Pernikahan Impian Sofya

Pernikahan Impian Sofya
Selalu tentang Sofy


__ADS_3

Devan yang baru datang pun segera bergabung dengan papanya dan Sofy.ia merasa ini adalah peluang emas untuk mulai mendekati Sofy.


"pa,,,Sofy.."(sapanya dengan sopan)


Sofy hanya membalas dengan senyuman.


"duduk nak...kita bisa santai sejenak disini.nak Sofy juga sedang menunggu karyawannya beberes.iya kan Sofy"


"uuummm,,,iya pak"


"gimana nak,semua kolega kita sudah berangkat?"


"sudah pa"jawab Devan singkat


"kamu ga lagi sibuk kan Dev?"


"sama sekali ga pa...(menjawab dengan bersemangat seolah paham papanya sedang memberikan peluang emas yang ia harapkan)


"ya udah kita ngobrol-ngobrol dulu y nak disini sama Sofy"


"iya pa.tapi kayaknya papa udah akrab banget sama Sofy,kok bisa?"


"hmmmm,,,kamu ingat nak,papa pernah certita kalau mang Asep pernah nabrak seseorang ketika hendak mengantar papa ke kantor 13 tahun silam?"


"iya pa,tapi apa hubungannya dengan Sofy pa?"


"orang itu adalah ayahnya Sofy.papa ga nyangka,kejadian itu disaksikan langsung oleh Sofy karena ayahnya waktu itu memang berniat mau menjemput Sofy di sekolah.trus kata ibunya Sofy,sampai sekarang Sofy sering mimpi soal kejadian itu.trus..."


"sudah pak.Sofy harap kita jangan bahas soal itu lagi ya pak.Sofy ga mau ini jadi beban buat kita semua"(Raut wajahnya berubah agak sedih)


"ooo,,,Sofy,mas Devan sangat minta maaf soal itu.mas harap itu ga akan menjadi penghambat sillaturrahmi keluarga kita"(dengan nada sendu)


"maksudnya mas Devan?"


"ini lho nak maksud Devan mungkin ingin sillaturrahmi kayak Bapak datang ke rumah kamu,ketemu ibu dan Adnan.iya kan Dev?"


"iya Sofy,papa benar.boleh ga ya?"


"uuuummm,kalau soal itu....uuuummm kayaknya boleh kok sama ibu mas.lagian pak Hamdi kan udah biasa datang ke rumah kami."(agak ragu-ragu menjawab)


"makasih ya Sofy,ntar mas dan papa pasti datang"(sangat antusias)


makasih Sofy,mas akan segera mengenal keluarga kamu,mudah-mudahan semuanya bisa segera...seru Devan dalam hati.


kemudian mas Dani karyawan Sofy datang...


"permisi pak Hamdi dan pak Devan.uni,semua sudah siap,apa kita sudah bisa pulang ni?"


"oh ya mas,mari...ibu juga pasti udah nungguin Sofy pulang.pak Hamdi,mas Devan Sofy pamit dulu yaaa.Assalammualaikum"


"Waalaikumsallam..."jawab pak Hamdi dan Devan serentak.


Devan terus memandang kepergian Sofy sampai menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


"Dev...Dev...Devan...!!!"(menyenggol tangan sang putra)


Devan kaget dan langsung menoleh ke arah sang papa..."ada apa pa?"


"papa perhatiin kayaknya ada yang lagi jatuh cinta pada pandangan pertama ne?"(sambil tersenyum)


"aahhh,,,papa bisa ja.baru juga ketemu mana mungkin langsung jatuh cinta"(mencoba mengelak namun sedikit gugup)


"nak,papamu ini bukan anak kemaren sore yang bisa kamu bohongi.lagian papa juga setuju kok kalau kamu sama Sofy.papa ngerasa kalian berdua t bakalan serasi banget nak".


merasa mendapat dukungan dari sang papa seakan mimpi Devan semakin dekat baginya."ahhh,aku harus segera bertemu dengan Sofy lagi,supaya makin akrab"serunya dalam hati


"uuummm,,,itu juga kalau Sofy nya mau pa...kalau papa memang mendukung Dev,kapan kita mengunjungi rumah Sofy pa?"


"secepatnya ya nak.sekarang kamu lanjut kerja dulu,jangan cuma mikirin Sofy terus".


iya,iya,baik pa...(seraya tersenyum penuh semangat membayangkan akan segera bertemu sang pujaan lagi).Devan pun nampak sangat bersemngat kerja hari ini.


pak Hamdi juga sangat senang melihat putranya hari ini.tanpa ada perannya,Allah pun sudah menakdirkan pertemuannya Devan dan Sofy.


...****************...


sesampainya di rumah...


