
menyadari pergerakan Devan Sofy pun memanggilnya...
"tu,,,tunggu mas."(masih terlihat agak ragu-ragu)
Devan pun duduk kembali di tempat semula.ia duduk dengan tenang,sambil sesekali menatap ke arah Sofy yg tampak masih bingung harus mulai cerita dari mana.setelah menghembuskan nafas tiga kali,Sofy pun mulai bercerita...
"uuummmm,,,mas sebelumnya Sofy minta maaf udah ngerepotin semua keluarga mas buat ikut ngejagain ibu"
"iya Sofy,ga apa-apa kok.kami sekeluarga ikhlas kok bantuin kamu kok"(sambil tersenyum)
"makasih y mas"
"iya,sama-sama Sofy"
lima menit terjadi keheningan antara kedua dan hanya suara detik jam dinding RS yg terdengar.tik,,,tok,,,tik,,,tok...
"mas,Sofy mohon jangan sampai ibu tau tentang penyakitnya ya.kata Dokter Haris ibu menderita vertigo sentral yang mempengaruhi sistem syaraf pusat di otak ibu.vertigo ibu yg berulang ternyata menyebabkan ketidakseimbangan fungsi tubuh dan tumor otak.trus sekarang tumor itu udah menyebar mas dan..."(Sofy melap dengan cepat air matanya)
"ga apa-apa Sofy,lepasin ja tangisanmu.kamu boleh menangis disini,tapi jangan di depan bu Mariam ya"
"Sofy,,,ingin tegar mas,tapi susah banget mas..."
"iya mas tau,kamu yg kuat yaaa.trus apa lagi kata Dokter tadi?"
"trus kata Dokter kalau pun dilakukan tindakan operasi,kemungkinan berhasilnya cuma beberapa persen saja mas.tapi,itu juga ga bisa dilakukan sekarang mas,karena kondisi ibu yg begitu lemah.jadi sekarang ibu cuma bisa memakan obat yg memperlambat perkembangan tumor otaknya mas.Sofy bingung mas,Sofy ga tau harus gimana lagi.Sofy juga ga tau gimana caranya buat kasih tau Adnan soal kondisi ibu sekarang"(menangis tanpa malu lagi ada Devan di depannya)
"hhhmmm,,,y udah,sekarang yg penting kita ikutin ja saran Dokter Haris y Sofy,jangan lupa selalu berdo'a untuk kesembuhan ibu ya.trus kalau soal Adnan nanti mas akan bantu untuk menyampaikannya"
"baik mas,makasih banyak ya mas"(masih agak terisak)
"iya Sofy.sekarang kita makan siang di kamar ibu yuk.tapi sebelum masuk,lebih baik kamu cuci muka dulu biar ibu ga tau kalau kamu habis nangis disini"
"iya mas Sofy cuci muka dulu,tapi Sofy ga laper mas"
"Sofy,kamu harus makan supaya sehat dan bisa jagain ibu.mas harap kamu juga bisa bertingkah biasa aja di depan ibu ya,jangan sampai kesedihan kamu di ketahui oleh beliau,ok!"
"Insyaallah mas,kalau gitu Sofy cuci muka dulu ya mas.makasih mas"
__ADS_1
"ok,kalau gitu mas masuk dulu.ingat,kalau sudah cuci muka ga boleh ada air mata lagi di pipinya.Sofy harus tersenyum yaaa.coba senyum dulu"(mencoba menguatkan Sofy)
Sofy pun tersenyum,lalu pergi menuju toilet wanita yg tak jauh dari kamar ibu.sementara Devan kembali ke ruangan bu Mariam.
ceklek..."Assalammualaikum"
"Waalaikumsallam"jawab bu Mariam dan Renata
"kok lama banget kamu Dev perginya?memang beli makan siang dimana?"(tanya Rena heran)
"dekat RS kok mba,tadi rame banget.so,ngantrinya lumayan lama"(tersenyum mengingat pembicaraannya dengan Sofy tadi,apalagi ketika Sofy membalas senyumannya).ibu udah makan dan minum obat?"
"udah nak,tadi Rena yg nyuapin ibu"
"ya udah,ibu istirahat lagi ya bu.biar cepat pulih..."
"iya nak,makasih banyak ya nak"
"iya bu,ntar kalau ibu butuh apa-apa panggil Rena atau Devan ya bu.Rena dan Devan makan siang sebentar ya bu"
Devan dan Rena pun lalu duduk di sofa ruangan itu untuk bersiap makan.tak lama kemudian Sofy muncul di hadapan mereka...
