Pernikahan Impian Sofya

Pernikahan Impian Sofya
Fakta yang Mencemaskan


__ADS_3

tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11.30 siang itu.tidak banyak yg terjadi di ruangan itu,Sofy hanya duduk di tepi ranjang ibunya,terkadang di kursi di sebelah ranjang ibunya.sementara Adnan duduk bersama Devan di sofa di kamar itu,mereka terlihat semakin akrab.seperti sama-sama memahami perasaan Sofy,mereka sengaja tidak mengganggu keberadaan Sofy disisi ibunya.sesekali nampak Sofy membalas beberapa chat karyawan yg melaporkan pekerjaan mereka hari ini.


duh,,,udah mau jam 12,tapi mba Rena kok masih belum datang juga ya.bentar lagi aku harus berangkat ke kampus,kalau telat sama Dosen killer hari ini bisa-bisa nilai aku bakalan hancur ini.Adnan bergumam dalam hati,nampak kecemasan mulai terlihat di wajahnya.


"kamu kenapa nan?"tanya Devan penasaran melihat Adnan yg tiba-tiba terdiam seperti memikirkan sesuatu"


"ga ada apa-apa mas.aku cuma kepikiran kondisi ibu aja"(jawabnya mencoba menyembunyikan keresahannya)


"ooo,,,soal ibu ya.yg sabar y nan,selalu do'ain ibumu"


"iya mas,pasti"


ceklek,,,pintu ruangan itu dibuka seseorang.


"Assalammualaikum"Rena pun melangkah memasuki ruangan dengan membawa sebuah keranjang buah dan dua tas berisi beberapa peralatannya dan Devan


semua yg ada di ruangan pun menjawab salam Rena.wajah Adnan yg tadinya mulai cemas sekarang nampak tersenyum lega.ia pun langsung berpamitan untuk segera menuju kampus.


"mba Rena,kita ganti shift ya.Adnan berangkat dulu,takut telat.uni ntar kalau ibu bangun,bilang Adnan udah berangkat ya"


"ok nan,ntar uni sampaikan ke ibu ya"


"uni,mas Dev,mba Rena Adnan berangkat dulu.Assalammualaikum"(segera meninggalkan ruangan dan mempercepat langkah menuju parkiran untuk mengendarai motor sportnya)


sepeninggalan Adnan Rena pun menyerahkan tas peralatan Devan.


"Dev,mandi gih,bau kamu tu bikin perut mba mual.heeheheheh."

__ADS_1


"sembarangan mba ini ngomongnya,gini-gini biar aku mandi atau ga tetap ja ga kan mengurangi pesonanya aku mba"


"idiihhh,,,sejak kapan kamu jadi ke ge er an gitu Dev.udah sana mandi gih,ntar Sofy muntah lagi nyium bau kamu"


"bener kayak mba Rena bilang Sofy?"


Sofy hanya menjawab dengan mengangguk seraya tersenyum.sebenarnya senyum Sofy karena melihat Rena dan Devan seolah mengingatkan ia dan Adnan yg sering bercanda seperti itu.


sementara itu Devan yg malu karena Sofy mengiyakan kata-kata Rena langsung masuk ke kamar mandi dengan membawa tas yg telah diberikan Rena tadi.


lima belas menit kemudian Devan pun keluar dengan memakai kaos lengan pendek dan celana training favoritnya.meskipun hanya berpakaian seadanya tidak mengurangi ketampanannya.setelah menaruh tasnya di samping tas Rena,Devan pun pamit keluar untuk menunaikan sholat zuhur dan membeli makan siang untuk mereka bertiga.


setelah Rena dan Sofy bergantian sholat Zuhur,pintu ruangan terbuka.Dokter Haris muncul bersama seorang perawat disampingnya.Dokter Haris pun langsung memeriksa kondisi bu Mariam,sementara perawat mencek infus bu Mariam apakah masih menetes dengan baik dan tepat.saat itu bu Mariam nampak telah membuka mata dan mengucapkan terima kasih kepada Dokter Haris karena telah mengobatinya selama ini.Dokter Haris pun kemudian memanggil Sofy untuk ikut ke ruangannya membicarakan tentang kondisi bu Mariam.


"Sofy,bisa ikut sebentar ke ruangan saya?"


"ok Sofy,gih sana segera ikutin Dokter Haris"


"makasih ya mba"(kemudian Sofy mempercepat langkah menyusul Dokter Haris sudah keluar dari ruangan bu Mariam menuju ruangannya"


sesampainya di ruangan Dokter Haris perasaan Sofy mulai tidak enak,seakan ad sesuatu yg buruk yg akan disampaikannya.


"Dok,sebenarnya giman kondisi ibu sampai Dokter harus bicara disini?"(wajah Sofy nampak cemas)


"begini Sofy.vertigo yg diderita bu Mariam itu tipe sentral dan sudah beliau alami sejak lama. Vertigo sentral dapat disertai hilangnya keseimbangan saat berdiri atau berjalan, dan sulit mempertahankan postur tubuh. hal itu lah yg membuat beliau pingsan tadi malam.apa semalam Sofy sempat melihat beliau sulit dan seperti kehilangan keseimbangan saat berjalan?"


