Pernikahan Impian Sofya

Pernikahan Impian Sofya
Berbaikan,tapi....


__ADS_3

"Reva mau apa?"tanya tek Imah yang tengah sibuk menyiapkan makan siang.


"Mau bikin ice cream fruit tek,Reva haus dan sedikit lapar karena lagi banyak kerjaan tek"sambil mengeluarkan aplukat,pir,buah naga,mangga dan anggur dari kulkas.


"Mau etek bantu nak?"


"Gak usah tek,Reva bisa kok.Etek lanjutin masak aja ya tek"


"Baiklah nak"jawab tek Imah


Reva lalu mengupas dan memotong buah-buahan tersebut,lalu menatanya di dalam gelas berkaki dengan wadah yang cukup besar.Kemudian,menaruh tiga scup kecil ice cream vanilla dan sedikit tetesan susu coklat di atas buah tersebut.Melihat dua gelas ice cream fruit ini saja,membuat Reva menahan salivanya.Setelah meletakkan sendok di masing-masing gelas,Reva pun beranjak menuju ruang tengah.Ia lalu memberikan satu gelas ice cream fruit kepada Adnan dan satu lagi untuk ia nikmati sendiri.


"Mmm,,,ini buat lo sebagai rasa terima kasih gue buat yang tadi"kata Reva sambil menyerahkan gelas tersebut ke tangan Adnan


"Thanks ya,tau aja lo kalau gue lagi haus gini dan butuh yang segar"ucap Adnan


"Sama-sama"jawab Reva sembari duduk dan menikmati ice cream fruit yang sedari tadi ia nikmati.


Adnan dan Reva tampak menikmati potongan buah segar dengan ice cream itu sambil tetap menatap layar lap top masing-masing.Hal ini keduanya lakukan untuk mengatasi rasa grogi yanh entah sejak kapan mulai terasa.Mereka berdua juga heran,kenapa sekarang ada rasa canggung dan aneh ketika mereka berdekatan.Tapi,mereka berdua sama-sama mencoba menyembunyikan dan berusaha tetap tampil prima seakan tidak ada apa-apa.Sekarang,cek-cok antara keduanya juga sering digantikan oleh kerja sama ketika membuat laporan pekerjaan masing-masing.Pertemuan mata keduanya pun sering membuat wajah mereka merona merah dan menjadi salah tingkah.


"Makasih ya ice cream fruitnya,ga nyangka lo ternyata punya bakat juga buat sesuatu yang enak"sambil tetap menyendok potongan ice cream dan buah ke mulutnya

__ADS_1


"Lo itu mau berterima kasih atau mau menghina gue?"wajah Reva mulai terlihat sedikit kesal


"Maaf,gue cuma becanda kok.. Tumben lo sensi amat,lagi dapet yaaa...!"


"Sok tau amat sih lo!"jawab Reva yang nampak mulai geram dengan Adnan


"Padahal gue kira lo tadi dah berubah,gak mau nyari masalah ama gue lagi"jawab Adnan cuek namun punya makna tersendiri


"Jangan mutar balikin fakta ya om jin,lo yang duluan,padahal gue udah berusaha baik sama lo!"jawab Reva dengan nada rendah


"Iya,iya...Maafin gue ya!Mmm,,,sebagai permintaan maaf ntar temenin gue ke cafe ketemu teman ya"pinta Adnan


"Maksudnya,lo ngajakin gue kencan gitu?"tanya Reva heran


"Mmmm,,,oke deh kalau gitu"


"Nah,gitu dong...Lo tenang aja,gue bakal jagain lo ntar"kata Adnan sambil mengedipkan sebelah matanya


"Ihhh,,,om jin kok lo jadi genit gitu sih!"


"Biarin!"jawab Adnan singkat lalu menutup lap topnya dan berjalan menuju kamarnya meninggalkan Reva yang masih dengan banyak tanda tanya memikirkan kenapa Adnan mengajaknya pergi siang ini.Tapi,Reva juga seakan sulit untuk menolak ajakan Adnan.Malahan ia sekarang sedang memikirkan baju apa yang pas ia kenakan untuk pergi bersama Adnan siang ini.Setelah menyelesaikan pekerjaannya,Reva pun menutup lap topnya dan segera menuju ke kamarnya.Sesampainya di kamar,Reva nambak sibuk mengobrak-abrik lemari dan mencoba beberapa pakaian yang menurutnya membuat penampilannya terlihat beda siang ini.Setelah sekian lama tak kunjung menemukannya,Reva pun menghubungi Renata untuk meminta pendapat lewat video call.Setelah mendapatkan yang sesuai dengan keinginannya,Reva pun nampak sibuk mencari sepatu dan tas yang pas,serta menonton beberapa tutorial dandanan di you tube.Padahal dandan bukanlah hal yang sulit buat seorang Reva yang telah terbiasa berias untuk menunjang pekerjaannya mengelola perusahaan sepupunya.

