Pernikahan Impian Sofya

Pernikahan Impian Sofya
Rencana Rena


__ADS_3

Dua minggu sudah Sofy dan Devan melalui kebersamaan di villa keluarga di Puncak.Hari ini pagi-pagi sekali mereka memutuskan untuk kembali ke ibukota karena mereka harus kembali ke aktifitas normal mengurus usaha keluarga Sofy.Usaha warisan alhamarhumah ibu Sofy semakin berkembang pesat,begitu juga dengan usaha keluarga Devan.Bisa dibilang mereka tidak perlu memusingkan masalah keuangan.Sepanjang perjalanan pulang Sofy lebih sering ketiduran karena memang Devan selalu meluapkan gairahnya beberapa hari selama mereka berada di Puncak.Mereka memang mempunyai harapan untuk memiliki buah hati agar bisa segera terwujud meskipun kedekatan dalam hubungan pernikahan belum lama terasa.


Setelah menempuh beberapa jam perjalanan,akhirnya mereka sampai di kediaman keluarga Sofy.Ternyata keluarga Devan lebih dahulu berada disana menunggu kedatangan mereka.Seluruh anggota keluarga menyambut antusias pasangan yang tengah berbahagia itu.Beberapa hari tidak berjumpa membuat semua anggota keluarga merindukan mereka berdua.Pak Hamdi pertama kali memeluk anak dan menantunya itu.


"Nak,papa kangen banget sama kalian berdua.Gimana liburannya,pastinya seru kan?"


"Menurut papa gimana?"Devan yang semenjak datang tadi tidak pernah melepaskan pelukan dari istrinya.Sementara Sofy masih agak canggung terlihat mesra di depan keluraganya.


"Ciee,,,ciee,,,romantis banget sih?Bikin kita iri aja...Iya kan sayang?"Rena pun memberikan kode kepada suaminya


"Iya sayang,kayaknya sekarang kita punya saingan hot couple ya.Selamat deh buat kalain berdua,semoga Aurel bisa segera punya dedek"sambung Rafa


"Amiiin,mohon do'anya aja ya semua..."kata Devan


"Ayo kita makan siang bareng,hari ini mba Rena khusus masak menyambut kedatangan hot couple kita"(sambil memeluk Sofy dan berjalan beriringan ke meja makan)


"Mba Rena,bisa aja.Lain kali gak usah repot-repot mba,kan ada tek Imah mba"


"Gak apa-apa,sesekali aja,spesial buat kalian berdua"


Suasana hangat kelurga pun terlihat waktu makan siang hari ini.Sesekali Sofy tersipu malu karena Devan yang selalu memuji istrinya di setiap ceritanya.Hari itu,Adnan tidak nampak hadir disana karena harus ke kampus menyelesaikan skripsinya yang hampir rampung dan bisa segera ikut sidang skripsi agar segera bisa wisuda.


Setelah makan siang,Rena mengajak Sofy untuk keluar jalan-jalan dan shopping berdua.Sebenarnya,Rena ingin lebih leluasa menanyakan soal hubungn Sofy dan Devan,bukan Renata namanya kalau gak tau segala sesuatu tentang keluarganya.Awalnya Rena cukup kesulitan meminta izin kepada Devan,tapi berkat kerja kerasnya ia berhasil meyakinkan sepupunya itu.

__ADS_1


Ketika di mall,Rena sibuk berbelanja beberapa pakaian dan tas branded,tapi tidak dengan Sofy.Ia hanya ingin menemani Rena dan mengatakan bahwa sebelum ke Puncak Devan telah membelikan banyak barang keperluannya.Sofy memang bukan type sosialita yang menyukai dan mengoleksi barang-barang branded.Ia lebih memilih kenyamanan dibandingkan harga dalam memilih sesuatu.Setelah Rena mendapatkan beberapa barang kesukaannya mulai dari sepatu,pakaian dan tas,mereka berdua mampir untuk ngopi bareng sejenak di salah satu cafe di mall tersebut.Disana merupakan tempat yang cukup aman dan leluasa bagi mereka bercerita.


