Pernikahan Impian Sofya

Pernikahan Impian Sofya
Air Mata Sofy


__ADS_3

sekitar jam setengah dua siang itu ambulans dan mobil keluarga Devan pun memasuki halaman rumah Sofy.kediaman rumah duka telah ramai oleh pelayat yg merupakan tetangga,teman,kenalan bahkan para pelanggan usaha keluarga Sofy.keluarga Sofy terutama almarhumah bu Mariam dikenal baik,ramah dan suka berbagi oleh tetangga,bahkan dengan warga pemukiman di belakang komplek tempat tinggal mereka.


setelah rangkaian memandikan jenazah dan pengafanan selesai,nampak Adnan sebagai perwakilan keluarga memberikan beberapa kalimat permintaan maaf mewakili almarhumah ibunya dan jika ada yg bersangkutan dengan piutang ibunya untuk menghubunyinya atau Sofy sebagai ahli waris.kemudian jenazah bu Mariam dibawa lagi menggunakan ambulans menuju komplek pemakaman yg sama dengan mendiang ayah Sofy disusul rombongan mobil lainnya.


setibanya disana,Adnan,Devan,Rafa dan beberapa tetangga nampak mengangkat keranda jenazah bu Mariam menuju tempat peristirahatannya yg terakhir tepat disebelah makam almarhum suaminya.ini merupakan wasiat bu Mariam kepada anak-anak beliau.setelah jenazah bu Mariam dimasukkan ke liang lahat,sedikit demi sedikit tanah pun mulai menutupi kuburannya.setelah selesai,Adnan lalu menancapkan nisan bertuliskan nama,tanggal lahir dan tanggal wafat beliau.Adnan memang terlihat kuat dibandingkan Sofy.


setelah pemakaman selesai pelayat lainnya satu persatu berpamitan meninggalkan lokasi.diakhiri dengan kepergian keluarga pak Hamdi.Devan yg sedari tadi tetap memeluk dan disamping istrinya pun mengajak Sofy dan Adnan melangkah meninggalkan makam kedua orang tuanya.sebelum pulang Devan pun menyempatkan membawa Sofy dan Adnan ke makam mamanya yg terletak tidak jauh dari makam kedua orang tua Sofy.


***


sesampainya di rumah,Sofy yg terlihat masih murung dan sedih langsung masuk ke kamarnya.sementara Adnan mengajak Devan untuk duduk di ruang keluarga sebentar.Adnan cuma ingin menyampaikan agar Devan mau lebih bersabar dengan sikap Sofy.apalagi dengan kondisinya yg sekarang.sekarang Sofy menjadi pribadi yg pendiam dan sering menghabiskan waktu di kamar dan seolah lupa dengan statusnya yg sekarang.kesedihan kehilangan kedua orang tuanya seakan membuat dunianya berubah seratus delapan puluh derajat.tapi Devan selalu sabar menghadapi Sofy,malahan Devanlah yg sering mengingatkan Sofy untuk sholat dan makan.dalam hati,Devan selalu berdo'a agar istrinya segera bisa bangkit dan hidup normal layaknya pasangan suami istri yg lain bersamanya.


***


enam bulan sudah kepergian bu Mariam,namun Sofy masih tetap belum merubah kebiasaannya.hari itu,Adnan pun memanggil dan mengajak Devan untuk berdiskusi di ruang keluarga.


"mas Dev,Adnan minta maaf atas sikap uni Sofy.Adnan ga nyangka,kehilangan ibu bakalan membuat uni berlarut-larut seperti ini"(Adnan pun beberapa kali menghela nafas panjang)


"ga apa-apa nan.buat mas,ini merupakan tantangan awal pernikahan mas.lagian mas sadar kok,kalau Sofy itu mau menikah dengan mas itu karena mendiang ibu.tapi mas yakin nan,suatu hari nanti pasti Sofy akan membalas cinta mas"


"makasih ya mas,tetap semangat buat mas Dev.kalau perlu bantuan,Adnan pasti bantu mas dengan senang hati"


"makasih ya nan,kami memang adik yg baik"( memukul lembut bahu Adnan)

__ADS_1


"oh ya mas,Adnan sekarang lagi sibuk buat skripsi.jadi kadang harus bolak-balik ke kampus mas nyari dosen pembimbing.kadang juga harus keluyuran nyari tambahan referensi sama teman kampus.mungkin untuk beberapa waktu ke depan ya Adnan lumayan sibuk mas"


"iya nan,mas paham kok...santai ja,moga skripsinya cepat kelar n bisa segera wisuda."


