Pernikahan Impian Sofya

Pernikahan Impian Sofya
Derita Sofy


__ADS_3

Sofy menyetir sambil menangis menyusuri jalanan ibu kota.ia tidak menyangka,lelaki pilihan ibunya yg telah menikahinya bermain api bersama wanita lain di belakangnya.


mas,,,harusnya kamu ga usah pura-pura perhatian selama ini.harusnya jangan sok jadi suami yg baik,sabar dan setia di depan aku.jahat kamu mas,tega kamu...kamu buat aku kehilangan lagi mas,kenapa ga kamu tinggalkan aja aku dan pergi sama gadis cantik itu...ia bisa membuatmu tertawa mas,tidak seperti aku yg selalu menyusahkanmu...hiks...hiks...hiks...


Sofy pun memukul-mukul stir mobilnya beberapa kali.ia benar-benar merasa seperti benang yg sangat kusut sekarang ini.padahal Sofy sudah berniat untuk bangkit dan memperbaiki diri mulai hari ini.tapi ternyata kesedihan mulai menghampirinya lagi.Sofy pun memutuskan untuk ke makam kedua orang tuanya.dalam pikirannya saat ini,disanalah tempat ia berkeluh kesah sekarang.


setelah hampir satu jam menyetir Sofy pun sampai di makam kedua orang tuanya.ia langsung berlari dan berlutut sambik menangis ketika tiba disana.


"ayah,,,ibu,,,kenapa semua ini terjadi sama Sofy?kenapa yah?kenapa bu?apa Sofy ini telah berbuat dosa besar sehingga pantas diperlakukan seperti ini...hiks,,,hiks,,,hiks...apakah kehilangan ayah dan ibu belum cukup,sehingga Sofy juga harus kehilangan mas Devan yg pergi mengejar kebahagiaannya sendiri?bu,Sofy tidak menyalahkan ibu.tapi mas Devan itu tidak sebaik yg ibu fikir.dia,dia sudah berselingkuh dengan wanita lain bu.dia laki-laki yg sangat jahat yg bertopengkan malaikat bu.di depan Sofy,dia selalu menjadi suami yg baik.selalu mengingatkan Sofy untuk sholat,selalu menghibur bahkan sangat sabar terhadap Sofy.kita telah ditipu bu...Sofy dikhianati bu...seandainya ayah dan ibu masih ada pasti nasib buruk ini tidak akan menimpa Sofy...hiks,,,hiks,,,hiks...


cukup lama Sofy menangis menumpahkan kesedihan dan kekesalannya disana.setelah berdo'a dan mengucapkan Al-Fatihah untuk kedua orang tuanya,Sofy nampak sedikit lebih tenang dan mulai berdiri dan berniat pulang ke rumahnya.namun,ia tidak menyadari kedatangan Devan bersama perempuan yg dilihat Sofy di cafe tadi.Devan yg melihat Sofy pun mendekat,diikuti gadis muda cantik berambut sepunggung dibelakangnya.sebenarnya Devan kesana ingin ziarah ke makam mama dan kedua mertuanya.Devan pun melangkah dengan semangat sambil tersenyum menghampiri istrinya.dalam pikiran Devan,ia sangat bersyukur melihat penampilan istrinya hari ini,berharap ini akan ia lihat untuk besok dan seterusnya.namun,belum lagi sempat Devan mendekat,Sofy yg melihat kedatangan suaminya bersama perempuan lain pun berlari pergi menyusuri komplek pemakanan.


Devan pun hanya terdiam melihat kepergian istrinya.ia sadar,kalau hubungannya dan Sofy selama ini belum membaik karena kondisi Sofy yg memang masih dirundung kesedihan.angin segar yg awalnya dibayangkan Devan kini seakan sirna.Devan berpikir bahwa Sofy masih sana,masih belum bisa menerima kehadirannya.Sepeninggalan Sofy,setelah berdo'a dan mengucapkan Al-Fatihah untuk mama dan kedua mertuanya.Devan pun kembali melanjutkan perjalanannya dengan bersama gadis itu.


Devan berencana berangkat ke puncak menemui keluarganya.ia pun mengabari Adnan dan tek Imah tentang kepergiaanya itu.kondisi Sofy,membuat Devan belum pernah berkomunikasi langsung dengan Sofy,walaupun hanya sekedar mengirim pesan.Sepanjang perjalanan ke Puncak Devan lebih banyak diam,karena masih memikirkan kejadian di pemakaman tadi.

