
Hari itu tampak pak Hamdi,Devan,Rafa,Renata sedang meeting penting dengan pak Erlangga,Aji dan Fani sekretarisnya.pak Erlangga memberikan tiga proyek besar sekaligus kepada pak Hamdi.awalnya mereka ragu dengan penawaran itu,tapi pak Hamdi yang terlalu baik seolah tidak bisa membaca siasat tiga anak panah sekaligus yang ingin dilepas pak Erlangga untuknya.sebenarnya ingin rasanya Rafa dan Renata menyarankan untuk mempertimbangkan lagi kerjsama itu,karena sangat tau siap yang sekarang sedang berhadapan dengan mereka.namun melihat Devan yg belum terlalu berpengalaman dan mengiyakan sang papa membuat Rena dan Rafa menjadi tidak berdaya untuk membantah.akhirnya Devan langsung menadatangani kontrak tiga proyek besar tersebut sesuai arahan pak Hamdi.Setelah itu pak Erlangga,Aji putranya dan Fani sekretarisnya pun berlalu.
sepeninggalan pak Erlangga Rena pun memberanikan diri untuk berbicara pada pak Hamdi.
"pak maaf,apa ini benar-benar sudah bapak pertimbangkan dengan matang.ini bukan royek kecil lho pak dan tiga sekaligus.apa bapak tidak merasa curiga dengan pak Erlangga sedikit pun"
"sudahlah mba,papa pasti sudah mempertimbangkan semuanya dengan baik"seru Devan
"ntah lah Dev,mba cuma agak kurang yakin dengan ini semua"
"udah lah mba,yg penting mas Rafa dan mba Rena bantuin Dev ya biar semuanya lancar dan sukses"
"itu pasti Dev,tapi..."
"ada apa lagi mba"
"sudah,sudah...pak Hamdi pun mencoba menengahi masalah.kalau kalian sibuk berdebat disini,gimana proyeknya mau sukses?"
__ADS_1
"iya Ren,Dev,sebaiknya kita action segera.hari ini mari kita harus meeting siapkan tim untuk masing-masing proyek ini"
"papa setuju dengan Rafa.lagian ini kesempatan kalian untuk menaikkan rating perusahaan supaya lebih diakui lagi dan mendapat lebih banyak tawaran.ini akan sangat membutuhkan kerja keras dan kesungguhan semuanya"
"baik pak"jawab mereka serentak
siang itu setelah sholat Zuhur dan istirahat semua petinggi perusahaan dan staf yang terlibat pun meeting cukup lama dengan sangat serius.Devan yg masih belajar,menyerahkan ke Rafa untuk memimpin meeting hari itu.meeting siang itu terjadi sedikit menegangkan,karena Rafa tidak mau sampai ada kesalahan fatal yg akan mencemarkan nama perusahaan adik iparnya.sebenarnya kekhawatirannya lebih kepada pak Erlangga yang seperti bayangan masa lalu bagi pak Hamdi dan keluarganya.Rafa memang sangat mengenal keluarga pak Hamdi,bahkan sebelum dirinya menikah dengan Rena.Rafa merupakan seorang pekerja keras,dari karyawan biasa berkat ketekunan dan kegigihannya ia mampu naik jabatan dan mempesona n berhasil mempersunting Renata.
meeting hari itu pun di jeda saat sholat Ashar dan berlanjut sampai Magrib tiba.akhirnya mereka telah berhasil membagi tiga tim penting yang akan menangani masing-masing proyek.demi kelancaran,kesuksesan serta keamanan proyek,Rafa dan Rena bersama pak Ben akan terjun langsung mendampingi Devan.entah mengapa Rafa dan Rena merasa ini bukan hal yg baik,tapi mereka tetap menjalankan semaksimal mungkin demi menghormati keputusan pak Hamdi.
