
setelah Sofy dan Adnan pergi nampak bu Mariam sedang bicara serius dengan pak Hamdi.
"pak,gimana Devan?"
pak Hamdi sepertinya sangat paham arah pembicaraan bu Mariam.
"sepertinya kita memang sudah satu pikiran bu.saya memang mau menceritakan soal Devan dan Sofy.cuma agak ragu dengan kondisi bu Mariam saat ini"
"entah mengapa pak,hati saya mengatakan bahwa Devan itu akan menjaga Sofy dengan baik.saya merasa tidak mampu bertahan lebih lama pak."
"Devan memang sudah mengutarakan niatnya untuk melamar Sofy kepada saya bu.cuma kami masih menunggu waktu yg tepat.tapi bu,bagaimana dengan Sofy?"
"nanti biar saya yg bicara sama Sofy pak.saya ingin melihat mereka segera menikah"
"saya sependapat bu,cuma gimana ya bu?"
mereka berdua hening sejenak...
kemudia bu Mariam mulai kembali bersuara.
"pak Hamdi,gimana kalau pernikahannya dilaksanakan disini saja?"
"apa ibu yakin dengan rencana ini?"
"saya sangat yakin pak.tapi saya belum bisa membantu persiapan pak.tapi ini memang keinginan kuat di dalam hati saya"
"baiklah bu.nanti biar Rena,Rafa dan Devan yg membantu saya,ibu tenang saja"
"baik pak,besok pagi kita segerakan ijab qabulnya"(sambil tersenyum)
"baik bu"(pak Hamdi pun ikut tersenyum)
Adnan dan Sofy masuk tepat sesaat pak Hamdi dan bu Mariam selesai bicara.mereka berdua langsung mendekat ke ranjang ibunya.bu Mariam pun menyuruh Sofy duduk disebelahnya.
"nak,apa kamu benar-benar menyayangi ibu?"
"Sofy saaaangat menyayangi ibu"(memeluk ibunya)
__ADS_1
"kalau begitu,uni maukan memenuhi permintaan ibu?"
"tentu saja bu,apa pun akan Sofy lakukan demi ibu yg Sofy sayang..."
"nak,Devan putra pak Hamdi adalah pemuda yg ibu yakini akan menjaga dan menyayangimu dengan baik"
"ma-maksud ibu?"(Sofy mulai bertanya-tanya dan gugup mendengar ucapan ibunya)
"ibu ingin besok Sofy dan Devan menikah dihadapan ibu besok nak..."
deg...
Sofy terdiam seakan tak percaya dengan apa yg didengarnya.ingin rasanya membantah kata-kata ibunya,tapi apa ia sanggup melakukan disaat kondisi ibunya seperti sekarang?namun,apakah ia bisa menerima menikah dengan orang yg belum begitu ia kenal?cukup lama Sofy hanyut dalam pikirannya.
bu Mariam pun memegang tangan Sofy"gimana nak?"
Sofy pun menoleh ke ibunya "iya bu"(kata itulah yg keluar dari mulut Sofy)
"kamu setuju nak?Alhamdulillah..."bu Mariam nampak sangat senang mendengar jawaban Sofy
"Alhamdulillah"pak Hamdi juga nampak senang
Sofy pun mencoba tersenyum,meskipun dengan bibir yg sedikit bergetar.
ya Allah,kenapa secepat ini?kenapa harus mas Devan?kenapa harus di rumah sakit?kenapa ketika kondisi ibu seperti ini?gumam Sofy dalam hati
"kalau begitu saya pamit dulu bu,mencari Devan dan Rena untuk mempersiapkan semuanya"pinta pak Hamdi
"baik pak,terima kasih"
"iya bu,sama-sama.Adnan,Sofy bapak pamit dulu"
Sofy dan Adnan pun bergantian menyalami dan mencium tangan pak Hamdi.setelah mengucapkan salam pak Hamdi pun berlalu hilang di balik pintu.
sepanjang hari itu Sofy hanya banyak diam,apalagi saat ibunya tidur.kata-kata ibunya seakan masih melintas diingatan dan telinganya.cuma ketika bertatapan dengan ibunya Sofy selalu berusaha tersenyum.
...***...
__ADS_1
tak terasa jam sudah menunjukkan jam delapan malam hari itu.bu Mariam yg dalam pengaruh obat pun nampak tidur lelap.sementara Adnan dan Sofy sedang menyantap makan malam yg dipesan via gofood oleh Adnan.Adnan bisa merasakan apa yg dipikirkan Sofy saat ini.apalagi dari tadi,Sofy hanya mengaduk-aduk makanannya.
