
"Hai bro!Gue kira wanita cantik ini belum ada yang punya.Tapi sepertinya ada yang merasa memilikinya"kata Abel sambil nyengir penuh arti dan mulai berdiri di depan Adnan dan Reva.Abel mencoba meraih tangah Reva,namun dengan sigap Adnan menepis tangan Abel membuat Reva sangat bingung dengn sikap Adnan.
"Jangan pernah sentuh wanita gue,paham lo!"kata Adnan yang nampak mulai menahan sesak didadanya karena emosi.
"Santai bro,wanita cantik itu memang incaran para lelaki tampan kayak gue.So,lo harus jaga dia dengan baik kalau gak mau lepas dari genggaman lo!kata Abel seraya menunjuk dada Adnan.
Darah Adnan mulai mendidih,ia lalu mengepalkan tangan bersiap untuk meninju Abel.Reva yang sedari tadi memperhatikan sikap Adnan,langsung merangkul tangan kanannya dan menggeleng seolah memberi pertanda agar Adnan tidak bertindak bodoh.Entah mengapa,hari ini Adnan merasa ia harus menuruti kata-kata Reva,apalagi melihat gadis itu mulai ketakutan dengan situasi yang ada di hadapannya.
Melihat suasana yang mulai panas,Anin memberikan kode kedipan mata pada Dani agar menengahi api yang mulai tersulut di mata sahabatnya.
"Santai bro,Abel itu memang suk becanda orangnya.Dia ga bakalan berani ngerebut wanita lo,kalau dia masih sayang sama pekerjaannya.Iya kan Abel?"menatap Abel penuh arti
"Gimana ya bos,kalau ada cewek yang masih single secantik dan sebaik Reva membuat jiwa ingin memiliki seutuhnya jadi bangkit.Kalau dia belum punya calon,bos mau kan bantu saya ngelamar Reva?"menyunggingkan senyum bermakna
"Sepertinya lo salah bel,menurut gue Reva udah punya calon yang tepat"jawab Dani yang mulai nampak serius
"Ya!Kita akan menikah dalam waktu dekat ini!"seru Adnan dengan suara tegas dan penuh percaya diri,sambil menatap manis ke arah Reva
__ADS_1
"Ooo,,,baiklah.Kali ini gue mundur,tapi kalau lo gak segera meresmikan Reva,jangan salahin gue kalau akan meneruskan niat gue ya!"peringatan dari Abel seraya berlalu dan melirik sejenak kepada Anin yang mengangkat jempol karena kesuksesan Abel membantunya.
Adnan memandangi Abel sampai menghilang dibalik pintu cafe.Sementara Dani dan Anin tersenyum sambil saling menatap satu sama lain.Sedangkan Reva,masih terkejut dan bingung memikirkan kata-kata Anin dan perlakuan Adnan terhadapnya.Tak berapa lama kemudian kedua pasangan itu pun berpisah untuk kembali dengan kesibukan masing-masing.
Di mobil,Adnan dan Reva tampak kikuk dan terdiam.Demi menghilangkan rasa canggungnya,Adnan memutar lagu dan nampak menggerak-gerakkan jarin dan sesekali mulut menyanyikan lirik lagu yang didengarnya.Sementara Reva sibuk menscrol layar hp,membuka akun ignya sambil sesekali memandang ke arah luar jendela.Setengah perjalanan,hp Adnan nampak berdering dan muncul nama Devan disana.Devan pasti akan menelpon Adnan jika ada hal yang penting membuat Adnan menyalakan sen kiri dan menepikan mobilnya.
(Percakapan ditelpon antara Devan dan Adnan)
"Assalammualaikum mas..."
"Kamu dimana nan?"
"Lagi di jalan mau pulang mas"
"Langsung ke rumah sakit ****** aja ya,Sofy udah mau lahiran.Ini kami udah di ruang bersalin"
"Baik mas,Adnan dan Reva segera kesana ya mas.Assalammualaikum mas"
__ADS_1
"Waalaikumsallam"Devan langsung mengakhiri panggilannya dan kembali fokus pada Sofy yang telah bukaan delapan dan air ketubannya sudah pecah saat baru sampai di RS.Devan yang cemas dengan permintaan Sofy yang berani mengambil keputusan melahirkan secara normal bayi kembar mereka,sebelumnya telah mengajak Sofy untuk konsultasi dengan hypnoterapis untuk melahirkan dengan metode hypnobirthing yang membuat Sofy nampak lebih santai dan rileks menjalani proses persalinan.
