
"Dev,apa kamu akan terus mematung disana..."seru pak Hamdi
"aaa,,,iya pa Dev segera kesana".(dengan wajah yang kaget dan kebingungan)
pak Hamdi pun menyuruh Sofy bergabung dengan meja VIP disana.awalnya Sofy menolak karena pasti akan sangat menegangkan berada disana diantara orang-orang hebat.apalagi ada investor asing juga.namun ternyata keberadaannya disana sangat mencuri perhatian,karena orang-orang di meja tersebut sibuk bertanya seputar makanan minang yang sangat lezat yg ada dihadapan mereka.Sofy pun terlihat sangat lancar berbahasa Inggris tatkala investor asing bertanya kepadanya.pemandangan ini semakin membuat Dev semakin terkagum-kagum dengan sosok Sofy.
sungguh calon istri idaman,andai saja kamu bersedia disampingku selamanya...ucapnya dalam hati sambil tersenyum.😊(wah bakalan ada yang bucin ni...tapi bakalan dibales ga yaaaa sama Sofy...)😍
pak Hamdi yang sesekali menoleh ke arah putranya pu ikut tersenyum,meskipun ketika melihat Sofy masih terbersit ragu dihatinya.tapi setidaknya sekarang tugasnya dan bu Mariam tinggal meyakinkan Sofy.
setelah menjelaskan panjang lebar kemudian Sofy mengikuti mba Renata yang memanggilnya untuk pindah ke meja sebelahnya.Sofy pun berpamitan dengan sopan dan menuju meja Renata dan asisten Ben berada.
"Sofy,saya Renata yg nelpon kamu kemaren...(mengulurkan tangan ke Sofy)
"o iya mba..."tapi kok mba langsung tau saya ya...(menyalami tangan Renata).
"mba denger tadi pas pak Hamdi nyebut nama kamu...heehehhee"
"ooo,,,gitu mba..."jawab Sofy sambil tersenyum
"ini nama nya pak Ben,asistennya pak Dirut"
"hai Sofy..."
"salam kenal pak"
"re,saya ke pak bos dulu,ydah di kode ne..."
"siap pak ben"
"permisi Sofy"
"iya pak..."
sepeninggalan pak Ben tampak Renata jadi ngobrol makin akrab dengan Sofy...mereka bicara ngalor ngidul sambil sesekali tertawa sedikit tertahan karena disana ada tamu-tamu penting.pemandangan itu pun tetap tidak luput dari pantauan sepasang mata,siapa lagi kalau bukan Devan.hari ini konsentrasi sang Dirut tampan,cool dan elegan seakan tidak begitu terlihat karena ada yang membuyarkannya.
sementara Renata yang ternyata juga merupakan sepupunya Devan terlihat makin akrab dengan Sofy...bahkan sesekali Rena pun memanggil Sofy dengan sebutan uni seperti karyawannya.
__ADS_1
"maaf mba liat kamu t gadis yang cantik dan pinter kok ga coba nyari kerjaan di kantoran gitu uni?"
"mba Re ini bisa aja...ge er ntar aku nya mba..."
"beneran ni,,,uuummm kamu udah punya pacar belom,atau mungkin tunangan,bahkan mungkin calon suami?maaf y ni,,,mba mank suka keceplosan ngomong kalau udah deket ama orang...heeheee"😁
"mba ini ada-ada aja sih...huft,,,semua yg mba tanya belum ada mba"(tersenyum agak kecut)
"ada apa ni?apa ada yang menyinggung perasaan kamu?maaf y kalau mba ini lancang,padahal kita baru kenal"
"ga papa mba...Sofy senang bisa kenal mba Rena,seakan ngobrol sama kakak sendiri"
"syukurlah ni,,,mba seneng dengarnya...ntar kalau ga sibuk main ke rumah ya ni...anak mba Aurel pasti suka banget sama kamu"
"masa si mba?"(tersenyum malu)aku kan belum pernah ketemu mba sama Aurel,kok mba bisa yakin gitu?"
"ga tau kenapa ya ni,,,mba ngerasa deket sama kamu...mba merasa kedepannya kita tu bakalan menjadi keluarga"
"mba ini,ada-ada aja si..."😅
"apa mungkin kamu itu jodohnya Devan sepupu mba ya?"
