Pernikahan Impian Sofya

Pernikahan Impian Sofya
Pahitnya Masa Lalu


__ADS_3

Jam menunjukkan jam 03.00 subuh hari itu...Sofy yang tengah tertidur lelap terlihat menangis dan keringat nampak bercucuran di kepalanya...Sofy menggeleng-gelengkan kepala,berteriak dengan nafas yang terlihat sesak...Makin lama suaranya pun makin keras seperti orang yang kaget dan ketakutan...


"Ayaaaahhhhhhhh........"(bruuukkkk).tubuh ayah Sofy pun ambruk seketika di depan matanya"


ia pun langsung berlari menuju tempat tubuh ayahnya terbaring bersimbah darah.kemudian Sofy meraih kepala sang ayah dan menaruh di pangkuannya...si pengemudi mobil dan tuannya pun langsung turun dan menggendong tubuh ayah Sofy ke mobilnya...


"Mari ikut kami nak"tutur tuan mpunya mobil mewah tersebut.


tanpa mengiyakan Sofy yang bercucuran air mata dengan tubuh yang sudah berasa melayang di udara patuh saja mengikuti orang tersebut...


"segera menuju rumah sakit terdekat"perintah sang tuan kepada supirnya.


"baik tuan"jawab sang supir


selama diperjalanan Sofy yang merasa sangat terpukul melihat kondisi ayahnya tersebut hanya terdiam dan terus beruraian air mata...pertanyaan yang dilontarkan oleh sang pemilik mobil seakan tak menembus ke telinganya...kesedihan yang amat menusuk seakan membuat Sofy tak peduli akan sekitarnya.bahkan perjalanan ke rumah sakit pun terasa seakan sangat sangat jauh baginya...


Sesampainya di rumah sakit,ayah Sofy pun langsung dibawa ke IGD dan ditangani oleh Dokter...Suster pun menutup pintu dan menginstruksikan agar pendamping pasien menunggu di luar.Tuan pemilik mobil pun segera membopong tubuh Sofy ke tempat duduk di ruang tunggu rumah sakit tersebut.


"Sabar y nak,,,ayah kamu pasti akan baik-baik saja.jangan lupa berdo'a y nak".


Sofy hanya mengangguk dalam kebingungan antara harus marah,sedih,dan kecewa terhadap kondisi ayah yang dicintainya...ia masih tidak percaya dengan apa yang belum lama disaksikan sebelumnya...baru tadi pagi ia dan ayahnya bersenda gurau ketika di perjalanan mengantar ke sekolah.tapi siang ini ia harus mengalami peristiwa yang sangat tidak disangka...dalam kediaman beberapa saat kemudian Dokter pun keluar dari ruang pemeriksaan...


tuan pemilik mobil pun langsung menuju Dokter tersebut diiringi oleh Sofy yang masih hanyut dalam pikirannya...


"gimana Dok keadaan pasien?"


"pasien banyak kehilangan darah dengan luka yang cukup parah di bagian kepala pak.sekarang kondisi beliau sedang kritis".


"y Allah...om Dokter apa ayah Sofy akan baik-baik saja,apa ayah akan sembuh atau ayah..."(Sofy pun menangis sesegukan dan tak mampu melanjutkan kata-kata)


"sabar y nak..."ucap pak Hamdi Wijaya.tunggu disini sebentar y nak,sama mang Asep.bapak mau bicara dulu sama Dokter


"sini neng...sambut mang Asep sambil membawa Sofy kembali ke tempat duduk semula"

__ADS_1


sementara itu...


"Dok,saya mohon tolong selamatkan ayah anak ini..."(dengan nada memohon dan mengiba)


"kami akan berusaha semaksimal mungkin pak,cuma saya tidak bisa menjamin karena semua keputusan itu sudah di atur yang Kuasa.sama-sama berdo'a saja yah pak,semoga bapak itu bisa selamat".


setelah menjelaskan ke pak Hamdi,Dokter pun kembali keruangan pemeriksaan dan melanjutkan tugasnya.kemudian pak Hamdi mencoba bertanya pada Sofy...


"nak boleh bapak tau nama nya siapa?"


"Sofy pak..."(masih menangis sesegukan)


"Sofy punya nomor hp ibunya ga?"


