
"Hoam..."(Sofy menguap)
"Kamu udah ngantuk ya sayang?"
"Hhhmmm,,,belum terlalu sih mas,tapi kaki Sofy mulai pegal mas...Heeheee"
"Ya udah,kita duduk yuk"(menggandeng istrinya ke kursi panjang rotan dibelakang mereka,kemudian kembali memeluk Sofy seolah tak ingin melepaskannya)
Mereka berdua memandangi langit cerah yang bertabur bintang-bintang.
"Sofy..."
"Ya mas?"
"Apa kamu mencintai dan menyayangi mas seperti perasaan mas padamu sayang?"
"Sofy...Kalau soal itu Sofy juga belum sepenuhnya yakin mas.Tapi,Sofy sangat nyaman berada didekat mas Devan."
"Hanya sekedar nyaman?"
Sofy hanya tersenyum.
"Sekarang coba kamu tatap mata mas?"(memegang kedua lengan Sofy seraya memandang dengan tatapan sayang)
Sofy pun mengumpulkan keberanian dan menatap mata suaminya.Devan pun menaruh satu tangan Sofy di dadanya.
"Kamu bisa rasakan sayang,kalau mas itu benar-benar tulus.Sekarang mas udah jujur,kamu juga harus jujur sayang!"
__ADS_1
"Sofy,,,Sofy..."
Belum sempat Sofy menjawab Devan pun memajukan kepala dan satu ciuman mendarat dibibir istrinya.Lalu,melihat Sofy menerima dan tidak berontak,Devan pun ingin kembali mengulanginya.Kali ini,nampak Sofy memejamkan mata dan menikmati saat bibir Devan menyentuh bibirnya.Awalnya bibir Devan menikmati bibir atas Sofy,lalu beralih ke bibir bawahnya.Keduanya nampak hanyut dalam ciuman yang cukup lama dan terhenti saat Devan merasakan istrinya tidak menghela nafas.
"Sayang,bernafas biasa ja,ntar dadanya sesak...Heehee"
"Iihhh,,,kan mas Devan yang keterusan gak pakai spasi nyiumannya,jadi Sofy gak bisa nafas deh...Heehee"
"Jadi nyalahin suaminya,gitu?"
"Gak lah mas,tapi memang kenyataannya begitu kan..."(membalikkan badan berencana meninggalkan Devan)
Devan pun dengan sigap menarik Sofy dan merangkul ke dalam pelukannya.Keduanya saling bertatapan lagi,hal ini mendorong Devan ingin mencium bibir istrinya lagi.Ia sepertinya ketagihan menikmati manisnya bibir istrinya tersebut.Kali ini tidak hanya mencium lembut bibir atas dan bibir bawah Sofy,Devan mulai memperdalam ciuman dengan membuat lidahnya menari-nari mengulum lidah Sofy.Makin lama ciuman itu semakin panas,sehingga membuat aura kejantanan Devan jadi bergelora.Devan pun menggendong tubuh Sofy menuju kamar mereka sambil tetap menikmati ******* demi ******* bibir istrinya.
...(((WARNING 21+)))...
Devan kemudian perlahan mulai melucuti pakaiannya sendiri.Sekarang mereka berdua hanya memakai pakaian dalam.Devan dengan tubuh gagahnya kemudian mengangkat dan mendudukkan tubuh istrinya perlahan di tepi ranjang.Ciuman mereka yang cukup lama membuat bagian bawahnya sangat keras dan siap untuk bertempur.Bibir Devan kembali menyusuri manisnya bibir Sofy sembari membuka pengait bra istrinya,sehingga kedua gundukan itu tersekspos indah di hadapannya.
"Sayang,malam ini kamu akan menjadi milik mas seutuhnya,apa kamu siap?"(bisikan Devan lembut dan menggoda ditelinga Sofy)
"Tapi mas,Sofy masih takut kalau nanti sakit?"
"Tenang sayang,mas akan perlahan-lahan membuat kamu melayang sehingga tidak begitu merasakan sakitnya"(nafasnya nampak mulai memburu)
Sofy hanya mengangguk pelan,ia sadar akan kewajibannya sebagai seorang istri untuk melayani suaminya.Melihat anggukan Sofy,semakin membuat Devan bergairah.Ia kembali mengulum bibir istrinya,lanjut mencumbu leher,terus turun kebawah menikmati dua gundukan Sofy yang ranum.Perlakuan Devan ini membuat Sofy menggeliat,mendesah dan sesekali menggigit bibirnya.Desahan Sofy membuat Devan semakin bersemangat dan meneruskan cumbuannya kepusar Sofy,membuat Sofy semakin terhanyut saja.
