Pernikahan Impian Sofya

Pernikahan Impian Sofya
Kebersamaan Keluarga


__ADS_3

Malamnya, setelah sholat Magrib nampak keluarga Sofy sedang menikmati makan malam bersama.Setelah selesai makan malam,Adnan dengan penuh semangat 45 menceritakan tentang perbincangannya tadi sore dengan Devan dan Sofy.


"bu,kayaknya uni Sofy sama mas Devan itu cocok banget ya,ibu setuju ga sama Adnan?"


"Adnan....kali ini kamu ga akan uni lepasin..."(mulai berdiri karena dari sore tadi sudah menahan diri untuk memberi pelajaran ke adiknya)


"uni,sudah...jangan gitu terus sama Adnan..kamu juga nan."(tersenyum)


Sofy yang awalnya sudah berdiri kembali duduk dan diam karena tidak bisa membalas sang adik.


"sudah nak,ini udah mau azan Isya,sebaiknya kaluan segera berwudhu yaaa..."


"baik bu,jawab Adnan dan Sofy serentak."


Kemudian mereka kembali ke kamar masing-masing.Setelah sholat Isya,nampak bu Mariam menuju kamar Sofy.


"tok,,,tok,,,tok...Assalammualaikum ni..."


"ceklek,Sofy membuka pintu kamar dan mempersilahkan ibu masuk sambil memeluk kedua bahu ibunya dan duduk di tempat tidur"


"ada apa bu?tumben ibu harus kesini mencari Sofy"


"ada yang ibu ingin bicarakan sama uni nak.uuummm,,,ibu mau nanya ni,menurut uni nak Devan itu gimana?"


"deg,,,Sofy sangat terkejut mendengar pertanyaan ibunya.memangnya kenapa bu?harus Sofy jawab ya bu?lagian kok ibu nanya seperti itu ya sama Sofy?"


"lho nak,ibu nanya kok uni malah balik nanya"


"heeheeheee,,,maaf bu.habisnya Sofy bingung kok tiba-tiba ibu nanya soal mas Devan ke Sofy"


"biasanya uni sering cerita sama ibu.kok giliran nak Devan ga ya"

__ADS_1


"uuummm,,,itu karena Sofy merasa ga penting buat diceritain ke ibu"(haduhhh,,,kok jawabnya gitu sih,kata Sofy dalam hati)


"uni yakin seperti itu?yakin ga ada yang beda atau menarik tentang Devan"


"ntah lah bu,lagian kami baru beberapa kali bertemu"


"ooo,,,tapi kadang beberapa kali pertemuan itu sudah ada sesuatu yang bisa membekas diingatan kan nak"


"apa ya bu.oh ya,tadi mas Devan sempat cerita belum pernah dekat dengan perempuan mana pun karena takut kehilangan seperti papanya kehilangan mamanya bu.kayaknya hampir sama dengan Sofy bu.tapi bedanya,kata mas Devan ia mau membuka hati karena ga mungkin jomblo seumur hidup"


"lho,kan bagus itu nak.uni juga harus belajar membuka hati sayang...gimana juga kita ga bisa hidup sendiri selamanya sayang,dan setiap orang itu pasti punya kisahnya masing-masing karena jodoh,maut,rezeki itu Allah yang ngatur sayang...uni harus ingat itu nak."


"hmmhmmm,,,iya bu,uni tau itu.kalau memang itu keinginan ibu akan uni coba ya bu,tapi Sofy harap ibu ga maksa dalam waktu dekat ini"


"iya sayang,ibu tau itu butuh waktu.tapi jangan terlalu larut ya nak.waktu terus bergulir ke depan nak."


"iya bu"


"bu,malam ini boleh ga Sofy tidur sambil memeluk ibu"


"uuuummm,,,putri ibu ini lagi pengen bermanja sama ibu nampaknya"


"boleh ya bu,Sofy mohon..."


"iya nak,boleh.kalau gitu malam ini ibu akan tidur di kamar uni"


"bentar ya bu,Sofy ambilkan obat dan air minum ibu dulu"


setelah itu Sofy memberikan air dan obat kepada ibunya.kemudian cukup lama nampak mereka berdua bercerita sampai akhirnya bu Mariam tertidur pulas karena efek dari obat yg beliau minum.Sofy pun menyelimuti sang ibu lalu berbaring di sebelah ibunya.


...****************...

