
lima belas menit kemudian,Dokter Haris nampak keluar dari ICU.ia pun memanggil Sofy,menceritakan kondisi ibunya saat ini.
"Sofy,bu Mariam sudah sadar tapi kondisi beliau masih lemah.mungkin akan dirawat disini dulu sampai kondisi beliau agak membaik.besok pagi saya kan cek kembali kondisi bu Mariam,tapi jika perlu apa-apa silahkan hubungi saya nanti.demi keselamatan dan kenyamanan beliau,untuk malam ini beliau belum bisa dijenguk.di dalam sudah ada suster yg menemani,jika ingin istirahat,silahkan di kamar rawat inap bu Mariam saja.saya permisi dulu"
Sofy hanya bisa menyimak semua penjelasan dari Dokter Haris.setidaknya,sekarang ibunya dalam kondisi yg lebih baik,walaupun ia belum bisa menemui beliau untuk saat ini.
tak berapa lama kemudian,Adnan muncul membawa rantang untuk makam malam Rena dan Sofy.tanpa sepengetahuan Rena dan Sofy,setelah menelpon pak Hamdi Devan ternyata menemui Adnan di kampusnya sepulang Adnan kuliah tadi.awalnya Adnan juga sempat shock mendengar kondisi ibunya,tapi kemudian berkat saran dan support Devan,Adnan pun terlihat lebih tegar.sebagai anak laki-laki,ia sadar harus lebih kuat dari Sofy serta siap dengan kondisi terburuk sekalipun.Adnan pun telah menyetujui perihal Devan yg akan melamar Sofy di saat kondisi sudah memungkinkan.Adnan juga sudah dikabari oleh Dokter Haris tentang kondisi ibunya saat ini.
perlahan Adnan melangkah mendekati Sofy dan Rena.Sofy pun berbalik dan langsung memeluk Adnan yg muncul di hadapannya.satu tangan Rena dengan sigap mengambil rantang yg dibawa Adnan.perasaan haru dan iba menyelimuti hatu Rena melihat pemandangan di depannya.
Adnan melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata Sofy.kemudian merangkul Sofy dan membawanya menuju ruang rawat ibunya.tanpa berkata,Sofy mengikuti langkah kaki adiknya,ia masih bingung bagaimana menjelaskan kondisi ibunya pada Adnan.
sesampainya di ruangan,Sofy bermaksud hendak memberi tahu Adnan kondisi ibunya.
"nan...ibu..."
belum sempat Sofy meneruskan kata-katanya Adnan pun mengangguk seolah memberi kode kalau ia sudah tau semuanya.
"Adnan udah tau ni kondisi ibu,tadi Dokter Haris udah nelpon pas lagi di kampus.uni,jangan sedih lagi ya...kita harus kuat demi ibu.sekarang kita harus do'ain yg terbaik buat ibu ni..."
"iya nan,kamu benar.uni ga nyangka,kamu bisa lebih kuat dari uni.ternyata adik kecil uni sudah besar ya"
"iya ni,Adnan harus kuat,biar bisa jagain ibu dan uni seperti pesan almarhum ayah.sekarang kita sholat isya dulu ya ni,biar lebih tenang dan bisa do'ain kedua orang tua kita"
"iya nan..."
kemudian mereka sholat secara bergantian.kemudian menyantap makan malam rantang yg disiapkan tek Imah yg dibawa Adnan.
"oh ya ni,mba Rena.Adnan hampir lupa.tadi mas Devan minta tolong bilangin,kalau malam ini katanya mau pulang ketemu sama pak Hamdi"
__ADS_1
"pantesan mba ga liat Devan setelah nelpon tadi sore"
"iya mba,katanya mas Devan ada yg penting gitu mau diomongin sama pak Hamdi"
"ooo,,,iya nan.ga apa-apa,lagian disini sekarang kan ada kamu juga"
"iya mba"
setelah selesai makan,Rena nampak merapikan meja dan menyusun kembali rantang yg dibawa Adnan tadi.lalu,duduk disebelan Sofy.malam itu,Sofy lebih banyak diam dan hanya mendengarkan percakapan Adnan dan Rena.sekitar jam sepuluh Rena nampak tertidur pulas di kasur keluarga pasien.sementara Adnan masih sibuk membujuk Sofy supaya mau tidur dan beristirahat.
