Pernikahan Impian Sofya

Pernikahan Impian Sofya
Take and Give


__ADS_3

Malam itu setelah sholat Magrib,nampak semua anggota Keluarga berkumpul di meja makan untuk makan malam bersama.Mereka semua nampak sangat menikmati masakan Rena dan Sofy.Setelah makan malam bersama,semuanya pun berkumpul di ruang keluarga.Rena kemudian ke dapur,menyiapkan puding yang telah dibuat nya tadi untuk cemilan mereka berkumpul malam ini.Rena sengaja membuat puding bercup sesuai jumlah anggota keluarganya.Mereka semua nampak sangat senang betcerita satu sama lain sambil menikmati puding yang dibagikan oleh Rena.


Setelah mendengar azan Isya,kebersamaan itu pun diakhiri untuk melaksanakan ibadah empat rakaat di kamar masing-masing.Di kamar Sofy dan Devan,tampak keduanya telah siap melaksanakan ibadahnya.Sofy kemudian masuk ke ruang ganti pakaian,dan membuka tas pemberian dari Rena lalu memakainya.Betapa kagetnya Sofy karena ternyata baju itu transparan dan memperlihatkan detail tubuhnya.Sofy cukup lama menimbang akan memakai atau membukanya.


"Duh,gimana ini?Baju yang dikasih mba Rena kok kayak gini sih?Apa iya,mas Devan akan lebih tertarik kalau aku tidur pakai baju ini?Gimana kalau mas Devan malah marah?"(menatap kaca dengan bingung sambil menarik tali baju yang melingkar di atas pundaknya).Dalam pemikiran itu,Sofy merasa ada yang aneh dengan tubuhnya.Sofy merasakan tubuhnya seolah terbakar api dari dalam,makin lama terasa makin panas.Selain itu ada dorongan dan getaran aneh yang membuat Sofy ingin sekali muncul segera dihadapan suaminya.


((WARNING 21+!!!))


Ketika Sofy membuka pintu,ternyata Devan sudah ada tepat dihadapannya dengan wajah yang memerah dan menatap Sofy dengan tatapan seperti siap memangsa Sofy hidup-hidup.Cukup lama mereka berdua terpaku saling memandang dengan sangat fokus.Devan mulai melangkah mendekati Sofy,sementara Sofy hanya terdiam ditempatnya.Keduanya pun menjadi sangat dekat,hingga bisa merasakan deru nafas dan detak jantung masing-masing.


Devan lalu mengelus beberapa kali rambut istrinya,kemudian jari-jarinya mulai menyelusup ke dalam rambut Sofy dan dengan sigap ia segera menarik kepala Sofy kehadapannya.Devan pun langsung mencium bibir Sofy,begitu juga dengan Sofy yang seperti tidak mau kalah dengan gerakan bibir suaminya.Setelah itu Devan melanjutkan mencumbui leher Sofy,lalu turun di dua gundukan dada Sofy.Ia pun memainkan lidah menjilati dan meremas keduanya di balik lingerie tipis yg menutupi tubuh istrinya.


Ketika Devan hendak meneruskan mencumbui bagian bawah istrinya,Sofy pun dengan sigap memeluk tubuh suaminya lalu mencumbui telinga dan leher Devan sambil melepas baju suaminya hingga Devan bertelanjang dada.Setelah itu Sofy mencumbui dada suaminya sembari melepas celana boxer Devan lalu memegangi bagian spesial suaminya.Kemudian Sofy mencumbui bagian spesial suaminya dengan lembut,makin lama makin cepat dan liar sehingga membuat Devan mengeluarkan erangan kenikmatan.Setelah cukup lama Sofy melakukannya,Devan mengambil kemudi permainan.Ia mengangkat tubuh Sofy dan kembali mencumbuinya dari ujung rambut sampai ujung kaki,membuat Sofy mendesah dan menggeliat di ruangan ganti itu.


Devan yang merasakan istrinya sudah siap untuk menyatu,lalu membuka penutup bagian spesial istrinya sembari tetap berciuman dengan liarnya.Perlahan ia mulai melalukan penyatuan dengan istrinya,kali ini mereka memuaskan fantasi dengan berbagai gaya.Keduanya terlihat sangat berambisi memberikan kenikmatan satu sama lain.Pergulatan yang terjadi cukup lama membuat tubuh Sofy beberapa kali menggeliat dan kejang melakukan pelepasannya.Setiap kali melihat istrinya sperti itu,Devan menghentikan gerakannya sejenak,lalu memulai lari ritme permainan.Kali ini,Sofy mengambil posisi di atas suaminya,ini membuat sensasi sangat berbeda pada keduanya.Makin lama gerakan Sofy yang makin liar membuat Devan akan menuju klimaksnya.Tak lama kemudian,keduanya pun saling mengerang merasakan kenikmatan bersama yang dirasa sangat luar biasa.Kemudian mereka tertidur disana dalam keadaan berpelukan.