"ni,Adnan tau ini berat untuk uni.tapi ni,entah mengapa Adnan juga sependapat dengan ibu dan pak Hamdi.Adnan yakin,mas Devan itu jodoh yg sudah dipersiapkan dan dikirim Allah untuk uni"
"entahlah nan.uni sebenarnya belum yakin.tapi demi ibu,uni terima.uni ingin melihat ibu tersenyum bahagia nan"(butiran bening pun jatuh di sudut mata Sofy)
"Adnan yakin,pelan-pelan uni akan bisa menerima kehadiran mas Devan"
"semoga saja nan.semoga ini memang hal terbaik yg harus terjadi"
"Aamiiin"jawab Adnan
mereka pun lanjut bercerita sampai jam setengah sebelas malam.Adnan pun nampak sudah tidur nyenyak di sofa.sementara Sofy berbaring di tempat tidur keluarga pasien sambil menatap ke arah ibunya.
semua ini demi ibu.Sofy akan lakukan apa pun demi ibu.Sofy ingin ibu selalu tersenyum bahagia bu.semoga ini yg terbaik buat semua bu...Sofy berbisik pelan
lelah berpikir sambil menangis membuat Sofy mengantuk dan tertidur.namun,jam setengah empat subuh,Sofy kembali terbangun.Sofy pun memutuskan untuk mandi dan berwudhu lalu melaksanakan sholat tahajjud.setelah itu Sofy nampak berdzikir lalu mengadahkan tangan memohon do'a kepada Allah untuk kesembuhan ibunya dan membuat dirinya siap menghadapi pernikahannya nanti.sembari menunggu waktu Subuh,Sofy terus berdzikir agar dirinya lebih tenang.
jam empat lebih pun azan Subuh terdengar berkumandang di hp Sofy.ia pun menyegerakan dua rakaat,lalu mengakhiri ibadahnya dengan memohon do'a yg sama.tak lama kemudian nampak Adnan bangun,ia pun segera berwudhu dan melaksanakan kewajibannya subuh itu.
suara bu Mariam pun terdengar memanggil Sofy.
"uni..."
"iya bu,ibu sudah bangun"(Sofy meletakkan mukenahnya dan mendekat ke ranjang ibunya)
"iya nak.uni,pa uni keberatan dengan keputusan ibu?"
Sofy pun tersenyum dan menjawab"tidak bu.Sofy yakin kalau pilihan ibu adalah yg terbaik"
"terima kasih nak"bu Mariam pun memeluk Sofy sambil mengusap-usap kepala putrinya yg ditutupi hijab
Adnan yg baru selesai sholat pun langsung ikut memeluk sang ibu.bu Mariam pun sangat senang berada dalam dekapan kedua anaknya
***
sekitar jam sembilan pagi itu nampak ruangan perawatan bu Mariam telah di sulap menjadi ruangan akad nikah.pernikahan itu hanya dihadiri keluarga Sofy dan Devan,ditambah penghulu dan dua pejabat KUA yg hadir sebagai saksi.Devan nampak gagah memakai setelan pakaian broken white dengan sedikit payet dibagian depan baju dan peci.sementara Adnan pun nampak lebih berwibawa memakai baju koko bewarna putih dan peci hitam di kepalanya.
__ADS_1
setelah menjelaskan tata cara ijab qabul kepada Adnan dan Devan dan memastikan keduanya telah paham,acara pun dilaksanakan.ijab qabul pun berjalan dengan lancar,setelah itu Sofy dengan didampingi Rena masuk kedalam ruangan.Sofy nampak cantik dan anggun memakai kebaya dengan warna yg sama dengan pakaian yg di pakai Devan.riasan natural menambah kecantikan Sofy hari itu.kemudian Sofy menyalami tangan Devan,lalu Devan pun mengecup kening Sofy lembut.keduanya pun masih terlihat canggung dengan hal tersebut.setelah selesai menandatangani surat-surat dan buku nikah,mereka pun membuat foto keluarga sesuai permintaan bu Mariam.bu Mariam pun duduk bersandar di ranjang,dengan Sofy disebelah kiri dan Devan sebelah kanan.kemudian di samping Devan ada Adnan dan Rafa,sedangkan disamping Sofy ada Aurel dan Rena.lalu Rena meminta fotografer mengambil beberapa gambar Sofy berdua dengan Devan.Rena dan Rafa pun mengarahkan gaya mereka agar lebih mesra,walaupun masih agak kaku keduanya pun mengikutinya.bu Mariam nampak sangat bahagia dan bersyukur dengan pernikahan putrinya,meskipun di tempat dan suasana yg tidak seharusnya.
...****************...