
Sesampainya di cafe,nampak seorang laki-laki melambaikan tangan kepada Adnan di meja yang terletak di pojok dengan sofa yang cukup nyaman.Sesampainya disana,Adnan dan Dani sahabatnya langsung berpelukan akrab.Lalu Dani mengenalkan Adnan kepada wanita yang berdiri di sampingnya.
"Bro,ini lo pujaan hati gue.Tapi lo jangan naksir ya,soalnya kit berdua udah sah!Haaahahaaahaaa"Dani memang sahabat Adnan yang humoris semenjak kuliah dulu.
"Adnan"kata Adnan sambil mengulurkan tangan kepada istri sahabatnya itu.
"Anindita"jawab istri Dani sambil membalas uluran tangan Adnan.Dani yang melihat pemandangab itu pun langsung melepas tangan Adnan dari istrinya membuat Adnan dan Anindita terkekeh melihat hal tersebut.Dani memang telah bercerita tentang Adnan kepada istrinya,bagaimana keakraban mereka di bangku kuliah dulu,juga bagaimana Adnan yang selalu memenangkan hati perempuan yang ia sukai meskipun Adnan tidak pernah berhubungan dengan setiap wanita yang ia sukai Adnan memang ingin fokus menyelesaikan kuliahnya dan ingin menjadi orang yang sukses agar bisa membanggakan keluarganya.Beda dengan Dani yang memang seorang putra konglomerat yang suka mengejar wanita cantik famous di kampusnya.
"Udahan bro jabat tangannya,ntar bini gue kepincut lagi sama lo!"ucap Dani seperti sedang serius membuat Adnan dan Anindita kembali tertawa,kemudian terhenti dengan sosk perempuan yang berdiri di samping meja mereka.
"Duduk"ucap Adnan pada Reva sambil memukul sofa untuk mengarahkan Reva duduk di sampingnya.Reva pun duduk sambil tersenyum pada Dani dan Anindita.Dani dan Anindita yang tadinya menyangka Adnan datang sendiri pun melongo melihat wanita cantik yang duduk disebelah Adnan.Sikutan dari Anin membuat Dani mulai berceloteh.
"Bro,gue ga nyangka lo bisa dapatin cewek cakep juga...Haahahhaahha.Kenalin dong ke kita,iya kan beb"kata Dani sambil merangkul istrinya
"Reva"sambil mengulurkan tangan pada Dani dan Anin bergantian,membuat Adnan hanya bisa diam dan melihat pemandangan itu.
"Beb,pacarnya Adnan cantik ya.Kalau bisa aku tebak kayaknya dia cewek yang baik juga"kata Anin pada Dani suaminya
"Yes baby,aku setuju banget sama kamu.Tapi kok dia mau ya sama Adnan yang kutu buku ini!Haahahaahahhaa"kata-kata ini membuat Adnan menjadi salah tingkah di depan Reva.
__ADS_1
"Brengsek lo bro!Udah dech,,,lo akuin aja kalau pesona kutu buku ini lebih menarik dari lo kan!"balas Adnan membuat Dani terdiam sejenak,lalu kembali tertawa sambil memandang istrinya.Membuat Anin ikut tertawa sedangkan Reva hanya bisa tersenyum mendengar pembicaraan tiga orang tersebut karena kurang paham dengan topik pembicaraan mereka.
"Bro,pindah ke meja disana bentar yuk!Ada hal penting yang harus gue bahas sama lo!"kata Dani agak serius sambil berdiri berjalan bersama Adnan menuju meja yang berada paling belakang di cafe itu.
Sepeninggalan Adnan dan Dani,Anin nampak mulai akrab dengan Reva.Mereka merasa bisa lebih leluasa untuk berbincang dibandingkan sebelumnya.Hampir banyak kesamaan dan kesukaan yang mereka miliki.
