Pernikahan Impian Sofya

Pernikahan Impian Sofya
Harapan Orang Tua


__ADS_3

Pagi itu seperti biasa rutinitas Sofy setelah menunaikan dua rakaat dan sarapan adalah mengawasi persiapan karyawan di tempat usahanya.karena berada bersebelahan dengan rumah Sofy merasa nyaman bekerja sambil tetap menjaga sang ibu.bu Mariam memang akhir-akhir ini nampak sering pusing dan kelelahan,mungkin karena terlalu memikirkan kedua buah hatinya,terutama psikis Sofy yang notabene masih terpukul karena kematian ayahnya dan tidak mau didekati lelaki manapun.sebenarnya semenjak Sofy kuliah dia menjadi incaran banyak pemuda tampan di kampusnya,bahkan juga ada pengusaha yg menjodohkan putranya dengan Sofy.dengan berbagai alasan Sofy selalu saja menghindar dan mencoba menolak dengan halus semuanya.


sebenarnya ada suatu ketika bu Mariam bertemu tidak sengaja dengan pak Hamdi sepulang dari berbelanja persiapan usahanya.mereka mampir di sebuah restoran yang terbilang mewah untuk membahas hal yang serius.disana terjadi kesepakatan pak Hamdi dan bu Mariam untuk menjodohkan putra tunggalnya Devan Pratama Wijaya dengan Adinda Sofya.awalnya bu Mariam menolak hal itu,namun beliau akhirnya menyepakati setelah pak Hamdi meyakinkan bahwa perjodohan itu akan mereka buat senatural mungkin seolah-olah memang anak-anaknya saling menyukai.dan strategi itu pun akan dilaksanakan ketika Sofy telah wisuda n Devan mulai bekerja di perusahaannya.jadi ternyata diam-diam ada suatu kejutan yang dipersiapkan kedua orang tua tersebut untuk anak-anak kesayangan mereka...tapi apakah akan berhasil ya...???😉


sementara itu,di tempat usaha Sofy sangat nampak sibuk pagi itu.semua karyawan tengah ready diposisi masing-masing mempersiapkan segala pesanan yang telah masuk di hari sebelumnya.tempat itu memang dirancang sederhana,ada dapur,ruang penyimpanan,ruang packing,ruang istirahat,Musholla,dan ruangan Sofy yang dilengkapi dengan sofa minimalis untuk menyambut jika ada konsumen yang datang langsung kesana.hari ini ada tiga orderan besar yang harus dipenuhi,sebuah pesta pernikahan,acara aqiqahan n konsumsi rapat di sebuah perusahaan bernama Wijaya Cop.dalam mengawasi ketiga acara tersebut,mba Ita akan ke acara pernikahan,mba Yana ke acara Aqiqahan dan Sofy akan ke perusahaan.Sofy yang tidak tahu akan melangkah ke perusahaan siapa akhirnya hanya menyetujuinya,apalagi pemesannya itu sudah berkomunikasi langsung dengan Sofy,mba Rena sekretaris di perusahaan tersebut.


...****************...


di lain tempat ...


di Wijaya Cop pagi itu tampak para petinggi Hamdi Wijaya dan Devan Pratama Wijaya berjalan beriringan memasuki ruangan meeting diiringi oleh pak Ben asisten n mba Rena sekretaris.hari itu merupakan hari penting peresmian peralihan tampuk pimpinan perusahaan kepada Devan.pesona Devan menyihir seisi kantor sepanjang perjalanan menuju ruangan meeting tersebut.perempuan di ruangan itu pun sibuk merapikam diri dan menunduk ketika rombongan itu lewat.ketika memasuki ruangan meeting tampak para pejabat perusahaan telah berkumpul seluruhnya disana.dengan tegas dan berwibawa pak Hamdi memperkenalkan putra tunggalnya di hadapan semua yang ada di ruangan.dengan sopan,berwibawa dan penuh kharisma Devan pun memperkenalkan diri.tak berapa lama terdengar gemuruh tepuk tangan tanda acara peresmian telah selesai,kemudian dilanjutkan dengan pembahasan project baru yang akan segera di bangun oleh perusahaan.meeting pun langsung diambil alih oleh Devan.meeting pun berlangsung sampai jam makan siang kantor tiba.


