Pernikahan Impian Sofya

Pernikahan Impian Sofya
Star PDKT


__ADS_3

sementara itu,Sofy dan bu Mariam yang terlebih dahulu sampai di rumah nampak sibuk memasak di dapur.bu Mariam hanya membantu yang ringan-ringan saja seperti mengupas dan mengiris bawang.Sofy tidak mengizinkan ibunya terlalu sibuk sekarang,mengingat kondisi beliau yang sekarang memang tengah berobat rutin karena menderita vertigo.sebenarnya penyakit ini dulu pernah dialami bu Mariam sepeninggalan ayah Sofy.setelah lama berobat beliau pun sembuh.namun akhir-akhir ini sering mulai kambuh lagi.waktu itu Dokter yang mengobati ibu Sofy pernah bilang,memang pada penderita vertigo yang sudah sembuh,kemungkinan kambuh lagi itu ada.maka dari itu,Sofy memutuskan untuk menggantikan ibunya meneruskan usaha keluarga dan tidak mencari pekerjaan di perusahaan seperti teman-temannya.


Sofy nampak telah menyelesaikan semua masakannya,ada dendeng lambok balado,ikan bakar bakar,rendang telur,daun singkong dan buncis rebus,kerupuk ubi dan buah semangka,pepaya,nanas potong pun nampak terhidang di meja makan.kemudian tek imah (panggilan kepada orang yg lebih muda dari ibunya, bahasa indonesianya tante) pun ikut membantu menyiapkan piring,gelas dan teko air minum.mulai hari ini,tek imah akan membantu beberes rumah karena Sofy sekarang sudah lumayan sibuk mengurus usahanya,namun karena beliau seorang perantau dari Padang dan tidak punya tempat tinggal,beliau pun diajak tinggal bersama keluarga Sofy.Sofy dan Adnan juga menghormati beliau seperti bu Mariam.


"Assalammualaikum"(ucap Adnan dan Devan serentak)


"Waalaikumsallam"(jawab ibu,tek imah dan Sofy)


"nan,sholat zuhur dulu gih.ajak Devan sekalian ya dikamarmu"


"siap bu"(sambil meletakkan tangan dijidat seperti prajurit yang sedang hormatkepada atasan)


ibu hanya menggeleng-geleng sambil tersenyum melihat kelakuan putra bungsunya.


"Sofy,ayo kita empat rakaat dulu.ntar baru lanjut makan siang"


"baik bu.jawab Sofy singkat sambil menuju ke kamarnya"


bu Mariam pun menuju kamar beliau,sementara tek Imah nampak menuju kamar tamu.rumah Sofy terdiri dari lima kamar yang masing-masingnya dilengkapi kamar mandi,dua di atas dan tiga di bawah.kamar Sofy yang dilengkapi bathup bersebelahan dengan kamar bu Mariam terletak di bagian kanan rumah,sedangkan kamar tamu di sebelah kiri yang sekarang ditempati tek Imah.kalau di atas ya pastinya kamar Adnan yang juga dilengkapi bathup di sebelah kanan dan satu lagi juga kamar yang diperuntukkan bagi tamu yang menginap di rumah mereka.di antara kamar di bawah ada ruang tamu dan ruang keluarga,masuk lebih bagian belakang ada ruang makan dan dapur minimalis yang dilengkapi mini bar serta kitchen set yang tertata rapi.kemudian di belakang kamar tamu ada sedikit halaman belakang dilengkapi kolam ikan kecil dan taman dengan bermacam buah-buahan dalam pot,rak sayuran,dan bermacam-macam bunga yang tertata rapi menambah kesan asri dan sejuk di pandang mata.bu Mariam dan Sofy memang sama-sama hobi merawat tanaman sejak lama,tampak di rumah mereka yang sejuk dan indah dipandang mata.


setelah semuanya selesai melaksanakan sholat zuhur,mereka tampak berkumpul di meja makan dengan aneka hidangan yang lezat.bu Sofy duduk di antara bu Mariam dan tek Imah,sementara Adnan duduk bersebelahan dengan Devan.posisi Devan yang berhadapan dengan Sofy membuat dirinya agak gugup.tapi kejahilan Adnan selalu bisa memecah suasana...😁


"mas Dev,ini uni Sofy lho yang masak.Adnan jamin mas bakal ketagihan..."πŸ˜‰(memberi kode dengan kedipan sebelah mata dan kedua jempolnya)