__ADS_1


Setelah sholat zuhur,Reva langsung memakai dress selutut tangan pendek bewarna peach dengan dandanan natural serta tas dan sepatu dengan warna yang hampir senada.Adnan yang telah siap dengan jeans dan kemeja ngepress body yang menampakkan bentuk tubuh atletisnya pun bertolak ke kamar Reva.


Tok,,,tok,,,tok...(kamar Reva diketuk,membuat Reva yang sedang mematut diri di depan kaca sedikit kaget dan berjalan menuju pintu kamarnya)


Ceklek!(pintu kamar terbuka membuat Adnan memandang Reva cukup lama,namun tersentak dengan suara Reva yang mengagetkannya)


"Om jin,berangkat sekarang?Gue udah laper banget nih!"


"Oh ya,kita segera berangkat!Tadi gue kira lo butuh waktu lama buat dandan,ternyata gak juga...Heeheeheee..."Adnan menyangka Reva tidak butuh waktu lama untuk siap berangkat dengannya,padahal ia tidak tau bagaimana sulitnya oersiapan Reva tadi,hingga harus menghubungi Renata.Reva sebenarnya juga tidak memberitahu pada Renata kepergiannya hari ini dengan Adnan,ia menceritakan bahwa hari ini akan ke cafe bersama temannya.Namun,bukan Renata namanya kalau tidak bisa mencari tau informasi tentang sesuatu.Renata yang curiga diam-diam menghubungi Adnan yang mendapatkan info bahwa hari ini Reva akan pergi bersamanya.


Reva segera mengambil pouchnya dan keluar kamar mengikuti Adnan yang sudah mulai melangkah.Mereka berdua lalu menuju ke mobil sedan BMW luxury hitam milik Adnan yang dibelinya dari hasil tabungannya membantu Sofy mengelola ekspor usaha keluarga dan mengelola usaha bidang software yang ia miliki terparkir di halaman depan rumah.Reva yang baru tau kalau Adnan telah memiliki mobil sendiri yang keren merasa takjub.Adnan juga sudah membeli rumah sendiri untuk persiapan tempat tinggal setelah menikah nanti.Sebagai anak dan adik laki-laki,Adnan memang pribadi yang mandiri dan suka bekerja keras.


"Boleh juga mobil lo om jin..."celutuk Reva spontan


"Kenapa manknya?Lo tadinya pasti mikir gue bakalan makai mobilnya uni Sofy kan?Heehehhee"


"Oh,mmmm,anu,itu,ga juga tuh"jawab Reva sedikit kelabakan melihat ekspresi Adnan menatapnya


"Buruan naik,ntar gue tinggal nih!"jawab Adnan dengan nada agak kesal.Reva pun segera naik dan duduk kemudian memasang sabuk pengaman.Ia menjadi agak canggung karena hanya berdua saja di mobil bersama Adnan.Ditambah lagi ia menyadari soal ucapannya yang seperti terlihat menyinggung perasaan Adnan meskipun ia tidak mengatakannya.Sepanjang perjalanan menuju cafe pun,hanya dihabiskan dengan kesunyian.Adnan hanya menatap lurus ke depan sambil menyetir,sedangkan Reva melihat keluar di kaca jendela mobil sambil sesekali meremas pouch yang ia bawa.Entah mengapa perasaan bersalah jadi menyelimuti Reva.Ia jadi teringat akan cerita Sofy kepadanya beberapa waktu lalu tentang kemandirian Adnan.Meskipun telah mempunyai usaha keluarga yang terbilang sukses,ia tetap berjuang menjalankan usaha sendiri yang terbilang sudah menghasilkan pendapatan yang lumayan besar dan sudah memiliki aset sendiri di usianya yang masih muda.Reva merasakan ada suatu rasa yang membuatnya bangga dengan sosok Adnan hingga tanpa disadari membuatnya melamun.Hingga suara Adnan mengangetkan dan menyadarkannya setelah mereka sampai di parkiran sebuah cafe AM yang terkenal di kota Metropolitan itu.


"Udah nyampe nih!Apa lo mau terus-terusan bengong duduk di mobil!"lalu keluar dan menutup pintu mobil,membuat Reva segera membuka sabuk pengaman dan bergegas turun dari mobil mengikuti langkah Adnan memasuki cafe.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2