
"Saya nikahkan engkau dengan Lia putri kandung bapak dengan mas kawin tiga gram emas dan seperangkat alat sholat dibayar tunai." Ucap Pak Mamat dengan lantang dan tegas.
Sesuai dengan aba-aba Pak Ridwan dengan cepat Agus menganggukkan kepalanya bersamaan dengan itu, para saksi dari mempelai wanita dan mempelai pria mengatakan "Sah." Disambung dengan ucapan "Alhamdulillah" oleh semuanya. Merekapun serentak mengangkat tangan menengadah untuk berdoa yang dipandu oleh Penghulu.
"Aamiin....Aamiin...Aamiin... dan diakhiri dengan membaca surat Al Fatihah.
Lia yang masih berada di kamarnya hanya bisa menangis membisu. Tatkala ia mendengar lantunan doa yang dipanjatkan sebagai penutup ijab qobul pertanda kini ia telah resmi menjadi istri Agus.
MC berkata " Alhamdulillah hari ini kita telah menyaksikan sendiri proses ijab qobul yang berjalan lancar dan khidmat. Maka dari itu, saya persilahkan mempelai wanitanya untuk hadir diantara kita untuk menyambut suaminya. Waktu dan tempat saya persilahkan."
"Ayo, Lia. Mereka sudah menunggu." ujar Jihan mengajak Lia untuk keluar dari kamarnya. Lia berdiri dan hanya mengangguk kecil sebagai tanda ia mengiyakan ajakan Jihan.
__ADS_1
Lia keluar kamar dibantu oleh Jihan tampak jalannya begitu anggun. Gaun kebaya yang menjuntai ke lantai semakin menambah pesonanya. paras cantik nan ayu itu terpancar sangat kuat. Aura pengantin semakin kuat dengan bunga melati yang menghiasi kepalanya. Seluruh tamu undangan juga melongo terpesona melihat kecantikannya. Tidak lupa sang photografer sibuk membidik tiap sudut saat pengantinnya keluar.
Kini Lia sudah berada disamping Agus di pelaminan yang telah dihiasi dengan sangat indah. Lia mencoba tersenyum meski batinnya tidak menginginkannya.
Untuk acara selanjutnya Lia dan Agus melakukan photo bersama. Dengan didampingi Jihan sang MUA dan sang photografer pemotretan berjalan dengan sangat lancar. Hasilnya juga bagus. Beberapa pose diantaranya terlihat sangat mesra.
Para tamu undangan memberikan ucapan selamat kepada pasangan pengantin baru itu. Begitupun juga Bapak Mamat dan Ibu Sulastri.
Mencoba ingin mencari tau tapi semua itu tidak mungkin karena ada Agus disampingnya. Iapun bertanya kepada Agus dengan bahasa isyarat seadanya. Berharap ia dapat menggali informasi dari Agus untuk mengetahui apa yang sedang dibicarakan oleh orangtuanya dengan orangtua Lia.
Agus pun hanya mengisyaratkan tidak tahu apa apa.
__ADS_1
"Percuma saja kalau aku bertanya tapi dia sendiri saja tidak tahu." Lia menghela napas panjang. Dan melihat Pak Ridwan serta orangtuanya sudah selesai berbicara. Mereka bersalaman dan kini mereka menghampiri Lia dan Agus.
"Lia, mulai saat ini tinggal bersama Agus. Karena dia sekarang suamimu. Biar ibu yang mengemasi barang-barang mu. Bukan begitu kan Bu?." tanya Pak Mamat pada Bu Sulastri.
"Iya Pak." jawab Bu Sulastri singkat. Sepertinya Bu Sulastri agak sedikit kecewa karena dia tidak diberikan kesempatan untuk Lia tinggal bersamanya sementara waktu seusai menikah. Hal itu, membuat Bu Sulastri benar benar sedih karena mulai hari ini dia akan ditinggal oleh putri semata wayangnya. Dengan berat hati, Bu Sulastri mengemasi pakaian Lia kedalam tas.
Lia juga sebenarnya agak keberatan harus tinggal langsung di rumah suaminya. Akan tetapi, keadaan telah berubah Lia harus mengikuti kemanapun suaminya pergi termasuk tinggal serumah bersama suaminya.
Lia menghampiri Bu Sulastri sambil memeluk ibunya dari belakang. "Bu, sebenarnya Lia sedih harus pisah dari ibu dan bapak. Lia rasanya masih belum siap harus tinggal bersamanya." kata Lia sedih.
Bu Sulastri membalikkan badan dan membalas pelukan Lia dengan erat. "Lia, ibu juga sedih harus pisah sama Lia. Tapi, ini bentuk taatmu pada suamimu. Lia harus bisa jaga diri, ingat jangan membantah seperti Lia membantah ibu dan juga bapakmu. Jadilah istri yang Solehah ya nak. Ibu dan bapakmu disini akan terus mendoakan yang terbaik untukmu. dan juga tidak akan lupa untuk menengokmu disana." jelas Bu Sulastri.
__ADS_1
Kata-kata Bu Sulastri membuat Lia agak tenang. Ia juga jadi termotivasi tidak ingin mengecewakan ibu dan bapaknya Lia bertekad akan jadi istri yang Solehah untuk suaminya.