
Pagi itu tepatnya hari Minggu Lia terbangun dengan suara telepon genggamnya yg berdering menandakan ada telepon masuk.
" Assalamualaikum, iya ini dengan siapa?"
__ADS_1
Di balik telepon seseorang menjawab " Wa'alaikum salam, neng ini Bapak Ridwan teman Bapak neng tolong sambungkan Ke Bapakmu. Bapak ingin berbicara sebentar!" titahnya pada Lia.
Tanpa menunggu waktu lama Lia bergegas memberikan telepon genggamnya ke Bapak Mamat ayah kandung Lia.
__ADS_1
Sekitar lima belas menit Bapak Mamat berbicara dengan Bapak Ridwan. Terlihat oleh Lia, nampak wajah bapaknya berbicara sangat serius sekali.
" Begini Bu, hari ini akan datang teman Bapak kesini dengan Keluarganya untuk melamar Putri kita." Jelas Bapak Mamat. Sontak saja Lia dan ibu Sulastri yang mendengarnya jadi kaget dan terheran heran. Sebab, Lia tidak tahu siapa Bapak Ridwan apalagi keluarganya . Lia yang jelas sangat tidak mengerti menanyakan pada Bapak Mamat " Maksud Bapak, Lia dijodohkan begitu dengan anak teman Bapak yang menghubungi Bapak tadi?" tanyanya sedikit marah karena tak terima jika hal itu memang terjadi pada dirinya.
__ADS_1
"Iya, nak itu benar. Bapak memang berniat menjodohkan kamu dengan anaknya teman Bapak." Jelas Bapak Mamat. Kemudian Bapak Mamat mencoba menenangkan anaknya. Ia pun menjelaskan bahwa keluarga Pak Ridwan sangat baik begitupun dengan anaknya. "Insyaallah pilihan Bapak tepat. Kamu pasti akan bahagia jika kamu mau menikah dengannya." tuturnya.
Meskipun keputusan Bapak Mamat tidak sesuai dengan harapan. Namun, Lia sedikit mengerti orangtua pasti tidak akan menjerumuskan anaknnya pasti pilihan Bapak memanglah yg terbaik diantara yg terbaik. Lagipula Lia juga belum pernah mengenalkan siapapun kepada Bapak atau Ibunya. Apalagi Calon suami pacar juga belum punya.
__ADS_1