Pernikahan Impian Sofya

Pernikahan Impian Sofya
Muncul Dihadapan Sofy


__ADS_3

Suara azan sayup-sayup terdengar di kediaman Devan.Semua penghuni rumah nampak bangun dan melaksanakan kewajiban dua rakaat kepada pencipta-Nya.Setelah sholat,cukup lama Devan mengadahkan tangan memohon agar pernikahannya bisa diselamatkan.Ia baru saja ingin memulai kehidupan baru dengan kondisinya yang sudah membaik,namun masalah baru malah muncul dan membuat hubungannya dengan Sofy semakin menjauh.


Ya Allah,hamba mohon kepadaMu,berikanlah hamba petunjuk untuk menyelesaikan masalah rumah tangga hamba.Sesungguhnya Engkau yang Maha Tahu segala yang terjadi.Hamba mohon berikan titik terang agar hamba bisa menyelesaikan masalah ini Ya Allah.Hamba hanya ingin hidup bersama dengan istri hamba di dalam kedamaian.Aamiiin...


Sekitar jam delapan pagi itu,Rena memanggil Devan untuk berkumpul di ruang keluarga bersama papanya dan Rafa.Mereka semua ingin membantu memecahkan masalah rumah tangga Devan yang menimpanya saat ini.Mereka bertiga mendesak Devan untuk mengingat-ingat lagi kapan terakhir ia pernah bertemu dengan seorang wanita dan dimana.Dalam kebingungan,Devan melihat Aurel sedang bermain boneka bersama tantenya di karpet yang ada tidak jauh dari ruang keluarga.


"Pa,mba,mas,Devan tau jawabannya.Sekarang juga kita harus bawa Reva ke rumah Sofy,itu solusinya"(seperti mendapat angin segar yang akan memperbaiki hubungannya dengan sang istri)


"Jangan ngaco kamu Dev,ini masalah kamu dan Sofy.Jangan seret orang lain demi menyelesaikan masalah kamu"bantah pak Hamdi


"Pa,dengerin Devan dulu.Coba papa ingat lagi.Dihari kepulangan Reva siapa yang pertama kali ia temui?Setelah itu kemana Devan sama dia"


"Ya,,,mba paham maksud kamu Dev.Jadi kamu gadis yang dibilang Sofy bersama kamu di cafe waktu itu Reva kan?Waktu itu kamu bawa Reva juga ke makam untuk ziarah,disana kamu dan Reva ketemu lagi sama Sofy,trus habis itu kamu nginap di Puncak dan gak pulang.Ya,itu masalahnya Dev"


"Analisa istri aku emang jenius,top bangettt"(Rafa pun mengacungkan kedua jempolnnya)


"Ya Allah,kok papa gak kepikiran itu ya,malah ikutan emosi dan mojokin Devan.Maafin papa ya nak,harusnya papa dengar penjelasan kamu dulu.Ok,sekarang kita semua ke rumah Sofy"


"Iya pa,makasih semua.Devan memang punya keluarga ter-the best di dunia"(tersenyum lega)


Kemudian mereka bersiap dan berangkat menuju rumah Sofy membawa harapan agar Devan kembali bisa bersama dengan istrinya.


Sepanjang perjalanan Devan pun sering tersenyum membayangkan hari ini bisa berkumpul lagi dengan istri yang ia sayangi.


Satu jam kemudian mereka semua telah sampai di depan rumah Sofy.Aurel melihat Sofy tengah berada di depan tempat usahanya berbicara dengan salah seorang karyawannya.Aurel pun segera turun dari mobil dan memeluk Sofy dari belakang.


"Tante cantik,Aurel kangen..."


Sofy pun memegangi kedua tangan Aurel,lalu melepasnya dan membalik badan.

__ADS_1


"Hai sayang,,,tante juga kangen banget sama Aurel"(memeluk dan mencium Aurel)


Tak lama muncul Rena..."Hai adik ipar,apa kabar?"


Pak Hamdi pun ikut mendekati Sofy.


"Mba Rena,papa apa kabar?kapan nyampe Jakarta?" (menyalami tangan pak Hamdi dan cipikacipiki dengan Rena)


"Jadi setelah sekian lama gak ketemu,kita gak di ajak masuk ke rumah dulu nih?"


