
di dalam mobil Devan tampak Adnan sangat antusias dan bersemangat bercerita macam-macam topik yang menarik.mereka bukan seperti baru berkenalan,tapi terlihat sudah sangat akrab.Devan merasa mendapatkan sosok adik laki-laki yang belum pernah ia miliki selama ini dari Adnan.Begitu pula sebaliknya,Adnan pun merasa mendapatkan sosok abang dari diri Devan.Saking serunya seolah macetnya jalanan Jakarta siang itu tak terasa bagi mereka.
"Kalau mas tebak yaaa,kayaknya kamu idola cewek juga y nan di kampus?"
"Iya dunk mas,Adnan gitu lho...heeheehee"(dengan nada sok kepedean ala anak alay jaman now)
"Kamu tu lucu banget ya nan,mas jadi terhibur ngobrol sama kamu..."(dengan tawa yang cukup membuat Adnan kaget)
"ternyata ma Dev itu humoris juga ya...kirain mas itu kaku,arogan ya kayak susah di ajak ngobrol gitu.tau nya malah seru banget mas.kita berdua kayak punya banyak kesamaan gitu lho mas,mungkin bedanya kadar kegantengan aku ja yg melebihi mas Dev"(dengan nada penuh kemenangan)
"haahaahaaa...bisa aja kamu nan.iya kamu mank ganteng,mas setuju sama kamu.ga mungkin kan kamu tu cantik kayak Sofy.!heheehee"(haduhhh keceplosan aku,guman Devan dalam hati)
"o,,o,,o...sepertinya ada aroma sesuatu mas,mas bisa nyiumkan aroma apa?"(dengan nada yang sedikit mengejek)
"aroma nan,aroma apa c maksud kamu?"(pura-pura tidak tau dan berusaha menyembunyikan wajahnya dengan memantapkan pandangan menyetir ke depan karena tau dan malu dengan maksud perkataan Adnan)
"alaaahhh,,,mas Devan ini.kalau sama Adnan terus terang ja mas,biar urusan mas Dev juga terang terus...haahaahaa"(tertawa terpingkal-pingkal melihat perubahan di wajah Devan)
"uuummmm,,,dasar anak kecil kayak tau ja urusan orang dewasa"(berusaha tersenyum untuk menyembunyikan perasaannya)
"jujur ja kalau mas itu mau Adnan bantuin buat deketin uni Sofy?Adnan bisa liat kok dari tatapan mas tadi k uni,,,penuh dengan cintaπππhaaahaaahaaa"
"ya udah,mas ngaku ja dech sana kamu.tapi beneran bantuin mas ya buat deketin uni kamu.kasih tau mas apa yang Sofy suka n gak suka,hobi Sofy,pokoknya semuanya"(penuh harap)
"tenang mas,tapi zaman sekarang ga ada yg gratisan y mas"(tersenyum sambil mengangkat alisnya beberapa kali)
__ADS_1
"kalau soal itu kamu tenang aja nan,kamu mau berapa pasti mas kasih"
"haduhhh,,,bukan itu maksud Adnan mas,uni Sofy ga bisa dinilai sama uang berapa pun.mas jangan macam-macam ya ntar Adnan hajar lho!!!"(dengan wajah sedikit serius)
"slowdown nan,bukan gitu juga maksudnya mas.trus kamu mau apa gitu nan,coba bilang ke mas"
"Adnan cuma minta kalau memang mas serius dan mencintai uni Sofy,jangan pernah mas sakiti hati uni,selalu bahagiakan uni.Adnan ga mau uni sampai sedih,apalagi tersakiti oleh laki-laki mana pun termasuk Adnan sendiri mas selaku adik.Walaupun mungkin Adnan sering buat uni jengkel,tapi Adnan sangat menyayangi uni."(kali ini Adnan terlihat sangat serius)
melirik ekspresi keseriusan Adnan,Devan pun dalam hati bahwa wanita pertama bernama Sofy yang telah berhasil mengetuk pintu hatinya akan menjadi wanita yang harus ia bahagiakan seumur hidupnya.