Mulai hari itu,Rena,Rafa,Devan terlihat sangat sibuk mengurus proyek ditempat berbeda itu.pak Ben pun dengan setia membantu mengatur jadwal Devan agar tersusun rapi,tepat waktu dan tidak terlalu memvorsir sang tuang muda.semakin hari,Devan pun mulai memahami manajen proyek yg ia tangani berkat bimbingan dari Rafa dan Rena.Devan pun tidak sungkan bertanya bila kebingungan mulai melandanya.melihat perkembangan signifikan pada diri Devan,Rena dan Rafa pun sangat bangga dan berharap agar adiknya itu akan mampu memimpin perusahaan dengan baik seperti pak Hamdi.selain itu,mereka juga berharap agar adiknya tidak mengalami kejadian pahit seperti papanya yang masih berefek sampai saat ini.
...****************...
kesibukan Devan dan Sofy membuat mereka jarang bertemu.Namun,Devan tetap menyempatkan diri mengabari lewat whatsapp walau hanya sekedar bertanya apakah Sofy sudah sholat,makan atau sedang apa.kadang Devan mengirim foto nya sedang berada di lokasi proyek.kalau Sofy,palingan hanya menjawab dengan chat biasa.Sofy bukan type wanita narsis yg suka berpose di depan kamera dan membagikan di sosial media.
siang itu,setelah memastikan semua pesanan acara beres Sofy berniat akan berangkat ke toko oleh-oleh miliknya.seperti biasa Sofy hendak mengajak sang ibu.ketika berada di depan kamar sang ibu...
__ADS_1
"tok,,,tok,,,tok.Assalammualaikum bu.ibu udah siap belum?betapa kagetnya Sofy saat mendapati ibunya terbaring di lantai kamarnya"
"ibu....(spontan Sofy berlari menghampiri sang ibu).bu,ibu kenapa(sambil menggoyang-goyang tubuh ibunya dengan air mata yang mulai jatuh bederaian di sudut kedua matanya).Ya Allah ibu kenapa ini.tek,tek Imah tolong bantu Sofy mengangkat ibu ke tempat tidur"
tek Imah yg tengah berada di dapur mendengar suara Sofy pun langsung berbegas menuju kamar bu Mariam.kemudian mereka berdua mengangkat tubuh bu Mariam dan membaringkannya di atas kasur.lalu tek Imah mencoba mendekatkan minyak kayu putih ke hidung bu Mariam dan sesekali memanggil-manggil bu Maryam.Sofy tampak sangat cemas...
"tek,apa Sofy telpon Dokter Haris ja ya?(dokter Haris merupakan Dokter keluarga Sofy yg telah biasa mengobati bu Mariam)
belum sempat tek Imah menjawab,bu Mariam nampak telah sadar dan memanggil Sofy.
"nak,ibu ga apa-apa.ga usah telpon Dokter Haris"(masih dengan suara yg lemah)
"tapi bu...Sofy takut ibu kenapa-napa"
"percaya ibu nak,ibumu ini baik-baik saja.ibu kan kuat uni sayang..."(mencoba tersenyum demi meyakinkan sang putri)
ketika bu Mariam ingin duduk,Sofy langsung menghampiri.satu tangannya memegangi ibu nya,dan satu lagi menata bantal untuk menjadi sandaran ibunya.lalu Sofy membantu ibunya duduk dan memastikan posisi yang nyaman.melihat kondisi ibunya yg drop,Sofy menelpon karyawan tokonya karena ia batal kesana.Sofy hanya ingin menjaga ibunya untuk saat ini,memastikan ibu nya makan,makan obat dan istirahat dengan baik.tek Imah pun ke dapur mengambil makan siang dan air minum untuk bu Mariam lalu memberikannya pada Sofy,kemudian kembali ke dapur untuk bersih-bersih perlengkapan masak yg tadi dipakainya.Sofy pun menyuapi ibunya makan dan obat.setengah jam kemudian tampak bu Mariam telah tertidur pulas dan Sofy tetap setia duduk ditepi ranjang ibunya.Sofy pun akhirnya memutuskan malam itu tidur di kamar ibunya.Sofy tetap berada di samping sang ibu kecuali saat sholat Ashar,Magrib dan Isya.
__ADS_1
...****************...