ADS_1


"Sialan kau, ku bunuh kau" salah satu warrior yang selamat langsung mengayunkan pedangnya secara membabi buta dan terus di hindari oleh Pandu dengan lihainya.


Melihat celah Pandu langsung membuat pedang api dan menebas si warrior tersebut hingga terbakar hangus.


Semua orang merasa terkejut melihat teman teman mereka mati satu persatu di tangan seorang anak sma tahun pertama yang bahkan belum genap 17 tahun.


Merasa geram para penyihir langsung menyatukan kekuatan mereka dan merapalkan sebuah rapalan sihir dimana sebuah lingkaran sihir hitam raksasa muncul di langit dan dari lingkaran sihir itu keluar sesosok iblis besar werewolf yang merupakan salah satu iblis berperingkat rendah namun memiliki kemampuan yang lebih unggul dari iblis tingkat rendah lainnya.


"Auuu... Greggr..." werewolf langsung melesat menyerang pandu dengan cakar nya yang tajam.


Melihat serangan dari iblis tersebut Pandu langsung menghindar dan tempat ia pijak sebelumnya hancur setelah menerima serangan werewolf tersebut.


Tak berhenti sampai disitu iblis tersebut terus menyerang Pandu dan Pandu terus menghindar hingga sebuah serangan sihir menghantam tubuhnya.


Boom!


"Uhuk cuih..." akibat serangan sihir tadi + ia juga mendapatkan luka sayatan dari cakar iblis serigala tepat di dadanya Pandu kesulitan untuk bergerak karena serangan dari iblis tadi mengandung kutukan dimana korban akan mengalami kelumpuhan selama beberapa saat dan kekuatannya akan berkurang 30%.


Namun kutukan kecil seperti itu bukan masalah buatnya ia dengan mudahnya menghancurkan kutukan tersebut.


Para penyihir yang melihat Pandu dengan mudahnya menghancurkan kutukan dari werewolf mereka terkejut, karena selama ini blm ada yg selamat setelah menerima kutukan dari iblis mereka.


Pandu yang sudah terbebas dari kutukan langsung melancarkan serangan kombo api&air dalam belati bintang hingga membuat sebuah pedang besar dua warna. Pedang tersebut di hunuskan secara herizontal dan iblis serìgala dan semua mafia langsung tewas terbelah dua.


Setelah membunuh para mafia ia kembali ke dunia nyata. dan langsung beranjak ke atas.


# Balkon Sekolah


Di atas balkon tampak para guru dan siswa ketakutan apalagi ada banyak ******* yang terkadang menyiksa mereka.


Ketika mereka berada di dalam rasa ketakutan tiba tiba seorang pemuda muncul.


"BRAK..." menendang pintu.


"Hah huff janc*k kesel aku naik tangga, ini sekolah gak ada life apa. Katanya sekolah orang kaya life aja gak punya" ucap Pandu yang baru saja sampai dengan nafas ngos-ngosan.


"Eh halo semua" sapa pandu.


"Waa Pan tolong kita Pan..."


"Pandu tolong bebasin kita..."


"Pandu selamatin aku, nanti kita bisa pergi kencan..."


Semua teman Pandu pada berteriak meminta tolong.


"Wooy bocah, ngapain kamu disini. Kau lari ya" ucap salah satu mafia.


"Enggak om enggak aku cuma nyasar doang kok salah alamat" elak Pandu.


"Hah! Berani kamu membodohi ku, tangkap dia..."


Kemudian Para mafia berbondong bondong mengepung Pandu.


"Hah gak kasih aku istirahat ngapa capek tauk" ucap Pandu yang mau tak mau ia harus menghadapi para mafia.


Karena tak ingin lama lama Pandu langsung mengeluarkan salahsatu jurus pamungkas nya. Ia menyalakan bom asap dan ketika asap mulai menutupi pandangan semua orang Pandu melemparkan botol berisi zat asam ke arah para mafia.


"Aghkkk... wajah ku panas..."


"Aghkkk... Panas... Panas..."


Tubuh para ******* mulai melepuh dan orang terkena tepat di bagian wajahnya langsung mati karena zat asam telah masuk kedalam otaknya.


Mafia yang mengalami luka lepuh di bagian tangan dan kaki mulai bangkit.


"Sialan kau bocah ba*i anjing lo*te aku bunuh kau sekarang" salah seorang mafia langsung menghunuskan pedangnya, namun karena asap yang tebal membuat ia membunuh salah satu rekannya begitu pula dengan yang lain yang saling membunuh.


Setelah beberapa saat asap mulai menghilang dan menunjukan Pandu yang tengah berdiri di antara mayat mayat para mafia yang saling membunuh. Dan hanya ada satu mafia yang berhasil bertahan hidup.


.....


Setelah membebaskan para guru dan siswa serta menahan mafia yang hidup. Semua murid dan guru bergegas menuju ke aula sekolah yg sudah di aman kan oleh Pandu.


Sedangkan si boss mafia dengan 7 orang bawahannya tengah menatap Pandu dari langit.

__ADS_1


Pandu yang menyadari keberadaan boss mafia dari awal, melirih ke atas.


"Mau sampai kapan kau akan disana" ucap Pandu dengan suara menekan.


__ADS_2