"Assalammualaikum bu".


"udah pulang sayang?gimana acaranya sukses?"


"memangnya kenapa nak.ada masalah?"


"ga sama sekali kok bu.Sofy cuma kaget ja tadi bisa ketemu pak Hamdi dan mas Devan disana.uummm,,,bu kok selama ini Sofy ga pernah ketemu sama putranya pak Hamdi ya?"


"iya nak,itu karena kata pak Hamdi semenjak mamanya meninggal,Devan itu dirawat sama kakak mamanya.kalau ga salah namanya ibu Mila.dia punya putri bernama Renata dan putra bernama Reka.meskipun tinggal di satu rumah,Devan lebih akrab sama bu Mila,bahkan memanggil dengan sebutan mama seperti kakak dan adik sepupunya.bahkan manggil papa juga tu sama suaminya bu Mila pak Ilham."


"ooo,,,jadi istrinya pak Hamdi juga udah meninggal ya bu.pantesan selama ini pak Hamdi ga pernah cerita soal istrinya atau ngajak ketemu sama Sofy"


"iya nak.jadi kamu masih beruntungkan masih punya ibu?"


"sangattttt beruntung sekali bu,gak akan ada yang bisa menggantikan ibu dalam hidup Sofy dan Adnan"


"ya udah nak,kamu mandi gih.bentar lagi dah mau Ashar tu..."


"baik bu,Sofy ke kamar dulu y bu"(mencium kedua pipi ibunya)


"iya sayang"


...****************...


di lain tempat...


setelah sibuk mencek dan menandatangani semua file-file yang ada di mejanya,Devan pun menelpon Renata melalui telepon di ruangannya.


"mba,bisa ke ruangan sebentar"

__ADS_1


"siap bos,jawab Renata"


tak lama kemudian...


ceklek,pintu ruangan Devan pun terbuka.


"kenapa Dev?maaf pak,bos...heehehhehe,jadi bingung ne manggilnya"


"kalau lagi ga ada yang lain,mba Rena panggil nama kayak biasa ja mba.aneh juga si sebenarnya kalau mba manggil bapak/bos kayak barusan.heehehheh"


"namanya juga lagi di kantor Dev,ntar yang lain pada ngatain mba curang lagi"


"mana berani mereka sama kakaknya Dirut mba...hhahahahhaha"(terbahak dan lupa kalau lagi di kantor)


"Dev,jaga wibawa dikit dunk kalau lagi di kantor"


"maaf mba,kebawa suasana rumah kalau liat mba Rena disini"


"untung disini cuma ada kita"


pak Ben pun terbatuk-batuk di pojok ruangan.


"uuuppsss,ada pak Ben ya.maaf ya pak Rena ga liat ada bapak disitu.lagian bapak juga si diam n duduk sembunyi kayak lagi sembunyi orang gitu"


"iya non,saya lagi dihukum si bos muda.soalnya tadi keceplosan ngomongin soal bidadari syurganya bos muda.heehehehhe"


"benar Dev?kamu kok keterlaluan banget hukum pak Beni.gimana juga dia itu orang kepercayaan papa kamu lho".


"pah Ben juga si kak,keceplosan bilang jangan sampai ketikung bos muda.ini lagi zaman bucin,banyak yang rela mati-matian mengejar cinta orang seperti Sofy"


"ih baperan juga ternyata adek mba ini.gampang Dev,kamu tinggal usaha yang gercep biar ga ketikung sama bucin-bucin yang lain.bukannya malah ngehukum pak Ben.ga nyambung banget".


iya,iya mba.Dev bebasin pk Ben dari hukumannya.ya udah pak Ben bebas,tapi janji harus bantuin buat deketin Sofy.mba Rena juga ya.semakin banyak sponsor,akan lebih memuluskan langkah Dev".


"siiip bos muda"jawab pak Ben


"kalau soal itu ga kamu minta juga udah mba mulai kok tadi"


"serius mba.trus gimana tanggapan Sofy mba?tanya Dev antusias"


"uummm kita liat ja nanti.yang pasti mba mau lihat sekuat apa usaha kamu.ya udah mba balik kerja dulu.ntar waktu mba habis buat ngeladanin kamu yang lagi kasmaran ja lagi"


"lho mba,pertanyaan aku belum dijawab lho,mba..."(agak kesal dengan kepergian Rena)


"sabar bos muda,jangan banyak bicara,tapi banyak bertindak"(waduh keceplosan lagi aku,kata pak Ben sambil menutup mulutnya)


"iya pak Ben,benar banget.tenang ja pak,saya ga akan ngehukum bapak lagi asal selalu siap bantu saya"


"siap sedia bos muda"


keduanya pun tertawa.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2