
Adnan dan tek Imah nampak sangat panik di depan IGD,terutama Adnan.ia heran,walaupun biasanya masih dirundung kesedihan kondisi Sofy tidak pernah se-drop ini.lalu,ia teringat akan sesuatu.biasanya Devan lah yang selalu berada di samping Sofy untuk merawat dan menjaganya.
"apa uni Sofy sakit karena kepergian mas Devan?semenjak menikah mereka berdua kan belum pernah berpisah sebelumnya?ya,aku harus hubungi mas Devan..." Adnan seperti seseorang yang tengah asyik bicara sendiri
Dengarlah kesayanganku
Jangan tinggalkan aku...
Tak mampu jika ku tanpamu
(Nada dering hp Devan berbunyi)
Devan pun melihat di layar hpnya muncul nama Adnan Ipar,ia pun bergegas mengangkatnya.
"Assalammualaikum mas"mula Adnan bicara
"Waalaikumsallam nan,,,tumben kamu telepon mas,ada kabar apa ne...?"(sambil sedikit bercanda)
"mas,,,itu...gawat mas...mba Sofy masuk rumah sakit"(dengan nada sedikit bingung bagaimana cara menyampaikannya)
"Astagfirullah nan,,,serius kamu?"(masih belum bisa percaya dengan apa yang ia dengar)
"iya mas,sekarang uni Sofy lagi di diperiksa Dokter IGD RS ***** .mas bisa balik sekarang kan?"
"ok,ok nan...mas segera berangkat.Assalammualaikum"
belum sempat Adnan menjawab,sambungan pun telah dimatikan Devan.akhirnya Adnan hanya menjawab dalam hati saja.beberapa saat kemudian Dokter pun nampak keluar dan mencari keluarga Sofy.
"maaf apa anda keluarga pasien perempuan yg ada didalam?"tanya Dokter yg melihat ke arah Adnan dan tek Imah
"iya Dok...gimana keadaan kakak saya Dok?"(tanya Adna penasaran)
"sebenarnya secara fisik tidak ada masalah yang terlalu serius.pasien hanya kekurangan cairan dan asam lambungnya naik.cuma..."
"cuma apa Dok?"Adnan mulai agak cemas dan deg-deg an
__ADS_1
"sepertinya pasien sedang banyak pikiran,itulah yang menyebabkan ia drop.tapi tenang saja,sekarang kondisi pasien sudah lebih baik.nanti setelah infusnya habis,pasien sudah diperbolehkan pulang.oh ya,ini resep obatnya tolong segera ditebus ya mas.saya permisi,masih ada pasien lagi"
"baik Dok,makasih Dok..."
Adnan cukup lega mendengar pernyataan Dokter,bahwa secara fisik kakaknya baik-baik saja.tapi,ia juga bingung apa sebenarnya yang dipikirkan Sofy sampai ia bisa sangat kelelahan dan drop seperti itu.ia pun menyimpan pertanyaan tersebut sementara dipikrannya sendiri,lalu meminta tek Imah untuk menemani Sofy.Kemudian Adnan menuju apotik RS untuk menebus resep yang telah diberikan Dokter tadi.
...***...
di tempat berbeda,Devan yg terlihat sangat cemas sedang mengendarai mobilnya dengan tidak sabar menuju Jakarta.seandainya bisa,ingin rasanya ia sekarang segera ada di samping Sofy.namun,itu hal yang mustahil.ia harus menyusuri sedikit demi sedikit perjalanan yang cukup lama untuk sampai di hadapan orang yang ia sayang.
"Sofy,sebenarnya kamu sakit apa?kenapa tiba-tiba bisa masuk RS gini si?coba kemarin mas ga ninggalin kamu,pasti ga akan kayak gini kejadiannya.ini semua salah mas,di kondisi kamu yang baru saja membaik mas malah ninggalin kamu seperti ini.mas memang suami yang egois Sofy,maafin mas.mas janji,untuk ke depannya akan lebih mementingkan kamu dari apa pun" (Devan beberapa kali memukul kepala dan mengacak-acak rambutnya)
kecemasan membuat Devan merasa perjalanannya lebih panjang dari yang seharusnya.kepanikannya membuat dirinya jadi tidak sabaran dan sering mengklakson serta mendahului mobil di depannya.dalam hati tak henti-hentinya ia berdo'a agar bisa selamat dan segera bertemu sang pujaan hati.
...***...
di kediaman Sofy,nampak Adnan mengantar Sofy ke kamar sepulang dari RS.tak lama kemudian tek Imah muncul dengan semangkuk bubur dan segelas air putih di tangannya.