__ADS_1


Sofy,kenapa sampai saat ini kamu masih menjauhi mas?apa memang sepanjang pernikahan kita akan terus begini.apa tidak ada sedikit pun celah untuk mas di hatimu?


suara gadis disamping Devan pun mengagetkannya...


"awas mas...!!!"


Devan pun tampak membanting stir ke kiri dan berhenti dengan sigap di pinggir kiri jalan.dia terdiam dengan nafas yg sesak.ia masih terkejut dengan kejadian barusan.tak lama kemudian gadis itu pun bertanya...


"mas ga apa-apa kan?apa sebaiknya kita undur keberangkatan ke puncak mas?"


"ok mas,tapi hati-hati ya mas"


"ok,siiip.."(jawab Devan tersenyum sambil mengedipkan mata)


setelah menempuh beberapa jam perjalan,akhirnya Devan dan si gadis sampai di villa keluarganya.villa yg cukup besar dengan hawa pegunungan yg sejuk,beda sekali dengan keadaan di Jakarta.disana mereka disambut dengan hangat oleh seluruh anggota keluarga.Devan pun diminta menginap oleh pak Hamdi,karena sudah menempuh perjalanan cukup jauh.selain itu,mereka ingin mengadakan sedikit reuni keluarga malam ini.

__ADS_1


***


sementara itu di kediaman Sofy,nampak Sofy masih beruraian air mata.ia masih meratapi nasib yang harus dijalaninya.malam ini,Sofy berencana untuk membicarakan kelanjutan rumah tangganya dengan Devan.ia tidak ingin lebih larut lagi dalam kecamuk pernikahan yg dianggapnya tidak menentu.tanpa ia sadari,mungkin bisa saja telah terjadi miss komunikasi.


malam itu,setelah sholat Isya Sofy pun ketiduran karena telah lelah seharian menangis.bahkan sampai ia tidak kepikiran perutnya masih kosong sampai saat ini.kira-kira jam setengah tiga,Sofy terbangun dari tidurnya.ia memandang sekeliling kamar,namun tidak melihat sosok suaminya.kemudian walaupun dalam keadaan agak sempoyongan karena sakit kepala,ia melangkahkan kaki ke kamar mandi untuk berwudhu dan melaksanakam sholat tahajjud.setelah mengucap salam kanan dan kiri serta berdzikir,ia pun berdo'a seraya meneteskan air mata.


ya Allah,hamba tidak bermaksud menghujat atau menentang Engkau...tapi apakah belum cukup hamba harus kehilangan kedua orang tua hamba?apakah hamba harus kehilangan semuanya ya Allah?begitu hinakah hambaMu ini,sehingga orang yang hamba harap akan dapat menjadi tumpuan dikala susah dan senang kini berpaling dengan gadis lain.kini hamba mohon kepada Engkau,jika memang jodoh kami hanya sampai disini maka jauhkan lah dia.atau jika memang semua ini adalah yang terbaik untuk hamba,bantu hamba untuk mencari jalan keluarnya ya Allah...Aamiiin(berdo'a sambil beruraian air mata)


cukup lama Sofy merenung setelah menyelesaikan ibadahnya malam itu.hingga pusing makin terasa berat dan dadanya yang sesak membuat Sofy tak kuat berdiri lagi dan tertidur di sajadahnya.


sekitar pukul 04.14 subuh,seperti biasa azan pun berkumandang di Mesjid yg tak jauh dari tempat tinggal Sofy,begitu pun di hpnya.namun,ketika Sofy berusaha membuka mata,dunia seolah berputar dan tubuhnya begitu lemas.ia pun kembali memejamkan mata dalam ketidaksadarannya.


pagi ini,matahari nampak mulai menerangi bumi.tek Imah nampak menuju kamar Sofy bermaksud ingin menanyakan menu yang di masak hari ini karena kemarin Sofy nampak sudah ceria kembali.ketika pintu dibuka,ia menggeleng-gelengkan kepala melihat Sofy yang terbaring di sajadah.kemudian,tek Imah menghampiri dan mencoba membangunkan Sofy.betapa kagetnya tek Imah ketika melihat wajah Sofy yang pucat dan badannya sangat panas.tek Imah pun berlari memanggil Adnan ke kamarnya.Adnan yang juga terkejut ketika melihat kondisi kakaknya langsung menggendong tubuh Sofy dan membawanya ke rumah sakit dengan mengendarai mobil Sofy.sepanjang perjalanan,tek Imah mencoba memanggil Sofy,tapi ia tak kunjung membuka mata.sesampainya di rumah sakit Sofy langsung dibawa beberapa orang perawat menuju ruang IGD RS.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2