
Devan dan Sofy pun turun dari mobil dan berjalan beriringan menuju tempat duduk yang sudah di pesan oleh Devan.Kemudian mereka berdua pun memesan makanan sesuai selera masing-masing.Mereka berdua tidak banyak bicara,hanya suara sendok bertemu piring dan suara beberapa pelanggan restoran yang lain terdengar memecah keheningan mereka.Setelah mereka selesai memghabiskan makan siangnya,Devan meminta bill kepada pelanggan restoran lalu membayarnya.
Mereka pun beranjak ke tujuan selanjutnya,menuju mall untuk jalan-jalan.Devan ingin membelikan apa yang diinginkan istrinya,tapi ia belum mengetahui selera Sofy,makanya ia mengajak istrinya untuk belanja bersama.Ketika langkah mereka berdua menyusuri mall,nampak beberapa orang wanita memandangi Devan.Sofy pun melirik tidak suka kepada wanita-wanita itu sambil membuat langkahnya seirama dengan Devan.Rasanya ingin ia mengambil dan menggandeng tangan suaminya,namun ia belum cukup berani menyentuh suaminya itu.
Devan menghentikan langkahnya sejenak,seolah mendapat ilham yang entah dari mana datangnya,Devan mengambil tangab Sofy dan melingkarkan di tangan kirinya.Kemudian ia kembali meneruskan langkahnya sambil tersenyum kepada Sofy.Sofy yang kaget dengan perlakuan suaminya yang seolah bisa membaca pikirannya pun hanya diam mengikuti ide suaminya tersebut.
Mereka berdua melangkah ke butik pakaian wanita.Devan meminta Sofy untuk memilih baju mana yang ia suka,sambil tetap mengikuti kemana langkah kaki istrinya pergi.
"Mas,memang harus ya kita beli baju hari ini?Sofy rasa baju-baju yang di rumah masih banyak yang bagus kok"
"Udah sayang,kamu pilih ja mana yang suka,yang di rumah itu kan beli sendiri,kalau yang ini dibeliin suami...ok sayang..."(sembari mengedipkan sebelah matanya ke Sofy)
"Iya mas,kalau gitu Sofy ambik yang ini aja,bagus ga mas?"(menunjukkan sebuah dress simpel dan elegant berwana peach kepada suaminya)
"Bagus,ada lagi yang kamu suka?"
"Gak mas,Sofy cuma suka yang satu ini"
"Ok,kalau gitu"
Mereka berdua menuju kasir,kemudian Devan membayar dengan kartu debitnya.Setelah itu,Sofy menggandeng tangan Devan keluar dari butik tersebut tanpa diberi aba-aba lagi.Devan nampak sangat senang sekali karena istrinya tidak malu-malu lagi memegang tangannya.
"Sayang,sekarang kita mau beli apa lagi?"
"Mas,gak usah beliin Sofy yang lain lagi.Sofy pengen mas lebih hemat aja,kan sekarang mas bukan pimpinan perusahaan lagi.Maaf mas,bukan maksud Sofy menyinggung perasaan mas,tapi Sofy merasa banyak hal lain yang bisa kita lakuin kok selain shopping.Misalnya jalan-jalan ke suatu tempat atau kayak kita makan berdua tadi juga udah cukup kok mas..."
"Jadi,sekarang istri mas ini sudah mulai berani berpendapat gitu?"(menghentikan langkahnya dan menatap Sofy)
"Mas,marah ya.Maafin Sofy mas,kalau mas gak suka dengar kata-kata Sofy barusan"
"Gak apa-apa kok sayang.Ok,sekarang kmu mau mas ajakin jalan-jalan kemana?"
"Terserah mas ja,yang penting jalan-jalannya jangan di Mall mas,Sofy bukan cewek yang suka shopping kayak yang lain mas"
"Uummm,,,mas dapat satu info tentang istri mas hari ini.Kayaknya kita harus sering-sering jalan-jalan alias kencan biar lebih saling mengenal lagi.Ok,kita turun ke parkiran yuk,mas akan bawa kamu jalan-jalan ke suatu tempat"
__ADS_1
"Kemana mas?"
"Ada deh...Kamu pasti bakalan suka nanti"
Mereka berdua pun mulai nampak semakin akrab,kecanggungan pun sudah semakin berkurang.Devan berencana mengajak Sofy ke villa keluarganya di Puncak.Setelah masalah yang cukup menguras energi dan pikiran ia ingin melepaskan diri sementara dari hiruk pikuk kota Jakarta.Sofy terus memperhatikan arah mereka pergi,sampai ia menyadari kalau perjalanan mereka makin beranjak meninggalkan kota Jakarta.
