
Hari ini setengah jam setelah sarapan,Reva menuju balkon yang menyuguhkan hamparan hijau yang masih lembab oleh tetesan embun.Entah mengapa,semenjak mendengar kata-kata Adnan kemarin,ada sesuatu yang mengganjal di hati Reva.Sedih dan kecewa mengaduk-aduk pikiran dan perasaan Reva.Ia tidak menyangka Adnan akan berkata sedemikian rupa hingga membuat luka lama tentang masa lalunya berdarah lagi.Reva sangat-sangat merindukan kedua orang tuanya saat ini.
"Papa,Mama,andaikan waktu bisa Reva putar kembali,ingin rasanya ikut terkubur bersama agar rasa rindu ini tidak menyiksa seperti ini.Andaikan boleh meminta,Reva ingin ikut bersama papa dan mama saat ini.Pa,Ma, Reva kangeeen...Pa,Ma, Reva butuh papa dan mama sekarang!"Reva pun tak mampu membendung air mata yang sudah sekian lama ia tahan agar tidak larut dalam kesedihan.Beberapa kali ia mencoba menghentikan kristal bening yang keluar tiada henti.
Adnan yang tidak sengaja mendengar ucapan Reva pun mendekat.Awalnya ia hanya diam,seolah membiarkan Reva melepaskan segala isi hatinya.Perlahan Adnan makin dekat dan berdiri disamping Reva.Reva yang menyadari kehadiran Adnan pun langsung melap air mata dengan kedua tangannya.Ia tidak ingin Adnan melihatnya berantakan dan cengeng,bisa-bisa Adnan akan makin memaki-makinya dengan kondisi seperti ini.Tapi,di luar dugaan Reva,Adnan malah terlihat prihatin dan memberikan sebuah sapu tangan bewarna biru muda.Reva pun langsung membersihkan air mata dan ingus yang membasahi wajah dan hidungnya,lalu mengembalikan pada Adnan.
"Lo gila ya tante lampir,masa lo kasih gue bekas air mata dan ingus lo yang menjijikkan itu!Lo simpan aja tu sapu tangan,gue udah gak butuh"mencoba memancing Reva agar mau membalas kata-katanya seperti biasa.Namun,Reva hanya diam sambil menggenggam sapu tangan pemberian Adnan dan menatap lurus ke depan.Adnan jadi bingung dan tidak tau harus berkata apa lagi pada Reva,hingga cukup lama mereka terdiam di tempat itu,sampai Reva sudah mulai agak tenang dan buka suara.
"Ngapain lo disini?"tanya Reva dengan nada suara yang pelan namun tetap menatap lurus ke depan.
"Gue,gue lagi menikmati pemandangan dari sini"jawab Adnan agak sedikit gelagapan menanggapi pertanyaaan Reva
"Ooo,,,gitu.Tapi kenapa pas lagi ada gue disini?"tanya Reva sedikit menyelidiki
"Dari pada bengong sendirian,mendingan sama teman gitu kan?"Adnan mencoba berdalih
"Teman?Maksud lo gue itu teman lo gitu?Sejak kapan?"
"Hu um.Sejak hari ini,heehhee..."Adnan menjawab sembari menggaruk-garuk kepala
Reva tersenyum meledek melihat Adnan."Gue gak nyangka,lo ternyata bisa baik juga ya...Heeheehee"
"Gue itu memang baik dari sononya,lo nya aja yang baru nyadar"
"Iya,lo benar.Gue baru nyadar kalau lo itu narsis dan kepedean banget"sambil menyibir Adnan
"Hhmmm,baru aja dibaikin dikit lo udah mulai lagi.Tapi gue senang,ngeliat lo bisa tersenyum lagi"ucap Adnan tulus
__ADS_1
"Oh ya?Bisa aja lo ngehibur gue..."jawab Reva ragu dan menyelidik
"Lo aja yang belum kenal siapa gue"menatap lurus ke depan sembari menghembuskan nafas panjang
"Belum kenal gimana,gue tu udah hapal banget gaya lo!Nyebelin tau!"