"iya Dok,benar banget.sebelum pingsan ibu tampak berusaha mencari pegangan untuk menopang tubuhnya,kemudian jatuh pingsan Dok"

__ADS_1


"Baik Sofy.saya lanjutkan.jadi husus untuk tipe sentral, bahaya vertigo juga timbul karena penyebabnya yang merupakan gangguan di sistem saraf pusat (otak).dari hasil pemeriksaan ada tumor otak yg sudah menyebar di kepala bu Mariam.seharusnya beliau segera di operasi,namun melihat kondisi beliau sekarang tidak memungkinkan kita melakukan tindakan itu"


deg,,,ntah apa sekarang yg Sofy rasakan.badannya seakan melayang tak bertenaga mendengar penjelasan dari Dokter Haris.tak terasa bulir-bulir air bening itu mulai mengalir dari sudut mata Sofy.ia mencoba untuk kuat dan menghapus air matanya.


"trus Dok,apa ga ada tindakan lain yg bisa diambil demi kesembuhan ibu?"


"maaf Sofy,tapi tidak ada tindakan lain yg bisa kami upayakan.kalau pun beliau jadi di operasi kemungkinan untuk sembuh cuma beberapa persen saja.sekarang cuma obat yg bisa memperlambat penyebaran tumornya yg bisa diberikan.saya harap keluarga harus siap untuk kondisi terburuk sekali pun.untuk sekarang cuma itu yg bisa saya sampaikan Sofy.satu hal lagi,usahan bu Mariam tidak berpikir terlalu berat ya."


"baik Dok.saya permisi"(dengan langkah yg gontai Sofy pun keluar dari ruangan Dokter Haris menuju kamar ibunya)


Sofy belum berani masuk menemui ibunya,ia menuju tempat duduk yg agak jauh jaraknya dari ibunya.pikirannya sangat kacau,entah bagaimana nasibnya dan Adnan kalau sampai ibunya juga meninggalkan mereka.


bu,,,apa yg harus Sofy lakukan sekarang bu.Sofy bingung bu,Sofy benar-benar tidak siap untuk kehilangan lagi.cukup ayah yg pergi dari Sofy bu,ibu jangan pernah tinggalin Sofy.Sofy ga tau apa yg akan terjadi jika sampai ibu ga ada.Sofy juga bingung gimana caranya menjelaskan kondisi ibu ke Adnan...kemudian Sofy menangis mencurahkan kesedihannya dalam kesendirian...


ternyata tanpa sepengetahuan Sofy Devan memdengar semua itu,rasanya ingin sekali Devan menenngkan Sofy dalam dekapannya saat itu.namun hal itu belum bisa ia lakukan saat ini.Devan pun duduk berjarak satu bangku dengan Sofy.melihat kedatangan Devan,Sofy segera menghapus air matanya dan berusaha berdiri.


"tunggu Sofy,mas mohon kali ini saja kamu jangan pergi.mas harap kamu mau cerita bagaimana sebenarnya kondisi ibumu.sebenarnya mas sempat dengar sebagian kata-katamu tadi"


mendengar ucapan Devan Sofy pun kembali duduk.melihat Sofy yg sudah agak tenang,Devan pun mulai mencoba menghibur Sofy.


"Sofy,terkadang dalam hidup ketika kita benar-benar sedih dan terpuruk,kita bisa berbagi dengan orang lain.selain itu,apa yg kamu lakukan tadi juga merupakan cara lain untuk mengurangi beban itu.yaaa,menangis kadang memang membuat kita merasa lega ketika tidak ada orang disamping kita untuk mencurahkan isi hati dan pikiran.(kemudian Devan mengambil nafas sesaat dan menghembuskannya kembali).mas pun pernah diposisi kamu saat ini,ya mungkin hanya dengan masalah yg berbeda.setelah berhenti menangis,mas pun cerita sama mba Rena.mas harap kali ini,kamu juga mau berbagi sama mas Sofy"(menatap iba Sofy dengan mata yg agak sembab kareba cukup lama menagis barusan)


Sofy hanya terdiam dan hanyut dalam pikirannya,bingung apakah harus bercerita kepada Devan atau tidak.Devan yg melihat kediaman Sofy dan tidak ingin memaksanya bercerita pun mulai berdiri dan mengambil makan siang yg dibelinya lalu mulai melangkah.


...****************...


hay,,,Assalammualaikum...

__ADS_1


selalu ditunggu ya kritik dan sarannya yg membangun...mohon maaf juga kalau ada kesalahan tentang diagnosa penyakit dalam cerita di atas...maklum ya semua,penulis bukan Dokter...🙏😊heehee


__ADS_2