
Hari ini terdengar azan Subuh begitu merdu di telinga semua orang.tampak bu Mariam,Sofy dan Adnan bangun dan segera menunaikan dua rakaat di kamar masing-masing.tidak seperti hari biasa,kali Adnan ikut ke dapur berkumpul dengan ibu dan Sofy karena hari ini tidak ada mata kuliah di kampus.Sofy nampak tengah sibuk mempersiapkan sarapan,sementara sang ibu sedang menyeruput lemon teh hangat buatan Sofy seperti biasa.Adnan pun segera duduk disamping sang ibu.
"Assalammualaikum ibu,selamat pagiiii..."
"Waalaikumsallam nak bujang ibu.hhmmmm,kayaknya ada yang lagi ada maunya ini sama ibu?"(sambil tersenyum)
"pasti bu,Adnan ngebaik-baikin ibu pasti ada maunya tuuuu"
"apaan si ni,sama sekali ga ko bu.jangan suka percaya sama uni yang cerewet dan suka ngeles kayak bajaj bu..."(sambil mencibir sang kakak)
"Adnan,kenapa si kamu tu selalu aja kayak anak kecil...?!"(mulai geram dengan tingah sang adik)
"laahhh,,,bukannya uni ya yang selalu usil dan ngatain aku"
"sudah,sudah...sampai kapan si kalian berdua seperti anak kecil.malu-maluin ibu ja,kayak ga bener mendidik kalian"(pura-pura sedih)
Sofy dan Adnan pun segera menghampiri dan meminta maaf.mereka benar-benar nampak cemas melihat ekspresi sang ibu.Keduanya pun memeluk bu Mariam,Adnan di sebelah kanan dan ibu di sebelah kiri.bu Mariam yang semula pura-pura sedih akhirnya merasa sangat senang dan hangat penuh kasih sayang dari kedua anaknya.tak terasa bulir-bulir bening menetes dari sudut mata bu Mariam.melihat itu,Adnan dan Sofy pun terkejut.
"ibu kenapa bu?"tanya Sofy cemas
"iya bu,ibu kenapa?ibu sakit ya?"sambung Adnan
"ga kok anak-anak ibu yang ibu sayang.ibu cuma terharu saja.ternyata kedua anak ibu sudah dewasa,terutama Sofy pasti sebentar lagi akan menikah.ibu ngebayangin kalau nanti di rumah ini akan ada cucu ibu yang berlarian dan bermain."(dengan nada dan mimik penuh harap)
"benar bu,Adnan juga udah ga sabar punya ponakan yang lucu"
"husssttt,,,anak kecil jangan ikutan nimbrung dunk.nyambung ja kayak gerbong kereta api"(wajah Sofy berubah kesal).bu gimana kalau hari ini kita ke makan ayah,Sofy kangen.(mencoba mengalihkan pembicaraan)
seolah memahami isi hati sang putri bu Mariam mengangguk menyetujui permintaan anaknya.mereka pun sarapan bersama dalam keheningan seolah hanyut dalam pikiran masing-masing.
sekitar jam 08.00 pagi di hari Minggu itu mereka bertiga berangkat menuju pemakaman alm.suami bu Mariam mengendarai mobil MPV Sofy.Sofy memang sudah terbiasa nyetir mobil semenjak punya KTP n SIM untuk membantu mengawasi orderan acara yg sudah ada di list pesanan mereka.lalu lintas lumayan padat hari ini,karena hari libur.ditengah perjalanan tak lupa Sofy berhenti di kedai bunga untuk membeli serangkai bunga mawar putih kesukaannya untuk sang ayah.ini memang sudah menjadi kebiasaan Sofy membawakan sang ayah bunga favorit Sofy,menurut Sofy itu merupakan tanda kalau ia telah berkunjung kesana.cukup lama mereka menempuh perjalanan ke TPU di daerah Jakarta Selatan yang tak jauh dari rumah lama mereka.
__ADS_1
sesampainya disana mereka bertiga langsung menuju makam alm. ayah Sofy yang terletak di sebelah kanan kawasan makam tak jauh dari pohon kamboja yang sedang mekar berjejeran.
"Assalammualaikum yah,Sofy,ibu dan Adnan datang..."(sambil menaruh bunga yang ia bawa)
"iya pak,ibu datang bersama anak-anak"
kemudian mereka bertiga membaca tasbih, takbir, tahmid, dan zikir untuk alm.ayah sesuai sunnah,kemudian berdo'a dan ditutup dengan membaca Alfatihah.