"Biarin,nyebelin apa nyebelin.Sekarang bilang nyebelin,ntar jadi ngangenin lho!"tersenyum ke arah Reva membuat Reva menjadi salah tingkah
"Apaan sih lo?Ge er aja!Ga usah sok kecakepan deh kalau ngomong sama gue..."sambil mendorong tubuh Adnan menggunakan telunjuk
"Dih,,,dah berani pegang-pegang.Ntar ketagihan lho,baru tau rasa!"
"Ga bakalan ketagian gue,amit-amit jangan sampai..."
"Jangan sampai gak jadi kan!"potong Adnan
"Mau gue temenin?"tawar Adnan sembari menggoda Reva dengan senyum jailnya
"Kalau ada lo bukannya nemenin,ntar malah gangguin tau"sembari berjalan lalu duduk di meja dan mulai menatap lap topnya
Kemudian Adnan pun ikut mengambil lap topnya dan duduk sambil ikut menatap layar lap top di depannya tepat bersebelahan dengan Reva.Reva hanya melirik sejenak dan kembali fokus dengan pekerjaannya.Melihat Reva yang cuek dan sibuk tanpa berkata apa pun,Adnan memgambil lap top Reva dan mencek satu per satu isi laporannya.
"Boleh juga cara kerja lo tante lampir,ga salah mas Devan kasih kepercayaan ke lo buat ngurus usahanya"sambil mengangguk-anggukan kepala
"Ya iya lah om jin,gini-gini jam terbang gue tu lebih tinggi dari pada lo yang baru kemaren sore turun ke dunia bisnis"senyum penuh arti
"Opppss,,,jangan,kau salah menilaiku,dengan semua sikap diamku ini...!dengan nada menyanyikan sebuah lagu.Walaupun kemaren sore,gue udah jadi andalan uni Sofy lho!So,jangan anggap remeh gue"
__ADS_1
"Pakai nyanyi segala lo,rusak kuping gue dengernya!Iya,anggap aja gue percaya"
Ditengah perdebatan mereka bi Minah muncul membawakan dua gelas jus mangga dan beberapa cemilan.Tingkah Adnan dan Reva selalu membuat bi Minah senyum-senyum sendiri sambil menghidangkan isi nampan yang dibawanya.
"Duhh,,,neng Reva sama den Adnan ini cocok pisan euy...Yang satunya geulis,yang satu lagi kasep.Kayak ini lo,apa ya bibi lupa namanya.(nampak berpikir sejenak sambil menaruh telunjuk di kening kanannya).O ya,Romeo sam Juliet gitu"
"Romeo and Juliet dari mananya bi?Yang ada juga Tom and Jerry"jawab Reva
"Iya,gue Tom,lo Jerry.Jadi gue bisa makan lo kapan gue mau!"cibir Adnan
"Enak aja lo!Yang ada gue itu Tom dan gue Jerry nya.Jadi lo yang bakalan gue makan,paham?"
Rena dan Sofy muncul sambil menggendong baby Azka pun ikut berkomentar.
"Haduuuhh,Romi dan Juli nya kak Reva,benar-benar selalh kompak ya!Salut kakak,semoga kalian berjodoh,gimana Sofy?"
"Aamiiin,Sofy setuju banget mba.Biar kita bisa triple date gitu,pasti seru,ya kan mba Rena?"
"Bener banget kamu Sofy,mba harap bisa segera ya.Tapi awas,ga boleh macam-macam ya sebelum sama yang halal!"
"Apaan sih mba Rena sama mba Sofy.Kita berdua itu gak ada hubungan apa-apa ya,baikan juga jarang banget"jawab Reva sedikit kesal
"Kita?Lo aja kali gue gak..."Adnan pun ikut menjawab lalu membuang muka dari Sofy
"Kalian berdua tu lucu banget,hati-hati ya,ntar jadi drakor lho!Benci jadi rindu.Heeheee"kata Sofy sambil tertawa dan melihat ke Adnan dan Reva bergantian
"Oh ya,bener banget Sofy.Mba bakalan jadi penggemar setia drakor kalian berdua"sambung Rena,membuat Reva semakin kesal.Sementara Adnan hanya cuek dan pura-pura sibuk dengan lap topnya.Sofy ,Reva dan bi Minah pun berlalu dari hadapan mereka.Kini Adnan dan Reva hanya terdiam sambil sibuk dengan pekerjaan di lap top masing-masing.
__ADS_1
...****************...