"makan dulu ya nak..."tek Imah mendekat dan mencoba menyuapi Sofy,namun Sofy menolak dengan menggelengkan kepalanya
bujukan Adnan berhasil membuat Sofy luluh dan memakan bubur itu beberapa sendok saja.setelah itu,Adnan pun mengambilkan obat Sofy beserta segelas air.
"uni,minum obatnya dulu ya..."
"ya nan,makasih ya dek.maaf uni jadi ngerepotin kamu"
"ga pa-pa ni,santai ja.oh ya ni,ntar Adnan mau keluar ketemu dosen pembimbing,tapi tunggu mas Devan datang dulu deh.biar uni ga sendirian dan ada yg jagain"
"uuummm,,,memangnya kamu tau mas Devan kemana nan?"
"katanya si kemaren mau ke puncak ketemu keluarganya ni,tapi lagi di jalan mau balik kok ni.tadi Adnan udah kasih tau mas Devan kalau uni lagi sakit"
"ngapain dikasih tau segala si nan.ada ga ada dia juga ga ngaruh kok?kan ada kamu sama tek Imah yang jagain mba"(dengan wajah cemberut dan kesal)
"bukannya gitu ni,gimana juga mas Devan itu kan suaminya uni.udah seharusnya mas Devan tau kondisinya uni,biar bisa jagain uni"
__ADS_1
"huh,suami nan?suami macam apa yang diam-diam jalan sama gadis lain di belakang istrinya?suami macam apa yang membawa gadis lain ke makam orang tuanya?suami macam apa yang pergi dengan gadis ga pulang semalaman?"(air mata pun jatuh dipelupuk mata Sofy)
Adnan yang sulit mencernak kata-kata kakaknya terdiam sejenak.dalam benaknya terbayang semua kebaikan Devan dan ia juga menyaksikan langsung betapa Devan sangat menyayangi kakaknya.tapi,yang ia dengar dari Sofy hari ini membuatnya terheran-heran.
"tapi ni selama ini mas Devan itu sudah menjaga dan memperlakukan uni dengan baik,sangat sabar terhadap uni.Adnan bisa lihat betapa mas Dev itu menyayangi uni sepenuh hati"
"itu semua bohong nan,itu semua palsu...itu dia lakukan untuk menyembunyikan kebusukannya nan...kamu harus percaya uni nan...hiks...hiks...hiks..."
Adnan pun memeluk Sofy yang tengah terisak-isak dalam kesedihannya.ia masih belum bisa percaya dengan yang disampaikan Sofy.setelah cukup lama menangis,Sofy mulai agak tenang dan meminta Adnan mengambil hpnya yang ada di atas meja rias di kamarnya.lalu Sofy sibuk mengotak-atik hpnya sejenak,seperti sedang mencari sesuatu.
"uni akan buktikan sama kamu nan,bahwa dia ga sebaik yang kamu fikir.kemudian jari Sofy berhenti pada sebuah foto dan memperlihatkannya ke Adnan.nah,ini kamu lihat nan dia sedang bersama seorang gadis sedang tertawa di cafe.ini uni langsung ya ambil nan,apa kamu masih ga percaya...?"
"Astagfirullah ni,,,Adnan benar-benar ga menyangka mas Devan sejahat ini.tega-teganya dia mengkhianati uni"(Adnan nampak sangat kesal dan berusaha menahan amarah,tapi ia tetap berusaha meredam demi menjaga perasaan Sofy)
"iya nan,itu lah dia yang asli.uni tau nan,selama ini pernikahan uni tidak berjalan dengan baik.tapi,dia kan bisa ngomong baik-baik nan kalau sudah mencintai perempuan lain.itu akan lebih baik daripada,daripada bermain api seperti ini.maaf nan,kamu jadi tau masalah uni.karena cuma kamu satu-satunya yang uni miliki sekarang"
"iya ni,ga apa-apa.uni tenang aja,nanti Adnan bantu menyelesaikan masalahnya.sekarang yang penting,uni istirahat dulu ya,ok..."(berusaha tersenyum meskipun merasa sakit hati kepada iparnya yang tega mengkhianati kakaknya)
"hoammm,Sofy beberapa kali menguap.mata uni berat banget nan,ngantuk banget nan"
"ya udah,uni istirahat ya biar cepat pulih.Adnan keluar dulu biar uni bisa istirahat dengan nyaman"
kemudian Adnan beranjak meninggalkan Sofy yang tertidur keluar menuju ke kamarnya.sesampai di kamarnya,darah Adnan terasa masih sangat mendidih mengingat foto Devan dengan seorang gadis yang ditunjukkan Sofy.
"Awas kamu mas!!!"(sambil meninju dinding kamarnya)
...****************...
Assalammualaikum...
hay,,,hay,,,hay
mohon dukungan dan sarannya ya semua...
🙏😊
__ADS_1