Devan yang membaca referensi dan nampak khawatir bahwa saat melahirkan merupakan saat yang menegangkan bagi setiap ibu, tanpa kecuali.Apalagi istrinya merupakan calon ibu baru, detik-detik menjelang persalinan merupakan pengalaman tak terlupakan. Devan tak bisa membayangkan,rasa cemas, rasa sakit yang bertubi-tubi selalu membayangi, bahkan pada kelahiran berikutnya. Ia ingin membantu mengatasi rasa takut Sofy dalam menghadapi proses persalinan dengan melakukan teknik hypnobirthing.
Latihan pernapasan yang biasa dilakukan Sofy juga sangat membantu memperlancar proses persalinannya. Latihan ini bisa dilakukan dengan cara sering berjalan kaki.
Dalam teknik hypnobirthing, dijelaskan bahwa proses melahirkan itu bersifat alamiah. Seperti jatuhnya buah dari pohon. Begitu saja. Sesederhana itu, dan tak ada yang perlu ditakutkan oleh Sofy,apalagi ia selalu berzikir sambil mendengar murotal ayat suci Al-Qur'an sepanjang bukaan demi bukaan dari satu sampai sepuluh.
Devan selalu setia berada di samping Sofy sambil memegangi tangan kanan istrinya dan beberapa kali terlihat mengecup kening Sofy lembut.Bayi pertama mereka lebih mudah dilahirkan karena posisi kepalanya memang di bawah,sementara bayi kedua sedikit agak lama karena posisinya yang sunsang.Namun begitu,semuanya dapat dilalui oleh Sofy dengan santai dan rileks hingga tangisan sepasang bayi mungil itu memecah ruang persalinan.
Bayi laki-laki dengan berat 2,5 kg dengan panjang 50 cm diberi nama Aidan Pratama Wijaya yang artinya tidak mudah menyerah,sementara bayi perempuan dengan berat 2,6 kg dengan panjang 51 cm diberi nama Ariella Cantika Wijaya yang artinya perempuan yang pemberani.Ini lah dua nama yang telah disiapkan Sofy untuk kedua buah hatinya tersebut.Lelah setelah berjuang melahirkan kedua buah hatinya menjadi begitu ringan bagi Sofy ketika dua orang perawat meletakkan kedua bayi itu di dada Sofy untuk mendapatkan IMD (Inisiasi Menyusui Dini).Kedua bayi mungil ini nampak sibuk menggerak-gerakkan kepala ketika merasakan aroma khas dari tabung ASI ibu mereka.
Devan yang memegangi kedua buah hatinya sambil menemani Sofy tampak sangat bersyukur atas kedua anugerah yang sekaligus ia dan Sofy dapatkan.Ia percaya bahwa ternyata memang Alllah akan memberikan apa yang kita butuhkan pada waktu yang tepat,bahkan ketika ia mengharapkan satu ternyata yang didapatkan lebih dari satu.Setelah itu kedua bayi pun dibersihkan perawat dan dinamai pada gelang bayi Ny. Sofy.Kemudian Devan mengazani Aidan dan mengiqamahkan Ariella,lalu kedua bayi itu di masukkan ke inkubator sementara perawat lain tengah membersihkan tubuh Sofy.
Dua jam kemudian,Sofy dan kedua bayinya dipindahkan ke ruang perawatan di sebuah ruang VIP dengan ranjang untuk bayi kembar mereka.Ketika memasuki ruangan nampak pak Hamdi yang merupakan orang tua mereka yang masih hidup satu-satunya nampak sangat bahagia dengan kehadiran cucu kembarnya.Pak Hamdi merasa sangat beruntung bisa mempunya menantu yang baik seperti Sofy yang telah menghadiahinya cucu kembar yang ganteng dan cantik.Adnan dan Reva juga nampak sangat gemas dengan kehadiran keponakannya itu.Kesenangan mereka kepada dua bayi itu membuat mereka nampak makin kompak dan dekat.Sementara Devan sedang sibuk menyuapi Sofy buah,makan dan memberikan segelas susu untuk ibu menyusui.Devan ingin mencukupi gizi istrinya agar kedua buah hati mereka dapat menikmati ASI eksklusif dari ibunya.Rona bahagia sangat terpancar di ruang perawatan Sofy dan bayi kembarnya.Akhirnya Sofy benar-benar telah mendapatkan pernikahan impiannya dengan lengkap dan bahagia.Ke depannya akan ada kegiatan dari keluarga kecil yang akan menghiasi hari-harinya.
...****************...
__ADS_1