
Hari demi hari berlalu,bulan pun berganti.Sofy pun terlihat semakin berisi apalagi bagian perutnya yang saat ini makin besar dan lebar karena menampung kedua bayi kembarnya.Setiap hari selalu ada kebahagiaan yang terpancar dari raut wajah Sofy dan Devan ketika memegangi kedua buah hatinya yang masih berada di perut Sofy.Momen-momen kebersamaan mereka selalu terlihat,bahkan setiap jam tiga pagi Devan selalu siap menjadi koki handal untuk mengisi perutnya dan sang istri.Mereka terlihat sangat kompak di rumah maupun saat maraton pagi dan jalan-jalan bersama.
Devan selalu berada di samping Sofy saat tubuh istrinya yang kesulitan melangkah karena perutnya yang kian berat.Sofy dan Devan berencana segera kembali ke Jakarta,karena memang persalinan Sofy direncanakan disana agar fasilitas lebih memadai.Selain itu,Sofy juga ingin berziarah ke makam ayah dan ibu serta mama mertuanya sebelum melahirkan.Rencana ini pun didukung dan disetujui oleh semua anggota keluarga.Pak Hamdi akan ikut kembali ke Jakarta membawa serta bi Minah dan mang Asep.Sementara bi Ipah dan mang Diman akan tetap di villa membantu Rafa dan Rena.Pak Hamdi merasa tek Imah akan sangat kerepotan nantinya kalau harus mengurus rumah Sofy dan segala kebutuhan Sofy dan bayinya.Hal ini pun membuat Sofy dan Devan makin lega.
Pagi ini setelah sarapan,Sofy,Devan,pak Hamdi,mang Asep dan bi Minah bertolak ke Jakarta menuju kediaman keluarga Sofy.Rena sebenarnya ingin ikut kembali ke Jakarta,namun kesibukan Rafa membuatnya merasa ingin tetap disini agar dapat membantu kesibukan suaminya itu.Rafa dan Rena memang pasangan yang selalu bisa menjadi tim yang solid dalam hal mengurus rumah tangga maupun pekerjaan.Tidak salah,pak Hamdi memberikan kepercayaan penuh kepada keduanya karena putra tunggalnya Devan juga telah memiliki perusahaan sendiri yang tak kalah suksesnya.
Setelah beberapa jam di perjalanan,akhirnya mereka pun sampai memasuki kota Jakarta.Sebelum pulang ke rumah Sofy,mereka terlebih dahulu berziarah ke pemakaman ayah dan ibu Sofy serta mama Devan.Sesampainya disana,tampak Devan berjalan beriringan sambil merangkul tubuh istrinya.Devan memang selalu menjadi suami siaga,apalagi sekarang mereka tinggal menunggu hari H untuk menemui kedua buah hatinya.Sofy nampak sedikit terharu berada di pemakan kedua oeang tuanya,terlintas seandainya kedua orangtuanya juga bisa merasakan kebahagiaan yang kini tengah ia rasakan bersama suaminya.
__ADS_1
"Ayah,ibu,alhamdulillah gak berapa lama lagi anak Sofy dan mas Devan akan lahir.Allah menitipkan dua sekaligus kepada kami yah,bu.Kata dokter yang memeriksa kandungan Sofy,insyaallah mereka kembar sepasang yah,bu.Sofy dan mas Devan mohon do'a ayah dan ibu ya,agar semuanya lancar,dan kami bertiga sehat dan selamat.Maafkan kami,karena sudah lama tidak berkunjung yah,bu"bulir-bulir bening pun menetes di sudut mata Sofy,membuat Devan segera melap lembut dengan ibu jari air mata istrinya itu sembari sebelah tangan tetap merangkul tubuh istrinya.
Setelah membacakan Al-Fatihah dan do'a,kemudian mereka beranjak menuju makam mama Devan dan berdiri di samping pak Hamdi.Pak Hamdi tampak duduk berjongkok memegangi nisan istrinya dengan mata yang berkaca-kaca.Bisa dilihat dari wajah beliau kerinduan yang teramat dalam kepada mendiang istrinya.Devan kemudian ikut berjongkok sejenak,untuk membantu pak Hamdi berdiri.Devan kemudian merangkul papa dan istrinya di hadapan makam sang mama.