jam menunjukkan jam 11.30 siang hari ini...tampak Sofy dan karyawannya tengah sibuk menyiapkan n menata hidangan yang telah di pesan mba Rena di ruang makan yg terletak di depan ruang meeting.perusahaan pak Hamdi Wijaya memang telah lama menggunakan jasa catering ibu Mariam untuk menjamu para karyawan dan investor di perusahaannya.inah cara pak Hamdi membantu ibunya Sofy karena beliau selalu menolak dengan halus setiap bantuan dari pak Hamdi dengan alasan masih mampu menghidupi kedua anak-anaknya.apalagi modal usaha yang telah diberikan pak Hamdi sudah membuat bu Mariam merasa berhutang budi,meskipun beliau membantu dengan ikhlas.bu Mariam tidak mau terkesan memanfaatkan penyesalan pak Hamdi demi keuntungan ia dan anak-anaknya.sedangkan jika melalui orderan seperti ini pastinya bu Mariam tidak bisa mengelak.

__ADS_1


Meskipun sudah sering membantu dan mewakili sang ibu,hari ini Sofy masih agak gugup berada di acara sepenting ini.ia berusaha semaksimal mungkin membuat semuanya menjadi yang terbaik.ia sibuk mondar-mandir memastikan semuanya telah terpajang dengan sempurna dan sesuai tempatnya karena sebentar lagi semua peserta meeting akan segera menuju ruangan tersebut.


"mas dan,,,udah oke ya semuanya..."


"udah uni..."(jawab mas Dani yang merupakan salah satu karyawan kepercayaan ibu Sofy yang selalu sigap dalam bekerja)


Sofy memang tidak pernah mengharuskan para karyawan memanggil dengan kata non,nona atau semacam penghormatan lainnya.bagi Sofy semua manusia sama.sikap humblenya lah yang membuat semua karyawan sangat menyeganinya meskipun ia masih sangat muda.


ceklek,,,pintu ruangan meeting pun terbuka.satu persatu para petinggi dan para karyawan mulai keluar.Sofy pun memberikan kode agar semua bersiap di tempat masing-masing.dari kejauhan mata Sofy seakan menangkap sosok yang sangat familiar,sosok yang sangat ia kenal semenjak kecil.semakin lama sosok itu pun semakin mendekat.ternyata benar dugaannya,sosok itu adalah pak Hamdi yang berjalan beriringan di samping seorang pria tinggi dan gagah diiringi petinggi dan rombongan lainnya.


"Assalammualaikum pak..."sapa Sofy sopan sambil mencium punggung tangan beliau.memang sepeninggalan ayah Sofy,pak Hamdi sering berkunjung ke sekolah maupun ke rumah untuk sekedar menyapa dan terkadang mengantar hadiah untuk Sofy dan Adnan.bahkan pak Hamdi sudah seperti ayah kedua bagi mereka.


"bapak seneng banget bisa ketemu kamu disini nak.o ya,kenalin ini putra bapak Devan"

__ADS_1


Devan yang sedari tadi seperti tersihir seakan melihat sosok bidadari turun dari kayangan di depan matanya.memang,pemandangan perempuan seperti ini tidak pernah ia dapati selama kuliah di LN.Ia sangat terpesona dengan penampilan Sofy dengan setelan celana muslimah modern dan hijab bewarna peach dengan senada dengan warna lipstik yang dipakainya.tapi tidak dengan Sofy yang baru menyadari kalau ada sosok yang penting disebelah pak Hamdi.


"Dev..."(pak Hamdi pun mnyenggol tangan putranya sambil senyum-senyum seakan kini pintu harapannya mulai terbuka)


"hmmm,,,iya pa,cantik kok..."kata-kata itu spontan keluar dari mulutnya


semua rombongan pun berbisik tersenyum mendengar kata-kata Devan yang seperti pemuda yang sedang tersihir melihat keindagan dunia.


mendapat senggolan dari sang papa n melihat suasana yang sedikit ribut,Devan pun tersadar dari lamunannya.ia segera mempersilahkan semuanya menikmati santap siang supaya bisa terhindar dari rasa malu yang lebih lagi.


"salam kenal Sofy,,,saya Devan"jawabnya singkat dan segera berlalu mengikuti pak Hamdi yang lainnya.Sofy hanya tersenyum dan langsung mengiringi pak Hamdi dan para petinggi perusahaan untuk menunjukkan meja mereka.


komen y guys,,,gimana kira-kira mau dilanjutin ga kisah Deva dan Sofy...😉😊

__ADS_1


...****************...


__ADS_2