Devan pun membuka perlahan bungkus yang menutupi area spesial Sofy,membuatnya tak kuasa hingga ikut membuka penutup area spesialnya.Devan kembali mencumbu Sofy dari dari atas sampai ke bawah,melihat gerakan Sofy dan mendengar desahannya membuat Devan beranjak mengatur posisi siap beraksi.Ia perlahan membuka kedua paha Sofy,lalu memulai gerakan area spesialnya sedikit demi sedikit memasuki area spesial Sofy.Ketika telah menyentuh sekat area spesial Sofy nampak Sofy sedikit meringis kesakitan,lalu Devan mulai mencumbu lagi sampai Sofy kembali hanyut dan meracau dan menggeliat kenikmatan.Devan pun memulai kembali gerakannya dan dalam beberapa hentakan ia pun telah bersatu dengan Sofy.
__ADS_1
Bulir-bulir bening nampak mengalir disudut mata Sofy,Devan menghentikan sejenak gerakannya dan menghapus air mata istrinya.
"Sayang sekarang kamu adalah milik mas seutuhnya,mas sangat menyayangimu istriku..."(mengecup kening istrinya lembut)
Sofy pun tersenyum..."Ia mas,mas jangan pernah tinggalin Sofy ya,Sofy harap mas akan tetap menyayangi Sofy selama hidup kita"
"Iya sayang..."(mengecup lembut lagi kening istrinya)
Melihat Sofy mulai agak tenang,Devan kembali beraksi,memainkan ritme yang membuat Sofy semakin meracau dan akhirnya merasakan kenikmatan yang hakiki.Kemudian Devan kembali bergerak dengan perlahan dan lama kelamaan menjadi semakin cepat hingga ia melepaskan benih-benih cinta ke dalam tubuh Sofy.Pergulatan itu membuat mereka mengantuk dan tertidur dalam posisi berpelukan.
Sekitar jam 03.30 subuh Devan terjaga dari tidurnya,dia tersenyum melihat istrinya yang masih tertidur lelap dalam pelukannya.Devan mengecup kening Sofy dengn lembut dan penuh sayang.Kemudian bidadarinya itu menggeliat dan memperbaiki posisinya yang mulanya agak jauh untuk semakin mendekat ke tubuh hangat suaminya.Devan tersenyum melihat wajah dan tingkah istrinya yang sedang tidur pulas itu.Pelahan Devan mengusap-usap rambut istrinya yang sedikit acak-acakan karena pergulatan semalam.Sofy merasakan ada sesuatu yang hangat menyentuh dirinya,pelan-pelan membuka mata.
"Mas Devan,mas udah bangun ya?kita kesiangan ya mas?"(Sofy nampak sedikit panik dan cemas)
"Gak kok sayang,ini baru jam setengah empat subuh"(tersenyum sambil tetap membelai istrinya)
"Syukurlah mas..."(Sofy nampak lega)
"Kita mandi yuk sayang,trus tahajjud,gimana?"
"Baik mas,tapi gimana mau ke kamar mandi mas,Sofy..."(melihat ke dalam selimut tubuhnya masih polos dan melihat pakaiannya dan Devan berserakan di lantai)
Devan yang memakai boxer pun memahami maksud istrinya,kemudian ia mengambil kimono mandi dari dalam lemari dan memberikannya pada Sofy.Lalu menggendong tubuh istrinya ke kamar mandi.Sesampainya di kamar mandi,mereka pun mandi bersama di bawah guyuran shower yang hangat.Sofy yang nampak masih malu-malu membelakangi suaminya.Devan kemudian membantu menggosok punggung Sofy dan membaluri kepala Sofy dengan shampo,tak lupa membaluri juga tubuh Sofy dengan sabun.Sofy pun melakukan hal yang sama,ia teringat bahwa mandi bersama suami merupakan sunnah.
Setelah mandi dan berpakaian mereja berdua berwudhu,kemudian melaksanakan tahajjud.Setelah itu mereka nampak berdzikir cukup lama sampai azan Subuh berkumandang.Lalu,mereka pun sholat subuh berjamaah dan tak lupa menyelipkan do'a memohon yang terbaik untuk rumah tangga mereka ke depannya.Hujan yang mengguyur pagi itu,membuat hasrat Devan ingin bersatu dengan bidadarinya kembali muncul.Mereka tertidur setelah Devan mengalami dua pelepasan dan Sofy tak bisa menghitung berapa kali ia merasakan kenikmatan pagi itu.Mereka pun kembali berpelukan hangat dalam lelapnya tidur.
...****************...
__ADS_1