__ADS_1


sementara di tempat lain, malam itu nampak Devan,pak Hamdi,Renata,Aurel dan Rafa suami Renata baru saja siap makan malam.Rafa kemudian tampak mengajak Aurel untuk mengerjakan PRnya.Begitulah kalau Rafa tidak sibuk dengan pekerjaannya,ia selalu menemani sang putri untuk mengerjakan tugas sekolah dan bermain bersama.Renata nampak menuju ruang keluarga dan membuka lap topnya untuk mempersiapkan dokumen meeting dengan klien penting besok.bi Atun pun meminta izin ke tuannya untuk merapikan dan membersihkan meja makan.kemudian pak Hamdi mengajak Devan ke taman belakang rumah.


di taman belakang,merka berdua duduk santai sambil menikmati pemandangan indah bertabur bintang malam itu.


"kamu tadi jadi ke makam mama nak?"


"ia pa.disana Dev bertemu Sofy,ibunya dan Adnan.terus pulang dari makam mama Dev mampir ke rumahnya Sofy"


"trus gimana nak..."(seakan pak Hamdi ingin tau.padahal ia sering berkomunikasi dengan bu Mariam tentang perkembangan Devan dan Sofy)


"ya,,,tadi Dev sempat cerita cukup lama sama Sofy dan Adnan pa.tapi sepertinya Sofy masih agak malu-malu dan belum begitu terbuka pa"


"itu wajar saja nak,selain memang selama ini ia belum membuka hati untuk laki-laki,Sofy itu kan perempuan yang baik nak.bukan seperti wanita-wanita lain yg agresif dan suka mengejar laki-laki"


"ia papa benar.itu lah yang mungkin membuat Dev yakin dengan Sofy pa.mudah-mudahan Sofy bisa segera membuka hatinya untuk Dev"


"iya nak,papa akan do'ain dan bantu kamu jika memang perlu.satu hal yang kamu perlu tau,bahwa bukan hal yg mudah bagi papa dulu mendapatkan mamamu.apalagi mamamu itu banyak yang suka,karena selain cantik mamamu itu baik.yaaa,,,hampir sama lah mungkin dengan Sofy"


"beneran pa.kok papa baru sekarang ya cerita sama Dev.berarti papa hebat ya,bisa dapetin mama"👍😊


"heehee,,,iya dunk Dev.papa gitu lho.lagian papamu ini kan dulu juga ganteng dan gagah kayak kamu..."(tersenyum dengan bangga)


"mudah-mudahan Dev bakal nyusul langkah sukses papa ya,baik itu di perusahaan maupun buat dapetin Sofy"


"iya nak,yg penting kamu harus yakin dan tetap semangat ya"


"siap bos...(jawab Devan senang).oh ya pa,besok kita akan rapat penting dengan Handoyo cop.kata mba Rena itu perusahaan yang sangat berkuasa saat ini.trus Dev dengar juga kalau papa punya pengalaman yg kurang baik dengan pak Erlangga,pemilik perusaan itu"


"itu masa lalu nak.ini ada kaitannnya dengan mamamu.sebenarnya dulu papa dan pak Erlangga berteman baik"


lalu panjang lebar pak Hamdi menjelaskan ke Devan bahwa persahabatan mereka kandas karena mencintai orang yang sama.padahal dulu pak Hamdi dan pak Erlangga bersama merintis perusahaan yang sana hingga sukses.namun akhirnya mereka memilih jalan masing-masing setelah terdengar kabar pernikahan pak Hamdi dengan mama Devan.lebih tepatnya pak Erlangga yang meminta membagi kesuksesan mereka dan berdiri masing-masing.setelah itu,perusahaan pak Erlangga memang lebih sukses dibanding perusahaan pak Hamdi,karena pak Hamdi lebih fokus pada pengobatan mama Devan yang terkena kanker darah yg menyebarkan ke tulangnya.namun akhirnya mama Devan pun tidak mampu bertahan.disanalah peran Renata dan Rafael suaminya,yang membantu perusahaanya kembali bangkit meskipun belum seperti perusahaan Erlangga.sebenarnya Devan lebih memilih menyerahkan perusahaannya kepada Rafael,tapi papanya tetap ingin mereka bekerja sama dengan Devan sebagai Dirut dan Rafael sebagai Wadirut.Renata dan Rafael memang sudah seperti anak oleh pak Hamdi,mereka pun sangat menyayangi Devan dan pak Hamdi.sebenarnya Devan lebih ingin mengurus usahanya di bidang otomotif yang sudah ada beberapa cabang di kota lain.sekarang Devan menyerahkan pengurusan usahanya kepada Reva,adik Rena sepupu Devan yang seumuran dengannya.memang Devan sangat dekat dengan kedua sepupunya semenjak kecil,jadi urusan pekerjaan pun mereka kelola bersama.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2