Adnan pun mengantarkan Sofy untuk berbaring disamping Rena,namun ia menolak.Sofy pun memilih tidur di sofa menghadap ke dinding sofa tersebut.kemudian Adnan menutup tubuh Sofy dengan selimut,lalu Adnan tidur di ranjang pasien ibunya.malam itu terasa sangat berat,Sofy sangat sulit memejamkan mata,baru sekitar jam dua malam matanya nampak terpejam.
***
ketika azan Subuh berkumandang,Sofy nampak telah rapi dan segar meskipun ia kurang tidur tadi malam.ia berharap setelah mandi dan sholat akan memberinya kesegaran dan semangat hari ini.setelah selesai,Sofy keluar untuk melihat kondisi ibunya di ICU walaupun hanya bisa menatap dari kejauhan.
Sofy melihat ibunya sudah membuka mata pagi itu,tapi perawat belum mengizinkan masuk sebelum diperbolehkan oleh Dokter.
kehadiran Adnan yg memegang bahu Sofy membuatnya cukup kaget.kemudian Sofy menjelaskan bahwa ibu mereka sudah membuka mata kepada Adnan.mereka berdua pun memandangi ibunya dengan perasaan sedikit agak lega,karena ibunya nampak lebib baik dari kemarin.
sekitar jam delapan,Dokter Haris datang dan segera memeriksa kondisi bu Mariam.keadaan bu Mariam memang sudah agak lebih baik,jadi Dokter Haris memerintahkan perawat untuk melepas peralatan yg ada di tubuh bu Mariam,kecuali infus.
"kalau kondisi bu Mariam makin baik,nanti siang kita pindahkan beliau kembali ke ruang perawatan"kata Dokter Haris kepada perawat yg ada disana
"baik Dok"jawab perawat itu
kemudian Dokter Haris pun keluar dan memberi tahukan kondisi bu Mariam kepada Sofy dan Adnan.Sofy dan Adnan terlihat lega dengan berita itu.
***
__ADS_1
sekitar jam satu siang bu Mariam nampak telah dipindahkan perawat didampingi Dokter Haris kembali ke ruang perawatannya.Sofy,Adnan dan Rena yg baru siap melaksanakan empat rakaat Zuhur pun tersenyum menyambut kedatangan bu Mariam di ruangan itu.bu Mariam terlihat lebih segar dari sebelumnya.ia pun tersenyum memandang putera dan puteri kesayangannya.
Sofy dan Adnan pun segera mendekat duduk di pinggir ranjang ibunya.mereka berdua memeluk dan mencium pipi bu Mariam penuh kasih sayang.suasana haru pun sangat terasa di ruangan itu.
tak lama kemudian,terdengar suara pintu ruangan terbuka.
ceklek,,,"Assalammualaikum"salam pak Hamdi dan Devan serentak
"Waalaikumsallam"semua yg berada di ruangan pun menjawab.
pak Hamdi mendekat ke bu Mariam,sementara Devan menemui Renata.Renata dan Devan pamit untuk keluar sebentar dengan alasan membeli makan siang.padahal sebenarnya ada hal yg penting ingin mereka bahas.
pak Hamdi menanyakan kondisi bu Mariam.sebenarnya ingin sekali ia mengutarakan niat putranya untuk melamar Sofy,tapi entah mengapa hatinya terasa terbagi dua.sebagian seolah berkata harus disampaikan sekarang,dan sebagian lagi membuatnya ragu dengan kondisi bu Mariam saat ini.tapi lama kelamaan seakan hati dan pikirannya di dominasi ingin sekali menyampaikannya saat itu juga.
pak Hamdi memandang Adnan,seolah memberi isyarat.Adnan yg sepertinya paham pun mengajak Sofy untuk mencari udara segar di luar sambil membeli coklat panas yg ada di kantin RS.
"ni,kita keluar sebentar yuk.beli coklat panas sambil menghirup udara segar.bolehkan bu?"
"tapi nan,ibu gimana?"
"sudah nak,pergi saja.biar ibu disini sama pak Hamdi.kan selama ibu sakit Sofy belum pernah keluar,lagian dekat kok"(berusaha tersenyum demi meyakinkan putrinya)
Sofy tidak bisa menolak kata-kata ibunya.
"Sofy keluar sebentar y bu.Sofy titip ibu ya pak,nanti kalau ada apa-apa,tolong cepat hubungi Sofy"
"ia nak,kamu tenang saja"jawab pak Hamdi
kemudian Sofy dan Adnan pun berlalu keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
...****************...