"Sofy,mba perhatiin kamu dan Devan udah makin dekat aja.Apalagi habis honeymoon beberapa hari ini...Heehehheh"


"Ah,mba Rena.Biasa aja kok mba,kayak pasangan lainnya"(menjawab dengan santai)


"Oooo,,,gitu.Mmmm,gimana pertama kali tidur bareng Devan?"(mulai melanjutkan lebih menjurus pertanyaannya)


"Heeheee,,,gimana ya mba.Setengah berbisik lalu Sofy berkata,sakit mba"(sedikit terlintas rasa sakit dibagian bawahnya ketika malam itu,tapi kasih sayang Devan mampu mengalahkan rasa itu)


"Haahaaa"Tanpa sadar Rena nampak sedikit terbahak mendengar curhatan Sofy.Berarti suami kamu belum terlalu mahir kayak mas Rafa dulu pertama kali sama mba"


"Memang ada latihannya ya mba,sampai mas Rafa bisa mahir gitu?Kok mas Devan gak ya?Sofy memang tidak terlalu tau banyak soal perihal hubungan suami istri,karena memang selama ini ia hanya sekedar tau dari pelanjaran formalnya,apalagi ia bukan tipikal gadis yang suka nongkrong dengan teman-temannya"


"Haaahaaa..."Kali ini tertawa Rena membuat banyak pengunjung memandang ke arahnya.Oopppsss,mba lupa kita lagi dikeramaian.Sofy,Sofy,lucu banget sih kamu.Kayaknya mba harus sering-sering kasih privat soal rumah tangga nih.Terutama saat kamu berdua sama Devan"


"Tenang aja,pasti mba bakalan kasih tau yang akab membuat kalian makin langgeng"(mengedipkan sebelah matanya dan mengangkat kedua jempolnya ke depan Sofy)"


Tenang aja Sofy,mba punya kejutan buat kamu dan Devan.Mba yakin kejutan ditambah privat dari mba bakalan buat Devan makin lengket sama kamu.gumam Rena dalam hati


"Mba,,,mba Rena kok ngelamun sih?"(sambil menggoyang-goyangkan tangan kanannya di hadapan Rena)


Gerakan Sofy membuat Rena tersentak."Ga sayang,mba ga ngelamun kok,cuma lagi kepikiran sesuatu aja.Oh ya,Sofy zaman sekarang itu udah canggih banget,kita bisa cari referensi soal suami istri itu lewat internet"

__ADS_1


"Buat apaan sih mba,nyari referensi segala,kan tugas sebagai istri itu udah jelas mba"


"Iya Sofy,tapi biar gak monoton kita butuh gonta ganti cara dan suasana"


"Sofy jadi bingung ini sama kata-kata mba Rena"


"Dengar ya Sofy sayang,jadi kebanyakan suami itu suka kalau istrinya pintar di ranjang,apalagi kalau bisa servis duluan,itu nilai plus lho!"


"Ooo,,,gitu ya mba Rena.Sofy baru tau tu,pantesan selama kami di Puncak mas Devan tu sering banget deketin Sofy mba,sampai Sofy agak kewalahan juga mba"(menjawab dengan polosnya)


"Ya iya lah sayang,namanya juga baru nyoba.Ya,bisa dibilang candu gitu.Heeheee.Tapi ntar coba gantian ya,kamu yang duluan"


"Duh,mba Rena.Kok Sofy yang duluan,malu tau mba"(wajah Sofy nampak memerah menahan malu membayangkan kalau ia mengikuti kata-kata Rena)


"Terserah kamu sih,mba kan cuma kasih saran aja,biar kamu dapat poin plus dimata Devan.Kamu gak mau kan kalau Devan sampai mgelirik yang lain.Heeheee"(tersenyum sambil berkata seolah memperingatkan)


"Ya,Sofy pastinya gak mau lah mba kalau suami Sofy sampai kayak gitu"


"Makanya,kamu pertimbangin lagi saran mba ya.Kalau perlu langsung praktek nanti di rumah.Heeheee"


"Tau ah mba,ntar Sofy pikir-pikir dulu.Heeheee..."


Kayaknya aku harus pertimbangin kata-kata mba Rena,biar mas Devan gak sampai berpaling dari aku,gumam Sofy dalam hati.

__ADS_1


Rena pun bisa menangkap apa yang dipikirkan Sofy,ia pun tersenyum melihat ekspresi iparnya itu.Ia merasa langkah awal untuk mewujudkan keinginan papa Devan akan segera berhasil.Pak Hamdi memang berharap agar bisa segera menimang cucu pertama dari putranya tersebut.Kemudian,Sofy dan Rena pun pulang.Sebelum masuk rumah,Rena memberikan sebuah tas yang berisikan lingerie untuk Sofy.Ia meminta Sofy untuk tidak membuka dulu dan memakainya nanti malam,tak lupa ia mengingatkan Sofy akan referensi video yang ia tunjukkan pada Sofy tadi.Walaupun agak kurang nyaman menonton video pemberian Rena,Sofy yang memikirkan tanggung jawabnya sebagai istri pun hanya mengiyakan kata-kata Rena.


...****************...


__ADS_2