
Setelah Isya,mobil Devan nampak memasuki pekarangan rumah Sofy.Ia bergegas turun tidak sabaran bertemu istrinya untuk memastikan ia dalam kondisi baik-baik saja.Setelah membuka pintu dan membaca salam,Devan pun segera menuju kamar Sofy.Tapi ketika tangannya hampir mencapai gagang pintu,Adnan menghalanginya dan menarik tangan Devan menjauh.Kemudian Adnan membawa Devan ke ruang keluarga.Adnan yang terngiang-ngiang akan foto Devan bersama seorang gadis yang ada di hp Sofy tadi,kembali terbakar emosi.Satu pukulan Adnan berhasil mendarat di mulut Devan,sehingga membuat darah segar nampak mengalir di sudut bibir kirinya.
Devan sangat terkejut dengan tindakan Adnan.Rasanya tidak ada yang salah dengan ucapannya ketika terakhir berkomunikasi di telpon tadi.Ia ingin bertanya kepada Adnan sebenarnya apa kesalahan yang telah ia perbuat,hingga pantas diperlakukan seperti ini.Belum sempat keluar sepatah kata pun,pukulan kembali mendarat di hidung Devan menyebabkan darah segar keluar seperti orang yang mimisan.Tak puas hanya memukul,Adnan juga memaki-maki iparnya yang sedang terdiam heran dengan tingkahnya.
"Keterlaluan kamu mas,aku fikir kamu benar-benar mencintai uni Sofy dengan tulus.Tapi ternyata kamu iblis berkedok malaikat"(terlihat dadanya kembang kempis menahan emosi)
"Sabar dulu nan,coba jelaskan ke mas ada apa ini sebenarnya?"(memegangi hidung dan mulutnya yang perih dan berdarah)
"Diam mas.Harusnya kamu gak usah nikahin uni Sofy kalau cuma buat nyakitin hatinya.Ingat mas,apa yang kamu lakuin sekarang,bakalan dipertanggungjawabnya dunia akhirat"(dengan nada amarah yang sangat terasa)
"Nan,plis,jelasin ke mas ada apa ini sebenarnya?Mas benar-benar gak mengerti apa maksud perkataan kamu"
"Heh,sudah salah masih pura-pura gak tau.Ok,tukang selingkuh.Dengar ya,kebusukan kamu udah terbongkar langsung sama uni Sofy.Uni juga punya foto bukti pengkhianatan kamu,paham?"
"Selingkuh?Pengkhianatan?Apa sebenarnya maksud kamu nan?"(mencoba berpikir keras kenapa sampai Sofy menuduhnya seperti itu,bahkan sampai ada bukti)
"Iya,gak usah pura-pura amnesia lagi!Sekali busuk,tetap busuk"
Ditengah pertengkaran yang membingungkan Devan,Sofy keluar dari kamarnya.Devan memandang ke arah Sofy,seakan matanya meminta penjelasan atas kejadian yang menimpanya.Tapi Sofy hanya berbicara pada Adnan.
"Nan,tolong suruh laki-laki ini pergi dari hadapan uni.Uni gak mau melihatnya lagi di rumah kita..."(kemudian kembali masuk ke kamarnya)
"Dengarkan,sekarang sebaiknya mas Devan pergi dari sini.Tapi nan,mas perlu tau masalahnya dulu,mungkin mas bisa jelasin sama kamu dan Sofy"
"Sudahlah mas,semuanya udah terlambat.Harusnya mas mikir dulu sebelum berbuat.Sekarang udah kejadian mas pun harus bertanggungjawab.Keluar mas,keluar!!!"(sambil mendorong tubuh Devan keluar rumah dan mengunci pintu)
__ADS_1
Ada apa ini sebenarnya,kenapa Adnan dan Sofy sangat aneh hari ini.Bahkan mereka mengusir aku dari rumah seperti ink tanpa menjelaskan duduk persoalannya.Ok,hari ini aku biarin mereka tenang dulu.Besok aku akan temui Adnan supaya tau pokok permasalahannya.Kemudian Devan pun berlaly mengendarai mobilnya menuju rumah keluarganya di Jakarta.Rumah itu sekarang kosong semenjak keluarganya pindah ke puncak.Namun sesekali bi Atun datang untuk sekedar membersihkan rumah tersebut.
Satu setengah jam kemudian mobil Devan pun sampai di depan pagar rumahnya.Ketika hendak membuka pagar,nampak bi Atun keluar tergopoh-gopoh untuk membukakannya.Ternyata kehadiran Devan pas sekali dengan rencana bi Atun yang mau keluar dan pulang ke rumahnya yang tak jauh dari komplek tempat tinggal Devan.
