
Kegaduhan di kamar Sofy membuat ibunya yang tidur di kamar sebelah terbangun.ibu segera menuju kamar Sofy dengan segelas air putih yang telah diambil di dapur sebelumnya...ini bukan kali pertama dialami putrinya,hingga beliau telah hapal dengan apa yang harus diperbuat.
Sesampainya di kamar Sofy...
"kamu mimpi buruk lagi y ni?"(ibu langsung merangkul Sofy dalam pelukannya)
"iya bu...kenapa Sofy masih sering bermimpi tentang Ayah y bu...?"
"mungkin karena kamu terlalu menyayangi ayah dan menyaksikan langsung kejadian itu nak...jangan lupa selalu do'akan ayahmu nak,mudah2an beliau mendapat tempat yg baik disisi Allah..."(sambil membelai rambut putri yang masih berada disisi sang ibu)
"Insyaallah bu,,,Sofy akan selalu mendo'akan ayah bu".
"kamu juga harus bisa memaafkan pak Hamdi ya nak,bagaimana pun yang salah bukan beliau ataupun mank Asep supirnya.ini memang sudah suratan takdir Iilahi nak..."
"Iya bu,, Insyaallah Sofy sudah ikhlas bu.apalagi selama ini pak Hamdi sudah sangat baik sama keluarga kita.meskipun Sofy dan Adnan bukan anaknya,tapi dia selalu berusaha memberi kami kasih sayang".
"sykurlah nak,,,kalau begitu sebaiknya kita solat tahajjud ya nak,sepertiga malam yg baik untuk meminta yang terbaik sama Allah".
"Baik bu..."
setelah melaksanakan sholat tahajjud,Sofy berdo'a agar ayahnya mendapatkan tempat terbaik disisi Allah.kemudian ia meminta agar ia dan keluarganya selalu diberikan kesehatan,keselamatan dan mendapat yang terbaik dalam hidupnya.pun membaca Al-Qur'an dengan sangat merdu.setelah itu,ia terus berdzikir untuk menenangkan hatinya sembari menunggu azan Subuh berkumandang.
beberapa saat kemudian terdengar azan Subuh berkumandang dengan merdunya.Adnan,ibu n Sofy pun segera bersiap menunaikan sholat Subuh berjamaah.Semenjak ayah tiada,Adnan mulai tumbuh menjadi pemuda yang sholeh,tampan dan pintar.ia dan Sofy selalu teringat pesan terakhir alm.ayahnya.
setelah selesai menunaikan dua rakaat Subuh,mereka pun mulai sibuk dengan kegiatan masing-masing.Adnan mulai menyiapkan tugas kampus yang masih belum selesai mumpung masih ada waktu sebelum jam perkuliahan dimulai pagi ini.akhir-akhir ini tugas kuliahnya memang semakin banyak,namun ia tetap semangat mengerjakannya.sementara ibu dan Sofy segera menuju dapur.Sofy menghidangkan secangkir teh lemon hangat untuk sang ibu yang setia menemaninya membuat sarapan di dapur.
ketika di dapur...
"uni,,,ibu perhatikan akhir-akhir ini kamu terlalu sibuk nak.mungkin karena kecapean mimpi buruk itu datang lagi.apa ga sebaiknya dikurangi ja sedikit kesibukannya,kan ada mba Ita n mba Yana juga yang siap membantu mengawasi para karyawan."
__ADS_1
"ibu tenang ja,,,Sofy ga apa-apa kok.namanya kerja ya pasti cape kan bu..."(jawaban Sofy mencoba meyakinkan sang ibu)
"memang nak,cuma ibu ga mau ja itu jadi beban buat kamu."
"Insyaallah bu,berkat dukungan dan do'a ibu uni akan baik-baik ja kok".(sembari menaruh sandwich yang sudah siap di hadapan sang ibu)".
"iya sayang,ibu pasti akan selalu mendukung n mendo'akan uni...".
tak lama kemudian muncul Adnan yang sudah rapi untuk menuju kampus bergabung untuk sarapan dengan mereka.
"nan,hari ini pulang jam berapa?"tanya Sofy
"belum tau ni,tugas kampus lagi banyak banget.kayaknya ntar pulang kampus Adnan mau buat tugas bareng teman dech ni...mank nya kenapa ni?"