"Ma,alhamdulillah sebentar lagi mama akan punya cucu kembar.Mohon do'anya ya ma,buat keselamatan dan kesehatan istri dan anak-anak Devan.Maafkan kami ma,karena cukup lama gak nemuin mama disini.Mama,lihat papa masih berdiri kokoh dan tetap setia menyayangi mama,Devan bangga sama papa ma"menatap dengan pandangan sayang pada pak Hamdi,membuat pak Hamdi menjadi terharu dengan putra semata wayangnya.
"Istirahat yang tenang sayang,insyaallah nanti kita akan bertemu lagi.Sebentar lagi akan ada dua orang cucu yang menemani hari tuaku sayang,anak Devan dan Sofy.Alhamdulillah penantian panjang mereka membawa dua rahmat sekaligus,sungguh luar biasa nikmat yang datang di keluarga kita sayang.Kini mas punya anak dan memantu yang sangat baik dan penyayang"sembari tersenyum memandang ke arah nisan istrinya.
__ADS_1
"Sayang papa sama mama,jangan rebutan ya geraknya.Kasian ini mamanya,jadi serba salah duduknya.Papa yakin,anak sholeh dan sholeha papa dan mama pasti anak yang baik dan pintar,iya kan sayang?"sambil mengelus perut Sofy.Hal ini memang sudah biasa dilakukan Devan,kedua calon bayinya itu memang sangat memahami maksud papanya itu,sehingga Sofy selalu merasa nyaman berda di samping suaminya.
Tak terasa,mobil yang mereka tumpangi telah memasuki halaman depan rumah Sofy.Tek Imah yang telah menunggu di depan rumah terlihat sangat bahagia dengan kepulangan Sofy dan Devan.Baginya,Sofy dan Devan sudah dianggap seperti anak sendiri,begitu pun sebaliknya.Tek Imah pun memeluk Sofy dan Devan meluapkan rasa rindunya seperti rindunya seorang ibu kepada putra dan putrinya.Apalagi hari ini kepulangan Sofy dan Devan dalam beberapa waktu lagi akan membawa dua malaikat kecil yang akan meramaikan rumah ini.
Sesampainya di dalam rumah,mata Sofy tertuju pada seisi rumah yang tetap tertata rapi dan bersih.Rumah masa kecil yang menyimpan banyak cerita yang telah cukup lama tidak ia tempati.Kini tek Imah tidak perlu sendirian lagi mengurusi semuanya,ada bi Minah dan mang Asep yang akan selalu siap membantunya.Tek Imah memang suka bersih-bersih dan merapikan rumah,taman dan kebun Sofy pun terawat oleh beliau.Sofy juga mendatangkan asisten rumah tangga dan tukang kebun tambahan yang hanya datang ketika diperlukan ke rumahnya.Hal ini sesuai dengan permintaan tek Imah pada Sofy.
Devan nampak mengantarkan Sofy ke kamar untuk beristirahat,ia sangat memahami kelelahan istrinya saat ini setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh.Sementara pak Hamdi berjalan menuju kamar di lantai dua yang berhadapan dengan kamar Adnan.Lalu,tek Imah mengantarkan mang Asep dan bi Minah menuju kamar tamu untuk mengemasi barang dan beristirahat.
__ADS_1
Semua kembali berkumpul ketika makan malam bersama,Sofy dan Devan tampak makan dengan lahap seperti kebiasaan mereka semenjak kehamilan Sofy.Pemandangan ini membuat semua geleng-geleng sambil tersenyum karena tingkah konyol mereka.Setelah momen makan malam,mereka menyempatkan waktu berkumpul sejenak untuk bercerita dan menyepakati persalinan Sofy dan persiapan segala sesuatunya.Sementara Sofy dan Devan kini tengah sibuk mencari dan menyepakati nama yang pas untuk sepasang buah hatinya kelak.
...****************...