"ada pak,di buku agenda kecil Sofy.kemudian Sofy membalik ke halaman yang tertera nomor hp ibunya".


tanpa membuang waktu pak Hamdi pun langsung menghubungi bu Mariam...sudah dua kali pak Hamdi mencoba menelpon ibunya Sofy,namun masih belum diangkat.baru dipanggilan ketiga terdengar sahutan diseberang sana...


"Halo,,,Assalammualaikum...dengan ibu Mariam"


"Saya Hamdi bu,,,mohon agar ibu segera ke rumah sakit **** ****,suami ibu..."


"suami saya kenapa pak?"(perasaan bu Mariam mulai mengatakan ada sesuatu yang buruk sedang terjadi).


"suami ibu kecelakaan bu"


"Astagfirullahal'aziiim"...


bu Mariam pun langsung mematikan panggilan n terdiam kaku selama beberapa menit.tubuhnya seakan disambar petir disiang bolong.badan dan pikirannya pun mulai tidak karuan.namun setelah melihat si kecil Adnan bu Mariam tersentak,segera menggendong meraih tangan putra nya menuju rumah sakit sesuai informasi yang diterima tadi.sepanjang perjalanan ketika menaiki bajaj,bu Mariam selalu berdzikir dengan beruraian air mata.


setelah menempuh hampir satu jam perjalanan,akhirnya mereka tiba di rumah sakit.setelah membayar ongkos bajaj,bu Mariam dan putranya yang masih kebingungan langsung menuju IGD.disana ia melihat Sofy dengan dua orang pria.Sofy pun tersadar dengan kehadiran ibu dan adiknya yang melangkah dengan setengah berlari.kemudian Sofy berlari berhamburan ke pelukan sang ibu...


"bu,,,ayah,,,ayah..."(tangisan Sofy pun pecah kembali

__ADS_1


pak Hamdi n sopirnya mendekat kepada ibu dan kedua anaknya...


"maaf bu,,,saya Hamdi dan ini supir saya Asep"


"jadi bapak yang menabrak suami saya?"(berkata dengan tertahan dan masih tetap mencoba tegar demi kedua buah hatinya)


"maafkan atas keteledoran saya bu"(mang Asep pun langsung menjawab tanpa menunggu tuannya menjelaskan)


"kami akan bertanggung jawab sampai suami ibu sembuh..."imbuh pak Handoko


bu Mariam masih terdiam memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi pada suami dan ayah dari anak-anaknya.ketika obrolan itu belum selesai,Perawat pun keluar dan memanggil keluarga pasien...


"Maaf,,,keluarga bapak Handoko?"


"saya istrinya Dok..."jawab bu Mariam


"silahkan masuk bu,pasien ingin bertemu


tanpa basa-basi dan menjawab,bu Mariam membawa kedua anaknya kedalam ruangan tersebut.betapa kagetnya bu Mariam n anak-anaknya melihat kondisi pak Handoko yang sangat lemah,namun beliau tetap berusaha tersenyum kepada keluarganya.Sofy dan Adnan hanya bisa menangis sambil memanggil ayahnya.bu Mariam kemudian memegang tangan suaminya...


"ayah pasti kuat,ayah harus sembuh demi kami".


"bu,,,tolong jaga anak-anak kita ya.ibu harus kuat demi mereka.apapun yang terjadi itu merupakan sesuatu yang sudah Allah siapkan untuk kita.anak-anak ayah belajar yang rajin ya,nurut sama ibu walaupun nanti ayah udah ga ada..."(dengan suara yang parau dan lemah)


"ayah harus kuat demi ibu,uni Sofy dan Adnan yah"pinta Adnan


dalam kesakitannya pak Handoko masih berusaha tersenyum dan menguatkan keluarganya..."nan,,,kelak kamu harus bisa menjaga ibu n uni Sofy menggantikan ayah ya nak...ibu,kamu dan uni tetap harus kuat...jangan menyalahkan siapapun atas kejadian ini...kalian juga harus sukses ya nak.ayah sayang kalian semua...Laaaillahaillallah...


pak Handoko pun memejamkan mata selamanya menghadap yang kuasa...Dokter segera mencek keadaan pasien untuk memastikan kepergian ayah Sofy...


"Iinalillahiwainnailaihiroji'uuun...yang sabar ya bu,,,anak-anak..."kata Dokter


hanya tangisan dari ibu Mariam dan anak-anaknya yang terdengar memecah ruangan.seketika Sofy pun tersadar dari mimpi kematian ayahnya yang sering ia alami.

__ADS_1


"Astagfirullahal'aziiim..."


...****************...


__ADS_2