"Assalammualaikum"
"sssttt"(Rena meletakkan telunjuk di bibirnya).
Waalaikumsallam..."(jawabnya pelan)
"Waalaikumsallam.ayo Sofy gabung makan siang disini"
"iya mas"(Sofy pun memilih duduk di sebelah Rena)
hhhmmm,,,baru kali ini Devan ngomong ke Sofy,Sofy nya nurut lagi sama kata Devan.upppsss,sepertinya ada hal yg luput dari pandangan aku ini.apa jangan-jangan di luar tadi mereka...
"mba,mba Rena kenapa?"(Devan pun menyolek tangan Rena)
"ooo,,,ga.mba kenapa-napa kok.ayo kita makan Dev,Sofy..."(ntar aku harus wawancarai kamu Dev,kata Rena dalam hati sembari tersenyum)
__ADS_1
mereka bertiga pun makan bersama.Devan dan Rena makan dengan lahapnya,sementata Sofy makan pelan dan sedikit saja karena masih sedih memikirkan kondisi ibunya.setelah selesai makan Sofy pun duduk di sebelah ibunya.banyak sekali memory bersama ibunya seperti film yg sedang tayang melintas di depan Sofy.sementara Rena mengajak Devan keluar karena sudah sangat penasaran dengan apa yg telah ia lewatkan.
baru saja duduk Rena langsung menghujani Devan dengan berbagai pertanyaan...😁
"Dev,tadi kamu ngikutin Sofy ya?trus kalian jalan kemana?ngomongin apa aja?trus gimana tanggapan Sofy sama kamu?apa kalian berdua udah jadian atau malah berencana menikah gitu?"
"stop mba...nanyanya satu-satu ja ya mba.trus kalau memang mba mau tanya soal Devan dan Sofy,cukup mba kasih satu pertanyaan,ok!!"
"iya,iya...trus gimana kamu sama Sofy?jawab serius dan jujur Dev,no drama,ok!!"
"ya ampun mba,iya pasti.jadi tadi itu pas balik beli makan siang,aku liat Sofy nangis disini mba,trus..."
belum sempat Devan melanjutkan kata-katanya Rena mulai ngoceh lagi,kali ini membuat Devan nampak kurang senang.soalnya ini masalah serius,bukan main-main seperti kelakar mereka biasanya.
"mba,plisss...ini tu soal hidup mati seseorang.serius dong mba!!"(sambil mengerutkan dahinya)
"maaf Dev,mba cuma penasaran"
"iya mba,aku tau.Dev lanjut ya mba...awalnya sempat ragu buat ngedeketin Sofy karena mba tau lah ya gimana Sofy selalu keliatan kurang respect gitu mba sama aku.tapi,tadi ga seperti biasanya mba,aku berhasil ngeyakinin Sofy buat cerita.ternyata vertigo bu Mariam itu mengganggu sistem syaraf pusatnya mba,menyebabkan tumor otak.lebih menyedihkan lagi,tindajan operasi pun punya kemungkinan kecil untuk menyelamatkan ibunya Sofy mba.ditambah lagi,situasi saat ini ga memungkinkan bu Mariam untuk di operasi,cuma obat penghambat perkembangan tumor otak yg bisa dilakukan saat ini mba"
"Ya Allah...mba ga nyangka akan separah itu Dev.trus Sofy gimana?"
"pas cerita tadi Dev minta Sofy melepaskan segala bebannya mba.Dev juga minta supaya Sofy tegar di depan ibunya,supaya tidak memperburuk keadaan.nanti Dev juga ajan kasih tau Adnan mba,ini janji aku tadi sama Sofy"
"hhhmmm,,,kasian juga ya Dev Sofy.pasti sekarang dia sangat sedih.kita harus selalu kasih support ke Sofy dan Adnan ya Dev"
"iya mba,itu pasti mba.satu lagi mba,sepertinya Dev akan segera melamar Sofy nanti setelah sikonnya tepat.nanti Dev akan minta pendapat papa.Dev ingin melindungi Sofy dan Adnan mba,ingin menjaga mereka"
"mba pasti dukung keputusan kamu Dev.Sofy itu gadis yg baik dan cocok sama kamu,tapi kamu harus pintar-pintar cari waktu yg tepat.jangan sampai hal ini nanti malah membebani Sofy"
"ok mba,Dev telpon papa dulu y mba.mba tolong temani Sofy dulu ya"
"ok Dev,siiip"
Rena pun segera masuk ke ruangan bu Mariam,sementara Devan tetap di luar menghubungi papanya untuk menceritakan hal yg telah diceritakannya kepada Renata.
...****************...
__ADS_1