Penyesalan Sang Istri

Penyesalan Sang Istri
Sebuah Keputusan


__ADS_3

"Tarik nafas dalam-dalam ya, Bu kalau rasa sakitnya datang lagi." Titah Bu Meli Bidan Desa.


Lia hanya mengangguk kecil sambil meringgis kesakitan.


"Bagaimana Bu, perkembangan Lia. Apa dia akan melahirkan pagi ini juga?" Tanya Mamah Ade pada Bidan Desa.


"Setelah saya periksa, ternyata pembukaannya baru sampai dua. Sementara untuk melahirkan perlunya pembukaan itu harus sampai 9-10. Jadi, ibu Lia ini waktu melahirkannya masih lama. Tapi untuk berjaga-jaga Bu Lia bisa menginap disini." Jelasnya.


Mamah Ade menjelaskan kembali kata-kata Bidan desa itu kepada Agus.


Agus dengan senantiasa selalu menemani Lia. Namun, tiba-tiba air yang begitu banyak keluar dari ******** Lia. Seketika Agus mendadak khawatir begitu juga dengan Lia. Ia juga merasa takut kenapa banyak sekali cairan yang keluar dari sana. Rasa mulas kembali menjalari seluruh bagian perutnya. Lia tak henti-hentinya meringgis kesakitan. Bahkan rasa sakitnya itu membuat dirinya tak karuan, hingga tak menyadari kalau tangannya menjenggut rambut suaminya yang sedari tadi berada di sampingnya. Sehingga Agus meringgis kesakitan.

__ADS_1


Agus berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Lia dari rambutnya. Dengan susah payah, akhirnya bisa lepas juga. Melihat kondisi Lia yang terus menerus mengerang kesakitan. Agus kembali menemui Mamah Ade di ruang tunggu. Meninggalkan Lia sejenak untuk memberitahu bahwa Lia sekarang sedang tidak baik-baik saja. Sementara Lia yang seorang diri di ruangan mengingat nasehat dari Bu Bidan untuk melatih pernafasan jika rasa sakit muncul kembali.


Agus melangkahkan kakinya dengan sangat cepat. Agus menjelaskan kejadian yang dialami oleh istrinya itu kepada Mamah Ade. Mengetahui hal tersebut, Mamah Ade kembali melihat kondisi Lia dan memanggil Bu Meli untuk memeriksa ulang kondisi Lia yang sekarang.


Setelah diperiksa menurut diagnosa Bu Meli, bahwa cairan yang keluar tadi adalah air ketuban. Kondisi saat ini semestinya menjadi awal untuk proses jalan lahir. Namun, sungguh disayangkan pembukaan tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga Bu Meli menganjurkan kepada pihak keluarga Lia untuk segera membawa ke rumah sakit terdekat. Sebab, ia tak menginginkan hal yang buruk terjadi kepada janin beserta ibunya.


"Untuk itulah, Lia saya rujuk ke Rumah Sakit. Mohon segera dibawa dan jangan ditunda-tunda lagi." Titah Bu Meli.


"Baik Bu, terimakasih banyak sebelumnya." Ucap Mamah Ade.


Beberapa saat kemudian, Lia beserta keluarga Agus tiba di salah satu rumah sakit besar yang ada di Kabupaten Cianjur.

__ADS_1


Kedua petugas rumah sakit mendorong sebuah brankar mengarah pada mobil yang ditumpangi Lia.


"Siapa yang sakit, Pak?" Tanya seorang petugas yang memakai seragam Putih lengkap dengan ID Card yang menggantung di lehernya.


"Menantu saya yang mau melahirkan." Jawab Pak Ridwan.


"Mari saya bantu untuk ke ruang persalinan. Sementara pihak keluarga dimohon menyelesaikan administrasi." Ucap Petugas satu lagi yang berseragam seperti security.


" Baik pak, terimakasih banyak sebelumnya." Ujar Pak Ridwan.


Lia dipindahkan ke brankar. Segera Brankar itu di dorong dengan sangat cepat menuju ruang persalinan. Sementara Pak Ridwan mengurus administrasinya, yang lain membuntuti Lia masuk ke ruang persalinan.

__ADS_1


Ternyata disana Lia tidak langsung ke ruang persalinan melainkan diperiksa terlebih dahulu. Seorang dokter wanita menghampiri Lia. Ia langsung memeriksa tekanan darah dan jalan lahir. Ternyata setelah di periksa secara seksama dan teliti. Hasilnya sangat mencengangkan sebab, Lia diprediksi tidak akan bisa melahirkan secara normal. Hal itu dikarenakan tulang pinggul Lia terlalu sempit. Sementara air ketuban sudah pecah terlebih dahulu. Alhasil, jika kondisi seperti ini dibiarkan. Janin sedang dalam situasi yang berbahaya. Boleh jadi, janin akan meninggal didalam rahim sang ibu. Jika tidak segera mengambil tindakan. Yakni mengeluarkan sang bayi dengan jalan melahirkan secara Caesar.


Mendengar akan hal itu, keluarga Agus sangat terkejut. Mau tidak mau Agus beserta keluarganya harus mengambil keputusan secara cepat. Karena, ini menyangkut keselamatan keduanya.


__ADS_2