"Gue seneng banget va,akhirnya bisa punya temen cewek yang punya hobi dan selera yang hampir sama kalau pulang ke Indo.Biasanya bosen banget,istri rekan bisnis Dani yang lain itu sombong dan suka ngebahas hal yang ga penting gitu"
"Gue juga seneng bisa kenalan sama istri cantik presdir kayak lo.Heeheehee"
"Sialan lo,males banget gue denger lo ngomong gitu...Heeheehee"
"Hhmmmm,,,gimana ya?Reva,gue ini udah hamil 4 bulan sayang.Makanya buruan lo minta di halalin sama Adnan,biar bisa hamil juga kayak gue.Haahaahaa"
"Ya ampun,hebat banget lo nin bentar lagi bakalan jadi seorang ibu yang menimang bayi.Selamat ya,gue turut bahagia"sambil memeluk dan mengelus lembut perut Anin yang baru terlihat sedikit pembesaran,bahkan hampir belum terlihat di balik dress yang dipakai Anin
"Iya Reva sayang,jadi kapan neh lo ganti nama jadi Ms. Adnan?"tanya Anin penuh rasa ingin tahu
"Gue,gue belum mikir sial nikah sekarang nin.Gue masih sibuk bantuin mas Devan sepupu gue ngurusin perusahaannya"jawab Reva dengan nada rendah penuh arti
__ADS_1
"Mmmmm,,,kalau gue ga salah tebak nih,kayaknya kalian berdua sama-sama gengsian,padahal saling sayang.Lucu deh lo berdua,sayang kok disimpan-simpan"
"Sok tau banget lo nin.Gue sama Adnan itu,cuma kayak teman gitu.Sepupu gue mas Devan itu suaminya kakak Adnan,uni Sofy"tersenyum sambil menelan salivanya karena ternyata perasaannya pada Adnan terlihat oleh Anin,tapi ia ragu jika hal itu hanya bertepuk sebelah tangan.Reva meragukan rasa yang dimiliki Adnan kepadanya,tapi memdengar ucapan Anin entah mengapa serasa seperti angin segar baginya.
"Va,Reva,lo ngelamunin apaan sih?"sambil menggoyangkan tangannya di depan wajah Reva
"Oh,,,ga nin.Gue gak ngelamunin apa-apa kok.Cuma lagi mikirin sesuatu aja.Heehehhheee"
"Alah va,gue tau kok lo lagi mikirin cowok yang disana kan,yang sedari tadi curi-curi pandang ke lo padahal lagi ngomong serius sama suami gue"
Deg,,,perkataan Anin membuat jantung Reva berdegup sedikit kencang."Apa iya dia seperti itu?Apa benar yang Anin bilang?Oh God,gue kok jadi alay gini sih mikirin om jin"kata Reva dalam hati.
"Lo tenang aja va,ntar gue sama Dani bakalan bantuin mempermulus hubungan lo sama Adnan"kata Anin sembari tersenyum tukus dan memegang tangan Reva
"Entahlah nin,gue masih belum terlalu yakin sama semua ini.Bagi gue jalanin aja kayak air mengalir.Apalagi kita berdua itu sering cek-cok,gak kebanyang gimana jadinya kalau kita sampai nikah nanti"jawab Reva sambil melirik ke arah Adnan dari kejauhan,pertemuan matanya dengan Adnan membuat Reva segera mengalihkan pandangannya ke Anin yang ada di sampingnya.
"Ya,seperti yang gue bilang tadi va.Lo berdua sama-sama gengsi yang berlebihan,padahal punya rasa sayang yang lebih juga.Bentar,gue bisa buktiin sama lo"Anin mengeluarkan hpnya seperti tengah menghubungi seseorang via chat.
Selang beberapa menit kemudian muncul seorang pria muda dengan setelan jas hitam yang sangat rapi dan tampan.Ia adalah Abel,bodyguard sekaligus asisten kepercayaan keluarga Dani yang sekarang selalu ikut kemana pun bosnya pergi.Kemudian Anin menyuruh Abel duduk di hadapan Reva,lalu berkenalan dengan teman barunya yang telah akrab itu.
__ADS_1
Adnan yang telah selesai membicarakan bisnisnya bersama Dani dan tengah ngobrol santai merasa terusik melihat pemandangan tak jauh di depan matanya.Entah mengapa melihat ada laki-laki mendekati Reva membuatnya dadanya mendidih dan tersulut emosi.Adnan pun berdiri meninggalkan Dani untuk menuju meja diman Reva dan Anin sedang mengobrol dengan seorang laki-laki.Sesampainya disana,tanpa berkata sepatah kata pun ia langsung menarik tangan Reva dan langsung merangkulnya seolah menandakan kepemilikan.Melihat pemandangan itu Anin dan Dani tersenyum,sementara Reva menggoyang-goyangkan badannya seakan ingin melepaskan diri dari rangkulan Adnan.Pandangan tajam Adnan tidak menyurutkan Abel menjalankan tugasnya,ia malah tersenyum licik memandang ke arah Adnan seolah menantang akan merebut wanita di sampingnya.