
Setelah sarapan pagi itu nampak mereka sibuk di tempat terpisah.Pak Hamdi,Rafa dan Devan sedang membahas tentang proyek keluarganya.Sedangkan Rena dan Sofy masih sibuk dengan baby Azka.Sementara Adnan dan Reva berencana mengelilingi perkebunan dengan sepeda.
Awal keberangkatan dari rumah,Adnan dan Reva seperti dua orang sahabat yang sangatlah akur.Namun,baru menempuh jarak berpuluh meter,Adnan sudah mulai dengan keisengannya kepada Reva.Ia selalu berusaha bersepeda di depan Reva dan sesekali mencibir Reva.Reva pun seperti biasa,tidak ingin kalah dari Adnan setiap kali kejahilan diantara mereka.
Ketika sedang asyik bersepeda di turunan dab belokan di sejuknya udara pagi dan hamparan hijau yang luas,tiba-tiba roda sepeda Reva terpeleset pinggiran jalan yang agak licin.Reva pun terjatuh dan meringis kesakitan.Adnan yang berada dengan jarak yang cukup jauh,langsung memutar balik sepedanya mendekati Reva.Wajah isengnya berubah menjadi cemas ketika melihat ekspresi Reva yang sedang kesakitan.Adnan pun membantu mengangkat sepeda yang menimpa tubuh Reva.
Lokasi jatuhnya Reva dekat dengan perkebunan teh milik keluarganya.Adnan awalnya ingin membopong tubuh Reva,namun kaki Reva terkilir cukup parah membuatnya kesulitan untuk berjalan.Akhirnya,tanpa berkata Adnan menggendong tubuh Reva dipunggungnya dan membawa menuju kantor administrasi perkebunan teh milik keluarga Devan.
Reva hanya bisa pasrah ketika dibawa oleh Adnan,gengsi dan malu bergantian nampak di wajahnya.Setibanya di kantor tersebut,Adnan meminta kotak P3K kepada salah satu karyawan disana dan lansung mengobati luka di tangan Reva serta mengoleskan obat pereda nyeri terkilir.Salah satu buruh pemetik teh yang dimintai tolong oleh Adnan untuk memanggil Dokter pun muncul di hadapannya.
"Maaf den Adnan,Dokternya lagi ada operasi kecil pasien yang kecelakaan di perempatan jalan sana.Jadi dia teh belum bisa kesini Mas"
"Duh,gimana ya mang?Saya khawatir aja kalau kakinya Reva kenapa-napa"
"Iiihhh,,,sok peduli kamu nan"(dengan nada cemooh seakan tidak percaya dengan ketulusan Adnan.
"Beneran ini cewek,udah sakit mulutnya masih gak bisa dikondisiin.Harusnya tu bilang makasih,gue mau nolongin cewek resek tante lampir kayak lo"
"Siapa juga yang butuh bantuan lo cowok resek om jin kayak elo.Disini masih banyak kok manusia yang baik dan tulus,gak kayak elo yang cuma pencitraan doang"
Beberapa orang karyawan pun nampak menahan tawa melihat perseteruan keduanya.Mereka berdua akan selalu jadi hiburan selingan seperti menonton kartun Tom & Jerry bagi orang sekitarnya.
"Punten den Adnan,ini aya bi Lilis yang akan ngurut kaki neng Reva yang terkilir.Kasian den,ntar takutnya kenapa-napa"kata seorang buruh pemetik teh
__ADS_1
"Makasih banyak ya mba Lilis,dah repot-repot kesini buat ngobatin kaki Reva.Gitu om jin,kalau yang tulus menolong,gak pake diminta dan gak pake berisik pastinya"
"Terserah lo tante lampir,gue gak peduli"seraya duduk menjauh dari Reva
Reva nampak sangat kesakitan saat kakinya diurut mba Lilis,bulir-bulir keringat menetes di bagian kepalanya.Reva berusaha tetap kuat dengan menggenggam erat kaos yang ia pakai,ketika sangat kesakitan ia nampak menggigit bibir agar tidak berteriak.Setelah cukup lama diurut mba Lilis,Reva nampak mulai lega.Lega karena tidak menahan malu lagi di depan Adnan dan karyawan disana serta lega karena kakinya sudah agak lebih baik.
Adnan dan Reva diantar dengan mobil pick up pabrik teh keluarganya.Sepeda yang mereka bawa diletakkan di bagian belakang mobil.Reva sebenarnya ingin berterimakasih karena Adnab telah menolongnya,tapi lagi-lagi gengsi menyurutkan keinginan itu.
