Penyesalan Sang Istri

Penyesalan Sang Istri
Kemunculan Dika Sang Mantan Kekasih


__ADS_3

Tidak boleh berprasangka buruk dulu. Kunci keberhasilan sebuah keluarga adalah dengan percaya kepada pemimpinnya. Jikalau istri hanya menjadi makmum seorang imam apapun bentuk dan alasannya tetap harus mengikuti imamnya. Terkecuali, ada hal yang tidak sejalan serta melanggar norma-norma agama dan adat istiadat wajib bagi seorang makmum tidak taat kepada imamnya.


"Ting..." suara pesan baru masuk dari aplikasi masangger milik Lia.


Saat pesan itu dibuka Lia kaget bukan kepalang. Sebab yang memberikan pesan tersebut adalah Mantan Kekasihnya yaitu Dika.


Isi pesannya, "Assalamualaikum, De Lia gimana kabarnya?"


"Jawab apa engga yah?." Duh bingung." ucap Lia menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Ting..." kembali suara pesan masangger berbunyi. Pesan Dika kembali muncul.


"Kenapa gak di balas De Lia?" Tanya Dika yang masih online dan terus mengetik.


"Kamu udah engga mau yah temenan sama aku. Kamu boleh memutuskan hubungan kita dulu. Aku terima dengan ikhlas dan mengikhlaskan kamu untuk menikah dengan Dia pilihan ayahmu. Tapi engga semestinya kamu memutuskan hubungan silaturahmi antara aku dengan kamu. Kita bisa kan jadi teman." tanya Dika.


"De Lia jawab dong." Dika terus mengirim pesan.

__ADS_1


"Aku sungguh tidak akan mengganggu rumah tanggamu. Yang aku inginkan agar bisa berteman sama kamu." Terang Dika dengan pasti.


Semakin lama semakin panjang rentetan pesan dari Dika bermunculan. Sementara Lia masih harus menimbang-nimbang apa yang mesti dilakukannya. Apakah harus ia menjawabnya atau tidak. Setelah memikirkannya cukup lama, Ia beralih ke gawainya. Tombol keyboard gawainya telah siap untuk digunakan. Sedikit demi sedikit tapi pasti. Lia mengetik secara perlahan-lahan. Dika yang sempat sedih dan galau karena pesannya tak dibalas-balas mendadak menjadi bersemangat melihat pemberitahuan dari gawainya bahwa Lia sedang mengetik.


"Wa'alaikum salam, Dika. Alhamdulillah kabarku baik."


"Aku tau pengorbanan yang kamu lakukan sangat berarti bagi kehidupan bapakku. Tapi, untuk menjadi seorang teman bagiku itu tak mungkin. Sebab, kita pernah menjalin suatu hubungan dan aku takut hati ini akan goyah. Aku tak ingin merusak kepercayaan keluargaku kepadaku."


"Dika, atas nama keluargaku khususnya Bapakku. Aku minta maaf yang sebesar-besarnya." Jawab Lia.


Bagai terhunus pedang yang sangat tajam. Hati Dika hancur karena usahanya untuk berteman dengan Lia gagal total. Lia sudah menolaknya secara halus, tapi Dika tetap yakin bahwa masih ada kesempatan untuk bisa berteman dengannya. Apapun itu pasti Dika lakukan.


Sebuah tangan mengelus kepala Lia dari belakang. Sangat hangat dan penuh rasa kasih sayang. Lia mendongakkan kepalanya ternyata suaminya. Ia pun bergegas menghapus air matanya dan berusaha menyembunyikan raut wajahnya yang sedang sedih itu.


Agus berlutut duduk di depan Lia mencoba meraih wajahnya yang berpaling darinya. Secara perlahan dibantu dengan kedua tangannya ia membalikkan wajah Lia untuk melihat ke arahnya. Kini mereka telah saling berhadapan, Agus menyeka air mata yang berlinang itu dengan ibu jarinya. Mata mereka saling bertemu dan memandang satu sama lain.


"Deg..." Lagi-lagi jantung Lia berdegup tak karuan. Wajahnya juga berubah jadi merah merona. Ia tersipu malu tapi tak bisa berbuat apa-apa karena kendali dirinya sudah berpindah tangan.

__ADS_1


Dari tatapannya yang sendu, seolah Lia dapat mengartikan bahwa ia tidak boleh menangis. Jika dirinya menangis akan membuat hatinya terluka.


"Kaulah belahan jiwaku. Jika ada masalah denganmu. Ayo bicaralah dan mari kita selesaikan." Ucapnya dengan bahasa isyarat.


"Tidak ada masalah, aku hanya kangen dan merindukan Bapak dan Ibu." Jawab Lia berbohong.


"Kamu dapat bertemu dengan Bapak dan Ibumu kapan saja. Biar aku yang mengantarnya." terang Agus menawarkan diri.


"Terimakasih banyak." Jawab Lia singkat.


Agus kembali mengelus kepalanya. Kali ini ia duduk disampingnya. Ia membalikkan badan Lia agar saling berhadapan dengannya. Sebuah ciuman tiba-tiba mendarat dikeningnya. Lama sekali dan penuh penghayatan. Lia yang mendapatkan ciuman hangat tersebut hanya diam mematung merasakan betapa tulusnya perasaan dia kepadanya.


Setelah itu, Agus memeluk Lia dengan sangat erat. Kemudian kembali memberikan sebuah kecupan lagi kali ini bukan di keningnya tapi di bibir kecil milik Lia yang terlihat sangat sexy dan ranum itu membuat siapa saja pasti ingin mencicipi betapa manisnya bibir itu.


Mendapat kecupan dari sang suami, Lia seolah mengerti kalau suaminya itu menginginkannya malam ini. Tanpa ragu iapun membalas kecupan sang suami dengan intens. Merekapun saling bercumbu.


Agus menidurkan Lia diatas ranjang milik mereka dan mulai membuka satu persatu pakaiannya. Lia pun ikut membantu membuka pakaiannya. Malam itu, mereka bercumbu semalam suntuk. Kamarnya kini dipenuhi dengan *******-******* nikmat yang berasal dari sepasang insan yang sedang menggapai surga dunia.

__ADS_1


Seluruh kesedihannya kini berubah menjadi sebuah kebahagian yang tiada tara. Entah mengapa ada sesuatu yang berbeda dikala Ia sedang dicumbui oleh suaminya. Apakah kini hatinya telah berlabuh kepada suaminya? Menjawabnya itu masih terlalu dini sebab, Lia dan Agus baru beberapa minggu resmi menjadi suami istri.


__ADS_2