
Pagi yang cerah membuat Sofy makin bersemangat memetik buah-buahan yang ada di halaman belakang rumahnya.Sofy memetik dua buah jeruk,beberapa strawberry dan satu buah mangga yang telah matang.Setelah mencuci semuanya,Sofy duduk bersama Devan di ayunan yang terletak antara tanaman buah dan kolam ikan.Devan tampak sedang mengupas kulit mangga,ia tidak ingin benda tajam itu sampai melukai istri dan dua calon buah hatinya.Bagi Devan,sangatlah penting sekarang selalu berada disisi istrinya,karena waktu perkiraan persalinan semakin dekat.Sofy nampak sangat menikmati strawberry di bawah pancaran sinar matahari pagi,sambil sesekali memasukkan buah tersebut ke mulut suaminya.
"Sayang,a,a,a..."satu buah strawberry ukuran sedang pun mendarat di mulut Devan.Ia menghentikan sejenak mengupas mangga,lalu mengecup kening sang istri lembut.Kemudian melanjutkan mengupas mangga dan memotong dadu kecil sesuai ukuran untuk satu kali suapan.Devan juga menyuapi Sofy satu per satu potongan mangga tersebut,sambil juga sesekali memasukkan ke mulutnya sendiri.
"Sayang,tunggu disini sebentar ya.Mas buatin susu dulu dan ambilin sarapan.Kayaknya seru juga kalau kita berdua sarapan disini"
"Baik mas,maaf ya mas Sofy jadi selalu ngerepotin gegara badan yang lagi kayak bantal besar gini"
"Gak apa-apa kok sayang,jangan suka ngomong gitu ya.Gimana pun kan itu semua demi anak-anak kita"mengelus dan mencium perut istrinya lalu beranjak ke dapur
Beberapa saat kemudian Devan kembali dengan membawa sepiring nasi goreng spesial porsi double dan segelas susu ibu hamil rasa mangga kesukaan Sofy.Devan duduk di samping Sofy sambil menyuapi istrinya nasi goreng yang lengkap dengan dua potong ayam,dua buah telur mata sapi,salada dan mentimun.Setelah menerima beberapa suapan,kali ini tangan Devan ditahan oleh Sofy,lalu Sofy mengarahkan sendok berisi nasi goreng itu ke mulut Devan.
"Papa juga harus makan seperti kami"kata Sofy dengan suara seperti anak kecil yang sedang berbicara
Devan sangat senang menerima suapan ini,baginya sedikit perhatian dari Sofy makin membuatnya semakin sayang kepada calon ibu anak-anaknya ini.Sofy memegang kedua pipi suaminya."Makasih ya by,udah sangat perhatian dan menyayangi mama dan calon buah hati kita.Mama sangat bersyukur,punya suami kayak papa"sambil mengecup kedua pipi suaminya
"Sama-sama sayang.Mama dan buah hati kita adalah anugrah terbaik yang papa miliki di dunia ini.Semoga kehadiran buah hati kita nanti,akan membuat rumah tangga kita semakin langgeng ke depannya ya sayang.Papa udah gak sabar pengen liat wajah anak-anak kita yang cantik dan ganteng ini"mencium kening dan perut istrinya.
__ADS_1
"Mas sadar gak sih,sekarang kita udah panggil papa mama...Lucu ya mas,Heeheee"
"Gak apa-apa sayang,biar ntar gak canggung lagi kan..."
"Mas,udah dapat ide belum nama buat putra dan putri kita?"
"Belum sayang,kalau kamu gimana?"
"Insyaallah udah mas...Berarti mas nyerah dong sama nama yang nantinya aku kasih?"
"Makasih ya by,miss you so much by..."memeluk tubuh suaminya meski dengan susah payah."Miss you too honey"Devan pun membalas pelukan istrinya sambil mengecup kening,pipi dan bibir Sofy lembut.Ciuman Devan yang awalnya lembut kemudian semakin memanas dan terhenti disaat Sofy mulai nampak agak kesulitan bernafas.
"By,boleh ya sekarang?Mumpung belum lahiran?"
"Hmmmmm,,,gimana ya by,mas kan bisa liat sendiri aku tuh susah banget geraknya"
"Gak apa-apa sayang,kamu diam dan terima aja,ok honey?"