Setelah menutup kembali pintu pagar,bi Atun kembali ke dalam rumah untuk menemui Devan.
"Den Devan,kesini kok gak ngabarin bibi?Kalau bibi tau,bibi bisa belanja terus masak buat aden"
"Gak apa-apa bi,nanti Devan pesan makanan via kurir aja.Bibi kalau mau pulang gak apa-apa kok bi,tapi besok pagi tolong belanja dan masak ya bi.Ini uang belanja buat besok"
"Baik den,kalau gitu bibi permisi dulu ya den.Assalammualaikum"
"Waalaikumsallam bi"
"Om Devan...."(Aurel mengejar Devan dan memeluknya)
"Lho sayang,kok bisa disini.Tau dari mana kalau om sekarang di rumah kita?"(menggendong Aurel berjalan masuk ke dalam rumah)
"Aurel kan sayang banget sama om,pasti tau dong om dimana"(mengalungkan kedua tangannya di leher Devan)
"Aurel sayang,sini sama tante"(gadis cantik itu pun mengambil Aurel dari gendonga Devan)
"Aurel main di kamar dulu ya sama tante.Opa,papa sama mama,mau ngobrol dulu sama om,ok"
"Ok mama sayang"
__ADS_1
Lalu Aurel pun pergi sambil di gendong gadis cantik yang dipanggilnya tante itu.Renata kemudian mengambil kotak P3K di lemari yang ada di ruang keluarga,lalu membersihkan dan mengobati luka Devan.Kemudian mereka berempat duduk bersama di ruang keluarga.Rena menyodorkan plastik makanan kepada Devan,memintanya untuk segera memakannya.Melihat Devan yang sedang dalam masalah ia sangat yakin,dari pagi Devan belum sempat memakan sesuatu.Devan pun tanpa basa-basi langsung melahap makanan tersebut.
Beberapa saat kemudian pak Hamdi mulai membuka suara.
"nak,papa,Rena dan Rafa sangat kaget tadi pagi tiba-tiba kamu pergi tanpa pamit.Belum lama kamu berangkat,Adnan mengabari papa kalau Sofy masuk rumah sakit.Kami pun tau kenapa kamu buru-buru tapi seharusnya kamu mengajak kami semua untuk melihat keadaan istrimu"
"Maaf pa,Devan benar-benar panik dan berfikir kalau harus segera menemui Sofy.Lain kali Dev gak akan seperti itu lagi pa"(menunduk karena merasa bersalah)
"Ok,anggap untuk kesalahan ini kami memaafkan kamu.Lalu ketika kami dalam perjalanan menuju Jakarta,Adnan menelpon lagi menyampaikan kamu telah mengkhianati Sofy"
"Jadi papa sependapat sama mereka.Demi Allah pa,Devan gak mengkhianati Sofy,apalagi selingkuh pa"(mencoba metmyakinkan keluarganya)
"Tapi Dev,kata Adnan,Sofy punya bukti foto kamu sedang bersama gadis cantik di sebuah cafe.Terus,kalian terlihat sangat akrab sekali,seperti punya hubungan gitu kata Adnan ke kami"
"Pa,mba,mas,apa semuanya juga mau menuduh Devan tanpa ingin meminta penjelasan.Demi Allah,Devan tidak pernah pergi dengan wanita lain dibelakang Sofy,apalagi sampai berbuat macam-macam seperti itu"
"Ini sudah malam,sebaiknya kita semua istirahat dulu.Besok kita akan cari jalan keluarnya bersama"kata pak Hamdi tegas
Mereka semua pun bubar menuju kamar masing-masing dengan pikiran yang sama,namun versi berbeda.Malam itu pun,Devan sangat sulit memejamkan mata.Kepalanya berpikir keras,kapan ia melakukan kesalahan yang dituduhkan istrinya?Lalu,dimana istrinya bisa mendapatkan foto dirinya tengah bersama wanita lain?Sungguh Devan tidak menyangka,harapannya untuk melihat senyuman Sofy berganti dengan kepahitan yang harus ia terima.
"Sofy,mas tidak akan menyerah begitu saja.Pernikahan ini tidak boleh berakhir seperti ini"
Ketika jam dinding menunjukkan hampir pukul dua malam,akhirnya Devan pun tertidur setelah lelah berfikir keras dalam kesendiriannya.
...****************...
__ADS_1