Pernikahan Impian Sofya

Pernikahan Impian Sofya
Kebahagiaan vs Kesedihan


__ADS_3

setelah momen sakral Sofy dan Devan selesai,nampak beberapa orang pria petugas dekorasi penikahan segera membereskan ruangan tersebut.kamar bu Mariam yg barusan jadi ruang pernikahan,kini telah kembali menjadi ruang perawatan.disana tampak Devan duduk di sofa dengan setia mendampingi Sofy menjaga Ibunya.ia cukup memahami kondisi istrinya saat ini,sehingga menjaga jarak agar Sofy tetap nyaman menemani ibunya.mereka berdua yg kini telah berganti kostum untuk sementara harus bersabar melanjutkan moment pasca pernikahannya.sebenarnya harapan ini lebih kepada Devan karena Sofy masih cukup bingung dengan perubahan statusnya saat ini,kemarin ia seorang gadis sedangkam hari ini berstatus istri orang,nyonya Devan.selain itu,pikiran Sofy masih terfokus pada kondisi sang ibu.


melihat Devan yg masih duduk berjauhan seperti itu membuat bu Mariam menasehati Sofy.


"uni,,,Sofy sekarang sudah menjadi istri Devan nak.uni harus patuh dan berbakti sama suami.uni memang anak ibu,tapi uni itu istrinya Devan.jadilah istri yg baik nak"


"iya bu,Sofy tau itu bu.Sofy cuma ingin menjaga ibu untuk saat ini"


"iya nak,ibu percaya uni juga ingin berbakti sama ibu,tapi uni ga boleh egois sayang.bagaimana pun setelah menikah dan berstatus istri uni harus memperhatikan suami.setidaknya untuk situasi sekarangak tetaplah bersama,berdekatan dan saling bicara.ingat ya sayang,melayani suami itu berpahala,mencari ridho suami itu adalah wajib sayang.sekarang apa pun yg ingin uni lakukan mintalah izin pada Devan.uni pahamkan maksud ibu?"(memeluk dan mencium putrinya)


"iya bu,insyaallah uni akan menjalankan nasehat ibu.tapi ibu harus sembuh ya...uni sayang ibu"(merasa sangat nyaman dalam pelukan ibunya)


"sekarang ibu merasa tenang nak,uni sudah ada yg menjaga.selalu akur dan saling menjaga juga ya sama adikmu Adnan.buat Adnan menjadi orang yg sukses"


"iya bu,insyaallah uni juga akan dampingi Adnan biar cepat lulus kuliah dengan nilai terbaik.kami ingin menjadi kebanggaan ayah dan ibu"


ditengah keharuan itu,Adnan masuk.


"bu,Adnan juga mau dipeluk kayak uni..."(bersikap manja)


Devan hanya tersenyum melihat pemandangan di depannya.seandainya mama nya masih hidup pelukan itu pun akan ia rasakan.bu Mariam yg seolah dapat membaca pikiran Devan pun meminta Devan mendekat.bu Mariam pun memeluk Devan setelah memeluk Adnan.


"nak Devan,ibu titip Sofy dan Adnan ya..."


"iya bu,insyaallah Dev akan jaga mereka berdua.ibu ga usah khawatir ya bu.sekarang yg penting ibu semangat sembuh"

__ADS_1


"ya nak...ibu rasanya sangat mengantuk sekali. (merebahkan badannya pelan dibntu oleh Sofy).hhhmmm,,,rasanya akan sangat nyaman kalau ibu tidur lelap.Lā ilāha illa l-Lāh...."


kemudian bu Mariam tidur seraya tersenyum.beberapa detik seolah mereka bertiga terlena melihat pemandangan di depannya.


tik,,,tok,,,tik,,,tok (suara jam dinding terdengar memecah keheningan)


Sofy mulai sadar,ia lalu mendekat mencium ibunya.lalu meletakkan jari telunjuk dan jari tengah didekat hidung ibunya.dada Sofy mulai terasa sesak,ia masih belum percaya dengan pikirannya.Adnan pun memencet tombol panggilan darurat.Devan yang mulai cemas melihat tubuh Sofy yg mulai bergetar segera pindah posisi didekat Sofy,lalu memegang bahu istrinya dengan ragu-ragu.


pintu ruangan terbuka,tampak Dokter Haris dan seorang perawat setengah berlari menuju ranjang perawatan bu Mariam.ia segera memeriksa nafas dan denyut jntung bu Mariam.Dokter Haris pun melihat ke perawat sambil menggeleng,lalu memandang Sofy dan Adnan.


