
ceklek,suara pintu dibuka seseorang yg menyadarkan Sofy dari lamunannya.
"mba Rena kok sendirian?mas Devan mana?"
"ooo,,,Devan lagi mengubungi papanya Sofy,katanya ada yg penting."
"kalau gitu,Sofy titip ibu ya mba.Sofy mau mandi,berwudhu dan sholat Ashar dulu mba"
"ya udah,buruan gih mumpung Devannya belum masuk...heeheehee"
"siap mba...tapi kalau ntar mas Devannya masuk sebelum Sofy selesai,tolong dibantu ya mba..."
"bereeesss,santai aja Sofy.pokoknya kamu aman kalau ada mba disini"(memegang dada seolah menunjukkan kekuasaannya)
"iya mba Sofy percaya kok..."(seraya berlalu dengan peralatannya ke kamar mandi)
ketika Sofy mandi Renata pun menunggu sambil memainkan hpnya,karena bu Mariam terlihat masih tidur dengan lelap.kemudian Renata menyempatkan untuk video call Aurel dan suaminya.Aurel memang anak yg patuh,diusianya yg masih balita ia seakan bisa memahami kealpaan sang mama untuk saat ini.
Rena pindah duduk ke sofa agar tida mengganggu istirahat bu Mariam.ia lalu meletakkan hp di depan wajahnya sembari menunggu suaminya mengangkat panggilan darinya.tak lama kemudian nampak Aurel muncul di layar hp Rena.
"Assalammualaikum sayang...princess mama lagi ngapain?"
"Aurel lagi main boneka ma,ditemenin sama papa.mama,nenek sama tante cantik mana?"
Rena pun mengarahkan kameranya sejenak ke bu Mariam yg sedang tertidur."nenek lagi bobo sayang,nenek harus banyak istirahat kaya Dokter,Aurel liat kan?"
"iya ma,Aurel do'ain biar nenek cepat sembuh ya ma,biar kita bisa main ke rumah nenek lagi"
"iya sayang"(Rena pun tersenyum)
"tante cantik mana ma?"(penasaran dimana keberadaan Sofy)
"tante Sofy lagi mandi sayang,biar tantenya makin cantik.heeheehee.mama boleh ngobrol sama papa sebentar sayang?"
"iya ma boleh,Aurel kasih hpnya ke papa ya ma.Aurel mau main lagi.bye mama,miss you..."(lalu menempelkan tangan ke bibir dan mengarahkannya ke Rena)
__ADS_1
"miss you too sayang,,bye.mmmmuuuaaach"(Rena pun membalasnya)
kemudian wajah Rafa nampak di layar hp Rena.
"Hai ma?ada apa,mama kangen papa ya?heeheehee"
"pastinya dunk sayang,mama selalu kangen papa dan Aurel.tapi pa,ini ada yg mau mama ceritain,kita ganti ke telponan biasa ya pa"
"ok mama sayang,mmmuuuaaach"
"mmmuuuaaach"balas Rena sambil tersenyum
lalu Rena mematikan panggilan video dan mengulang dengan panggilan biasa.ia pun menceritakan tentang kondisi bu Mariam dan niat Devan yg akan segera melamar Sofy.cukup lama percakapan itu berlangsung,sampai Rena mendengar suara pintu kamar mandi terbuka dan Sofy muncul disana sudah rapi dengan hijabnya.Rena pun meyudahi panggilan dengan suaminya.
"udah dulu ya pa,papa jaga Aurel baik-baik ya.Bye sayang,Assalammualaikum"
hanya itu yg terdengar oleh Sofy,ia pun tersenyum.
"ciiieee,,,ciieee,mba Rena mesra banget si...seru ya mba kalau sayang-sayangan sama kekasih halal"
Sofy pun segera melaksanakan empat rakaat.setelah Sofy selesai,nampak Rena pun juga menjalankan kewajibannya.setelah sama-sama selesai,mereka berdua lalu duduk berdua tentang berbagai topik karena bu Mariam masih belum bangun.tak terasa beberapa jam telah berlalu,Magrib pun tiba.mereka berdua pun menyegerakan tiga rakaat secara bergantian seperti biasa.
Tiba-tiba ketika Rena sedang merapikan mukenah dan sajadah yg dipakainya,Sofy terlihat panik sambil berteriak.