__ADS_1
"Ok,tapi hati-hati ya by.Jangan sampai anak-anak kenapa-napa"jawab Sofy pasrah
Devan lalu merangkul istrinya menuju kamar dengan hati-hati.Sesampainya di kamar,Devan yang sudah menahan dari tadi,ia pun mulai mencumbui tubuh istrinya yang tengah duduk menyender betsandarkan bantal di tempat tidur.Kondisi Sofy yang sekarang,memang membuat mereka jarang melakukan adegan panas ini.Apalagi kata dokter yang memeriksa Sofy,salah satu kepala bayi telah mulai memasuki jalan lahir.Devan melakukannya dengan pelan dan lembut dengan cumbuan yang mesra,sehingga berhasil membuat Sofy melayang kenikmatan.Setelah bebetapa kali Sofy mengalami pelepasan,baru lah Devan tampak mempercepat irama hentakannya dan mengakhiri penyatuan itu.
Setelah beristirahat sejenak,Devan pun membopong tubuh sang istri ke kamar mandi untuk mandi bersama.Ia menyiapkan air dengan sabun aroma lavender kesukaan Sofy untuk berendam sambil menggosok bagian tubuh istrinya.Semenjak perut Sofy membesar,ia memang selalu siap membantu istrinya untuk membersihkan diri dan memasang pakaiannya.Hal ini membuat rasa sayang Sofy kepada suaminya makin hari makin bertambah besar.Sofy merasa sangat beruntung,bahkan jauh sebelum ia jatuh cinta pada suaminya,Devan begitu memiliki rasa sayang yang sangat besar kepada dirinya.
Setelah mandi dan berpakaian,Devan menyuapi Sofy puding buah mangga kesukaan istrinya.Setelah selesai menyuapi Sofy,Devan ke dapur untuk meletakkan piring kotor bekas puding tersebut.Ketika kembali ke kamar,ia melihat Sofy tengag tertidur pulas miring ke kanan dengan bantal dibagian kepala dan perutnya.Devan memandangi wajah istrinya sambil tersenyum,lalu mencium kening dan perut istrinya.Setelah merasa puas mengelus perut dan berbicara dengan buah hatinya,Devan pun ikut berbaring dan tertidur sambil memeluk Sofy dari belakang.Mereka berdua tampak terlelap setelah pergulatan yang cukup menguras tenaga pagi ini.
Sementara di ruang tengah,Adnan dan Reva nampak sedang sibuk berhadapan dengan lap top masing-masing.Sementara tek Imah nampak sedang memasak di dapur,bi Minah sedang mengepel lantai dan mang Asep tengah mencuci mobil Devan,Sofy dan Adnan bergantian di halaman depan rumah.Kesibukan Reva membuat tenggorokannya terasa kering,ia ingin segelas jus untuk meredakan rasa dahaganya.Melihat tek Imah dan bi Minah sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing,Reva akhirnya berdiri dan melangkah ke dapur untuk membuat sendiri minumannya.Ketika Reva tengah melangkah,bi Minah tidak sengaja menumpahkan air pel di lantai menuju dapur.Air itu pun membuat kaki Reva terpeleset dan hampir jatuh ke lantai,tapi dengan sigap Adnan yang berjalan tidak jauh di belakang menangkap tubuh Reva hingga mata mereka saling bertatapan.Cukup lama mereka saling bertatapan dalam satu sama lain dengan mata yang tidak berkedip sama sekali.
"Ya ampun,,,jantung gue kok jadi berantakan gini nadanya.Ternyata kalau diliat-liat om jin itu ganteng juga ya..."gumam Reva dalam hati
"Tante sihir,sejak kapan lo jadi cantik gini.Lo bikin jantung gue iramanya gak beraturan gini.Kacau..."kata Adnan dalam hati
"Non Reva gak apa-apa kan?Maaf ya non bibi gak sengaja"suara bi Minah membuat keduanya tersentak dan segera berdiri lurus dengan wajah yang memerah."Ga apa-apa kok bi,untung ada dia disini"kata Reva sambil melihat ke arah Adnan.Melihat Adnan dan Reva saling bertatapan penuh arti membuat bi Minah tersenyum sambil mengeringkan lantai yang basah karena tumpahan air pel tersebut.Keduanya yang sadar akan kehadiran bi Minah akhirnya melangkah,Adnan kembali ke depan lap topnya sedangkan Reva ke dapur untuk membuat ice cream fruit kesukaannya.Entah mengapa Reva merasa akan lebih enak dan segar kalau menikmati ice cream fruit daripada segelas jus untuk membuatnya lebih relaks melanjutkan pekerjaannya.
...****************...
__ADS_1