Pernikahan Impian Sofya

Pernikahan Impian Sofya
Kehadiran Azka


__ADS_3

Tak terasa sudah hampir dua tahun sudah biduk rumah tangga Sofy dan Devan.Usaha kedua keluarga pun makin berkembang sangat pesat,namun mereka belum juga bisa mewujudkan harapan untuk memiliki malaikat kecil yang akan melengkapi kebahagian rumah tangganya.Sofy terlihat agak murung akhir-akhir ini,keceriaan dan senyuman yang selalu ia tunjukkan dihadapan Devan makin hari semakin tak terlihat.Saat ini Sofy telah setengah putus asa,karena berbagai upaya dan program kehamilan yang mereka ikuti belum juga membuahkan hasil,meskipun Devan tidak pernah mempermasalahkannya.Bagi Sofy,ini merupakan masalah serius yang akan mengamcam keharmonisan rumah tangganya,terlebih lagi begitu banyak kisah tentang pelakor disekelilingnya.Apalagi,beberapa bulan yang lalu,ia mendengar kabar bahwa suami tetangganya kedapatan berselingkuh karena istrinya tidak kunjung hamil,sementara ia sangat menginginkan seorang buah hati.


Hari ini,seperti biasa Devan yang memahami kondisi istrinya,akan selalu setia menemani bahkan sangat perhatian pada Sofy.Namun,Sofy yang tengah setengah putus asa menganggap bahwa Devan sekarang hanya kasian kepada dirinya.Sofy yang menjadi tertutup dan pendiam membuat Devan sering kesulitan dalam berkomunikasi dengan istrinya tersebut.Berbagai cara ia lakukan demi hanya ingin mengembalikan senyuman Sofy,namun masih belum membuahkan hasil.


Devan juga mengajak Reva tinggal bersama mereka,agar Reva dan Adnan bisa ikut menjaga dan menghibur Sofy.Perusahaan otomotifnya pun sekarang dipegang oleh Asisten Ben agar ia bisa lebih fokus pada sang istri.Sekarang malah hidupnya jadi bertambah rumit,karena Adnan dan Reva sering seperti anjing dan kucing.Ya,,,walaupun kadang itu juga menjadi tontonan yang lumayan menghibur baginya ditengah masalah rumah tangganya bersama Sofy.


Hari itu,mereka berempat memutuskan untuk mengunjungi villa keluarga Devan di Puncak.Devan berharap,agar berkumpul dengan seluruh anggota keluarga akan mengurangi sedikit kesedihan istrinya.Ia berharap,agar istrinya bisa ceria dan bersemangat seperti dulu lagi.Tidak bisa dipungkiri,Devan sangat teramat merindukan Sofy nya yang sumringah,ramah dan selalu memancarkan aura kebahagiaan.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama menembus macetnya kota Jakarta menuju Puncak,akhirnya mobil Devan memasuki villa mewah keluarga Devan.Sepanjang perjalanan,Sofy hanya terdiam dan menatap ke kaca mobil.Sesekali,terdengar Adnan dan Reva yang selalu ribut di kursi belakang penumpang.


Kedatangan mereka berempat disambut hangat oleh pak Hamdi,Rafa,Aurel dan Reba yang sedang menggendong Azka putra keduanya.Setelah mengucapkan salam,mereka berempat segera bergantian menyalami dan mencium punggung tangan pak Hamdi.Kemudian segera masuk kedalam rumah diikuti mang Asep,bi Minah,mang Diman,bi Ipah yang membantu membawa koper-koper majikannya.


Semenjak tiba tadi sampai duduk di ruang keluarga,pandangan Sofy tidah pernah beralih dari sosok Azka yang terlihat begitu lucu dan menggemaskan.Ia membayangkan,seandainya sekarang ini sedang menggendong bayi seperti Rena,hidupnya pasti akan lebih bewarna.Tapi,sayang beribu sayang,baginya itu bagaikan berhak memeluk bulan.Sebenarnya tidak ada masalah pada Devan atau dirinya yang menghalangi keduanya untuk menimang buah hati,tapi memang mungkin belum saatnya anugerah itu dititipkan kepada mereka.Rena yang melihat Sofy sedari tadi,memahami kegundahan iparnya itu.Rena pun pindah duduk disebelah Sofy sembari membawa Azka yang tertidur lelap dipangkuannya.


"Sofy,udah lama ya kita gak ketemu.Mba kangeeeen banget pengen cerita dan jalan bareng sama adek mba yang cantik ini"Rena berusaha menyapa agar bisa kembali akrab dengan Sofy,namun Sofy hanya menjawab singkat sambil tetap memandang Azka.