"oh ya nan,mas jadi ga sabaran ni.aroma masakannya membuat perut mas berdendang kriuk,kriuk nan...heeheeeheee"


mereka semua pun secara bergantian mengambil nasi,lauk dan sayur yang telah terhidang.tak lupa mengambil piring kecil untuk buah,dan memakannya sebelum menyantap hidangan pengeyang perut.menurut Sofy,mereka harus bisa mengimbangi masakan yang bersantan dan berminyak dengan serat,vitamin dan mineral agar bisa sehat.walaupun hidangan mereka tidak selalu masakan Minang,karena Sofy memang pintar memasak.πŸ‘πŸ˜Š

__ADS_1


"nak Devan makan yg banyak ya,jangan sungkan.anggap saja rumah sendiri."(kata bu Mariam seraya tersenyum)


"iya bu.makasih ya bu"(sangat senang mendengar ucapan bu Mariam)


mereka pun sibuk dengan piringnya masing-masing.sesekali Adnan masih mengajak Devan berbicara,namun selalu ditegur bu Mariam agak jangan berisik ketika makan.


setelah selesai makan,bu Mariam dan Adnan mengajak Devan pindah ke ruang keluarga.sementara Sofy nampak sibuk membereskan meja makan bersama tek Imah.


"Sofy,biar etek sajo yang membereskan.kasian teman Sofy menanti di depan"(masih dengan bahasa campursari Indonesia dan Minang)


"ga apa-apa tek,Sofy udah biasa kok tek"(sambil tersenyuk)


"Sofy....sini nak."(terdengar suara bu Mariam memanggil)


"iya bu."


Sofy pun tersenyum dan berlalu meninggalkan tek Imah untuk bergabung bersama ibunya,Adnan dan Devan.Sofy duduk disebelah ibunya,sedangkan Devan duduk disebelah Adnan.


"nak Devan,kok tadi sendirian saja ya ke makam mama?papanya kemana ya?"


"papa lagi ada pertemuan sama temannya di Bekasi bu,diantar sama mang Asep.Devan kangen banget sama mama bu,makanya tadi ziarah sendirian ja"


"ooo,,,gitu nak.Sofy sama Adnan temenin nak Devan ya,ibu mau minum obat dan istirahat dulu"(mulai beranjak dari tempat duduk menuju ke kamarnya)


"mau Sofy antar bu?"


"ga usah nak,kamu disini ja ya sama Adnan dan Devan"(sambil tersenyum)

__ADS_1


"iya,baik bu."(yang tadinya berdiri kembali duduk ditempat semula)


Adnan yang merasa ada kecanggungan antara Sofy dan Devan pun mulai buka suara...


"mas Devan,boleh dunk share pengalaman kuliah di LN sama saya dan uni?"


"oooo,,,itu nan.boleh,boleh.tapi ga ada yg spesial juga si nan.pada dasarnya sama kayak disini,cuma tempat,situasi dan kondisi aja yg beda"


"ooo,,,gitu ya mas.trus,apa mas pernah punya pacar bule gitu"


"Adnan,,,nanya nya yang sopan dong,jangan macam-macam gitu"(Sofy mulai angkat bicara karena merasa canggung dengan pertanyaan Adnan)


"ga apa-apa kok Sofy,santai aja!lagian mas memang ga ada pacar kok disana,dekat dengan perempuan mana pun mas belum pernah.hufff,,,(menghembus nafas...).sebenarnya,mas memang susah membuka hati semenjak kehilangan mama.mas takut suatu saat jika mas sedang sayang-sayangnya dia malah pergi seperti almarhumah mama.mas ngerasa belum siap untuk situasi itu.😒tapi kayaknya sekarang mas mau coba untuk buka hati mas,karena ga mungkin dong kita jomblo seumur hidup...heeheee.πŸ˜‚duh,,,mas jadi curhat gini yaaa..."


"eheemmm,,,(Adnan terbatuk-batuk sambil tersenyum).kayaknya ada yang punya kesamaan ini.wah,,,dunia ini memang indah ya,seolah sang Pencipta mempertemukan sesuatu dengan pas..."


"Adnan,,,jangan ngaco kamu!maaf ya mas,Adnan memang gitu,suka keceplosan"


"ga apa-apa dek,,,eh,maaf Sofy"(wajahnya pun berubah dan merasa salting)


"wah,wah...ada yg mengalami kemajuan ini...Alhamdulillah,semoga segera tersemogakan.Aamiiin..."(seru Adnan sambil menyapu kedua tangan di wajahnya)


"Adnan,kamu ini...iya mas,ga apa-apa kok.(Sofy mencoba menahan untuk membalas sang adik karena malu di depan Devan,wajahnya pun mulai memerah,entah karena menahan marah ke Adnan atau merasa ada sesuatu dengan kata-kata Devan).


Hari itu mereka bertiga nampak bercerita sangat seru sekali,sampai setelah sholat Ashar Devan berpamitan pulang setelah bu Mariam keluar dari kamar beliau.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2