"ooo,,,gitu.ga kenapa-napa si nan,uni cuma pengen tau ja...heeheee"
"iiihhhh,,,uni mulai kepo bu sama hidupnya Adnan...haahahhahaha"
"awas uni,ntar Adnan bales lho..."(langsung berdiri dan menggeliti sang kakak)
"Adnan udah,,,ampuuunnn...ibu tolong uni..."
"udah nan,sampai kapan kalian mau terus-terusan bertingkah kayak anak kecil gini?"tanya sang ibu
"sampai uni udah ada suami bu..."(dengan nada meledek sang kakak)
"cukup nan,,,jangan bahas soal suami lagi.uni ga suka"(mulai cemberut)
melihat ekspresi uninya yang berubah Adnan pun terdiam dan meminta maaf kepada sang kakak."maaf kan Adnan yang ganteng ini ya ni,jangan cemberut gitu dunk,cuma becanda kok..."😅
__ADS_1
"becanda kamu ga lucu,selalu ja bahas soal itu".😢
"sudah,sudah ga usah diperpanjang...nan,ayo berangkat sana,ntar telat lho".(berkata sambil mengode Adnan agar segera berangkat agar tidak jadi sasaran kemarahan sang kakak)
"iya bu.Ibu,uni Adnan berangkat dulu ya(menyalami ibu n kakak nya secara bergantian).Assalammualaikum"
"Waalaikumsallam jawab ibu dan Sofy serentak"
ibu Mariam yg melihat wajah murung Sofy pun seakan paham dengan apa yang dirasakan sang putri.kemudian beliau menghiburnya.beliau tau sebenarnya bukan hanya candaan Adnan yg mebuat putrinya merasa agak kesal,tapi mimpi masa lalu yang kembali menghantui seolah juga membuat moodnya berubah.bu Mariam pun mencoba menenangkan hati sang putri.
"nak,jangan terlalu di ambil hati ya omongannya Adnan.namanya juga pemuda yang masih labil,kadang-kadang becandanya juga keterlaluan.tapi kata-kata Adnan soal suami itu benar lho sayang..."
"ibu...kok malah ikut-ikutan Adnan sih?ibu kan tau kalau Sofy belum siap...(menunduk dengan wajah yang sedih)
"iya nak,ibu tau.tapi sampai kapan kematian ayahmu akan jadi beban buat kamu nak.tidak semua pernikahan akan berakhir seperti itu.semua orang punya jalan cerita masing-masing.jangan terpengaruh sama masa lalu nak.kamu harus sadar dan bisa memahami,kalau jodoh ayah dan ibu itu sampai maut memisahkan kami.ibu yakin nak,kamu pasti akan menemukan kebahagian jika kamu besedia membuka hati untuk pemuda yang akan hadir di hidupmu selamanya,siapa pun jodohmu nanti sayang."
"tapi bu,Sofy masih belum yakin.lagian Sofy juga belum menemukan orang yang tepat bu."
"yakin sama Allah nak dan kamu juga harus bisa welcome dengan kehadiran jodohmu nanti."
"kita liat nanti saja ya bu,gimananya.untuk saat ini Sofy lebih mikirin soal usaha kita dibandingkan masalah pernikahan."
"y sudah nak...yang penting kamu senang,ibu juga ikut senang nak".(ibu mencoba menyudahi perkataannya takut putrinya akan semakin sedih,beliau tidak menyangka kematian suaminya akan menjadi trauma buat putrinya sampai saat ini)
ditengah keheningan telepon genggam Sofy berbunyi dan tertera nomor baru di hpnya.kemudian Sofy sibuk berbincang dengan orang diseberang sana.ternyata penelpon itu memesan hidangan untuk rapat di salah satu gedung perkantoran di kota Metropolitan itu.nampak Sofy sibuk mengambil buku pesanan,menulis apa-apa saja yang dipesan dan alamat perusahaan tersebut.
"baik mba,besok Insyaallah kami akan mengantar sebelum jam makan siang ya mba.terimakasih".
itulah akhir dari percakapan Sofy dengan wanita di seberang sana.
__ADS_1
...****************...