"pak,liat anak-anak kita sudah dewasa.Sofy sekarang sudah lulus kuliah dengan nilai terbaik pak dan juga sudah bisa mengelola usaha keluarga dengan baik.sementara Adnan nilainya di kampus alhamdulillah juga bagus-bagus semua pak.ibu sangat bersyukur pak,kita punya anak-anak yang penyayang dan nurut pak."(bulir-bulir bening pun tak terasa mulai menetes dimata bu Mariam)
melihat pemandangan itu,Adnan dan Sofy berbisik...
"ibu kok tumben nangis ya ni?"(memandang keheranan)
"uni juga ga tau nan,padahal selama ini ibu tegar banget tiap kali kesini"
Sofy pun memeluk kedua lengan sang ibu dari belakang,seakan mencoba menguatkan sang ibu."maaf bu,selama ini Sofy ga pernah liat ibu nangis setiap kali ke makam ayah?ada apa bu?"
ibu pun segera menghapus air mata dengan kedua tangannya."ga ada apa-apa kok nak.ibu cuma lagi terharu cerita soal kalian ke ayah"
"iya nak..."(jawab ibu singkat sambil menarik nafas panjang)
tanpa disadari ada seseorang yang memandangi mereka tak jauh dari sana.sepertinya orang itu juga sedang ziarah ke makam seseorang.demi menjawab keragu-raguannya,orang itu melangkah mendekati Sofy,bu Mariam dan Adnan.
setelah jaraknya lumayan dekat...
"Sofy..."(sapanya lembut)
Sofy yang masih berada diantara bu Mariam dan Adnan pun mencari sumber suara yang memanggilnya."Mas Devan.kok mas bisa ada disini ya?"(tanya Sofy agak kebingungan)
"Mas habis ziarah ke makam mama barusan,tu disana (sambil menunjuk lokasi makan sang mama).ini pasti makamnya alm. ayah Sofy kan?"
__ADS_1
"ooo...iya mas benar."
ehemmmm...Adnan sengaja batuk untuk memecah suasana.
"maaf,mas ini siapa ya.perasaan baru liat?"(Adnan pun memberanikan diri bertanya karena jiwa kekepoannya mulai bergetar melihat lelaki di depannya yang menyapa sang kakak)
Devan pun melangkah lebih maju terlebih dahulu menyalami bu Mariam dengan sopan sambil memperkenalkan diri.
"saya Devan bu,putranya pak Hamdi.kamu Adnan kan?"(mencoba menyapa Adnan yang merasa dicueki)
"ooo,,,ini yg namanya mas Devan...pak Hamdi sering cerita kok tentang mas sama kita,cuma baru kali ini bisa liat langsung sosoknya."(sambil senyum yang cengengesan)
Mas Devan itu ternyata tinggi,ganteng,berwibawa,kaya,pokoknya oke lah ya buat uni Sofy.tapi dia udah punya pacar,tunangan atau malah istri belum yaaa?seru Adnan dalam hati
"manknya papa cerita soal apa aja si nan?ga yg aneh-aneh kan?"(Devan jadi penasaran)
"kalau mas Devan mau tau,mampir aja ke rumah biar kita bisa cerita sambil ngopi atau ngeteh gitu mas.lagian Adnan juga pengen sharing pengalaman mas kuliah di LN.heeheehee.😁boleh kan bu"(pertanyaan Adnan seakan penuh arti)
"boleh dong sayang,itu pun kalau nak Devannya ga lagi sibuk"
pucuk dicinta ulam pun tiba.seakan ini pertanda baik dan semesta mendukung Devan.Devan sangat senang,sakin senangnya seakan ingin ia melompat kegirangan,tapi untung kewarasan masih menahannya😅
"ga bu,ini kan hari Minggu.saya ga kerja kok bu,lagian hari ini saya memang belum ada rencana mau ngapain"(menjawab dengan tetap mencoba menguasai diri dari grogi yang melanda)
"ya udah mas,Adnan naik mobil mas ja boleh ya?biar kita bisa curi star ceritanya"
"Adnan,kamu ini malu-maluin aja"(kata Sofy agak geram melihat tingkah sang adik)
"ga apa-apa kok Sofy,biar Adnan bareng mas aja"
"maaf y nak Devan,anak ibu yang satu ini memang agak gimanaaa gituuu...ya udah,kita berangkat sekarang yuk,udah mulai panas ini"
__ADS_1
semua pun berangkat menuju rumah bu Mariam dengan dua mobil seperti kesepakatan tadi.
...****************...