
Rasa penasaran pun muncul dibenak Sofy,siapakah adik perempuan Rena?Lalu,pa kaitannya dengan masalah rumah tangganya dan Devan?Tapi mulutnya seakan sangat sulit untuk mengeluarkan kata-kata itu.
"Maaf mba Rena,Sofy masih belum paham maksud pembicaraannya mba.Sebenarnya apa yang terjadi,Sofy bingung?"
"Reva,kemari"
Gadis cantik itu pun mendekat dan duduk di sebelah Rena.Sofy makin heran,kenapa Renata malah makin mendekatkan gadis itu denga dirinya.
"Sofy sayang,ini Reva...Adik perempuan yang mba ceritain tadi"
"A-adik mba Rena"
Reva pun mengulurkan tangannya kepada Sofy sebagai tanda perkenalan diri.
"Halo mba Sofy,aku Reva adik mba Rena dan sepupunya mas Devan"
"Sepupu?Adik mba Rena?"tanya Sofy seakan masih belum percaya dengan apa yg ia dengar"
"Iya mba,Reva semenjak kuliah mank ga tinggal bareng mba Rena.Reva kuliah sambil kerja di luar kota mba.Maaf,kalau kehadiran Reva jadi membuat masalah untuk rumah tangga mba dan mas Devan.Semenjak kecil,karena kami yatim piatu,om Hamdi lah yang membesarkan kami,sehingga kami sudah seperti saudar kandung sendiri dengan mas Devan.Kemarin itu,pas mba liat aku sama mas Devan di cafe lagi makan sebelum ngantar aku pulang ke villa keluarga di puncak mbak"
"Ya ampun,maafin mba ya Reva.Mba sudah salah paham menuduh kamu yang bukan-bukan"
"Ia mba,ini terjadi karena kita belum kenal ja mba.Maafin Reva juga ya mba"
"E,,hem...trus nasib aku gimana ne?"Devan mulai senyum-senyum memberi kode ke istrinya
"Uuummm,,,mas Sofy,Sofy juga minta maaf karena udah menuduh mas bermain api di belakang Sofy.Padahal selama ini mas udah berusaha jadi suami yang baik buat Sofy"
__ADS_1
"Iya sayang,mas maaffin.trus apa ne hadiah buat masmu yang gak bersalah ini?"Devan mencoba menggoda Sofy
"Hadeuuhhh,hadeuhhh sepertinya ada yang butuh waktu berdua ne.Ayo semua kita berikan waktu untuk Raja dan Ratu kita yang baru baikan ini"
Semua anggota keluarga pun tersenyum dab berlalu dari ruang keluarga memberikan ruang untuk Devan dan Sofy untuk berdua.Devan pun duduk disamping Sofy sambil tersenyum.Jantung Sofy berdegup kencang dan ia pun menunduk menahan malu.Malu karena telah salah menuduh suaminya,juga malu karena baru kali ini ia duduk berdekatan dengan Devan.
"Hhmmm,,,istri mas yang cantik kok diem ja ya?"(menatap Sofy sambil tersenyum)
"Uuummm,,,Sofy...Sofy minta maaf ya mas soal sikap Sofy yang udah nuduh mas sembarangan.Harusnya,Sofy gak langsung ambil kesimpulan sendiri tanpa bertanya dulu sama mas Devan"
"Mas bajalan mau maafin kamu,kalau..."(diam sejenak sambil tersenyum)
"Kalau kamu gak akan mengulanginya lagi.Selain itu kamu harus terima hukuman dari mas dulu,gimana?"
"Ya mas,insyaallah Sofy gak akan mengulanginya lagi.Tapi,hukuman apa yang mas maksud,memangnya harus ya mas?"
"Hukumannya hari ini kamu harus traktik mas makan siang di luar,sama jalan-jalan...Gimana?"
"Ya ga lah,yang dihukum kamu,yang ngehukumnya ma kan,so kita pergi berdua ja"
"Iya dech mas,tapi kita sholat zuhur ya mas"
"Ok istriku..."