Sesampainya di villa keluarganya,Rena langsung keluar rumah dan membawa Reva duduk di ruang keluarga.Rena sengaja menempatkan posisi kaki Reva memanjang di atas Sofa agar lebih nyaman.Rena sebebarnya cemas,tapi Reva yang memang terkenal suka tantangan dari kecil membuat Rena tidak heran dengan apa yang menimpa adiknya.
"Ya ampun dek,kamu tu ya dari dulu sampai sekarang gak ada kapok-kapoknya sama tantangan ya"
"Iihhh,,,mba Rena,prihatin dikit napa sih sama keadaan aku.Ini malah ngomelin lagi dan lagi kayak sebelum-sebelumnya"
"Benar mba Rena,dia itu kurang hati-hati tu.Tadi kita kan lagi enak-enaknya sepedaan,eh dia malah jatuh mba"Adnan pun mencoba memojokkan Reva di depan kakaknya
"Untung ada kamu ya nan,tadi lagi sama Reva.Kalau gak ntah gimana nasih adek mba ini"
"Gak usah lebay-lebay dot com deh mba,apalagi sama si om jin.Ge er ntar dia nya mba"(memandang sinis kepada Adnan)
"Dek,kamu tu,bukannya terima kasih malah ngomong yang gak-gak.Maaf ya Adnan,mba tau kok kalau kamu tu baik orangnya.Kamu juga dek,panggil Adnan yang benar,gimana juga dia itu tiga tahun lebih tua dari kamu.Jangan mentang-mentang kamu program akselerasi,berasa umurnya juga akselerasi"
"Iya mba,Reva tau kok.Maaf ya Kak Adnan"(menatap sinis dan mencibir Adnan tapi tidak terlihat oleh Reva)
__ADS_1
"Maafin adeknya mba ya nan"sambung Reba tulus
"Tenang aja mba,Adnan yang baik ini suka memaafkan kok.Iya dek Reva,kakak maafin"jawab Adnan sambil membalas cibiran Reva.Lo pikir semudah itu tante lampir,lo udah ngerusak hari gue,mud gue,sama menyedot tenaga gue.Gue pastiin lo bakalan bayar ini suatu hari nanti,gumam Adnan dalam hati
"Ok nan,kalau gitu mba tinggal dulu ya.Kamu mau kan bantuin mba jagain Reva?Kasian ntar Sofy kecapean kalau harus jagain Azka terus"
"Asssyyyiiiaaap mba qu..."jawab Adnan
Menghilangnya Rena ke kamar Azka membuat keduanya kembali syuting film kartun Tom & Jerry.
"Eh,tante lampir...Lo jangan ge er ya,kalau bukan mba Rena yang minta tolong,ogah gue jagain lo.Udah jelek,kusut,cerewet pokoknya jauh dari rata-rata cewek baik-baik"
"Jaga ya omongan lo om jin.Awas aja lo ntar kalau gue udah sembuh,gue pastiin lo gak bajalan hidup tenang"(menatap dengan tampang penuh permusuhan)
"Gue tunggu waktu pembalasan orang yang gak tau terima kasih kayak elo tante lampir.Mendingan gue ke dapur,nyari sesuatu yang bisa nyehatin pikiran san tubuh gue,daripada ntar ketularan sakit disini".Adnan pun berlalu menuju dapur meninggalkan Reva yang kesal sambil ngoceh sendirian
"Brengsek banget lo om jin.Gue sumpahin lo berjodoh sama cewek yang paling lu benci,biar hidup lo suram"
Adnan yang tengah berjalan dan masih bisa mendengar kata-kata Rena pun menoleh dan tersenyum sinis.
Gue tunggu pembalasan lo tante lampir,berdo'a aja lo,itu kata-kata gak berbalik ke lo yang ngucapin"gumam Adnan dalam hati mempercepat langkah ke dapur untuk mencari minuman segar dan jauh dari Reva
Reva pun menutup bibir dengan tangan kanannya,"kenapa gue jadi suka sumpah serapah gini ya?kata mba Rena itu gak baik dan bisa berbalik.Ya Allah,aku benar-benar menyesal,mudah-mudahan ucapan mba Rena itu cuma mitos.Yah,pasti cuma mitos"gumam Reva untuk memotivasi dirinya.
__ADS_1