"ni,,,jodoh t ga ada yang tau...lagian keluarga kami tidak pernah memandang status seseorang ni..."
"udah mba,jangan buat aku ge er..."(wajahnya berubah merah)
"menurut kamu Dev itu gimana ni,,,kira-kira suka ga?"
"kan tadi udah aku jawab mba...mba jangan suka bilang sesuatu yang ga mungkin gitu"
ditengah keasyikan mereka,pak Hamdi pun menghampiri...
"wah,kayaknya ada yang udah akrab banget ni..."
"iya ne om,berasa lagi deket sama calon adek ipar.iya kan ni..."
"mba Rena,,,udahan becandanya..."(wajahnya pun tersipu malu)
__ADS_1
"gimana kalau itu memang benar Sofy?"lanjut pak Hamdi
"udah lah pak,,,jangan ikut-ikutan mba Rena dech.bapak sama mba Rena becandanya suka aneh dan lucu yaaa..."
saya memang berharap kamu menjadi mantu saya Sofy.ntah mengapa hati kecil saya berkata kamu itu adalah yang terbaik untuk Devan,seru pak Hamdi dalam hati...
"ngobrol kakak ipar dan adek ipar kapan-kapan dilanjutin ya Rena,Sofy...ntar sesekali boleh ajak papa mertua gabung ya biar lebih seru..."seru pak Hamdi.sekarang lanjut kerja dulu yaaa...
"siap om,jawab renata"jawab Renata.bye adek ipar,ntar kapan-kapan kita ngumpul ya..."
"iya mba boleh,tapi jangan panggil gitu lagi ya mba,malu di dengar orang..."
Renata pun tersenyum dan berlalu meninggalkan Sofy dan pak Hamdi.kemudian pak Hamdi mulai bertanya kepada Sofy tentang kabar ibu dan adiknya.tak lupa menanyakan perkembangan usaha Sofy.
"gimana kabar ibumu dan Adnan nak?"
"hhmmhmm,,,ibu akhir-akhir ini sedang kurang sehat pak.makanya Sofy ambil alih sekarang gantiin ibu"
"ooo gitu,trus apa kamu ga niat nyari pekerjaan gitu?"
"kayaknya ga tu pak,Sofy pengen bantuin ibu ja,jadi bebas jagain ibu pak.apalagi sekarang kondisi ibu seperti itu pak"
"kamu memang anak yg baik Sofy.dari awal ketemu 13 tahun yg lalu,bapak sudah yakin kamu akan tumbuh menjadi perempuan yang cantik,pintar,gigih dan tegar"
"Insyaallah pak,ini juga berkat ibu yang mendidik Sofy pak"
"trus kuliahnya Adnan gimana nak?"
"Adnan alhamdulillah kuliahnya lancar om,dia juga berprestasi dan ga pernah berulah selama ini"
"syukurlah,bapak yakin pasti ayahmu bangga punya anak seperti kalian berdua,begitu juga dengan bu Mariam"
"semoga y pak...o ya pak,modal yang bapak pinjemin ke kami dulu kata ibu mau dikembalikan.apa Sofy transfer sekarang ja ya om"
"jangan seperti itu nak,bapak ikhlas bantuin keluarga kamu.jangan buat bapak main merasa berdosa karena kecerobohan pada masa lalu yang membuat ibumu kehilangan suami dan kamu juga Adnan kehilangan ayah.bapak tau dari ibumu,kalau sampai saat ini kamu masih sering teringat peristiwa itu.tolong maafkan bapak ya nak,itu diluar kuasa bapak."
"iya pak,sebenarnya Sofy,ibu dan Adnan sudah ikhlas dengan takdir yang di atur yang Kuasa.apalagi selama ini bapak sudah banyak memberikan perhatian dan kasih sayang untuk Sofy dan Adnan.Sofy yakin suatu hari nanti mimpi buruk itu akan pergi menjauh pak,walau Sofy ga tau kapan itu."
__ADS_1
Devan melihat keakraban papanya dan Sofy pun mulai segera ingin menghampiri,setelah selesai mengantar tamu-tamu pentingnya.
...****************...