Mereka berdua pun segera menuju ke kamar untuk melaksanakan empat rakaat kewajiban siang ini.Hari ini,untuk pertama kalinya mereka berdua melaksanakan sholat berjamaah.Setelah itu,mereka berdua pun beganti pakaian dan bersiap-siap untuk makan siang di luar hari ini,bisa dibilang juga kencan perdana.😊Sofy meminta Devan menutup mata saat ia berganti pakaian,namun ketika baru setengah resleting dress yang ia pakai terpasang,ia sangat kesulitan meneruskannya karena tersangkut di hijab yang ia pakai.Sepertinya kecanggungan membuat Sofy gerogi dalam setiap gerakannya.Cukup lama ia sibuk berusaha menarik kebawah lalu ke atas supaya resletingnya tidak macet lagi,tapi usahanya sia-sia.
"Udah siap belum istriku sayang..."(Devan yang merasa telah cukup lama menunggu dan memejamkan mata pun mulai menggoda istrinya)
__ADS_1
Hal ini membuat Sofy makin panik dan kehilangan cara untuk memasang resleting dressnya.
"Masih belum mas,sabar sebentar ya..."jawab Sofy yang nampak kelabakan
"Kok lama banget sih,apa perlu mas bantu?"(malah makin senangenggoda istrinya)
"Ga-ga usah mas,Sofy bisa kok"
Devan pun penasaran kenapa Sofy sangat lama sekali memasang dressnya.Ia pun mengintip dari sela jari tangannya dan melihat Sofy yang nampak tengah kesulitan.Langkah kaki Devan pun mendekat ke tubuh istrinya,ia melihat punggung istrinya begitu mulus dan putih.Sesaat ia terpesona dengan pemandangan di depannya,tapi suara keluhan Sofy yang mengagetkannya membuat Devan tersenyum dan kedua tangannya langsung bereaksi membantu Sofy.Tangan kiri Devan meraih dan menarik sedikit demi sedikit resleting yang menyangkut di hijab istrinya,sedangkan tangan kanannya berhasil memasangkan resleting itu.
Sofy yang awalnya kaget hanya terdiam menerima bantuan dari suaminya.Jarak mereka yang begitu dekat membuat jantung keduanya berdegup dengan kencang.Devan yang melihat kegugupan istrinya pun mencoba mencairkan suasana.
"Istriku sayang,,,kalau butuh bantuan apa-apa,suamimu ini siap 24 jam kapan dan dimana saja...heehehe"
"Ma-makasih ya mas"(dengan pipi merona menahan malu)
"Jangan sungkan gitu dong sama sua
mi sendiri,ok sayang"
"Iya mas"
"Ya udah,sekarang kita berangkat yuk,mas udah laper ne..."
Mereka berdua pun melangkah ke luar rumah menuju mobil Devan.Setelah keduanya duduk di mobil,Devan mendekat ke tubuh Sofy.Jarak yang begitu dekat membuat keduanya saling memandang dengan jantung yang berpacu.Sofy tak lama kemudian menggeser sedikit tubuhnya membuat Devan spotan bergerak.Ia segera memasangkan sabuk pengaman ke tubuh Sofy,lalu mulai meluruskan pandangan dan mulai mengemudikan mobilnya.
Sebelum berangkat Devan telah memesan tempat spesial di sebuah restoran yang cukup mewah di kota Jakarta.Suasana di mobil didominasi kediaman keduanya,palingan sesekali Devan mencoba menggoda istrinya yang nampak masih canggung berdua dengannya.Devan berencana menghabiskan hari ini untuk lebih dekat lagi istrinya.Ia berharap ke depannya agar hubungan mereka makin membaik,agar tujuan sakinah,mawadah,warrahmah until jannah.Ia ingin membangun keluarga yang harmonis dan bahagia dengan istrinya.Mungkin akan ada kerikil-kerikil kecil dan tajam yang akan mereka lalui nanti,tapi Devan berharap mereka berdua bisa selalu kompak dan sabar dalam menghadapi setiap situasi apa pun ke depannya nanti.
__ADS_1
Tanpa terasa mobil Devan pun telah memasuki parkiran restoran tempat mereka akan makan siang hari ini.Tempat kencan perdana mereka berdua yang telah di pesan oleh Devan.
...****************...