Sekitar jam dua malam,Devan terbangun dan memindahkan tubuh istrinya ke tempat tidur.Melihat tubuh polos Sofy,membuat kejantanan Devan kembali bergejolak.Ia tak kuasa membendung hasratnya,hingga langsung mencumbui tubuh sang istri.Cumbuan demi cumbuan Devan membuat Sofy terjaga dan merasakan hawa panas kembali menyerang tubuhnya.Sofy pun tak sungkan membalas cumbuan suaminya itu.Adegan demi adegan pun kembali berlansung cukup lama.Keheningan malam seolah di pecahkan oleh suara dua insan yang tengah larut dalam alunan gelora jiwa bersama.Permainan kali ini bahkan lebih liar dan lama dari sebelumnya,sampai membuat keduanya tertidur pulas dalam berpelukan hangat.


Keliaran semalam membuat mata dan tubuh Devan dan Sofy sangat berat untuk dibuka ketika terdengar azan Subuh.Tapi,mereka tetap memaksakan karena tidak ingin ibadah dua rakaatnya kesiangan apalagi terlewat begitu saja.Sambil berpelukan mereka menuju kamar mandi dan mengguyur tubuh di bawah shower bersama.Lalu menyegerakan berpakaian dan melaksanakan ibadah pagi itu.Setelah itu,keduanya kembali bermalas-malasan di tempat tidur sambil bercerita.

__ADS_1


"Sayang,semalam luar biasa banget sih?Mas Devan suka banget,sering-sering ya sayang"(memeluk tubuh dan mencium kening istrinya lembut)


"Apaan sih mas,Sofy juga gak tau kenapa semalam tubuh Sofy tu jadi pans banget pas ganti baju pemberian mba Sofy mas"


"Ooo,,,jadi yang beliin lingerie itu mba Sofy ya.Pantesan bisa tau banget mana yang pas buat ngerayu suami.Heehheee.Mmmm,,,mas tau nih,kamu pasti minta di privat sama mba Sofy ya sayang,biar mahir kayak semalam"(mencolek hidung istrinya)


"Ga mas,bukan Sofy yang minta kok,tapi mba Rena yang pengen berbagi pengalaman"(menutup mulut karena merasa keceplosan membongkar topik pembicaraannya kemaren dengan Rena)


"Sayang,,,besok-besok kalau mau curhat sama mba Rena boleh,tapi jangan soal ranjang kita ya.Itu privat cintaku"(sambil membelai rambut Sofy lembut)


"Maafin Sofy ya mas,Sofy khilaf.Insyaallah besok gak gitu lagi"


"Lumayan sih mas,pinggang Sofy cenat-cenut mas.Heehehhehe"


Tanpa berkata Devan langsung memutar tubuh istrinya dan perlahan tangannya memijat pinggang istrinya lembut.Sofy pun sangat menikmati pijitan suaminya,setidaknya mampu mengurangi rasa sakit di bagian pinggangnya berkurang.


"Mas ternyata punya bakat mijit juga ya,rasa sakit Sofy jadi berkurang"


"Mas akan berusaha lakuin apa pun semampu mas buat kamu sayang,yang penting kamu bahagia"(memeluk tubuh istrinya dari belakang sambil mencium rambut istrinya beberapa kali.

__ADS_1


"Makasih ya mas,Sofy sayang mas Devan"(membalik badan lalu mencium kening dan kedua pipi suaminya lalu tersenyum)


"Sayang,masih kurang satu ciuman"(sambil memonyongkan bibir kearah Sofy)


"Udah dong mas,ntar kalau Sofy cium bibir ntar malah keterusan lagi"


"Bagus dong sayang,mas selalu siap dua puluh empat jam buat istri tercinta ini"


"Ga dulu deh mas,Sofy masih capek banget"


"Iya sayang,mas gak bakalan maksa kok.Tapi mas selalu welcome cintaku kapan pun istri mas mau.Heehhehehhe.Katanya tadi dah panggil mas sayang,ganti panggilannya ya sayang.Gimana kalau honey,kayaknya kurang ok.Cintaku,terlalu lebay.Mmmm,,,hubby aja ya sayang,ok my hubby?"


"Iya mas,eh iya by..."


"I love you forever my wife"kata Devan sembari mencium kening istrinya cukup lama


"I love you too by"(bersandar manja di dada bidang suaminya)


Semenjak hari itu,mereka berdua terlihat semakin mesra dan makin lengket saja.Ternyata keisengan Rena dengan memberikan obat perangsang di puding keduanya,bisa membawa kebaikan pada perkembangan pesat hubungan Sofy dan Devan.Sofy yang awalnya mempunyai impian menikah dengan rencana yang indah dan pada situasi yang tepat,akhirnya merasakan bahwa inilah pernikahan impian yang sebenarnya,hidup bersama dengan saling mencintai dan menyayangi satu sama lain dan berharap hanya maut yang memisahkan mereka.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2