"Mas,ini bukannya jalan ke Puncak ya.Kita ngapain pergi jauh banget mas"(wajah Sofy mulai terlihat agak cemas)
"Tenang aja sayang,mas ngajakin kamu itu ke villa keluarga di Puncak,ntar kita bisa jalan-jalan di perkebunan sama pabrik papa.Lagian,mas juga udah ngabarin papa dan Adnan kok soal kepergian kita ini,biar mereka ga khawatir"
"Ooo,,,gitu.Baik mas"
"Kalau capek,tidur aja dulu,ntar kalau udah nyampe mas bangunin ya"
"Ga mas,Sofy ga ngantuk"
Sepanjang perjalan mereka sangat senang bercerita,sesekali nampak mereka tertawa bersama.Hingga tanpa terasa mereka pun sudah mulai memasuki kawasan Puncak yang mempunyai suasana yang berbeda dengan ibu kota.Suasana pegunungan yang hijau sejuk di pandang mata dan sangat menyegarkan.Sofy pun membuka kaca jendelanya untuk menghirup oksigen lebih banyak,ia nampak sangat senang karena memang sudah lama sekali melihat pemandangan seperti hari ini.
Mobil Devan pun berbelok ke sebuah villa yang besar dan mewah terletak tidak jauh dari kebun teh yang cukup luas.Di depan rumah nampak mang Asep supir papa Devan dan Minah istrinya telah menunggu kedatangan mereka.
"Lho mang Asep tinggal disini ya?"
" Iya mang,terima kasih banyak.Bi Minah apa kabar"(menyalami Minah istri Asep)
"Alhamdulillah baik neng.Neng Sofy geulis,den Devan kasep,serasi banget lah pokonya mah"
"Bibi bisa aja"
Mereka semua masuk ke dalam rumah.Devan mengajak Sofy ke lantai dua,menuju kamar favorit Devan yang mempunyai private pool.Sofy pun mendekat ke jendela,melihat pemandangan yang begitu menyegarkan.Devan pun mendekati Sofy.
"Kamu suka disini sayang?"
"Iya mas,Sofy suka banget sama pemandanganny.Makasih ya mas,udah ngajakin Sofy kesini"
"Mas,Sofy mau mandi dulu ya.Duh,aku baru ingat mas kalau kita kesini kan gak bawa persiapan"
__ADS_1
"Tenang aja sayang,kan tadi kita udah belanja..."
"Tapi mas Sofy cuma beli satu dress aja,yang lainnya"
"Tadi sebenarnya mas udah pesan beberapa setelan dress dan lain-lain sama pegawai butik,trus minta langsung si antar ke mobil.Habisnya kamu ga mau milih yang lain sih sayang,jadi mas minta tolong pegawai butik itu aja"
"Ya Allah mas,ntar jangan gitu lagi ya...Uuummm,apa ini udah mas rencanain ya??"
"Hhhmmm,,,gimana ya???Mank kamu gak suka mas ajakin kesink???"
"Bukan gitu mas,kalau kita rencanain kan jadi ada persiapan,jadi Sofy gak ngerepotin mas"
"Udahlah sayang,semua udah mas siapin kok"
"Makasih ya mas,Sofy mau mandi dulu"
Sofy pun membawa pakaian ganti ke kamar mandi dan langsung mengguyur badannya di bawah shower dengan air hangat.Sementara Devan turun ke bawah menemui mang Asep dan istrinya untuk menanyakan persiapan makan malam romantisnya dengan Sofy malam ini.Beberapa saat kemudian Devan kembali ke kamarnya dan mendapati Sofy telah memakai setelan celana harian lengkap dengan jilbab bergo.
"Duh,udah cantik ja istrinya mas.Mandinya pasti buru-buru ya??"
"Apaan sih mas,gak kok.Sofy mandinya emang gak lama-lama kayak cewek pada umumnya mas"(dengan wajah yang sedikit memerah)
"Ooo,,,gitu,kirain..."(tersenyum).Kalau gitu mqs mandi dulu ya.Jangan kemana-mana ya istriku yang cantik..."
"Iihhh,,,mas jangan suka gombal gitu ah"
"Tapi,kamu suka kan mas gombalin"
Sofy pun melempar bantal ke arah Devan.
"Udah mas,mandi sana gih,bau tau..."(sambil menutup hidung menggunakan jari telunjuknya)
"Iya sayang,,,mau bau atau gak kan mas tetap suaminya...heeheheh"(beranjak menuju kamar mandi)
Beberapa saat kemudian,Devan keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk sepinggang.
__ADS_1
"Aaaaaaaaaa....."Sofy pun menutup wajah dengan bantal
...****************...