"Aamiiin,makasih ya mas.ya udah mas,kalau gitu Adnan berangkat dulu ya mas.Assalammualaikum..."(menyalami dan mencium tangan Devan)


ting tong...nampak pesan muncul di layat hp Devan.semenjak beberapa bulan yg lalu,selain menjaga istrinya,Devan mengambil alih sementara pekerjaan Sofy.mba Ita,mba Yana dan Tika selalu mengirim laporan perkembangan pekerjaan dan keuangan kepada Devan.sesekali Devan pun mampir ke lokasi untuk memastikan acara berjalan dengan lancar dan memastikan stok toko oleh-oleh terpantau dengan baik.


selain itu laporan usaha otomotifnya juga berkembang pesat di tangan Reva,sepupunya.pundi-pundi rupiah pun selalu mengalir ke rekening Devan,meskipun ia terlihat hanya di rumah menjaga Sofy dan membantu menjalankan usaha istrinya.sementara pak Hamdi,Rena,Tafa dan Aurel lebih memilih tinggal di villa keluarganya di puncak.Usaha perkebunan teh dan strawberry mereka pun perlahan telah berkembang dengan baik.jadi,mereka telah menganggap kehilangan perusahaan merupajan masa lalu yg tidak perlu diingat lagi.mereka telah ikhlas dengan semua itu.


suatu hari Devan berpamitan pada Sofy untuk ke toko oleh-oleh mereka.pagi itu Devan terlihat rapi dengan celana pendek,celana jeans panjang dan sepatu sport kesayangannya.ia mencium kening Sofy mengucapkan salam lalu keluar dari kamar menemui tek Imah.ia meminta tek Imah mengabari kalau terjadi apa-apa dengan Sofy,kemudian segera berangkat mengendai pajero sport keluaran terbaru miliknya.


melihat cara berpakaian Devan hari ini membuat Sofy curiga.ia jadi teringat akan perannya nol selama beberapa bulan ini sebagai istri.pikiran Sofy pun mulai menerawang tak menentu.


kemudian Sofy ke kamar mandi,mengguyur tubuhnya di bawah shower kamar mandi,kemudian memakai setelan celana favoritnya,memakai hijab dengan riasan natural.lalu ia pun keluar kamar mencari tek Imah yg sedang sibuk di dapur.


"tek,Sofy keluar sebentar yaaa..."(panggil Sofy)


tek Imah terlihat sangat kaget dan heran melihat penampilan Sofy.baru hari ini ia melihat Sofy kembali begitu cantik dan bersemangat setelah sekian lama.


"tek,etek kenapa?"(tanya Sofy heran)


"etek,etek ndak kenapa-kenapa Sofy"(sembari tersenyum)

__ADS_1


"tek,tadi itu...uuummm,,,mas Devan bilang ga ke etek mau kemana?"


"ga Sofy.tapi biasanya palingan Devan kesebelah mencek persiapan buat acara yg dipesan,atau ke toko oleh-oleh"


"ooo,,,gitu ya tek...kalau gitu Sofy pergi dulu y tek"(sedikit kecewa dan bertanya-tanya kemana sebenarnya suaminya pergi)


kemudian Sofy keluar mengendarai mobil minicooper merah miliknya.Sofy berencana menuju ke toko oleh-olehnya.diperjalanan pikiran Sofy masih bertanya-tanya kemanakan Devan sebenarnya?setengah perjalanan ketika melintasi sebuah cafe yg cukup ramai pengunjung,ia seperti melihat sosok suaminya sedang duduk berbicara dengan seorang wanita disana.


ciiitttt,,,Sofy pun merem mendadak,membuat kesal pengemudi mobil di belakangnya.untung tidak terlalu ramai saat itu,kalau tidak bisa-bisa terjadi tabrakan beruntun karena ulah Sofy.


penasaran dengan apa yg ia lihat,Sofy mencoba mencari peluang untuk memarkir mobilnya.setelah beberapa saat mencari,ia mendapapatkan tempat parkir yg kosong,lalu mematikan mobil dan segera turun menuju cafe yg tak jauh dari tempat ia berdiri sekarang.setelah berada di jarak yg dirasa cukup,Sofy pun berhenti.tak susah untuk memastikan sosok yg dikenali sebagai suaminya itu karena ia duduk dibagian luar cafe.


deg,,,jantung Sofy tiba-tiba berdegup kencang dan terasa ditusuk,tubuhnya terasa agak panas,dan bulir-bulir bening keluar disudut matanya.Sofy benar-benar tidak menyangka,lelaki yg telah menikahinya sedang tertawa riang bersama wanita lain dihadapannya.Sofy pun langsung berbalik badan dan berlari menuju mobilnya.kemudian sepanjang jalan ia menyetir dengan perasaan yg tak menentu.


...****************...


hay,,,Assalammualaikum...


jangan lupa selalu ikuti ceritanya ya,akan semakin seru lho!!!


jangan lupa like dan dukungannya yaaa...


Happy Reading all...🙏😊

__ADS_1


__ADS_2