Penyesalan Sang Istri

Penyesalan Sang Istri
Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama


__ADS_3

"Saya terima nikahnya dan kawinnya Lia binti Mamat dengan mas kawinnya yang tersebut, tunai."


"Bagaimana para saksi sah?" Tanya pak penghulu kepada Para saksi.


"Sah." ucap Para saksi kompak.


"Alhamdulillah.Barrakallah." Semua hadirin yang berada disana berdoa bersama-sama.


Baru saja dua jam yang lalu pemuda yang resmi menikah dengan Lia sudah tak sabar untuk melalui ritual malam pertama. Dikarenakan saat itu masih siang. Alih-alih bersabar ia malah mencuri-curi kesempatan untuk mengecup bibir manis yang merah merona itu dikala semua para tamu undangan tengah mengikuti parasmanan.


"STOP... Jangan." Tolak Lia.


Bugh...Lia terjatuh dari tempat tidurnya. Ia menyadari kalau itu semua hanyalah sebuah mimpi. Ia sangat bersyukur kalau tadi hanyalah mimpi sebab, ia tak mau jikalau semua itu terjadi. Terlebih ia menyadari kalau Dika lah yang menjadi mempelai pria dalam mimpinya.


Sementara Dika masih harus mencari cara agar dimaafkan oleh Lia.


-"-

__ADS_1


Pagi itu, Lia melakukan senam pagi.Tubuhnya serasa begitu kaku sekali karena sudah beberapa hari ini ia tidak berolahraga. Sedang asyiknya lari pagi tanpa sengaja ia menabrak seorang laki-laki. Sehingga ia tersungkur dan jatuh.


"AWW..." keluh Lia kesakitan.


"Maafkan saya." Ucap pria tersebut dan mengulurkan tangannya seraya membantu Lia bangkit.


"Iya tidak apa-apa."pungkas Lia


"Kamu." Tunjuk Lia.


"Tidak tidak tidak aku tidak akan memaafkanmu." Ujar Lia kemudian pergi tanpa menoleh sedikitpun.


Langkahnya pun terhenti. Ia berdiri mematung terkejut dengan ungkapan rasa dari Dika.


"Selama ini, aku berusaha untuk melupakanmu serta mengikhlaskan kamu untuk dia. Nyatanya aku semakin tersiksa. Rasa sayangku ini tak jua hilang bersama dengan putusnya hubungan kita. Aku mencoba sekuat tenaga untuk menimbun perasaan ini dalam-dalam dan menguburnya di tempat itu. Dimana tempat itu merupakan saksi hubungan kita. Kamu tahu alasan mengapa aku menciummu waktu itu. Ya karena aku sayang kepadamu. Saat berjumpa lagi denganmu di Klinik perasaan ini kembali tumbuh dan aku jatuh cinta kedua kalinya kepada orang yang sama yaitu KAU." Jelas Dika dan jari telunjuknya menunjuk Lia.


Lia menoleh kebelakang dan tatapannya begitu tajam kepada Dika. Ia menghampiri Dika dan berkata "Dika apa yang kamu perbuat itu salah. Aku masih istri orang lain. Aku mengerti perasaanmu tapi tidak seharusnya kamu mencintai wanita yang sudah bersuami ini. Aku sudah menikah Dika." jelas Lia tegas.

__ADS_1


"Kamu jangan bohong. Aku tahu kamu hanya ingin menghindar dariku. Aku mendengar kabar kalau kamu sudah bercerai dengan suamimu. Maka aku bebas untuk meraih cintaku kembali." Tantang Dika penuh harap.


"Kamu tahu dari siapa hah." tanya Lia.


"Dari Winda teman kursusmu." Jawab Dika.


"Asal kamu tahu, Dik. Aku belum resmi bercerai. Gugatan itu belum masuk ke pengadilan. Dan aku masih terus berfikir tentang keputusanku ini. Sebab, aku merasa bersalah kepadanya. Meskipun nantinya aku resmi bercerai. Soal hati ini akan berlabuh dimana aku serahkan semuanya kepada yang menghendaki." timpal Lia.


"Memangnya tidak ada sedikitpun rasa dihatimu untukku. Kita sudah melalui banyak hal. Suka dan duka telah kita lewati selama dua tahun ini. Kamu tahu dua tahun itu tidak sebentar, Lia. Cobalah mengerti perasaanku ini. Aku ingin kembali bersamamu. Aku tidak akan main-main lagi. Aku akan ke rumah untuk melamarmu." Ungkap Dika.


"Gila kamu ya, Dik. Nekad betul."


"Alasan mengapa aku tidak bisa menerimamu karena aku takut semua menyalahkanku. Apa kata orang lain diluar sana. Mereka akan menggunjingkan tentang aku yang mempermainkan sebuah pernikahan." jelas Lia dengan tatapan penuh nanar.


Karena tak ingin berlama-lama. Lia mengalah dan berlalu pergi tanpa menggubris semua perkataan Dika. Ia tepis semua harapan itu, meskipun dalam hatinya masih tersimpan sedikit rasa untuk Dika. "Aku mencintaimu juga mencintai Dia." Batin Lia. ucapnya lirih.


Sepanjang perjalanan, ia menangis dan meracau sendiri. Merasa dirinyalah yang paling bersalah. Mencintai dua lelaki yang telah merebut hati ini.

__ADS_1


"Aku merindukannya." Hatinya tak dapat membohonginya bahwa ia telah jatuh cinta pada Agus.


__ADS_2