"saya harap semua bisa sabar dan tabah,bu Mariam sudah kembali kepangkuan sang Khalik"


bagaikan disambar petir di siang bolong,membuat tubuh Adnan dan Sofy seakan melayang di udara.Adnan dan Sofy pun memeluk dan mencoba menggoyangkan tubuh ibunya,namun bu Mariam telah larut dalam tidur panjangnya.mereka yg berada di ruangan itu pun memandang keduanya dalam diam sesaat.kemudian Dokter Haris memegang bahu Adnan dan memeluknya.


"sabar nan,percayalah ini yg terbaik yg Allah siapkan untuk ibumu.kamu harus sabar dan tabah ya.ingat nan,selama ini kita sudah berupaya yg terbaik"


sementara itu,Devan yg tadi hanya memegang bahu Sofy pun meraih tangan kiri istrinya.tanpa aba-aba Sofy pun menghambur kedalam pelukan suaminya.kesedihannya membuatnya menjadi sangat lemah saat ini dan lupa akan kecanggungannya kepada Devan.


"mas,,,hiks..hiks...hiks...hiks...hiks...hiks...ibu mas,ibu..."


"sabar sayang,,,yakinlah ini yg terbaik untuk ibu.lepas ibu dengan ikhlas ya...jangan membuat ibu berat melangkah menemui penciptanya"


Sofy yg merasa sangat sedih atas kehilangannya hanya mengangguk.sejenak kembali terlintas seperti film yg sedang tayang dimatanya saat sang ayah pergi untuk selamanya.lalu,kemudian moment kepergian ibunya beberapa waktu lalu pun ikut menjadi slide yg ia saksikan.


masih dalam keadaan menangis sesegukan dalam pelukan suaminya Sofy pun berkata dengan lemah.

__ADS_1


"mas,,,kami yatim piatu mas.ga ada siapa-siapa lagi mas...kami telah kehilangan semuanya mas...hiks...hiks...hiks..."


"ga Sofy,kamu dan Adnan masih punya mas,papa,mas Rafa,mba Rena dan Aurel.ingat,kita sekarang udah jadi keluarga.jangan ngomong seperti itu lagi ya"


"iya mas,,,hiks...hiks..hiks..."(masih menangis)


perawat pun menutup ujung kepala sampai kaki bu Mariam dengan selimut RS.beberapa saat berikutnya,muncul pak Hamdi dan Rena.mereka tercengang tak percaya melihat tubuh yg ditutupi selimut di ranjang pasien.seakan tidak percaya dengan pemandangan itu,mereka pun mendekat.Rena dengan perlahan dan bergetar membuka bagian kepala pasien.betapa terkejutnya Rena dan pak Hamdi menyaksikan sosok tak bernyawa itu memang ibunya Sofy.


"Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun..."ucap Sofy dan pak Hamdi serentak.


"bu,senyum terakhir ibu akan selalu kami kenang...semoga Allah memberikan tempat terbaik ya bu..."(tak tahan membendung air matanya)


"bu Mariam,harapan ibu telah terpenuhi.semoga ibu tenang disana"(pak Hamdi pun kembali menutup bagian selimut yg dibuka Rena tadi)


"nan,mas titip Sofy sebentar ya.mas akan segera mengurus administrasi,agar ibu bisa segera kita bawa pulang.pa,mba Dev permisi sebentar"


"iya mas..."(Adnan pun merangkul kedua bahu Sofy,sambil memukul lembut beberapa kali agar kakaknya bisa lebih kuat seperti dirinya)


pak Hamdi dan Rena pun mendekat,kemudian Sofy beralih kedalam pelukan Rena.sementara pak Hamdi sekarang memeluk Adnan.suasana duka menyelimuti ruangan itu.


setengah jam kemudian,ditengah hari yg panas sekitar jam setengah dua belas siang,jenazah bu Mariam pun dibawa pulang ke rumah duka menggunakan mobil ambulans RS.Sofy dan Devan berada di ambulans,sedangkan keluarga Devan dan Adnan mengikuti mobil ambulans tersebut dari belakang.di mobil,Adnan menelpon tek Imah agar mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kepulangan jenazah ibunya.sepanjang perjalanan pun hanya terdengar tangisan kesedihan Sofy dan Adnan di masing-masing mobil tersebut.


...****************...


haiii,,,Assalammualaikum...

__ADS_1


mohon dukungan like dan sarannya ya teman-teman...terima kasih sebelumnya....🙏😊


__ADS_2