"jangan cemas nan,mas benar-benar ingin serius dengan Sofy,kalau perlu mas akan lamar Sofy dalam waktu dekat ini"
"kalau saran Adnan,mas Dev jangan terlalu terburu-buru.lebih baik mas dan uni saling mengenal lebih dekat dulu satu sama lain.apalagi berniat menikah itu mas,sebuah kesakralan yang ga main-main yang seharusnya terjadi sekali seumur hidup"
"iya nan,,,mas rasa juga sebaiknya begitu.o ya,mas ga nyangka kamu bisa sebijak ini di usia yang masih terbilang muda dan kecil dari mas"
"tapi nan,mas agak ga yakin.soal perasaan Sofy ke mas gimana.atau malah mungkin dia sudah punya pacar atau seseorang yang ada di hatinya"
"kalau soal itu Adnan jamin ga ada pacar,suka-sukaan atau sejenisnya mas.kalau soal perasaan uni ke mas itu bisa di atur.yang penting mas Dev punya sabar yang lebih"
"oh ya...sabar lebih?maksudnya???"
"iya mas,soalnya uni Sofy belum pernah sekali pun membuka hatinya untuk laki-laki.uni takut kehilangan suatu hari nanti seperti ibu kami.jadi uni memang selalu fokus untuk belajar,sekolah dan kuliah.makanya nilai uni bagus terus mas"
"hhuuuffff,,,mas benar-benar merasa bersalah atas peristiwa yang terjadi hari itu nan.walaupun terjadi antara ayah kamu,mang Asep dan papa,tapi ini juga ikut jadi tanggung jawab mas sebagai anak.tapi,mas benar-benar tulus mencintai Sofy dan ingin menjaganya seumur hidup mas.bukan kasian terkait peristiwa masa lalu itu"
__ADS_1
"iya mas,Adnan percaya kok.entah mengapa dari awal ketemu mas Sdnan yakin mas itu baik dan cocok untuk uni Sofy.hhhmmm,,,tapi apa mas belum pernah punya pacar sebelumnya?apalagi Adnan dengar dari pak Hamdi mas pernah kuliah di LN kan?"
"belum sama sekali nan.huuuffff,,,(sedikit menghembuskan nafas).sebenarnya kisah mas ga jauh beda sama Sofy.kehilangan mama membuat mas sangat terpukul dan takut untuk memulai hubungan dengan wanita mana pun,sampai hari pertemuan mas dengan Sofy.mas merasa ada sesuatu yang beda n membuat mas selalu teringat dan ingin bertemu kembali.mungkin kamu ga akan percaya dengan yang mas bilang,tapi memang itu kenyataannya nan"
"wah,,,bisa kebetulan gitu ya mas dan uni punya kesamaan.apa mungkin benar-benar semua ini takdir ya mas?seperti semuanya sudah di atur Allah dengan baik"
"semoga ja ya nan,mas harap begitu.sekarang kita harus menemukan solusi untuk masalah Sofy.semoga Sofy juga bisa membuka hatinya untuk mas ya nan"
"Aamiiin.Adnan pasti akan do'ain yang terbaik buat mas dan uni"
"makasih ya adik ipar.heeeheee"
"hah???baru dikasih lampu hijau udah ge er aja ni mas Devan.haaahaaa"
"jangan buat mas mellow lagi ya nan.hati mas rapuh lho!!!"(sambil tertawa)
"harus kuat dong mas sebagai laki-laki.harus semangat dan berjuang sampai titik darah penghabisan"(dengan nada seperti orang sedang berpuisi dengan ekspresif sekali)
Devan pun tertawa terpingkal-pingkal melihat Adnan.πππ
"lama-lama rahang mas bisa ngilu kalau dekat kamu terus nan.ngobrol sana kamu benar-benar beda"
"o,,o,,o...jangan salah jatuh cinta sama aku ya mas,sama uni ja...ntar aku nya jijik...haaahaahaaa"π ππ
"kamu bisa ja nan..."
__ADS_1
tak terasa mobil Devan pun sudah memasuki pekarangan rumah Sofy berkat arahan Adnan.sebuah rumah minimalis berdampingan dengan tempat usahanya yang cukup asri di tengah kota Jakarta.di bagian depan rumah banyak tanaman hijau di tanah dan tertata di pot dan di rak membuat sejuk mata jika duduk di teras depan.
...****************...