Pernikahan Impian Sofya

Pernikahan Impian Sofya
Peristiwa Mengejutkan


__ADS_3

tak lama selesai makan malam,azan Isya pun berkumandang.Adnan mengantar pak Hamdi dan Rafa untuk sholat di kamar tamu,lalu mengajak Devan sholat di kamarnya.sementara Rena dan Aurel sholat di kamar Sofy dan bu Mariam di kamar beliau.


setelah itu,Sofy dan Rena nampak sedang asyik bercerita,Aurel nampak sedang duduk di pangkuan Sofy dengan nyamannya di ruang keluarga.Devan yg turun dari tangga terus memandang ke arah Sofy,wajah yg telah lama ia rindukan.Adnan dan Rafa yang berjalan di belakangnya pun saling menyikut tangan dan berbisik melihat Devan.


"eeheemmm,,,lagi liatin apaan si mas?"tanya Adnan


"bidadari nan..."(jawabnya sambil tetap melihat ke arah Sofy)


"memang disini ada bidadari ya Dev?"sambung Rafa


"iya mas,,,bidadari yg sudah mencuri hatiku mas"(masih tetap menatap ke arah Sofy)


keusilan Adnan pun mulai bergolak...


"mas Dev,tangganya ada yg hilang,awas jatoh..."


Devan yg kaget pun tersentak dan menghentikan langkahnya,kemudian menatap ke bawah melihat tangga yg masih utuh."aduhhh nan,kamu ini sengaja ngejahilin mas ya..."


"habisnya mas Dev jawab pertanyaan kita tapi liatnya kemana"


"heeheehee,gimana lagi nan.panggilan hati...😁"


"dasar Devan...dulu sibuk jaga wibawa.sekarang mellow banget kalo soal cinta...haaahaaa"Rafa pun tertawa melihat perubahan Devan semenjak mengenal Sofy


"biarin mas,dari pada ntar aku dikira homo karena ga mau dekat sama cewek mana pun...haahaaa"😁😁😁


"bisa aja mas Dev ini"sambung Adnan.kita ke teras depan yu mas Dev,mas Rafa.kita main ular tangga,siapa yg kalah harus dihukum...heeheee"


"dih,,,kamu masih suka main gituan nan"seru Rafa


"heeheeheee,kalau ada teman dan iseng ja si mas.daripada suntuk ya kan"


"boleh juga tuh ide kamu"sambung Devan


Rafa dan Devan pun berjalan menuju teras depan.sementara Adnan mengambil ular tangga di laci lemari di ruang keluarga,lalu segera menyusul keduanya.mereka sepakat siapa yang kalah,akan dihukum dengan coretan lipstik di wajah.kemudian Adnan kembali ke dalam mengendap-endap masuk ke kamar Sofy dan mengambil lipstik bewarna merah.keseruan pun terasa bagi Adnan dan Rafa kecuali Devan.Devan kalah terus sepanjang permainan,hanya beberapa kali wajahnya selamat dari coretan Adnan dan Rafa.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


***


sementara di ruang tamu nampak pak Hamdi dan bu Mariam tengah berbicara serius tentang perkembangan hubungan Sofy dan Devan.mereka sengaja menjauh agar rahasia kesepakatan tetap berjalan natural tanpa diketahui yang lainnya,terutama Devan dan Sofy.


pak Hamdi memulai percakapan"walaupun akhir-akhir ini Devan dan Sofy jarang bertemu,mereka masih sering berkabar lewat chat atau pesan singkat.mungkin sudah agak lumayan lah ya bu,bahkan kalau Devan sering mengirim foto dimana pun ia berada sama Sofy"


"iya pak,Sofy juga sering cerita ke saya masalah itu.cuma ya belum terlalu terlihat seperti yg diinginkan Sofy nya pak"


"kita mesti sabar bu.tapi,sekarang ada satu hal yg membuat saya ragu bu.dengan kondisi Devan sekarang yang hanya orang biasa dan bukan pimpinan perusahaan,apa mungkin Sofy akan bisa menerimanya?"


"aduuuhhh,,,bapak ini.Sofy bukan tipe perempuan seperti itu pak yang hanya mengharapkan jabatan dan kekayaan seseorang.saya bisa jamin itu sebagi ibunya.lagian pak,latar belakang kami seperti yg bapak tau kan cuma orang biasa"


"syukurlah kalau begitu bu"


"iya pak.cuma,sekarang masalahnya bagaimana supaya Sofy siap menerima Devan.waktu itu saya sudah mencoba beberapa kali mencari tau perasaan Sofy pak,namun ya masih sama jawabannya.menerima belum,menolak tidak"


"sama-sama kita tunggu saja ya bu,mudah-mudahan bisa segera.saya sudah tidak sabar pengen punya mantu,trus bisa nimang cucu.heehehhee"


"saya juga berharap begitu pak.maaf pak,saya tinggal ke kamar sebentar ya"


setah bu Mariam berlalu,pak Hamdi pun bergabung dengan kehebohan di teras depan.