"ibu,ibu bangun...bu,ini Sofy bu...mba,mba Rena ini ibu Sofy kenapa?"(sambil terisak dan terlihat sangat panik)
Rena pun berlari memencet tombol darurat untuk memanggil Dokter dan perawat.namun karena yg ditunggu tidak kunjung muncul,Rena berlari keluar menuju ruangan Dokter Haris.setengah perjalanan nampak Dokter Haris bersama seorang perawat telah menuju kamar bu Mariam.mereka pun bergegas menuju kamar bu Mariam untuk melakukan pemeriksaan.
sesampainya disana,Dokter Haris pun segera memeriksa kondisi bu Mariam.lalu Dokter Haris meminta perawat untuk menyiapkan peralatan di ruang ICU.tanpa menunggu lagi,perawat itu pun berlari menuju ICU.beberapa saat kemudian perawat itu muncul dengan beberapa orang rekan kerjanya untuk memindahkan bu Mariam ke ICU.
"maaf,kami harus memindahkan pasien ke ICU segera.ini darurat"kemudian Dokter Haris berlalu mengikuti perawat yg telah membawa ibu Sofy.
sesaat tubuh Sofy terasa lemas dan kaku.ia masih penuh tanya dan bingung,kenapa ibunya tiba-tiba drop ketika sedang berkomunikasi dengannya.
ya Allah,Sofy mohon berikanlah ibu kesembuhan...hamba benar-benar tidak siap untuk kehilangan orang tua lagi.hamba tidak sanggup ya Allah...
__ADS_1
kemudian Sofy terduduk di ranjang RS.Rena pun segera menghampiri dan memeluk Sofy.
"Sofy harus kuat,mba yakin Sofy bisa...yg tabah ya,kita harus tetap do'akan yg terbaik untuk ibu,ok..."
"mba,kenapa ibu harus seperti ini mba,kenapa orang yg Sofy sayang harus selalu menderita mba...kenapa mba,,,kenapa???"(sesegukan menangis dalam pelukan Rena)
Rena pun semakin mempererat pelukannya...
"Sofy,percayalah Allah tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan hambanya.kamu harus banyak-banyak beristigfar dan minta yg terbaik untuk ibu sama Allah ya..."
cukup lama Sofy menangis dalam pelukan Rena.Rena yg memahami situasi saat itu pun mencoba terus menenangkan Sofy,sampai akhirnya Sofy nampak lebih tenang.
"Sofy udah lebih tenang,kalau udah mba antar ketemu ibu.tapi kalau belum kita disini ja dulu sampai kamu tenang"
tubuh Sofy seakan baru menyadari kalau ibunya tidak lagi di ruangan itu.kesedihan membuatnya terlena sesaat,sampai seolah apa yg baru saja terjadi luput dari pandangannya.
"iya mba,Sofy udah agak mendingan kok.kita susul ibu ya mba"
"ayo,tapi mba minta agar kamu tetap kuat ya.mba tau ini sulit,tapi nanti jangan ada air mata lagi,ok Sofy..."
"iya mba,Sofy akan coba untuk lebih kuat di depan ibu mba"
kemudian Rena pun tetap merangkul mengantar Sofy ke ICU seolah sedang mentransferkan kekuatan kepada Sofy.ternyata ketika sampai disana,belum ada yg diizinkan masuk karena kondisi bu Mariam belum stabil.dari balik kaca Sofy dan Rena melihat tubuh bu Mariam melekat beberapa alat dan selang oksigen terpasang di hidungnya.
"ya Allah mba,,,Sofy ga kuat liat ibu seperti ini..."(tak bisa membendung air matanya karena melihat sang ibu dalam kondisi terbaring disana)
Rena yg tadinya hanya merangkul bahu Sofy,melepaskan tangannya sejenak lalu memeluk Sofy erat.kemudian Rena membawa Sofy melangkah agak jauh dari ruang ICU dan duduk di kursi di koridor rumah sakit.
"Sofy,mba ga akan melarang kamu menangis jika itu memang bisa meringankan beban kamu"(kembali memeluk Sofy dalam posisi duduk berhadapan)
Sofy yg tak tau harus berbuat apa untuk saat ini pun hanya larut dengan tangisannya dalam pelukan Rena.kondisi ibunya sekarang benar-benar membuatnya kacau karena tak mampu berbuat apa-apa.ia pun belum mampu berkata sepatah kata pun pada Rena,hanya air mata yg bisa menggambarkan perasaannya saat ini.
...****************...
mohon dibantu like dan sarannya ya semua...trims...🙏😊
__ADS_1