"Astagfirullah pa,mba,maafin Sofy,ayo mari kita masuk"


Mereka berempat pun masuk dan duduk di ruang keluarga.


"Jadi kapan papa sama mba nyampe Jakarta?"


"Insyaallah udah mendingan kok pa,Sofy bosan di kamar terus pa,makanya tadi jalan-jalan ke luar liat persiapan buat acara hari ini.papa,mba apa kabar?"


"kami baik nak.oh ya Sofy..."


"Bentar pa,Sofy tadi habis buat pisang kapik bakar,papa,mba Rena sama Aurel harus coba ya.Sofy ambil dulu"


Tak berapa lama kemudian Sofy muncul membawa nampan berisikan tiga piring kecil berisikan makanan yang ia buat itu.Tek Imah pun meletakkan tiga cangkir teh di meja,lalu kembali ke dapur


"Ini apa tante cantik?"tanya Aurel polos


"Ini pisang bakar yang digeprek sayang,trus dikasih taburan gula merah dan kepala sayang...dicoba ya sayang..."


Aurel pun mencicipi makanan itu,sambil menguyah ia mengangkat jempolnya dan mengarahkan kepada Sofy.

__ADS_1


"Hmmm,,,enak banget tante.Boleh nambahkan lagi tante?"


"Boleh banget sayang,bentar ya tante ambil dulu"


Sofy pun segera ke dapur dan mebawakan satu porsi lagi untuk Aurel.Ketika hampir tiba di ruang keluarga,Sofy sangat kaget dan tidak sengaja menjatuhkan piring yang dibawanya,karena melihat Devan betsama gadis cantik itu ikut duduk bersama keluarga mertuanya.Mereka semua terlihat akrab,ditambah lagi dengan Adnan yang juga ikut duduk disana seperti tidak ada beban apa pun.Devan yang melihat kejadian itu,lansung mendekati Sofy dan mencoba memungut piring di bawah Sofy agar tak melukai kaki istrinya.Tak lama tek Imah datang mengambil pecahan piring itu,memasukkan ke kantong plastik dan membuang ke tong sampah.


Sofy cukup lama termenung dan terdiam.Rena yang sadar dengan keadaan itu langsung mendekati Sofy dan membawanya duduk,disusul oleh Devan.Mata Sofy tak putus terus memandang gadis cantik yang duduk disamping Aurel.Dadanya terasa sesak,ingin rasanya ia berteriak.Seandainya tidak ada keluarga mertuanya disana,ingin ia meluapkan emosinya.Badan Sofy sedikit bergetar menahan emosi.Rena yang memahami apa yang ada dipikiran Sofy pun memeluk Sofy.


"Sabar dulu adik ipar,ini lah yang ingin kita luruskan sekarang"


"Ma-maksud mba Rena apa ya?"(berusaha menyembunyikan masalahnya dengan Devan)


"Sofy,sebenarnya kami semua sudah tau tentang masalah kamu dan Devan.Jadi hari ini kami bermaksud ingin membantu menyelesaikannya"


Pikiran Sofy menerawang,apa kehadiran keluarga mertuanya untuk membuatnya berdamai dengan gadis itu,karena gadis itj sudah terlalu jauh dengan suaminya.Apa mereka akan memintanya untuk menerima wanita itu sebagai...


Rena yang melihat Sofy melamun pun,memanggil dan memegang lengannya.Sofy kaget dan memandang Rena penuh tanya,matanya nampak mulai berkaca-kaca.Melihat itu Rena kembali memeluk Sofy.


"Sofy,adik ipar mba yang baik.Maafkan kami selama ini melupakan sesuatu.Sebenarnya ada yang lupa kami ceritakan,kalau mba punya adik perempuan,yang selama ini tidak tinggal bersama kami"


Sofy kaget dan melepaskan dirinya dari pelukan Rena dan menghapus air matanya.


"Maksud mba,mba itu punya adik kandung perempuan?"


"Iya sayang,benar.Mba gak menyangka kalau hal ini akan menjadi masalah untuk rumah tangga kamu dan Devan"


Sofy yang masih bingung dengan arah pembicaraan Rena dan tidak nyaman dengan kehadiran gadis cantik yang ia anggap sebagai seseorang yang spesial bagi suaminya,terdiam mencoba menetralisir pikirannya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2