***


di ruang keluarga...


tampak Rena dan Sofy sangat seru bercerita dengan berbagai topik,awalnya nampak agak sendu karena Rena curhat soal kehilangan perusahaan yg di alami pak Hamdi dan Devan.kemudian Sofy mengalihkan pembicaraan tentang hal-hal lain yg disukai perempuan pada umumnya.mereka pun sepakat untuk mencari waktu jalan-jalan bersama.


ditengah keceriaan itu,Sofy mencoba mencari sosok ibunya yg semula duduk bersama pak Hamdi di ruang tamu telah hilang dari pandangannya.


ibu kemana ya?gumamnya dalam hati.


"Sofy kamu melamun ya?"sapa Rena sambil menggoyang-goyangkan tangan di depan wajah Sofy


"ga mba,maaf.Sofy cuma lagi nyariin ibu."

__ADS_1


"ooo,,,bu Mariam kayaknya tadi masuk ke kamar dech"


"ya udah mba,Sofy nyusul ibu sebentar ya mba.Aurel tunggu disini sebentar sama mamanya,ntar tante balik lagi"


"oke tante cantik..."jawab Aurel


Sofy pun dengan langkah sedikit memburu menuju kamar ibunya.betapa kagetnya Sofy ketika membuka pintu kamar,kedua tangan bu Mariam nampak berpengangan pada dinding kamar.Sofy pun berlari mendekat dan segera ingin meraih tubuh sang ibu.ketika ia hampir meraih tubuh ibunya...


Bruuukkkk...tubuh ibunya pun tergeletak tak sadarkan diri dilantai.


"ibuuuuuu..."(teriakannya terdengar sangat keras mengagetkan Rena dan Aurel yg tengah duduk di ruang keluarga)


Rena pun membawa Aurel untuk segera melihat keadaan Sofy dan bu Mariam di kamarnya.sesampainya disana nampak


Sofy yang sedang menaruh kepala bu Mariam di pangkuannya sambil meneteskan air mata.tanpa berkata apa-apa ke Sofy,Rena yg cemas pun segera berlari ke teras depan meninggalkan Aurel berdiri kebingungan.Aurel pun dengan polosnya duduk di samping Sofy dan memeluk lengan Sofy.


"tante cantik jangan nangis,disini ada Aurel"


Sofy tak berkata hanya memeluk Aurel dengan tangan kirinya sambil tetap menyentuh pipi bu Mariam beberapa kali agar ibunya segera sadar.namun,bu Mariam tak kunjung sadarkan diri.


beberapa saat kemudian nampak Devan yang berlari dari teras depan sampai lebih dahulu di kamar bu Mariam.tanpa berkata ia pun segera mengangkat tubuh bu Mariam ke kasur.Sofy pun berdiri mencoba mencari minyak kayu putih dan mencoba menggosokkan di dekat lubang hidup ibunya,berharap ibunya akan sadar.namun,semua itu sia-sia.


kemudian Adnan datang dan mengabarkan bahwa Dokter Haris meminta segera membawa ibunya ke rumah sakit.Devan pun berinisiatif mengangkat tubuh bu Mariam menuju mobilnya yg terparkir di halaman,disusul Sofy,Adnan dan pak Hamdi yang mengiringi dalam kecemasan di belakang.Sofy naik terlebih dahulu agar kepala bu Mariam bisa diletakkan di pangkuannya,disusul Adnan yg memegangi kaki ibunya.setelah menutup kedua pintu belakang mobilnya,Devan segera duduk di samping papanya.dengan sigap dan hati-hati ia langsung menyetir menuju rumah sakit tempat ibu Sofy biasa dirawat karena Dokter Haris telah bersiap menunggu disana.suasana di mobil pun didominasi keheningan,sesekali terdengar suara tangisan Sofy memecah keheningan itu.


tak lama kemudian mereka pun tiba di depan rumah sakit.disana nampak Dokter Haris telah standby dengan beberapa orang perawat yg segera memindahkan tubuh bu Mariam untuk segera dibawa dan dilakukan tindakan di IGD rumah sakit.pintu pun ditutup dan semua diminta menunggu di luar.Adnan pun merangkul Sofy dan membawanya duduk di kursi di depan ruangan tersebut.Adnan mencoba menenangkan Sofy.Devan hanya bisa memandang dari kejauhan dan tetap berdiri di samping papanya yg menatap iba ke arah Sofy dan Adnan.mereka semua pun menunggu Dokter Haris muncul di balik rungan itu.


...****************...


Assalammualaikum...


Halo semua...mohon dukungan,kritik dan saran yg membangun ya...πŸ˜‰lalu trus ikuti ceritanya yaaa,akan ada kejutan di cerita berikutnya...😊


Mohon maaf kalau masih banyak kekurangan di ceritanya...πŸ™mudah-mudahan dibalik kekurangan itu,ada yg menarik pembaca untuk terus mengikuti ceritanya yaaa...😊


mohon support supaya penulis makin semangat bercerita ya semua...terima kasih...πŸ™

__ADS_1


...πŸ˜πŸ˜ŠπŸ˜˜πŸ™πŸ‘πŸ˜‰...


__ADS_2