__ADS_1


"Iya mba"hanya kata itu yang keluar dari mulut Sofy


Semua keluarga Devan memang telah mengetahui kondisi Sofy saat ini.Mengajak Sofy ke Puncak ini juga merupakan upaya untuk mengembalikan kehidupan normal Sofy.Mereka semua berharap,kehadiran Aurel dan Azka akan dapat menghibur kegundahan Sofy.Tapi,hari ini semua bisa melihat,sepertinya yang lebih akan membantu adalah kehadiran Azka.Devan telah memutuskan,untuk sementara akan tinggal di Puncak untuk mendampingi istrinya.


Sofy dengan sedikit ragu-ragu lalu meminta izin kepada Rena agar diperbolehkan menggendong Azka.


"Uuummm,,,mba Rena,Azkanya boleh Sofy gendong"berkata dengan penuh harap


"Tentu saja Sofy,anak mba itu juga anak kamu dan Devan sayang"jawab Rena tulus sambil memindahkan Azka kepangkuan Sofy


"Azka sayang,ini bunda.Azka mau kan tidur dalam pelukan bunda sayang?"Sofy merasakan ada rasa yang hangat dan damai ketika bisa bersentuhan langsung dengan Azka,bayi tampan,imut dan lucu anak Rafa dan Rena


"Iya bunda,dekapan bunda hangat dan nyaman"Rena pun mengubah suaranya menggantikan putranya menjawab pertanyaan Sofy."Sofy,kamu boleh main dan menggendong Azka selama ada disini"


"Beneran mba?"tanya Sofy seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya

__ADS_1


"Iya sayang,lagian kayaknya Azka nyaman banget sama kamu,walaupun baru ketemu"


"Makasih ya mba Rena,Sofy senang banget bisa disini sama Azka"


"Iya sayang,sama-sama.Kalau Azkanya ntar mau ASI aja antar ke mba ya..."Rena berharap agar Sofy bisa kembali seperti dulu dengan cara seperti ini


"Baik mba.Azka sayang dengar kata mama kan,kalau Azka boleh main sama bunda sayang...Cup,cup,cup.Sofy mencium lembut kedua pipi Azka dan keningnya.


Semua yang berada di ruangan itu pun tersenyum melihat perubahan Sofy hari ini.Senyuman Sofy terlihat kembali mengembang saat bersama Azka.Mereka semua akhirnya mempunyai solusi untuk mengembalikan senyuman Sofy.Mereka semua berharap agar hubungan Sofy dan Devan juga bisa segera membaik setelah ini,karena sudah beberapa bulan ini Sofy begutu dingin terhadap suaminya.Devan hanya bisa berusaha,berdo'a dan bersabar terhadap kondisi yang menimpa istrinya.


Setelah makan malam dan sholat Isya Rena nampak sedang duduk di ruang keluarga bersama Azka.Sofy pun dengan turun dari lantai dua penuh semangat sambil tersenyum menatap ke arah Azka.Ia langsung mendekati Rena,dan Rena yang seakan paham apa keinginan Sofy langsung memindahkan Azka ke pangkuan Sofy.Kali ini Sofy tampak lebih ceria lagi dari sebelumnya,karena mata bulat bening Azka menatapnya lembut membuat Sofy tidak tahan untuk mencium kedua pipi gembul Azka.


"Sayang,kita ketemu lagi.Baru beberapa menit gak ketemu kamu,bunda jadi kaangeeeeeb bangeettt sayang.Azka kangen juga gak sama bunda?"Azka bayi berumur empat bulan ini seakan mengerti dengan kata-kata Sofy,memberikan senyum yang begitu manis kepada Sofy.Membuat Sofy semakin gemas saja dan tidak ingin jauh dari bayi yang imut dan lucu itu.


Setelah Azka cukup lama dalam gendongan Sofy,entah karena kekeyangan setelah meng-ASI dengan Rena,atau nyaman dalam dekapan Sofy,Azka pun tertidur lelap.Beberapa kali Azka nampak menggeliat lucu,membuat Sofy menyadari Azka akan lebih nyaman jika ditidurkan di kasur,bukan dalam pangkuaannya.Sofy pun menyerahkan Azka ke Rena dan berpesan ke Rena kalau butuh bantuannya ketika Azka terjaga malam,ia akan senang hati membantu.Malam itu,Sofy nampak tertidur sangat pulas di samping suaminya.Inilah pertama kalinya,setelah beberapa bulan bidadari Devan ini bisa merasakan kenyamanan dalam tidurnya.Devan pun membelai lembut pipi Sofy dan mengecup lembut kening istrinya,lalu ikut terlelap disebelah tubuh Sofy dengan posisi berhadapan.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2